Chapter 13

"menikalah denganku" ucap jungkook dikeheningan malam saat itu.

"bagaimana jika aku menolak? " chae hanya menatap jungkook yang ada didepannya sedangkan namja itu pun sama.

"aku yakin kau akan mendesah namaku nanti" asdfghjkl chae mendengar itu langsung menatap horor pada jungkook,wajah kelinci-nya itu ingin sekali chae lempar kesungai Han saat ini.

"he..hentikan jangan menggodaku jungkook"

"tapi kau tergoda sayang"

"yakkk...jangan memanggilku begitu,aku sama sekali belum menjawab pertanyaanmu" jungkook tertawa membuat chae menatap aneh pada jungkook,tapi namja itu masih ingin terus menggodanya,sesekali mengedipkan matanya pada chae membuat gadis itu jengah.

Jungkook mengambil tangan chae dan merogoh sesuatu pada kantung celananya.
"ambil-lah dan pakai" jungkook langsung menaruh sebuah kotak berwarna hitam yang ukurannya tidak bisa dikatakan kecil dan besar.

"apa ini jung? "

"buka saja" dengan santai jungkook menaruh kedua tangannya pada kantung celananya serasa melihati chae membuka kotak itu.

Sedikit demi sedikit chae mulai membukanya hingga tatapan matanya sulit sekali dimengerti.

Chae sedikit melirik pada jungkook yang tersenyum padanya dan maniknya kembali terpada pada kalung berwarna silver dan terdapat bentuk kupu-kupu kecil membuat chae sedikit tersentuh.

Sebenarnya chae memang suka dengan yang berbau kupu-kupu karena saat ia kecil,ia sering sekali berburu kupu-kupu bersama sang eomma, tapi sekarang semua yang berbau kupu-kupu telah dibuang oleh yoongi,semoga saja kalung itu tidak dibuang.

"kau suka? "

"emm trimakasih jung"

"biar aku pakai-kan" chae mengangguk sementara jungkook melingkarkan tangannya pada leher sang gadis,jungkook semakin mendekat untuk memermudah ia memasangnya tapi tanpa ia sadari satu pihak lagi sudah tidak bisa bergerak seakan semua sarafnya mati.

Chup~

Bunyi kecupan pada leher chae sekilas membuat chae sedikit kaget akibat dinginnya bibir jungkook menempel pada lehernya.

"jagalah kupu itu,dan aku akan menjagamu"

"emm" chae berguman dan tersenyum, matanya tak jauh dari kalung-nya,jungkook yang melihat itu pun tanpa disengaja bibirnya ikut tersenyum.

"kau terlihat bahagia mendapatkan itu"

"ya aku menyukai kupu-kupu jung"

"aku juga bahagia mendapatkanmu, karena aku menyukaimu" jungkook menarik tangan chae untuk mendekat dan segera menangkup wajahnya.

"biarkan bulan melihat kemesraan kita chae" gadis itu mengerjap lucu masih memproses perkataan yang dilontarkan jungkook sedari tadi,dan detik berikutnya jungkook menempelkan bibirnya pada bibir chae membuat yeoja itu menutup matanya dan semakin memperkuat genggaman pada jaket jungkook.

Chae hanya mengikuti permainan jungkook,merah pada wajahnya tidak bisa lagi disembunyikan,hingga jungkook melepaskan tautan mereka dan langsung membawa gadis itu pada pelukannya.

"kau belum menjawabnya chae"
Masih dengan pelukan.

"kenapa kau bertanya?,jelas sekali bahwa aku tentu saja tidak bisa menolakmu jeon jungkook"

"ck" jungkook berdecih dengan senyuman dan mempererat pelukannya.

"kapan kau menikahiku"

Deg

Deg.

Ya,,soal itu jungkook masih belum bisa memustuskan-nya tapi ia sudah berjanji akan memercepat itu semua tapi memikirkan ia baru saja kuliah dan bahkan pekerjaan saja ia tak punya, ia memang anak orang kaya tapi pekerjaan ia harus mencarinya,ayahnya bilang ia tidak akan menjadikan jungkook apapun dalam perusahaannya.

Ia harus bisa mencarinya sendiri jika ingin menghidupi seorang gadis.

"hmm aku akan secepatnya chae"

"kau yakin kan?,jika ada sesuatu bilanglah padaku, aku akan membantumu jung"

"aku hanya membutuhkanmu"

"yakk aiss lepasss" chae mendorong kuat hingga dirinya terlepas dari pelukan jungook, dilihatnya pria itu sedang tersenyum menampilkan gigi kelincinya.

"kenapa chae??"

"tidak ada"

"biarkan aku menciummu lagi chae"
Chae hanya mengedipkan mata bulatnya bingung hingga tangan jungkook menariknya mendekat dan mendaratkan bibirnya membuat chae melebqrkan matanya.

Kedua bola matanya bisa melihat mata jungkook yang tertutup dan bibirnya juga bisa merasakan bibir jungkook yang lembut dan kedua hembusan nafas itu menyatu didinginnya angin malam.

Drttt drttt

.
.
.
.

"kapan kau kedokter jennie? "

"tadi pagi" jennie tersenyum kearah sang suami yang duduk disampingnya sambil memegang pinggangnya.

"maafkan aku tidak bisa menemanimu,selalu saja banyak pekerjaan"
Jennie hanya tersenyum memakluminya.

"aku bisa sendiri"

"aku janji minggu depan aku ambil cuti untukmu jennie" yoongi mengambil tangan jennie dan menciumnya tepat di punggung tangannya lembut.

"lagian chae akan menamaniku yoongiii,aku bisa mengerti"

"chae?? Ngomong-ngomong dimana anak itu??" melihat yoongi langsung mengambil ponselnya jennie langsung merebutnya dan mengucup bibir namja manis itu tepat dibibirnya.

Hanya kecupan biasa setelah itu jennie langsung menjauhkan wajahnya dan melihat wajah yoongi yang menatapnya.

"biarkan saja yoongi kau seharusnya mulai mempercayai jungkook..emhhhghhh" belum sempat melanjutkan perkataannya jennie langsung ditarik yoongi dan menciumnya.

Jennie sebenarnya tidak menolak tapi hanya kaget saja karena yoongi langsung melumati bibirnya.

Sudah 8 bulan lamanya yoongi tidak menyetuh gadisnya,dan selama bulan terakhir yoongi memang sangat sibuk mengakibatkan dirinya tidak bisa melakukan apapun untuk istrinya.

Yoongi menarik tubuh jennie mendekat meskipun tak sangat dekat karena ada buah hati mereka diantara.

Ceklek..

Mendengar suara pintu terbuka membuat keduanya melepaskan tautan dan menatap dua sejoli tengah menatapnya.

Chae dan jungkook.

Siapa lagi??
Chae mengerjap polos melihatnya dan jungkook yang mematung.

Jennie dan yoongi tak kalah kakunya dan secara halus yoongi menyuruh jennie agar masuk kekamarnya membuat yeoja itu langsung pergi.

"ehemm,,dari mana chae?? "

"aku yang membawa chae hyung.. Maafkan aku" jungkook membungkuk pada yoongi yang mulai duduk diatas sofa diikuti chae.

"duduklah kalian berdua"

Jungkook mengangguk dan ikut duduk berdampingan dengan chae disofa bersebrangan dengan yoongi.

Yoongi melihat kearah jungkook membuat namja itu kikuk dan sedikit takut diberi tatapan tajam.

"jadi kapan kau menikahi chae?"

"ehem hyung aku belum memikirkan kapan itu, tapi aku janji akan menikahinya" melihat jungkook sedikit bergetar membuat chae memegang tangan jungkook yang ia taruh diatas pahanya.

Menyelipkan jari-jarinya diantara jari-jari jungkook,mata keduanya sempat terkunci beberapa detik.

Chae tersenyum dan membuat jungkook terdiam sebentar.

"lanjutkan pacaran kalian,aku seperti nyamuk sekarang" dengan malas yoongi melangkah pergi.

Chae tidak memerdulikan dan masih erat memegang tangan jungkook seperti takut kehilangan.

"kau lucu"

"apa??"

"tidak,kau miliku chae"
Chae menarikan tangan jungkook keatas dan membuat tangan itu merangkulnya dari belakang.

"aku milikmu" chae memeluk tubuh jungkook dari samping,pelukan erat yang dibalas oleh satu tangan jungkook yang merangkul chae.

"kau kenapa hmm?" jungkook mengangkat wajah chae menggunakan jari telunjuknya, dilihatnya air mata yang sedang mengalir dari bola mata indahnya.

Chae sama sekali belum menjawab dan masih menangis membuat jungkook sedikit khawatir.

"chae kenapa??,hmm ceritakan padaku"

"hiksss aku...."



TBC

Hai...
Komen yeah..
Vote jika kalian suka 😉



Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top