꒰⑅ 08 ꒱

Gadis itu sepertinya benar-benar serius dengan ucapannya dan sekarang Scara benar-benar frustasi melihat apartemennya yang sepi tanpa melihat sesosok Mona lagi yang berseliweran mengurus apartemennya atau memaki-makinya seperti biasa.

Sudah 2 hari pemuda itu bolos sekolah, hanya karna dia kesal setengah mati karna gadis itu terus menghindarinya.

Setiap akan pergi ke Fatui, Scara selalu menatap apartemen yang kini sudah tak di huni Mona lagi itu berharap gadis itu akan keluar dari sini untuk menenangkan diri karna terbangun tengah malam seperti biasanya.

"Argghh sialll!"Teriak Scara kesal lalu melempar bantalnya asal, sesaat kemudian Scara meraih ponselnya berniat mengecek dengan harapan ada pesan baru dari Mona.

Nihil, gadis itu masih memblokir nomornya dan sekarang Scara benar-benar frustasi tidak tahu bagaimana mendekati Mona lagi karna di sekolah pun Mona benar-benar menghindarinya bahkan ketika Scara mampir ke klubnya Mona dengan terang-terangan menghindarinya dan mengabaikan Scara yang sudah mengejarnya.

Scara merindukan gadis itu, tapi Scara juga tidak tahu bagaimana menarik kembali gadis itu karna sepertinya Mona benar-benar tidak ingin mendengarkan penjelasan apapun darinya.

Rasanya kesal melihat Mona semakin dekat dengan Aether sedangkan Scara tidak bisa melakukan apapun selain mengumpat dalam hati.

"Mon, gua kangen sama lo kapan lo mau dengerin gua ngomong gini langsung ke lo?"Gumam Scara dalam hati, rasanya Scara sudah gagal sejak pertama kali melihat gadis itu menangis karnanya.

Scara menatap keluar jendela apartemennya dengan tatapan menerawang, benarkah setelah ini Scara benar-benar tidak ada kesempatan lagi untuk mendapatkan Mona kembali?.

= × 🌟 × =

Pagi itu, Scara berniat bolos sekolah lagi tapi tidur lelapnya terusik karna suara ponselnya yang berdering.

"Hm?"Sahut Scara malas tanpa melihat nama si pemanggil.

"Scara, sudah berapa dekade kiranya kamu tidak menginjakkan kaki di tempat menimba ilmu tercinta kita ini?"

"Oh Kazuha, males aja sih"

"Kalo kata hembusan angin pagi ini sih, aku yakin pasti karna Mona"

Scara mendengus, terkadang sifat Kazuha yang suka bertele-tele saat mengatakan sesuatu memang menyebalkan tapi Scara juga tidak bisa bohong jika Kazuha adalah sahabatnya yang paling mengerti dirinya.

"Dia ngejauh dari gua"

"Ngejauh? Kok bisa? Bukannya kemarin-kemarin kalian masih bersenda gurau?"

Scara menghela nafas, mendadak kantuknya hilang karna mengingat soal Mona yang selalu menghindar darinya beberapa hari ini.

"Gua sengaja bikin salah paham, tapi Mona gamau dengerin penjelasan gua"

"Salah paham? Astaga ternyata kamu menyembunyikan ghibbah semenarik ini, teganya kamu Scar kukira kita sahabat"

"Owlh bgsd, maksud lo apa??"

Kazuha tertawa di seberang telfon sebelum akhirnya memutuskan sambungan karna seorang guru sudah masuk, Kazuha juga bilang katanya akan membolos ditengah pelajaran untuk menjenguk Scara.

Demi ghibbah katanya.

Walau menyebalkan, Scara juga tidak bisa mengelak jika Kazuha adalah sahabat yang paling mengerti soal dirinya kedua setelah Mona.

Sejenak hati Scara terasa nyeri menyadari jika selama ini hubungannya dengan Mona hanya sebatas sahabat dan belum pernah lebih dari itu.

Sekarang kantuknya hilang, Scara mendengus kesal lalu memutuskan untuk mandi dan bersiap ke mini market untuk membeli beberapa camilan sebagai suguhan tamu nanti.

Tak butuh waktu lama bagi Scara untuk membersihkan diri dan berganti baju, setelah selesai Scara segera menaiki motornya menuju mini market yang terletak agak jauh dari apartemennya.

"Selamat datang di TeyvatMart, selamat berbelanja"

Scara berjalan menyusuri rak makanan cepat saji, tangannya berniat meraih beberapa mie instant tapi tangannya terhenti sejenak.

"Mie tros!! Melingkar usus lo lama-lama anj"

"Suka suka gua, duit-duit gua, babu banyak ngomong lu"

"Ga sehat gblg, kalo lo sakit juga gua yang ngurus lo! Pokoknya hari ini lo kudu makan salad bareng gua"

"Salad teross!"

"Bacot, yang penting sehat wlee"

Scara tersenyum simpul, Scara pun mengurungkan niatnya untuk mengambil mie instant beralih untuk mengambil beberapa chips dan minuman bersoda.

Sepertinya hari ini Scara ingin makan salad sayur saja.

= × 🌟 × =

"Demi apa seorang Scaramouche bulol sama cewek?"

"Berisik lo jul, kayak lo gak aja anj"

"Yang penting aku udah jadian sama dia, daripada kamu macet mulu jadi sahabat"

Scara mendecih dan merasa kalah telak, Kazuha tertawa lalu mencomot chips yang di beli Scara beberapa menit lalu.

"Pacar lo yang mana yang mana sih? Anak klub ekstra juga?"

"Iya, tapi dia merangkap di klub seni juga sih"

"Oh"

Scara kembali bergulung diatas ranjangnya sedangkan Kazuha sudah meraih salah satu koleksi CD PS milik Scara yang tertata rapi di rak meja televisinya.

"Jadi, kamu beneran mau ngebiarin dia pergi?"Tanya Kazuha yang masih sibuk menyalakan PS.

"Ya nggaklah! Lo pikir udah berapa lama gua suka sama dia?"

"Kalo gitu kejar Scar, kamu gabisa nunggu dia balik cuma karna kamu pikir dia bakal sengsara cari kerja part time lagi yang bisa ngebiayai kebutuhan dia, kamu lupa itu Mona? Dia cewek keras kepala yang pantang menyerah sama pilihannya"

Scara terdiam, kembali berputar di benaknya ekspresi Mona yang menatapnya tajam saat itu dan kini rasa bersalah kembali menghantui pemuda itu.

"Gua udah ngejar, tapi dia gamau denger"

"Terus sekarang kamu nyerah Scar? Mona nunggu tahu"

Kazuha berbalik menatap Scara yang berbaring di belakangnya.

"Mona nunggu penjelasanmu, dia bakalan tetep perang sama pikirannya sendiri kalo kamu diem aja dan ini kesalah pahaman yang kamu buat sendiri"

Scara mengusap wajahnya kasar, sejak tadi matanya sudah terasa panas tapi pemuda itu buru-buru mengusap matanya.

Sebenarnya ini bukanlah masalah yang pantas di tangisi oleh seorang Scaramouche tapi kehilangan Mona sangatlah menakutkan baginya.

Mona adalah gadis yang menyempurnakan celah Scara yang sudah lama hilang.

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top