꒰⑅ 02 ꒱

Pemuda itu menyandarkan kepalanya pada kursinya lalu menghela nafas, sesekali jemarinya mulai memijat puncak hidungnya.
Penat rasanya pagi ini dia sudah terkena omel banyak orang, mulai dari Mona hingga guru BK langganannya dan agaknya telinga Scara jadi sedikit tuli karna teriakan Mona beberapa menit yang lalu karna telat setengah jam ke sekolah.
"Ada apa ini wahai kawanku, angin pagi baru berhembus tapi kamu sudah mleyot bagaikan pohon pisang tertiup angin topan"
"Berisik lo jul, pagi-pagi dah nge-indie lo ajg"Umpat Scara kesal dengan ucapan teman sebangkunya yang sangat suka bertele-tele itu.
Bukannya takut, Kazuha hanya terkekeh seraya menarik kursinya dan duduk.
"Jangan kaku begitu Scar, aku hanya bertanya"
"YAUDAH SIH JING KALO NANYA TO THE POINT AJA BGSD"
Kazuha hanya tersenyum, baginya sudah biasa melihat Scara emosian seperti ini justru jika seorang Scaramouche banyak diam akan lebih mengkhawatirkan.
"Pasti sama si Mona lagi ya? Tadi aku lihat Mona juga suntuk masuk ruang klubnya"
Scara menghela nafas kembali memijat puncak hidungnya karna tiba-tiba dia kembali merasa penat mengingat omelan Mona pagi ini, sebenarnya mendapat omelan Mona bukanlah hal baru bagi Scara hanya saja tadi malam dia pulang sangat larut karna itu dia sedikit pusing karna teriakan Mona di pagi hari.
"Biasalah, nenek sihir banyak bacot emang"Sahut Scara kesal, Kazuha terkekeh.
Obrolan mereka pun terhenti karna Bu Lisa masuk ke kelas, Scara kembali menggerutu karna niatnya untuk tidur gagal mengingat Bu Lisa termasuk jajaran guru killer di sekolah dan yang pasti Scara benar-benar pusing tidak ingin mencari masalah lagi.
"Sial, kenapa guru ara-ara ini sih ajg"Gerutu Scara kesal.
= × 🌟 × =
Jujur, hari ini rasanya Scara benar-benar ingin bolos saja karna sialnya hari ini adalah jadwalnya olah raga sedangkan Scara sejak tadi matanya sudah berat ingin segera tidur saja.
"Scar, mending kamu aku anter ke uks dah serem amat wajahmu perasaan bagai orang tidak tertempel angpao di hari raya"
"Iya deh serah, lo ijinin gua ya jul gua mau ke uks buat tidur"
Kazuha menghela nafas namun kemudian tersenyum mengacungkan jempolnya membiarkan Scara berjalan secara mandiri menuju UKS.
Begitu sampai di UKS, Scara langsung merebahkan tubuhnya di ranjang beruntung hari ini ruang UKS sedang sepi.
Rasanya sedikit lega ketika akhirnya dia terpejam dengan tenang di atas ranjang empuk ini, tak butuh waktu lama baginya untuk segera tenggelam dalam alam mimpinya.
= × 🌟 × =
Kepalanya terasa pening, tubuhnya benar-benar seperti terbakar dan bocah itu tidak bisa bertindak banyak selain berbaring di atas ranjangnya.
"Kami harus bekerja, biasakan dirimu"
Bocah itu segera bangkit menuruni ranjangnya lalu berlari dengan sedikit oleng karna tidak kuat menahan tubuhnya yang lemas, tangannya terus berusaha meraih 2 orang dewasa dihadapannya yang terus menjauh darinya.
Ketika tangannya berhasil meraihnya, ternyata yang dia raih adalah knop pintu yang kini sudah terkunci.
Bocah itu akhirnya menangis sesenggukan berusaha sekuat tenaga menggedor-gedor pintu kamarnya meracau memanggil 2 orang dewasa yang dia sebut 'ayah & ibu' itu.
Dia terus berteriak, menangis, memukul-mukul pintu itu sekuat tenaga berharap pintunya terbuka dan orang tuanya memutar langkah untuknya.
Tapi, apalah yang bocah itu harapkan? Pintu itu masih terkunci dan suaranya kini mulai serak, tubuhnya perlahan merosot teratur ke lantai.
Bocah itu memeluk erat tubuhnya sendiri membiarkan dirinya menangis sesenggukan sambil terus memanggil orang tuanya dengan suara seraknya.
"Bodoh, harusnya kamu sadar dari dulu mereka tidak akan berbalik padamu"Ucap entah suara siapa, bocah itu tidak berkutik berusaha mengabaikan suara itu.
"Kamu terlalu banyak percaya bualan dongeng sebelum tidur, sekarang kau hanya menyakiti dirimu sendiri"
Bocah itu menggeleng, dia percaya ini hanya mimpi buruk dan bocah itu hanya perlu terbangun entah bagaimana caranya.
= × 🌟 × =
Scara akhirnya terbangun dari tidurnya dan saat dia melirik jam tangannya ternyata sudah waktunya jam pulang, pemuda itu mengusap wajahnya.
"Hah?"
Scara bingung entah sejak kapan keningnya sudah menempel plester kompres, Scara melirik meja kecil di sebelahnya yang sudah tersedia air putih serta satu strip obat pereda sakit kepala.
"Scar? Udah bangun?"
Suara Kazuha dari ambang pintu mengagetkan Scara, Scara mendengus.
"Menurut lo?"
Kazuha terkekeh.
"Santai aja kali Scara, aku cuma nanya"
"Serah, btw ini lo yang masang?"
Kazuha mengerutkan alisnya kemudian tersenyum.
"Gatau deh, btw mau pulang bareng gak? Baru aja mau kubangunin, kamu dah bangun duluan"
"Enggak deh, gua mau susul Mona soalnya hari ini gua bareng dia"
"Oalah, oke bos"
Kazuha pun ngacir pergi dari UKS meninggalkan Scara yang masih bingung darimana plester kompres itu berasal.
"Ah gajelas"Gerutu Scara mengacak kasar rambutnya sebelum akhirnya berjalan keluar dari UKS.

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top