Verso #5
Sebersit harum bunga
merebak di udara
Semilir angin
kian menguatkan Sang Aroma
Membelai lembut
jiwa yang mulai redup
Hamparan warna manis
kini menyapaku
Menarikku untuk masuk
lalu terbuai
Seolah ia berkata
bahwa hidup terus melaju
Waktu terus bergulir
Takkan pernah berhenti
Bagaikan semi di bulan April
Walau panas membuatnya luruh
Dinginnya salju
menekan ia semakin dalam
Namun ia tetap kembali
Tak peduli
bahwa akan selalu ada
yang menyakitinya
Membuatnya gugur
dan tak indah lagi
Begitu halnya denganmu, Kawan
Kau tahu bahwa kau mampu
Jangan biarkan apapun
menghalangi langkahmu
Demi kebahagiaan sejati
yang telah kau impikan
selama ini
Hujan Kerinduan
by febby_by17
Kala itu genda
Saling beradu
Tatkala bayu beraksi
Pertanda hujan
Akan turun
Awan kelam mulai
Menerjang dirgantara
Bias binar baskara
Mulai meredup
Bertransisi menjadi
Kelam kelabu
Kabut Nostalgia mulai bermain
Tatkala rintik hujan membumi
Disinilah aku
Bersama hujan dan kerinduan
Yang masih terjebak
Dalam album kebersamaan
Hujan telah menjadi saksi bisu
Antara aku dan kau
Tiap rintihannya adalah kerinduanku
Tiap hembusannya selalu
Terselip pesan untukmu
Berharap bisikan kerinduan
Itu akan terbalas
Adakah terbesit di nuranimu
Untuk membuka jalan kerinduan itu?
Untuk kembali merajut kasih
Berpayungkan ribuan tetes hujan?
Kaltim, 10 Februari 2019
Hujan
by mager1001
Hujan,
Aku mendengar gemuruh air mulai berjatuhan di atas atap kamar. Perlahan kusibak tirai jendela dan melihat bayang wajahmu di tiap rintik hujan. Dan itu membuatku rindu.
Apakah kau juga merindu?
Saat semua orang sibuk berbincang dengan pujaan hati.
Apalah dayaku yang hanya sebatas pemimpi?
Hujan kian menjadi-jadi.
Aku tak tau, apa hujan begitu cemburu saat aku merindukanmu?
Atau hujan mencoba mewakili rasa rinduku layaknya tetesan itu?
Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top