Siapa yang Datang ke Pernikahanku Nanti

Siapa yang Datang ke Pernikahanku Nanti

327 46 3

Gilang tahu betul bahwa ketika Fajar mulai membicarakan pernikahan, pertanyaan yang sudah lama tidak mengusiknya kembali hadir; Siapa yang datang ke pernikahannya nanti?Sungguh, Gilang tidak siap untuk menyulitkan Anneke yang baru bisa hidup santai di usia senjanya setelah berpuluh-puluh tahun mengurus Rumah Pluto yang jauh di sana.Lalu apa perlu Gilang menghubungi orang tua angkat yang membiarkannya pergi begitu anak mereka lahir? atau haruskah Gilang menghubungi Femi yang sempat ditolaknya mentah-mentah untuk kembali menjalin tali persaudaraan yang ditinggalkannya? Mustahil juga rasanya meminta bantuan Handoko, pria super kaya yang sejak lahir memata-matai kehidupan Gilang, seakan-akan Gilang adalah anak yang perlu diurusnya."Aku punya teman-teman kuliah dan rekan kerja yang mungkin mau menyempatkan waktu buat datang. Tapi keluarga itu lain hal!"…

Inspirasa

Inspirasa

575,259 48,578 36

Sendirian adalah ketakutan terbesar Rengganis Arumina Satya yang membuatnya bergantung pada Arjuna Sandi Airlangga, kakak sepupu yang dikaguminya, orang yang menginspirasinya sejak kecil. Hingga waktu berlalu, rasa kagum itu berubah menjadi perasaan yang lain.***Hal traumatis yang terjadi saat bangku kuliah membuat Rengganis Arumina Satya enggan untuk sendirian di mana pun, membuatnya tanpa sadar selalu bergantung pada kakak sepupunya, Arjuna Sandi Airlangga, sosok pria yang selalu menjaga dan melindungi Ganis. Tetapi di balik itu semua, kedekatan Ganis dan Ajun menjadi akar kegagalan dari hubungan Ganis dengan pria lain. Mencoba berpikir bahwa kedekatannya dengan Ajun selama ini hanya sebatas saudara sepupu, hal itu tidak juga mengenyahkan perasaan Ganis untuk Ajun selama bertahun-tahun. Tetapi, ketika perasaan Ajun dan Ganis sudah terpatri, Ganis merasa ragu. Karena Ajun yang baginya amat sempurna, Ganis merasa dirinya tak layak bersanding. Dan lagi, apa artinya cinta tanpa restu?…

Suarasa

Suarasa

18,788 3,027 37

[Sekuel INSPIRASA]Pernahkah kamu membayangkan bagaimana orang-orang melanjutkan hidupnya sepeninggal insan terkasih yang tidak akan pernah kembali pulang?Mereka yang ditinggalkan anak yang paling dibanggakannya, yang menjadi patokan keberhasilan mereka menjadi orang tua.Mereka yang ditinggalkan kakak yang paling bisa diandalkan, menjadi panutan dalam hal menjalani hidup sebagai seorang anak.Dan aku yang juga ditinggalkannya. Yang berat menyebutnya sebagai kekasih sekalipun pernah berbagi rasa. Tidak mudah juga mengingatnya sebagai seseorang yang pernah hampir sampai menginjaki salah satu gerbang tahapan hidup meski jalanan yang tidak mulus itu sudah berhasil dilewati bersama.Mereka yang kelihatannya tidak sakit dan terluka meski apa yang meneduhkan itu roboh menimpa mereka, menyisakan puing-puing yang sulit untuk kembali dibangun. Pun aku yang tampak terlalu sakit dan penuh luka ini, berdarah-darah bangkit dan pergi meninggalkan semuanya, mencari dunia lain untuk bisa kembali pulih.…

Halogika | Pre-order (2) 21 Desember 2022

Halogika | Pre-order (2) 21 Desember 2022

242,814 31,130 36

Jenjang pendidikan yang baru. Kawan-kawan yang baru. Dunia yang baru. Stereotipe yang baru. Begitulah yang dialami Logika ketika mempelajari ilmu filsafat sebagai mahasiswa baru. Ia bukan hanya harus mengatasi kecemasan keluarganya yang konservatif, melainkan juga menghadapi generalisasi yang dilemparkan oleh kakak tingkatnya ketika mendapati selera berbusananya yang religius.Filsafat dan theisme-religius seolah tak boleh bersanding, dan Logika berupaya untuk membuktikan bahwa streotipe semacam itu, yang bahkan terlontar dari sesama mahasiswa filsafat, benar-benar tak berdasar.…

Realize Real Lies

Realize Real Lies

493,782 5,011 2

Because everyone know they're lying to themselves****Hidup di tempat asing dan menjadi diri sendiri akan lebih baik ketimbang hidup di tempat sendiri tapi menjadi asing. Setidaknya itu yang jadi pegangan seorang Pradhina Senja saat akhirnya memutuskan untuk menjalani hidup sebagai manusia baru setelah sekian lama terjerat ruang dan waktu yang enggan ditinggalkannya.Seakan Tuhan tak memberikan waktu yang banyak untuk Senja bisa menikmati kehidupan barunya, sosok lain yang jadi rekan kerjanya datang layaknya kawan lama. Bukhari Abdisadjana, lelaki metropolitan yang dengan mudahnya menerobos benteng yang sudah dibangunnya, mengembalikan perempuan itu pada hidup yang sudah ditinggalkannya.Hari meminta bantuannya, mengajaknya mengobrol seperti seorang teman -satu kata yang levelnya di bawah hubungan lain yang Senja sudah lupa ada kata itu di dunia ini. Satu kata yang membuat Senja berpikiran bahwa sebuah hubungan tidak perlu dideklarasikan. Sebab baginya, sebutan seperti itu hanya untuk penekanan akan tugas dan fungsi satu sama lain.Tapi bukan Hari namanya yang akan membiarkan begitu saja benteng tinggi menghalangi lajunya. Dengan segala ambisinya, ia tetap pada jalannya, tak peduli dengan anggapan Senja."Enggak ada obrolan di luar pekerjaan. Enggak ada kontak selain tentang pekerjaan. Pun, nggak ada hubungan lain selain karena pekerjaan." Dengan fasihnya Hari melafalkan slogan yang pernah Senja tekankan padanya saat Hari hendak membantunya. "Gue nggak lupa itu. Tapi kalau gue bilang prinsip gue Manners Maketh Man, lo ngerti maksud gue?"…