Pengenalan

OverCode, sebutan untuk sebuah klub sekolah yang menawarkan bantuan terhadap kekacauan yang dibuat oleh Pengguna Kode Nama. Klub itu berjumlah empat siswa yang masih berada di Tingkatan 3.

Sekolah Tinggi Penggunaan Kekuatan atau disingkat STPK, sebuah sekolah yang didirikan untuk mengasah kemampuan setiap anak-anak yang memiliki bakat serta anugerah Kode Nama. Sekolah itu juga berfungsi sebagai tempat 'Pencarian Bakat' jika sesekali ada sebuah organisasi yang tengah mencari anggota baru.

Kelas dibagi menjadi 5.

Tingkat I > untuk anak - anak SD.

Tingkat II > untuk pelajar SMP.

Tingkat III > untuk SMA atau remaja dibawah 19 tahun.

Tingkat IV > untuk orang dewasa.

Tingkat V > untuk 'Yang Spesial'.

< OverCode POV >

Empat bayangan melompat di atas salah satu atap bangunan yang menjepit sebuah gang sempit yang gelap, dari kegelapan gang dapat terdengar suara perempuan menjerit minta tolong dan tawa vulgar para lelaki.

"Huh. Mereka lagi, mereka lagi.." keluh gadis kecil bersurai biru muda.

"Houaha~mereka seperti telah siap beraksi. Apa yang akan kita lakukan?" kata lelaki berhoodie hijau.

Dia menatap dua temannya yang ada dibelakang, yang sedang melakukan sesuatu. Yang satu lagi pemanasan dan satunya lagi tengah membaca novel cerita.

"Aku akan menunjukkan kekuatanku kepada mereka, biar mereka tahu siapa yang kuat disini..." ungkap gadis bersurai merah muda yang lagi pemanasan itu.

"Gowoh~bagaimana denganmu, Fern?"

"Diam, aku sedang sibuk sekarang..!" bentak remaja lelaki berambut hitam yang membaca buku, matanya bergerak dengan sangat cepat dibalik kacamata khusus rabun dekat itu.

"Rianna?" panggil si gadis kecil.

"Ayo kita mulai!" pekik gadis bersurai merah muda--- Rianna.

Rianna berlari kemudian melompat ke bawah gang.

"Rianna, nanti celana dalammu kelihatan..." peringat lelaki berhoodie hijau.

"Tenang saja, aku mengenakan celana pendek kok. Aku tidak seperti ibu..." sahut Rianna.

"Baguslah kalau begitu..."

"Dua, ayo kita ikut menyusul. Aku takut ibu menemukan majalah dewasaku yang kusimpan di lemari CD..." seru gadis kecil bersurai biru. Ia melompat ke bawah menyusul Rianna.

"Orang tua macam apa yang mencari majalah di tumpukan celana dalam..." bingung lelaki berhoodie hijau-- Dua.

"Tunggu aku, Berya..!" Dua menyusul gadis kecil bersurai biru-- Berya.

Tap..!

Kedua sisi buku novel itu tertutup keras dan menampakan ekspresi kesal di pembaca.

"Meraka berisik sekali!" decak lelaki berkacamata-- Fern.

< Author POV >

Sementara itu kumpulan preman telah melucuti hampir seluruh pakaian si gadis sekolah itu, sampai sesuatu-- seseorang melompat dari atas dan mendarat dibelakang mereka.

"S-siapa kau--" pertanyaan para preman terhenti saat melihat gadis bersurai merah muda dan bermanik biru langit, tapi bukan itu yang membuat mereka terdiam, melainkan posisi gadis itu yang mendarat.

Ia terduduk dan kedua kakinya terbuka.

"Cih. Dia memakai pelindung.!" entah kenapa para preman berdecih kesal.

"Berhenti menatap Rianna. Yang boleh melihat celana dalamnya hanya aku seorang!!" teriak Berya yang masih melayang.

"Heh?"

Naga Air

Berya mengumpulkan air di atasnya lalu merubahnya menjadi naga dan menghantamkannya ke bawah.

Kuburan Es

Tressss.....

Semua air itu seketika menjadi daratan penuh es setelah Berya mendarat di bawah.

"Rianna, kau baik-baik saja? Bagian 'itu' tidak berdarah'kan?" Berya mulai memberikan pertanyaan ambigunya.

"D-dia berhasil menangkap hampir semua orang dalam dua kali serang?" kaget preman yang ada tidak jauh dibelakang Rianna.

"Hiii! K-kabur!!" jerit mereka ketakutan.

Dari arah luar gang muncul cahaya hijau yang menyilaukan, diikuti dinding tanaman yang menyala hijau.

"Kalian tidak akan bisa kabur..." seru Dua yang sudah berdiri di luar gang.

"Berisik!"

Semua anggota preman merinding saat mendengar suara Fern berdecak. Tekanan gravitasi yang ada disana berubah dratis dan semua anggota preman tiba-tiba berlutut, serta meminta ampun.

"Gara-gara kalian aku tidak ingat halaman yang kubaca tadi. Kalian harus membayar akibatnya..." murka Fern.

"A-ampuni kami, b-bos?" takut mereka.

"Mati saja sana..."

Dari tangan kiri Fern keluar api.

"Idiot!"

"Urgh??!"

Daar!!

Fern seketika mencium dinginnya tembok gang setelah Rianna menendangnya dari belakang.

"Kak Fern, jangan dibunuh..." peringat Rianna(?).

"R-Rianna, k-kau..." geram Fern yang tertahan.

"Kita harus menangkap mereka tanpa kekerasan..." seru Rianna berkumandang.

"Lalu tendangan tadi apa?" batin Berya facepalm.

"Dua..!" panggil Rianna.

"Baik!" Dua menyentuh dinding tanaman dari luar, dari dalam gang muncul beberapa akar pohon yang melilit semua anggota preman.

Rianna berdiri di depan mereka semua. "Dengan ini kalian kami tangkap!"





























































Preview Next

A : Halo - Halo~

A : Bagaimana kabar kalian? Ane datang kembali dengan cerita baru dari SP Series.

A : Kali ini bukan Riza yang menjadi protagonis, melainkan Rianna Si Polos Yang Seksi.

A : Whut? Kenapa ada marga Allyn disana? Hohoho~nanti ada kok penjelasannya

A : Bagaimana dengan Riza? Lupakan aja protagonis gagal itu :^

Rianna : A, itu tidak baik. Aku marah nih jika A terus menjelekkan Riza.

A : Baiklah ~Baiklah~apapun untuk protagonis manisku

Riza : Ck. Modus aja kerjaan

A : *tersenyum*

Dua : Sampai Jumpa di Bagian berikutnya^^

Berya : Bye~~

AllynAnantosena & codenine

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top