03. Pink

"K-kenapa Kenapa Naruto-san? Bukankah kau sudah bersama dengan wanita lain dan kenapa kau malah menyentuhku?"

"Maaf, aku hanya egois aku mencintai Sakura-chan tapi tidak ingin melepasmu juga."

"Kumohon, aku sudah ikhlas kau bersama dengan Sakura-san t-tolong jangan muncul dihadapanku lagi."

"Tidak Hinata aku tidak bisa, kau tau Hime bagaimana pun kau orang yang paling mengerti diriku."

"Tapi itu dulu, sekarang kau punya tempat baru jadi kau sudah tidak pantas lagi mendatangi orang masa lalu Naruto-san."

"Sakit sekali, mungkin kalau dulu aku tidak berselingkuh kau masih ada dalam genggamanku." Naruto tersenyum pahit, ia meremas surai blondenya dengan kasar sambil meratapi penyesalannya.

"Kalau begitu saya permisi."

"Hime..."

Apart Sasuke

"Oi, kau mau sarapan tidak?"

"Panggil namaku dengan benar Sasu-chan." Sakura menoleh kearah Sasuke yang sedang berdiri diambang pintu kamarnya, ia mengernyit tidak suka setelah mendengar sapaan adik tampannya.

"Jangan tambahkan Chan pada namaku, kau mau sarapan atau tidak?"

"Kau mau memasak?"

"Hn, aku akan memasak omelet ."

"Oke aku ikut membantumu!"

"Tidak! Dan tolong berpakaian yang benar sebelum keluar kamar."

"Ck! Memangnya apa salahnya sih berpakaian seperti ini dirumah?"

(Ya salah lah kamu pake dress tipis gtu apa tida membuyarkan fokus adikmu hah :(((

Sasuke yang sedang berkutat dengan peralatan dapur tidak menyadari kalau ada seorang gadis sedang tersenyum melihat apa yang sedang Sasuke kerjakan.

Pandangan matanya meliar menatap pahatan tubuh indah milik adik tirinya, ia meneguk ludahnya sendiri dan menggelengkan kepala.

"Sial dari belakang saja sangat menggairahkan!"

Sakura menggumam pelan sambil mengipasi wajahnya yang mulai memanas, ia memang dicap sebagai 'wanita nakal' wajar saja kalau dia agresif pada laki-laki, tapi siapa sangka saat berhadapan dengan si bontot Uchiha ini dia menjadi lemah (?) coba tolong jelaskan kenapa dia bisa begini?

"Astaga aku tidak tahan, Ehem.. Sasu-chan apa kau punya air dingin?"

"Ada di lemari pendingin."

"Oke."

Sakura berjalan menuju lemari pendingin, setelah membuka ia mengernyit hampir semua isi didalamnya hanya ada alkohol dengan kadar yang berbeda. Gadis itu menghela nafas, setelah menemukan apa yang ia cari Sakura kembali duduk di pantry menunggu Sasuke yang sedang menghias sarapan pagi mereka.

"Sasu-chan terlalu sering minum alkohol tidak baik loh untuk kesehatan, buang saja ganti dengan susu."

Sasuke menautkan kedua alisnya "Aku tidak suka susu."

"Kalau begitu minum susuku saja mau?"

"HAH?!?"

"Ahahahahaha, lihat lihat wajahmu memerah sampai telinga ahahaha aku bercanda Sasu-chan."

"Bercandaanmu tidak lucu." Sasuke menyentil pelan dahi lebar Sakura,  Pria itu terkekeh.

"Itte! Bisa-bisa jidatku makin lebar kalau terus kau sentil!"

"Tidak akan, sudah cepat makan kau hari ini kerja kan?"

"Hu'um, ah ini enak sekali Sasu-chan kau pintar memasak ya."

"Hn."

Namikaze Corp.

"Ha..ah-Na.."

"Kau ini kenapa? agresif sekali hari ini."

"Tidak, aku hanya sedang bersemangat saja hehe." Sakura merapihkan kemejanya yang sudah terbuka, ia kembali menata cepolan yang sudah acak-acakan akibat silatuhrahmi bibir milik Naruto.

"Ayo setelah ini kita akan rapat dengan Sabaku Corp."

"Siap pak bos!"

Sakura menatap punggung Naruto yang sudah berjalan mendahuluinya, setelah berciuman tadi ia menangkap sesuatu yang janggal.

"Sejak kapan dia punya aroma lavender?"

"Ada apa? Ayo."

"Ah iya."  Mungkin pura-pura tidak tau akan lebih baik dibanding harus bertanya kemudian terjadi baku hantam.

Dan Sakura mencoba mempercayai Naruto.

15 menit yang lalu rapat sudah selesai, disini lah Sakura sekarang. Ia duduk di sofa mewah diruang pribadi sang kekasih, hari ini mereka akan melakukan kencan mingguan seperti biasanya.

"Lama!"

"Maaf tadi aku mengantar Gaara sampai lobby, ayo kita berangkat sekarang saja."

"Gandeng aku."

"Ck, dasar manja." Naruto meraih tangan mungil milik kekasihnya, ia tersenyum lembut. Ya, dia sangat mencintai Sakura tapi entah kenapa setiap bersama gadis pink ini dia selalu merasa ada yang kurang.

Hinata.

Tapi pria itu kembali mengenyahkan pikirannya, sekarang dia hanya berfokus pada Sakura saja.

©©©

Detuman suara musik mulai memasuki indera pendengaran, sedikit pening tapi mereka berdua sudah terbiasa.

"Sakura kau mau minum apa?"

"Aku jus saja, sedang tidak ingin mabuk."

"Baiklah, kau tunggu disini sebentar ya."

Sakura hanya menganggukkan kepalanya, ia nengedarkan pandangannya dan menangkap sosok yang sangat ia kenal.

"Potongan rambut jamet itu tidak salah lagi, SASU-CHANN!!" Sakura sedikit berteriak sambil melambaikan tangannya, gadis itu tersenyum setelah mendapat respon dari Sasuke.

"Kau sedang apa disini?"

"Seperti yang kau lihat aku juga ingin bersenang-senang, kau sendiri kenapa ada disini?"

"Aku diajak teman, kau bersama siapa?"

"Pacarku!"

"Pacar? Kau punya pacar?"

Sakura memutar bola matanya, ia merasa diremehkan oleh Sasuke "Tentu saja! Aku ini cantik tahu!"

"Hn, lalu dimana pacarmu?"

"Emm entah tadi dia mau memesankan minuman, sebentar aku cari.. Ah itu di-"

Sakura menajamkan matanya, ja melihat kekasihnya berada dipojok bar. Ya jelas sekali itu Naruto, posisinya seperti-

Mencium? Gadis pink itu segera berjalan dengan tergesa menuju targetnya diikuti dengan Sasuke yang bingung dengan perubahan sikap Sakura.

"Dasar brengsek!" Sakura menarik kerah baju Naruto dengan kasar, ia menatap nyalang pria dihadapannya.

Bau ini. Bau yang tak asing, Sakura ingat saat di kantor setelah berciuman dengan Naruto ia mencium bau lavender dari kemejanya.

Saku itu tersenyum miring, dia tidak menyalahkan gadis dihadapannya saat ini dan ia tau jelas kalau kekasihnya duluan yang memulai. Sakura menatap gadis dihadapannya, sorot mata yang ketakutan dengan bulir air mata yang menggenang dipelupuk matanya.

"Kau kembalilah, aku punya urusan dengan pria ini."

"Ha-haik." Hinata segera membungkukkan badannya dan berlari menjauhi mereka.

Naruto menatap sendu kearah Hinata yang berlalu begitu saja, saat ini ia hanya bisa menunduk tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.

"A-aku bisa jelaskan."

"Tidak perlu, cukup sampai disini Naruto kau sudah menghancurkan kepercayaanku." Sakura menarik tangan Sasuke dan berjalan menuju pintu keluar.

Sasuke hanya menatap bingung pasangan dihadapannya, ada rasa senang setelah mendengar kakaknya memutuskan untuk berpisah dengan kekasihnya.

"Mungkin ada kesempatan?"

Sakura hanya diam, bahkan dalam perjalanan pulang pun dia tidak berminat mengeluarkan sepatah atau dua patah kata. Pikirannya memutar kembali saat kenangan indah bersama kekas- ralat mantannya.

Gadis itu menghela nafas pelan sambil menatap kearah luar jendela mobil, memperhatikan bagaimana kendaraan berlalu lalang.

"Kalau mau menangis ya menangis saja, aku akan pura-pura tidak tau."

"Berisik aku sedang tidak minat cekcok denganmu."

"Terserah."

Saat ini mereka sudah sampai dihalaman rumah utama keluarga Uchiha, orangtua mereka menyuruh untuk pulang kerumah utama.

"Kau tidak mau turun?"

"Kau duluan saja."

Sakura tidak tahan lagi,  air matanya mulai menetes ia memalingkan wajah agar tidak dilihat oleh Sasuke.

Bukannya tidak peka, Sasuke tau dan pria itu dengan cepat membuka seatbelt miliknya dan menggeser tubuhnya kearah Sakura.

Sasuke menurunkan kursi milik Sakura dan berpindah tempat menjadi diatas gadis itu.

"Ma-mau apa kau?"

"Menenangkanmu."

"Hah? Ap-Humph.."

Sasuke melumat bibir mungil milik Sakura awalnya ia hanya mengecup manis tapi lama kelamaan pria itu mulai berani.

Sedikit menggigit agar mendapat celah Sasuke melesakkan lidah miliknya, bunyi pagutan mereka disertai lelehan saliva yang mengalir dan hawa yang mulai terasa panas.

Sakura memukul pelan dada bidang adiknya, ia mulai kehabisan nafas.

"Hah.. Ah-Hah.."

Tidak hanya sampai disana, Sasuke membuka dua kancing teratas milik Sakura. Pria itu mengecup mulai dari bawah dagu dan turun sampai ke tulang selangka, sedikit menyesap dan meninggalkan bekas disana.

Tangannya kembali turun membuka kancing ketiga, Sakura hanya bisa pasrah mengikuti alur permainan adiknya.

"Pink eh?"

"Berisik!"

"Lanjut atau berhenti Sakura-nee?"

CIEE NANGGUNG AHAHAHAHA
VOTE COMMENT DULU DONGGG BIAR AKU NYA SEMANGAT UP HUHU JANGAN SIDER DONG CAYANG :(((

Halooo readers boleh minta doanya? Besok aku utbk semoga lancar trus materi yang aku pelajarin keluar semua :)) makasih ya yang masih setia stay di karya aku, buat fic step brother aku pending dulu ya tinggal up doang tapi aku ngerasa masih ada yang kurang buat adegan ehemnya. Oke sekian terima kasih sampai bertemu di Part selanjutnya.

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top