Arc 22 : Yang Diinginkan

W Oshima & Sky POV W

Ruang istirahat yang biasa digunakan oleh Anggita kini mempunyai banyak bercak putih dimana-mana, karena pertarungan kedua anggota Divisi 0 melawan Zhec sang koki.

"Mawar pasti memarahiku jika dia tahu apartemen lamanya aku kotori, Anggita juga mungkin.."

"Hah, hah. Lalu kenapa kau tidak pergi saja dari sini, koki tua.?" saran Sky dengan keringat berjatuhan.

"Maaf saja, anak muda, tapi aku ingin menangkap salah satu dari kalian. Memastikan jika Riza Author tidak mengacaukan acara hari ini.."

"Sayang sekali.." bisik Sky, ia memberi tanda kepada Oshima kemudian gadis itu melangkah mundur sampai ke luar jendela. "Padahal aku tidak ingin membuat orangtua seperti anda terluka,"

Sky menciptakan merah darah bergambar hujan. "Ini adalah momen saat Riza mengalahkan mantan Batu Besar OMEGA-- Salsa.!"

"?!"

Sky melempar kartu itu atas, mengambil satu kartu lagi yang berfungsi sebagai enchant. Kedua kartu menyatu dengan pedang miliknya, kabut merah pekat keluar bersama empat jalur angin.

Kartu Yang Berkonstan : Teknik Berdarah Dari Pedang

Sky menghempaskan kabut ke depan memecahnya jadi banyak tusukan elemen merah. Zhec sontak meluaskan penyebaran benda putihnya mencoba menahan tusukan. Sky bergerak secepat kilat menyusup ke sisi kiri yang tertutupi oleh benda hitam.

"Dia--?!" Sky melakukan tusukan cepat yang melukai pinggang--- seharusnya. Zhec mementahkan tusukan itu dengan pedang tumpul yang dibuat khusus untuknya, senjata tanpa bagian tajamnya.

"He.." Sky tersenyum tipis. Tanpa Zhec sadari Oshima hadir tepat dibelakang atasnya bersama seluruh persediaan senjata yang ia 'buat'.

Hujan Pasukan Senjata

Clash?!

Senjata-senjata Oshima mengepung dalam posisi jatuh menusuk.









White Out

ZRASH!!!?

"Apa--?"

"Umm--??"

Benda putih mendadak keluar dari tubuh Zhec, menangkap dua anggota Divisi 0 ini.

"Ini keras atau lentur sih!?"

"Aku tidak bisa lepas. Senjataku tidak berefek.!"

"Haaah. Kalian benar-benar membuat orangtua ini serius. Serius deh.." desah Zhec lelah. "Baiklah aku akan membawa kalian berdua sekaligus agar Riza berhenti."

"Sial. Ini mah kita yang buat repot.." decak Sky kesal.

"Sky, lakukanlah sesuatu.."

"Ini aku sedang berpikir tapi kedua tanganku tidak bisa digerakkan.."

"Percuma. Sekali kalian terjebak maka tidak bisa bergerak. Aku juga tidak bisa menggunakan jurus yang lain selama 15 menit jika menggunakan ini.." jelaskan Zhec.

"Serius? Kalau begitu kita benar-benar dalam bahaya sekarang?! Siapa sangka aku merindukan Hikari saat ini.."

"......."

"Oshima? Oi Oshima, a-apa yang kau lakukan??!"

"H-hehehe. B-bukankah ini p-pantas dicoba.?"

Banyak senjata mengepung mereka... Bertiga.

"Hei gadis muda, apa yang kau lakukan?" kata Zhec ikut panik.

Lingkaran Amarah Para Pedang

Semua tipe senjata yang Oshima buat mengamuk disekitar benda putih yang menangkap mereka, Zhec bersusah payah menghalau yang menargetkannya dan juga senjata-senjata yang mengincar Oshima maupun Sky. Tanpa sepengetahuan Sky satu tangannya telah lepas dari benda putih Zhec.

"Ini kesempatanku!?"

Sky memunculkan kartu teleportasi yang hanya memindahkan dirinya saja.

"Dimana dia?" bingung Zhec masih menangkis serangan acak Oshima.

Sky muncul tiba-tiba di lantai bawah, pedangnya sudah ada di tangannya saat ini. Memberi efek penghancur pada mata pedang dan membuat lubang besar di setiap lantai. Ruangan Anggita seketika runtuh bersama Oshima serta Zhec. Sky melompat ke mendekat ke Oshima dan memotong benda putih menggunaan Auracome.

"Kita pergi dari sini.!" kedua berteleportasi sebelum apartemen itu runtuh.

Zhec selamat berkat kartu pelindung yang diberikan Sky.

Dengan ini kita impas, adalah pesan yang Sky tinggalkan sebelum pergi.

"He. Dasar berandal kecil. Kalian membuat orangtua ini jadi segan, tahu.?"

W Mawar & Riza POV W

Drrrt! Bllaar... Dom!

Medan pertarungan Riza dikendalikan oleh Mawar yang menggunakan teknologi canggih HELL, di sudut Riza dia cuma menggunakan Sarung Lengan Penciptaan, yang bisa mengeluarkan beberapa huruf serta kata kalimat. Kata 'perisai' melindungi Riza dari awal pertarungan saat dirinya berhadapan dengan Mawar. Total ada empat perisai pelindung yang Riza ciptakan untuk menahan serangan.

"Daya hancurnya lebih kuat dari senjata aslinya. Apa gelang itu yang memperkuatnya? Yang pasti aku tidak punya banyak waktu lagi.."

Kata 'pedang' muncul dikanan, Riza menggabungkannya dengan kertas bergambar pedang greatsword yang ia gunakan saat pertama kali menggunakan HOPE. Pedang Penghilang Kata versi baru tercipta dengan warna biru malam yang gelap namun tetap memiliki warna putih di bagian tajamnya.

"Aku datang.!"

"..... "

Riza menulis 'penetral' pada pedangnya, kata 'memajang' sudah dibuat oleh sarung lengan kiri saat Riza menusukkan pedang ke kata tersbeut seketika mata pedangnya bertambah panjang. Dua tangan robot Mawar menahannya tapi langsung hancur terkena efek 'penetral'.

"Bagus. Hancurkan senjatanya!"

"......."

Stop Direction

Thrust!?

Mawar menusuk rapiernya melawan pedang Riza, efek genangan air nampak disana dan tusukan Riza berhenti.

"A-pa? Kenapa tidak bergerak??"

"Naif!"

"Ha??"

"Yang aku gunakan saat ini adalah Senjata Kode Nama, Fier, Thurst the Time. Aku bisa menghentikan waktu dengan menusukkan rapier ini. Seranganmu tidak akan bisa mencapaiku walaupun ada aku akan langsung menghentikannya.."

"..... "

"Seperti yang aku bilang di awal, disini... Aku akan menghentikanmu!"

"Ugh?! A-aku tidak boleh berhenti disini. Aku... Ingin bertemu dengan Anggita!"

Angin berkumpul ke tempat Riza, energi yang besar membentuk satu kata, yaitu 'Kehancuran'.

"Aku akan pergi... Ke Anggita! Walau ini membuatku jadi jahat, walau aku diasingkan, walau aku dibenci oleh semua orang. Aku tetap akan pergi!"

"Kenapa kau sangat keras kepala sekali, hah!?" tangan-tangan robot Mawar bergabung dengan rapier ditangan kirinya, merubah seperti semacam tombak yang panjang. "Kehadiranmu tidak diinginkan disini! Pergi sana! Anggita menderita karena kau. Mengorbankan dirinya demi orang yang tak memiliki keyakinan sepertimu..itu membuatnya jadi rendah. Aku MUAK!"

"C-cukup bicaranya.."

"Kau yang diam! Kau tidak punya hak bicara soal Anggita. Kau hanyalah  dosa yang membuatnya jadi begini.!"

"Walaupun begitu... Aku tidak bisa membohongi perasaanku. Ini terdengar egois untuk seseorang sepertiku. Aku ingin... Melihat Anggita tersenyum untukku, dan aku ingin dia mengatakan apa yang sebenarnya yang ia inginkan!"

Sekali saja!

Pedang Riza hancur jadi pecahan cahaya berkumpul membentuk ruang udara di depannya, tangan kirinya sudah bergabung dengan 'kehancuran'. Tekanan kekuatan yang luarbiasa hebat berkumpul disana.

"Riiizaaaaa!!?!"

"Aaaaaaa!?!"

Fencer Time : Long Stopness

Amazing Strike Style : Ultimate Destruction Punch

"" ......... ""










DRETTTRRT!!!

Hempasan tinju Riza terhenti di 3 meter di depan Mawar, serangan itu beradu sengit dengan rapier berbentuk tombak.

"Kau..akan... Aku h-hentikan.!"

"Sudah..cukup."

"........."

Semuanya jadi hening dan waktu berhenti. Ada kata 'Kemenangan Mutlak' di bawah kaki Riza.

"Itu..curang.." lesu Mawar.

Drrrt... DAAR!!!

Mawar dihantam oleh 'kehancuran' yang membuatnya kalah.

Bagian depan kantor pusat terdapat kawah raksasa bekas serangan Riza. Diluar pagar ada Mawar yang terkapar tak bisa bergerak lagi, Senjata Kode Namanya sudah hancur bersama tangan-tangan robotnya.

"Maaf melukaimu tapi aku harus pergi. Aku tahu kau melakukannya demi Anggita tapi percayalah aku--"

"--Dasar bodoh!"

"??!" Riza tertegun saat Mawar memotong perkataannya.

"Kau pikir aku setuju dengan semua ini? Yang benar saja. Aku sangat menentangnya tetapi Anggita memohon untuk meminta persetujuanku. Dia adalah anak yang baik dan penurut. Sekalipun dia tidak pernah meminta bantuan kepadaku ataupun dengan Penjaga yang lain, kemudian ia memintaku menyetujui pernikahan ini? Anggita, kau curang sekali. Bagaimana mungkin aku bisa menolak permintaan pertamamu, Anggita bodoh."

"......."

"Riza Author, bisa kau katakan. Kenapa kau ingin bertemu dengannya?"

"Tidak ada yang khusus, aku hanya ingin mendengar langsung darinya 'apa dia benar-benar menginginkan semua ini atau tidak?'..."

"Huh, begitu.."

"Tapi..."

"?"

"Aku melakukan ini bukan Anggita adalah orang berharga bagiku, tapi karena dia adalah Anggita. Perempuan cantik, orang yang berani dan seorang teman baik.."

"!?"

"......."










"Pffft, hahaha. Kau bodoh ternyata!"

"Hah? Apa y-yang lucu??!"

"Pergilah sana. Atau kau akan terlambat dalam acara pernikahannya.."

"Argh? Benar juga.!"

Riza langsung berlari masuk ke dalam.

"Sekarang aku mengerti kenapa kau tersenyum untuk orang bodoh ini, Anggita. Riza, aku doakan keberhasilanmu!"

W Other POV W

"Hah, ah, hah.." sementara itu Hikari sepertinya sudah mencapai batas.

"Urgh.."

"Dia sudah sampai batasnya.." Stars sudah siap menembak tanah untuk mengaktifkan kekuatannya.

Di luar ada AI yang membuat lingkaran emas di telapak tangan, fungsi untuk memotong Stars.

"Ini adalah duel antara kami berdua. Siapa yang cepat dialah yang menang.." batin Stars melihat AI.

"Aku terima tantanganmu.."

"Sial... Aku--"

Rantai yang mengurung Stars perlahan kembali ke bentuk awal---namun seketika berubah jadi merah keunguan lagi dan bahkan lebih pekat.

""???!"" tentu AI dan Stars yang melihatnya terkejut, bahkan pemiliknya pun tak percaya.

"Tenagaku tiba-tiba kembali---tidak, ini bertambah kuat?"

"Untung aku datang tepat waktu.." cetus Novy yang datang bersama Rei.

"Komandan?" bingung AI.

"Kerja bagus, AI.."

"Ha, ya? Aku tidak mengerti.."

"Rei, kau pergi ke tempat Riza. Aku akan menyusulmu setelah urusanku selesai disini.."

"Baik.." Rei pergi dengan cepat. "Baiklah, ketua keamanan. Bisa kita membicarakan soal sesuatu? Ini pasti membuat pimpinanmu tertarik.." kata Novy sembari memperlihatkan senyumnya.











"........." sementara itu Liliana dan lelaki berambut pirang baru saja menghancurkan semua kamera pengintai milik OMEGA.

"Kau yakin ini tidak membuat masalah dengan HELL, Kevin?" tanya Liliana ragu.

"Tentu. Sebaliknya HELL yang bakal membantu kita.." jawab lelaki ini. "Hm??"

"Hubungan itu harus mempunyai kepercayaan pada kedua belah pihak tapi jika salah satu dari mereka bertindak mencurigakan maka hubungan itu akan hilang secara perlahan.."

"Itu jahat.."

Tapi Kevin tidak mendengarkannya. "Lawanku cuma OMEGA. Usaha apapun akan kulakukan untuk menghancurkan organisasi itu.!"

W Author POV W

Tempat diselenggarakannya pernikahan banyak dihadiri oleh orang-orang penting yang ada di HELL, termasuk presiden tempat itu sendiri. Keluarga mereka berada dibagian paling tengah tempat agar bisa melihat kedua mempelai dengan jelas. Tentu mereka dikawal oleh beberapa penjaga elit.

"Mereka berdua cantik~~" kagum seorang gadis muda bersurai abu-abu susu bermanik lavender cantik. Ia adalah Imazoura, salah satu penting pada acara satu ini. Ia dari perwakilan dari wilayah alam yang ada HELL.

"Semoga masa depan yang cerah menanti mereka.." doa gadis priest berambut pirang tanpa kerudung. Yang satu ini dari perwakilan rakyat. Hikari Kawaii.

Di seberang ada tempat duduk khusus tamu dari OMEGA, yang rata-rata dari Grand Omega. Bisa kita lihat ada Hyu bersama anggota yang lain.

Ngomong-ngomong tempat acaranya ada di dalam gedung, aula upacara tempat biasanya karyawan absen dan kini disulap jadi tempat yang megah penuh cahaya dan bebungaan.

"Hmm. Mempelai pria seperti aku saat masih muda dulu.." kata presiden HELL yang memperhatikan Tomas berdiri sendirian bersama wali nikah di atas podium.

"Bukankah ayah sudah 45 tahun lebih?"

"Dia tua.?"

"Aku benar'kan?"

"Kau benar.??"

""Hmm~~""

"Ah, perkataan kalian berdua buat ayah ini tambah sayang~~"

"Ayah, itu menjijikan.."

"Atau mengerikan?"

"Ayah'kan?"

"Ayah ya.?"

""Hmm..""

"Hah, kalian manis sekali. Sini ayah cium~~"

""Ayah!?""

Dua gadis kembar itu dengan kompak menghajar muka ayah mereka sendiri.

Para tamu hanya bisa tersenyum melihat 'keakraban' adegan orangtua dan anak ini.

"Ayah senang melihat kalian bisa tersenyum lagi.."

""........"" keduanya kembali diam. Sampai si rambut gelap mulai bicara. "Aku tidak percaya jika Anggita bakal pergi secepat ini, terlebih ke OMEGA.."

"Kau tidak suka OMEGA, Nightia?"

"Aku tidak menyukainya, Datia?"

"Kau'kan?"

"Aku ya?"

"".........""

"Hm. Mereka aneh tapi imut.." pikir ayah kedua gadis kembar ini.

"Mempelai wanita memasuki ruangan..!" seru seseorang, disaat bersamaan pintu terbuka menampakkan Anggita bersama gaun putih bermotif bunga-bunga yang berwarna hijau.

"Cantik.." batin Imazoura.

"Dia seperti bidadari tapi kenapa ekspresinya terlihat sedih?" pikir Kawaii.

"Anggita.."

"Anggita.."

Anggita tersenyum ke dua gadis kembar anak presiden. Langkah pelannya membuat semua pandang seperti terpaksa, hanya tertuju pada Anggita seseorang. Sampai ia berdiri berdampingan disamping Tomas.

"Kita mulai upacaranya.."

"".........""

"Disini aku wali untuk kalian berdua, bertanya. Goes Rain Tomas, bersediakah kau---"

"--Tunggu sebentar!"

".........."

Mereka semua mendengar suara tetapi tidak orangnya.

DAAAR!??

Pintu hancur oleh serangan Riza. Terlihat ada banyak penjaga yang ia kalahkan selama perjalanannya.

"B-bolehkah aku mengatakan 'keberatan'? Sebentar saja. Hah, hah.."














"PFFT!!?!"

Saat semuanya menatap tak percaya ke Riza, Hyu menahan tawanya mati-matian. "Wali bahkan belum selesai bertanya. Benar-benar anti mainstream. Dan apa-apaan itu 'bolehkah'??"

""Riza?!?"" Datia dan Nightia bersorak untuk Riza.

"Oh kalian berdua.."

"Riza.." tatap Tomas.

"Kenapa?"

"Anggita..."

"Kenapa, Riza? Kenapa kau datang?!"

Tomas memberi isyarat kepada Hyu, pada saat perempuan itu menjentikkan jarinya kesadaran Riza langsung hilang.












Tap?!

""?!"" Tomas menatap kaget kepada Riza yang menahan dirinya sendiri untuk tidak jatuh.

W Riza POV W

Sekejap aku kehilangan kesadaranku. Itu membawaku ke momen yang tidak aku kenal. Dimana dua orang duduk sambil makan es.

Tapi berkat kekuatan kata ini... Kepercayaan.

Aku tersadar kembali. Refleks aku jadikan kakiku sebagai penompangnya.

"W-walau ini terdengar... Egois. Anggita, ada y-yang..ingin aku tanyakan kepadamu."

"......"

"Apa kau yakin dengan semua ini?"

"Tentu, Riza.."

"Apa itu berasal dari hatimu?"

".....!"

"Dengar Anggita, aku tidak tahu ini pantas dikatakan atau tidak. Kebahagiaan yang aku tahu adalah berada di jalan kehidupan yang hati kita tentukan."

"!?"

"Anggita... Katakan dari hatimu. Apa yang ingin kau katakan kepadaku sebenarnya?"

"Aku..."

Kita yang menentukan kebahagian kita sendiri. Hati dan perasaan tidak akan pernah mengkhianati. Kebahagian adalah kita yang menentukannya, bukan orang lain.

Maka dari itu dengarkanlah isi hatimu!










"Siapa?"

W Normal POV W

Saat Riza mengingat sedikit ingatan masa lalunya ia melihat wajah seorang gadis berambut light green pendek yang tersenyum kepadanya.

"Anggita?"














Memuakkan!!

Jush!!

Tomas dalam kedipan mata sudah sampai di hadapan Riza. Tangan kanannya diselimuti aura emas yang membunuh.

"Kau merusak upacara ini!"

"M-maaf.."

"R-Riza?!"

Ultimate Killer : Destruction Rean

PUNCH--- GAAPS?!?

Tinju kanan Tomas berbentur imbang dengan tinju kiri Riza, hempasan gelombang kejut sampai meretakkan ruangan.

"Aku dengar kekuatanmu dapat membunuh Ultimatum Member's..." jeda Riza memperlihatkan senyuman. "Aku beruntung bukan salah satu dari mereka!"

Suara Anggita tercegat, ia ingin memanggilnya. Sangat. Satu kata yang sulit untuk diucapkan.

Aku percaya kau bisa.!

"!?"

"" ......... ""













"Riza!! Aku... Ingin... Berpetualang bersamamu dan bertarung bersamamu..., dan bahagia bersamamu!"

Grin!?

Sarung lengan kiri Riza mengeluarkan kalimat 'Serangan Balik'.

"Kau dengar, Anggita.?"

"!!?"

DUASH!!??

Tinju telak Riza menerbangkan Tomas dan menghancurkan ruangan dengan lubang besar di tempat pelaminan. Riza melompat ke sana, ke satu tingkat yang sama dengan Anggita.

"Hei, aku datang untuk merebutmu.."

"Riza..?!"


































































































Preview Next Arc

A : Halo semuanya, ane up dengan menghadirkan aksi Riza. Yuhuu~~

Riza : Ugh. Aku jadi malu *~*

Anggita : Kau keren kok *~^

Diga : Kami kap--

A : Ok, untuk Arc selanjutnya bakal dimulai pertempuran yg akan di dalangi orang OMEGA tentunya. Kubu Riza melawan kubu Tomas, yg pastinya mengeluarkan kekuatan penuhnya

A : So nantikan saja kelanjutannya. Bye :^

SkyLine45, mizu_hikari, 121_hyu, imazoura, HikariKawaii9, anggita157

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top