Arc 14'5 : Akhir Pertarungan Entitas
W Author POV W
Yoshikuni sedikit merona saat Aditya memasang senyum andalannya, sedangkan Reiko tengah berdiskusi bersama Izrail. "Hati-hati, Reiko. Dia bukan manusia biasa.." kata Izrail. "Aku merasakan hal aneh padanya, seakan dia telah hidup cukup lama!"
"Kira-kira berapa lama?"
"Satu abad..?"
Aditya mulai tersenyum saat kedua makhluk beda dimensi itu saling berbicara. "Ayo.."
"Eh?" pekik Yoshikuni menatap bingung. Reiko menyerang mereka berdua disaat mereka bicara. Aditya hanya menghentakkan ujung sepatunya pelan dan lenyap seketika. Aditya berpindah keluar dari area sel sambil membawa Yoshikuni.
"Lain kali perhatikan langkahmu, gadis manis.." Aditya menurunkan Yoshikuni dengan pelan dalam posisi berdiri, serta bingung. Aditya lalu mengedipkan sebelah matanya dan kembali menghilang.
"Emm... Apa yang harus aku lakukan sekarang?"
W Fath vs Taria POV W
Cahaya emas bersinar di bagian paling bawah anak tangga, hentakan keras tercipta menghilangkan cahaya itu, Fath dan Taria saling mendorong senjata mereka.
"Apa hanya segini kemampuan dari Komandan Divisi, he..?" ejek Taria.
Alis Fath berdenyut sedikit. Dorongan kuat dari kedua tangannya membuat Taria terpental tinggi ke atas.
Adaptasi Serangan : Excalibur Penghancur
Fath menebaskan cahaya emas terbang tinggi ke atas. Taria melakukan backflip, tangan kirinya menyentuh anak tangga bersamaan dengan itu anak tangga menjadi datar(rata), dan menghantamkan serangan Fath dengan sengaja.
"Kode Nama yang menjengkelkan.." gerutu Fath menatap Taria. Taria berdiri di pertengahan tangga menatap remeh lawannya.
"Sepertinya aku tidak memiliki pilihan. Aku minta maaf, Novy..!"
Fath membenarkan posisi berdirinya, menyimbak setelannya menunjukkan sebuah buku. Lantai tiba-tiba berubah menjadi biru-hitam kotak-kotak dan anak tangga pun muncul kembali tapi dengan warna berbeda, buku 8x8 biru-hitam itu beterbangan menjadi kartu-kartu kecil.
"Aku yang menyatakan 'kehadirannya', jiwa dan raga adalah bentuk perantara. Kehadiran dalam kehidupan. Menyatakan demi kemunculan..!" Fath mengangkat satu kartu dari tangannya.
Awakening Form : Initiative From
"Peringatan dariku.." seru Fath mengangkat kartu itu.
"Atau apa?" tantang Taria.
"Sepertinya kau yang orang keras kepala, Pemegang Pride.!" bisik Fath di akhir.
Attack of Initiative : Smoke Pelindung
Brus...
Dari kartu Fath keluar kumpulan asap yang sangat tebal hingga menutup seluruh ruang bawah tanah.
Taria mengedarkan pandangannya, ia menebas ke arah bayangan tapi tidak ada apa-apa, bahkan kabut kembali berkumpul seolah tidak terjadi apa-apa. Kemudian Taria tersenyum remeh. Ia rentangkan tangan kirinya, saat kabut mulai memisah sebuah sayatan kecil menggores urat nadi di tangan kecil Taria. Taria refleks memekik dan mundur ke belakang, di depannya keluar Fath yang memegang sebuah tombak dengan badan merah.
Weapon the Initiative : Lancer Muramasa
Tato merah darah mengigit lengan sebelah kiri Taria dan menyebar dengan cepat. Taria batuk darah, axe terlepas dari genggamannya.
"T-tidak ada yang memberitahuku tentang kemampuan itu.." lemah Taria terjatuh.
"Bodoh, kau. Mana mungkin seseorang dapat mengetahui 'keterangan penuh' akan Kode Nama. Kekuatanku dapat mengadaptasikan cerita ke dalam dimensi nyata, ditambah Rule of Pedia-- 'kami' dapat menciptakan kekuatan baru. ITULAH arti sesungguhnya dari Pedia!"
Taria telah terjatuh tak sadarkan diri selama Fath berbicara. Fath menyimpan buku biru-hitam kembali di samping pinggang dan dilindungi oleh setelannya.
W Other POV W
Shiroo maupun Zahra sudah tak sadarkan diri, ada tali berwarna biru yang melilit mereka bersama. Seorang perempuan berdiri di atas lantai yang terbuat dari es dan air yang berjatuhan ke bawah, diwaktu sama Eraser mendapat pesan darinya.
"Perempuan dari Keluarga Ica telah mengamankan satu sekutu dan salah satu dari 7 Dosa.." Ica mengangguk. "Sekarang tersisa mereka berdua saja!"
Awakening Mode : Stimulatings Slayer
Ren dikelilingi asap merah mudanya, kedua tangannya membentuk sarung lengan merah muda dengan motif kepala ular tanduk.
"Aku akan melawan pencipta kita, kau lawan wanita itu..!"
Ren menyeringai. "Jangan berkata kasar begitu, pemimpin. Dia 'masih' perawan..aku dapat mengetahuinya."
Ica memperlihatkan tanda-tanda menahan sesuatu. "Kau sudah tahu lawanmu'kan, Pemilik Kesucian..?" sengaja Eraser bertanya.
Drrtt!!
Lantai bergetar kompak di segiempat tempat Ica berdiri.
"Tidak perlu anda ulangi.." Ica memasang kuda-kuda bertempur. "Saya akan melakukan pengeksekusian... Sekarang, DI SINI!!"
"Aku mulai.." Ren langsung melesat membawa asapnya, begitu juga Ica.
Eraser dan Kageito saling tatap. Kageito refleks melompat jauh ke depan saat Eraser menyerangnya, bagian-bagian ujung mata shuriken raksasa Eraser memisah dengan badannya menyerang lurus. Kageito menghindari ke empat tombak perban itu sembari terus melesat maju. Shuriken Eraser semakin berkurang(badannya). Perban itu kembali ke bentuk semula mengejar Kageito tanpa tunda, sedangkan yang dikejar terus berlari. Terpaan angin kuat tercipta di tengah-tengah mereka menampakkan Eraser yang berdiri di hadapan dinding tak kasat mata yang menahan ekor ungu.
"Kecepatan dan ketangkasanmu memang mengerikan, Kageito.."
"Ayolah, tuan. Anda lebih dari saya.." mereka berdua melompat mundur ke belakang masing-masing.
Neutral White Thrust
Eraser menarik perban putihnya ke belakang membuat lima bayangan panjang di lantai, perban-perban itu melakukan pegas di tempat dan melesat cepat menargetkan Kageito. Tiga ekor ungu menerjang dari punggung Kageito menahan setengah perban, Kageito memiringkan kepalanya sedikit ke kanan tapi perban Eraser telah melukai pipi sebelah kirinya.
"Dari semua senjata kenapa harus perban?" pikir Kageito.
Sebenarnya Kageito 'takut' dengan perban yang dapat membelah batu dan melilit seperti ular itu, karena perban itu pernah meninggalkan ingatan yang mengerikan bagi musuhnya.
White Neutral Spiral Spear Tails
Perban-perban berkumpul, menyambung satu dengan yang lain menjadi tombak bermata bor.
"Ditambah memiliki 2 Kode Nama.." kata Kageito tersenyum pahit. Kageito merentangkan lengan kanannya, ekor ungu menyatu dengan lengan itu. Tangan kanan Kageito membesar berwarna ungu janda.
Devil Hand : Edgeyes Combine Claws
"Hm.?" Eraser diam. Ia menggerakkan tombak-tombak untuk menyerang, Kageito menahan semua tombak itu dalam sekali cengkeraman. "Saya adalah salah satu Pemegang Dosa, tuan? Saya tidak seperti dulu!"
"Kita tidak akan tahu.."
"?!" kedua mata Kageito membulat saat perban masuk lewat sela-sela jari tangan, perban itu melilit cepat jari dan melepasnya. Eraser tiba-tiba muncul di depan Kageito di saat dirinya meringis. Pukulan kuat di perut membuat Kageito terhempas ke belakang ditambah Eraser menendang wajahnya.
Ica memotong badan Ren tanpa balas kasihan namun potongan itu kembali seperti sediakala kerena terbuat dari asap. Ren merubah dirinya menjadi kabut dan melingkupi Ica di tengah. Kabut merah muda biru terasa berat seperti disentuh oleh seseorang, Ica memandang kesal, kedua tangannya memutar ganggang pedang ke huruf F dan U menyala berurutan.
Combination Code Sword : Purgatory Ancient Fire
Api biru menyambar dari tebasan Ica membakar kabut. Ren muncul di dalam kobaran api sembari terbatuk, Ica hadir di belakang Ren. Tebasan miring Ica meleset saat Ren sengaja membuat dirinya terjatuh.
"Hyaaa!" teriak Ica. Tendangan sepatu besi itu tepat menghantam leher Ren, Ren muntah darah dan terpental ke belakang.
"Dengan ini aku menghukummu!"
"........"
Ica menerjang ke tempat Ren terkapar dengan pedangnya terangkat. Ica membeku melihat senyuman Ren.
"Haaaaa~~ ini merepotkan.."
"Urgh?"
Grap!
Ren bangkit dan mencekik leher Ica serta mengangkatnya ke atas. Aura merah muda menyelimuti Ren ada lingkaran abu-abu di manik lavender Ren. "Aku akan 'menikmatimu' setelah urusan pertarungan ini selesai..." cetus Ren penuh nafsu.
"Kau!!" geram Ica, meningkatkan tekanan kekuatan sama dengan Ren.
""..........""
Ren tiba-tiba melepas cekikan pada Ica dan menjauh ke belakang. Ica baru mendarat sesuatu yang besar menghancurkan lantai di bawah kaki, benda itu lalu terbelah dua.
Serangan Animasi : Siksaan Mulut Bintang 4
Mulut yang terbuat dari kotak itu menutup secara bersamaan, suara tulang patah terdengar dan Ica berada di dalam.
Ren masih bergerak menjauh. Inderanya menerima sinyal jika ada yang mendekat, Ren menciptakan pedang kabut saat bayangan hitam itu 'sampai', Ren segera menebas.
"!?" Ren terkejut jika tidak ada yang terkena tebasan, bayangan hitam itu sangat nyata di mata Ren. Hingga bisikan terdengar di telinga Ren.
Pengaruhan Ingatan
Bayangan hitam yang sama muncul di belakang Ren, gadis itu adalah Akemi. Akemi menyuntik Ren dengan zat kimia berwarna merah darah. Ren refleks mengeluarkan kabutnya, tentu Akemi menjauh karena tidak mau terangsang(?).
"A-apa yang kau--?" Ren jatuh berlutut, badannya penuh keringat dan wajahnya memerah.
"--Tidak ada yang khusus. Aku hanya menyuntikkan virus untuk memutarbalikkan kekuatan.."
"Apa--"
"--Yang ingin aku katakan adalah... Kau terangsang oleh kekuatanmu sendiri..!"
Gadis bersurai hitam lainnya mendekat ke belakang Akemi. Ia bicara. "Hei Akemi, apa target kita tertukar..??"
Akemi menatap Ren dan Ica yang terjepit. "Kurasa ya?"
Daaar..!
"!" Masyana menatap bingung saat perban Eraser menyerang di tempat Akemi. Akemi keluar dari asap debu dan mendarat di samping rekannya.
"Kalian memang suka menganggu ya.?" sosok Eraser berjalan pelan keluar dari kumpulan debu. Masyana melihat Kageito terkapar di lantai, badannya dililit perban yang terpisah dari Eraser.
"Paman? Kami tidaklah senakal itu. Kami hanya mengerjakan tugas yang diberikan.." balas Akemi tenang.
Angin bertiup di tempat Eraser berdiri, disaat yang sama Aditya muncul bersama seorang laki-laki berambut putih bermata ungu. "Maaf kami terlambat.." lapor Aditya, ia menghapus darah yang ada di kedua telapaknya, begitu juga dengan si laki-laki.
"Musuh lebih banyak dari yang kukira.." bisiknya.
"Kuroko, aku merasakan kehadiran orang lain. Siapa dia?"
"Fister..." jawab laki-laki itu cepat. "Dia khawatir dengan adiknya,"
"Oh, jika tidak salah kau juga memiliki adik'kan, Kuroko?" celutuk Aditya.
"Dua lawan tiga.." bisik Masyana.
"Ini tidak akan berjalan dengan baik.."
W SKIP POV W
Blackball Hand Destruction
Ghufron mengayunkan bola hitam ke bawah seketika lantai hancur sampai di tempat Entitas. Entitas mengeluarkan tekanan aura yang mengelilinginya, hancurnya lantai berhenti sampai di sekeliling Entitas saja.
Entitas tersenyum tipis. "Ini akan menyenangkan..!"
Entitas mengangkat tangan, mendorongnya pelan ke depan gelombang kejut melesat, lantai-lantai yang hancur beterbangan kembali ke bawah seperti semula. Entitas mencengkeram aura hitam-putih, bersamaan dengan itu bola api hitam keluar dari bawah menyambar ke hadapan Ghufron.
"Dasar sok!" kritik Sira berbisik. Sira mendarat tepat di depan api, Sira mengangkat tangan kirinya menghisap api hitam itu.
"Aku ingat pernah melakukan hal ini sebelumya.." bisiknya sambil menyeringai. "2 tahun lalu di Pulau Karimun Java!"
"Dia mengingatnya?!" batin Sira sedikit terkejut.
Ghufron hanya diam memperhatikan. Lalu ia melirik Sira. "Kita lakukan formasi dulu.." Sira mengangguk tak yakin atas rencana Ghufron. Api merah dan biru membara di tempat keduanya, mereka mengaktifkan [ Ultimate Form ].
Time Fire of Void God
Api biru dan merah keluar dari bawah lantai, Ghufron menggenggam kuat telapak yang memanggil kumpulan pilar api. Entitas mengibas tangannya bersamaan dengan itu pilar-pilar api padam.
Crak??!
Pedang api menusuk Entitas dari bawah lantai. Anak-anak panah mengelilinginya, api biru dan merah menyambar dari kiri serta kanan mengunci pergerakan. Ledakan hebat tercipta saat kedua api itu membakar Entitas.
"........"
Apa yang kau rasakan sekarang?
"Apa?"
"........."
"Ini menyenangkan!"
""?!""
Tekanan kekuatan menghantam ruangan itu hingga semua barang disana terangkat semua.
"Sira.."
"Aku tahu.!"
Sira keluar dari balik punggung, kobaran api Ghufron. Kunang-kunang cahaya berkumpul di depan dadanya.
Alternative Suction Life
Alter Power : Prototype Fotocopy
Dari tangan Entitas berkumpul kilatan cahaya. Bola cahaya itu menyebar melesat ke tempat lawan, Sira melepaskan gelombang cahaya yang berlawanan dengan serangan Entitas.
Jush!
Terpaan angin melewati mereka bertiga. Sira menghisap terpaan angin itu hingga menjadi bola putih transparan.
Lantai terangkat bersama tanahnya, tiga cahaya tipis beranjak ke samping depan Sira. Cahaya itu menyerap tanah dan benda-benda yang asa di sekitar. Tiga kepala singa tercipta dari kumpulan benda-benda, Ghufron berdiri tepat di belakang menembakkan api ke tiga kepala itu. Meriam api tertembak bagaikan senjata gattling, banyak bola api yang tertembak.
"Jangan kasih jeda.." cetus Sir di kanan Ghufron.
"Heh. Memangnya mudah melakukan hal ini, Sira? [ Ultimate Form ] membutuhkan 'usaha' yang tidak wajar.."
"Kalau begitu selamat menderita.."
"Sialan kau.!"
Api Ghufron semakin besar ia tersenyum sembari terus menyalurkan kekuatannya, sedangkan Sira tengah berfokus ke tekniknya.
Suction Life Magic : Arrow of Streaming Life
Bola cahaya transparan Sira menjadi sebuah anak panah sebesar lengan manusia dewasa. Anak panah itu terbang dengan kecepatan cahaya. Entitas menggerakkan kakinya.
Alter Power : Backsteps
Entitas menggesekkan kakinya, waktu terasa berhenti dan anak panah Sira 'pecah' menjadi kunang-kunang cahaya.
"Hmm..!" Sira tersenyum sembunyi.
Kumpulan cahaya melewati gelombang waktu dengan sangat cepat, Entitas yang kaget terkena hujan jarum cahaya yang tidak dapat dihitung lukanya. Ghufron hadir di tempat, tangan kanannya tergenggam mengeluarkan asap hitam.
Vanishing Strike Punch
Tinju hitam itu mementalkan Entitas sampai ke ranjangnya.
Ghufron dan Sira berkumpul. "Dia terluka. Sekarang saatnya!" mereka berlari ke ranjang, membuat serangan gabungan.
{ Vanishing Life 'Combination' : Distributed Wall }
Dinding hitam abu-keabuan mengambang di atas ranjang, dari ujung sudut jatuh tetesan cahaya dari empat titik. Keempat titik itu bersambung saling menutupi sisi ranjang.
Mereka berdua mendarat di samping kanan dan kiri ranjang itu.
"Hei Ghuf, ingat..jangan sampai kau kehilangan kon--?"
Drrt!
Seutas tangan yang terbuat dari aura hitam-putih mencengkeram salah satu tiang cahaya, menariknya seperti karet. Entitas berdiri di atas ranjang.
"Haaa..! Sakit.." gumam Entitas yang wajahnya tertutup. Entitas mengenakan blazer hitam serta berpakaian formal.
Jrak!!
Tiga tangan aura lain menarik tiga sisi lainnya.
"D-dia kuat sekali.." kata Sira menahan.
"......." Ghufron tidak berkomentar, dia juga berusaha menahan.
"........"
"Apa yang harus kita lakukan?" tanya Sira.
"Jujur. Ini hanya menunggu waktu saja hingga Entitas dapat keluar.." Ghufron memperhatikan penampilan lawannya. "Dia seirus dan sifatnya juga mulai berubah,"
"Jadi?"
"........" Ghufron terdiam.
Jrak!
Empat tangan baru keluar dari punggung Entitas dan semakin menarik penjara yang menahan dirinya.
"Lihat?"
"Berhenti bertingkah seperti itu. Kita dalam masalah sekarang, Raja Bodoh!" marah Sira. Ghufron tersenyum tipis. "Kalau begitu aku akan menggunakan 'Stand Form'!"
"Eh?" Sira membeku. Penjara berhasil dihancurkan oleh Entitas, salah satu tangannya menerjang Sira yang bengong.
Kau ceroboh. Sama seperti dulu!
W SKIP POV W
"Ratu!" panggil Yoshikuni.
Sira membuka matanya secara perlahan. Ruangan Entitas hancur lebur, langit-langit ruangan terdapat lubang raksasa yang merujuk langsung ke atas permukaan karena markas Entitas berada di bawah tanah.
"Komandan, Fath tidak ada disini.." di dekat Sira ada Eraser beserta anggota Divisi 1. Di sana ada Aditya, Kuroko serta Fister dan Rumia yang tertidur di balik punggung.
"Apa yang--?" bisu Sira kebingungan.
"Raja dan Entitas bertarung, dan menghancurkan tempat ini.." sahut Georke.
"Ghufron.."
Eraser mendekat ke Aditya dan membisikkannya. "Aditya, kembalilah ke markas dan sampaikan hal Ini ke Anka.."
"Hmm??"
"Suruh mereka untuk berangkat. Waktunya Divisi 5 kembali bekerja!"
W Entitas & Ghufron POV W
Ghufron berdiri di atas tanah lapang berwarna jingga, api, air, tumbuhan dan halilintar menjadi background seragam untuk suatu pertarungan terakhir. Di depannya berdiri sosok pria yang diselimuti aura yang sangat kuat.
" 'Stand Form' hanya dapat membuatku imbang, tidak dapat mengalahkannya.."
"Sira.." renungnya. "Aku harap... Memiliki kesempatan kedua!"
Ghufron menyeruakan 'Stand Form'. Api menari-nari bersama kegelapan. Sekali lagi Ghufron termenung.
"Aku tunggu janjimu... Riza!"
Preview Next Arc
A : Morning All ^^
Dgn ini Arc 14'5 telah selesai dan SPW akan memasuki Arc 15 *HORE*
Kita akan kembali berfokus ke Riza, DGN banyak OC baru lainnya. Termasuk OC lama akan muncul kembali. Jadi tunggu aja Arc minggu depan. Oke? '-'
Riza : Akhirnya aku main lagi..
Mizu : *cuci payung*
Hikari : Mizu ~_~
Cry : Bye~~~
NRA_Yoshikuni, ica2823, kageito, LarasGruimore, Mlankghufron, afadfath03 & QI-Thmir
Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top