Perjodohan yang tak ku inginkan

"Jadi gimana Jeng, anak kita?" Tanya Siska.

"Maksudnya apa ya?" Tanya Nadia bingung.

"Ini loh Ma. Jadi—" Sahut Retno terhenti ketika mendengar suara Yuki anaknya yang baru saja pulang dari berkemah.

"Yuki pulang!" Seru Yuki terdengar bahagia sambil membuka pintunya.

Jeng-jeng...

Yuki terdiam ketika membuka pintunya ia membeku melihat seseorang di hadapannya. "Eh anak mama udah pulang, sini sayang sapa tante, om dan—" Pinta Nadia yang terdengar hanya suaranya saja.

"Ma. Kok ada mereka disini?" Tanya Yuki terkejut dan bingung.

"Eh Yuki tambah cantik banget." Sapa Siska Ibu Marcell.

Yuki hanya membalas dengan membungkukkan kepalanya dan berkata. "Yuki capek. Yuki mau istirahat." Pamitnya sambil membawa kopernya.

"Sini, biar gue aja yang bawak." Tawar Marcell sambil membawakan koper Yuki ke kamarnya.

"Gue bisa sendiri." Sahutnya dingin.

"Udah. Ayo." Paksa Marcell.

***

"Loh ngapain sih kesini? Bawa orang tua segala? Loh bilang Mama loh sakit? Buktinya sehat." Ungkap Yuki yang sedang duduk di atas kasurnya.

"Iya kan sembuh ki, loh mah mau Mama gue sakit terus?"

"Gak gitu maksudnya. Jadi ngapain loh kesini?"

"Mau ngomongin tentang pernikahan kita." Ucap Marcell enteng.

"Ha? Mimpi." Jawab Yuki tersenyum mengejek.

"Mimpi bisa jadi nyata. Hati-hati." Sahut Marcell tersenyum.

"Gak! Gue gak mau." Protes Yuki sambil memandang Marcell tajam. "Sekarang loh keluar dari kamar gue. Gue mau tidur." Ucap Yuki sambil melemparkan tubuhnya lalu berbaring.

Tring !!!

"Pacar gue telpon. Sekarang keluar gih." Usir Yuki sambil mengangkat tubuhnya dan duduk bersila.

"HALO SAYANG!" Ucap Yuki kencang membuat Marcell terkekeh geli melihatnya. Ia  belum juga bangkit dari duduknya di sofa kamar Yuki.

"Biasa aja yng. Kok ngegas?"

"SAYANG MUACH! KAMU UDAH MANDI YNG?"

"Udah sayang. Kamu udah makan?"

"BELUM SAYANG AKU MAKAN. APA KITA—"

"Sayang bisa gak ngomongnya biasa aja? Telinga aku sakit yng."

"Maaf sayang." Jawab Yuki sambil melirik Marcell yang tersenyum menggoda kepadanya.

"Pergi!" Bentak Yuki.

"Pergi kemana? Kamu kenapa sih yng?"

"Gak. Bukan kamu." Sahut Yuki sambil mendekati Marcell dan menarik tangannya lalu mendorong punggungnya. "Keluar. Aku capek."

"Dia ini ngomong sama siapa sih?"

"Iya. Iya gue keluar kamu istirahat ya calon istriku." Ucap Marcell lantang berhenti di depan pintu lalu ia berbalik menghadap Yuki dan mengelus kepala Yuki. "Good night." Sambungnya tersenyum lalu melangkah keluar.

Cekrek !!!

Yuki menutup pintu kencang. "Dasar jablay!" Umpatnya kesal lalu berjalan dan melemparkan tubuhnya di atas kasur empuknya.

"Yng?" Panggil Yuki pelan.

"Kok ada Marcell?" Tanya Al dingin.

"Ini yng. Apa itu."

"Ini apa?"

"Dia kesini sama orang tuanya."

"Maksud dia ngomong kamu calon istrinya apaan? Mau mati dia?" Jawab Al terdengar kesal.

"Jangan dengerin Marcell yng. Udah ah paling cuma tentang kerjaan." Jawab Yuki menenangkan Al.

"Oklah yng. Yaudah kamu mandi gih sono. Istirahat abis itu. Aku tidur dulu. Berat banget ini mata." Sahut Al terdengar lesu.

"Aku sayang kamu."

"Aku juga."

Tut ...

"Ini gak bener. Ini bikin gua gak tenang. Ngapain tuh anak malem-malem ke rumah Yuki. Bawa-bawa orang tua pula. Aiss." Cibir Al kesal membuatnya tidak tenang. Ia mengambil kunci mobilnya dan pergi keluar.

***

Al memutuskan untuk pergi. Kemana Al pergi ternyata Al telah tiba di depan rumah Yuki. Ia memandang dari dalam mobilnya tapi ia masih berpikir untuk masuk atau tidak. Tapi dia memutuskan untuk keluar dari mobilnya baru ia membuka pintu ia menutupnya kembali, ia melihat Marcell dan kedua orang tuanya diikuti dengan kedua orang tua Yuki yang sedang berbincang dan melemparkan senyuman.

Al pun tak percaya diri ia memilih untuk pergi dari sana, ia menginjakkan gas mobilnya lalu pergi melaju dengan cepat.

"Kita pamit dulu ya Om Tante." Pamit Marcell dengan sopan.

"Iya. Jagain Mama kamu ya." Sahut Nadia.

"Beres Tante."

"Pak kita pamit dulu ya." Pamit Dika sambil bersalaman kepada Retno.

***

"Yuki!" Teriak Retno keras.

"Udah Pa. Udah malem ini, besok aja. Dia baru pulang juga kasian capek dia." Ucap Nadia menenangkan suaminya.

***

Weekend hari yang di tunggu oleh setiap orang. Dan hari yang di tunggu oleh Yuki. Dia selalu menghabiskan waktunya setiap hari bersama Al kekasihnya, tetapi weekend kali ini dia di rumah aja, karna ada makan malam keluarga.

"Mamaaa?" Seru Yuki sambil menuruni anak tangga.

"Apa sayang? Sini bantu Mama."

"Mama masak apaan?"

"Masak makanan kesukaan kamu. Coba aagghh." Ucap Nadia sambil menyuapkan ke mulut Yuki.

"Aggghh amm." Sahut Yuki sembari mencicip. "Mama keasinan Ma. Mama mau nikah lagi?" Canda Yuki terkekeh.

"Iiih dasar mana ada." Sahut Nadia sambil memukul bahu Yuki.

"Aww.." rintih Yuki kesakitan.

"Sayang. Mama mau ngomong sama kamu." Ucap Nadia serius sambil melepaskan celemek di tubuhnya dan menarik mendudukkan Yuki ke sofa.

"Apa ma? Serius amat. Yuki jadi takut."

"Tolong Mama kali ini." Sahut Nadia memohon dan menggenggam kedua tangan Yuki.

"Tolong apa Ma? Kok lebay banget."

"Kamu harus mau untuk menikah sama Marcell." Tutur Nadia sambil menatap kedua mata Yuki.

"Mama!" Bentak Yuki sambil melepaskan genggaman tangan Nadia.

"Sayang Mama mohon."

"Gak! Gak akan pernah! Mama tahu kan dia udah selingkuhin Yuki."

"Iya sayang tapi ini demi kamu." Sahut Nadia dengan mata yang berkaca-kaca.

"Gak Ma. Yuki sangat menolak." Tolak ikut sambil berdiri tegak.

"Sayang Mama mohon." Jawab Nadia sambil menahan tangan Yuki.

"Mama di racunin apa sama mereka? Kenapa tumben berkeras seperti ini sama Yuki?" Sahut Yuki.

"Yuki! Jaga mulut kamu." Seru Retno yang baru saja tiba.

"Papa. Yuki gak mau." Rengek Yuki sambil melepaskan pegangan Nadia.

"Harus!" Bentak Retno.

"Tapi Yuki gak cinta! Yuki gak mau nikah sama orang asing!" Protes Yuki.

"Tidak ada yang namanya cinta!" Sahut Retno sambil mendekati Yuki dan Nadia.

"Apa maksud Papa? Jadi selama ini Papa gak cinta sama Mama?" Tanya Yuki.

"Bantu Papa kali ini sayang." Sahut Roy meredah. "Tolong Papa. Berjalannya waktu kamu bakalan juga cinta sama Marcell."

"Papa." Rengek Yuki sambil meneteskan air matanya.

"Perusahaan Papa yang bakal untuk kamu sekarang lagi di ambang kebangkrutan. Hanya keluarga Marcell yang bisa bantu." Jelas Roy sambil memegang kedua pundak Yuki.

"Bukannya mereka udah bangkrut? Semenjak dua tahun lalu?" Sahut Yuki sambil berlinangan air mata.

"Kata siapa mereka bangkrut? Mereka mempunyai strategi sendiri."

"Gak Pa. Cari cara lain untuk gak jodoh-jodohin sama Yuki. Itu urusan Papa sama Perusahaan kenapa Yuki harus ikut campur?" Jelas Yuki menolak.

"Papa tahu. Papa minta maaf bikin kamu ikut campur dalam urusan Papa, tapi ini demi kamu sayang."

"Gak. Ini bukan demi Yuki. Bukan ini yang Yuki mau."

"Maaf Yuki. Malam ini kedua orang tua Marcell bakalan makan malam dirumah kita. Untuk mempersiapkan pernikahan kalian."

"Terserah." Jawab Yuki langsung berlari ke kamarnya meninggalkan Nadia dan Roy.

***

Malam telah tiba dimana Nadia dan bik Surti telah menyiapkan hindangan makan malam yang tak kalah lezat dari makanan restoran untuk menyambut keluarga Marcell.

Terlihat Marcell dengan gagahnya memakai kemeja putih dikombinasikan dengan celana cokelat sedang duduk bersama kedua orang tuanya dan kedua orang tua Yuki, sedangkan Yuki juga belum terlihat.

Tak lama itu Yuki tiba ia berjalan melangkah menuruni anak tangga dengan pakaian kaos hitam celana panjang hitam dikombinasikan dengan jaket hitam dan tak lupa sepatu ketsnya. Ia berjalan melewati keluarga bahagia itu menuju pintu luar tanpa dosa.

"Yuki." Panggil Retno.

Yuki tak menghiraukan panggilan Retno ia tetap bergegas keluar dari rumahnya.

"Biar Marcell aja Om." Sahut Marcell mengejar Yuki yang sudah keluar.

"Tunggu." Tahan Marcell sambil memegang pergelangan tangan Yuki.

"Lepasin!" Bentak Yuki.

"Okay gue lepasin tapi loh mau kemana? Tanya Marcell pelan sambil melepaskan pegangannya.

"Bukan urusan loh." Sahut Yuki sambil mendorong Marcell. Dan berjalan masuk ke dalam mobil yang telah menunggunya dari tadi.

"Sial." Gumam Marcell yang melihat Yuki masuk ke dalam mobil.

Hai kakak 🤗
Sampe gini cerita Alkinya gimana?
Respon ya?
Karna cerita Sih-Gendut Jatuh Cinta bentar lagi bakalan tamat.

Vote
👇🏻

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top