Part 32

Episode sebelumnya...

"Ayo yng. Tempat ini gak cocok untuk kita." Ajak Al dan pergi meninggalkan mereka sambil mengenggam tangan Yuki.

Marcell tersenyum sinis tak terima. Ia berjalan mengejar Al dan Yuki.

"Tunggu." Ucap Marcell sambil menahan bahu Al.

Al menoleh berlahan ke sumber suara.

Bugghhh !

Marcell menghantam Al dengan gempalan tangannya hingga Al terjatuh. Yuki terkejut tercengang melihat apa yang terjadi. Marcell dengan cepat langsung menarik tangan Yuki.

"Loh gak ada abisnya. Loh lebih ninggalin orang tua loh demi bajingan ini!" Cibir Marcell kasar sambil memegang tangan Yuki erat.

Plakkk !!!

Yuki reflek tanpa sadar mengangkat tangannya menampar pipi Marcell "Jaga ucapan loh!" Belah Yuki sambil melepaskan genggaman tangan Marcell dan mendekati Al membantunya berdiri.

"Gue gak bakal buat kalian bersatu!" Ancam Marcell sambil memandang mereka berdua.

Mata Al tertujuh kepada Marcell membuatnya geram dan tersenyum miring sembari berdiri.

"Ayo yng." Ajak Al sambil memegang tangan Yuki dan meninggalkan Marcell.

"Aiss. Sial!" Gumamnya kesal sambil menendang sesuatu di depannya.

Marcell menarik nafas panjang sambil melihat kearah Yuki dan Al yang sedang berjalan bergandeng membelakanginya. Ia tersenyum miring sambil menaikki salah satu alisnya dan berbalik memasuki restoran kembali. Marcell menghampiri kedua orang tuanya dan orang tua Yuki. Ia duduk bersama mereka dan melemparkan senyum manisnya.

"Nanti Marcell paksa Yuki." Ucapnya sambil tersenyum membuat Nadia menatapnya tajam.

"Om serahkan Yuki sama Marcell." Ucap Retno tersenyum.

Nadia melirik Retno geram. "Saya mau ke toilet sebentar." Izin Nadia sambil berdiri dengan membawa tasnya.

Marcell menatap Nadia tersenyum, Nadia mengabaikannya. Marcell menunduk dan tersenyum miring.

Nadia terdiam merinding melihat Marcell. Ia bergegas menuju toilet di sana.

***

"Halo Ma?"

"Sayang kamu dimana?" Tanya Nadia terdengar cemas.

"Yuki lagi dijalan. Mama kenapa? Kenapa suara Mama? Mama baik-baik aja kan?"

"Jangan pedulikan Mama, Besok temui Mama di butik Aurora."

"Mama Yuki gak mau nikah sama Marcell." Bentak Yuki membuat Al meliriknya yang sedang menyetir.

"Tapi Mama mau nikahin kamu.."

"Ok Ma." Balasnya Lesu sambil menutup ponsel dan memegangnya dalam genggaman tangannya.

"Kamu mau nikah sama Marcell?" Tanya Al antusias.

Yuki meliriknya berlahan membuat Al menghentikan mobilnya secara tiba-tiba dengan raut wajah yang terkejut tak percaya.

***

Di pagi hari, Bunga yang terlihat sedang berdebat dengan Marcell di Danau tepat di belakang gedung kampus.

"Gue mau nikah sama Yuki." Jelas Marcell.

"Loh pikir, loh bisa?" Jawab Bunga meremehkannya.

"Liat aja entar." Sahut Marcell percaya diri.

"Loh gak bakal bisa nikah sama Yuki." Ucap Bunga dingin.

"Kenapa gak? Hari ini kita bakalan fitting baju pengantin." Ucapnya santai.

"Rencana loh gak bakal berhasil. Gue yang bakal ngerusak rencana kotor loh!" Bentak Bunga sambil mengancamnya.

Marcell tersenyum miring dan mendekati wajah Bunga. "Loh pikir, gue takut? Jaga aja baik-baik bayi di dalam perut loh." Cibirnya pelan.

Bunga terdiam membeku dengan menatap Marcell dengan berkaca-kaca. Ia menggigit bibir bawahnya sambil mengepalkan kedua tangannya untuk menahan tangisnya.

Marcell meraih pucuk kening Bunga dan mendaratkan bibirnya. Marcell mencium kening Bunga kasar. Dan mengelus rambut Bunga dan pergi meninggalkannya.

Bunga menghela nafas kasar sambil menjatuhkan air mata yang mengalir begitu saja di atas pipinya sambil memandang tajam Marcell yang berjalan pergi membelakanginya.

***

Di ruang kelas, terlihat Nathan dan teman-temannya yang sedang mendengarkan penjelasan Dosennya yang sedang mendiskusikan pelajaran hari ini. Tak terasa sudah satu jam berlalu, belajar mengajar pun usai, Dosen pun meninggalkan kelasnya.

"Sampai bertemu minggu depan." Ucap Dosen tersebut sambil berjalan meninggalkan kelas.

"Yeah.." Seru semua mahasiswa dan mahasiswi secara bersamaan dengan semangatnya.

"Gue duluan ya." Pamit Mella bergegas.

"Mell tunggu." Seru Nathan berdiri sambil menahan pergelangan tangan Mella.

Mella menatap Nathan gelisah dengan mengangkat kedua alisnya. "Gue anter loh pulang." Tawar Nathan.

"Tapi gue udah punya janji Tan." Sahut Mella pelan.

"Mella.." Seru seseorang pria di depan pintu kelas.

Mella menoleh ke sumber suara panggilan. "Bryan." Gumamnya pelan sambil tersenyum.

Nathan memandang seorang pria yang memanggil Mella di depan kelasnya. Ia berlahan melepaskan pegangannya.

Mella menatap Nathan tersenyum. "Gue duluan ya Tan." Pamit Mella dan berjalan mendekati pria itu lalu pergi.

"Tan? Woi Tan?" Seru Reno kencang membuat Nathan tersadar dari lamunannya.

"Gue gak budek!" Seru Nathan dingin sambil meraih tasnya dan pergi meninggalkan Reno.

"Loh mau kemana? Tunggu gue woi!" Seru Reno sambil bergegas mengejar Nathan.

"Eh eh Reno..." Panggil Enzy yang sedang berjalan menuju kelas mereka.

"Tuh anak mau kemana?" Gumamnya di depan pintu kelas sambil melihat seisi ruangan. "Udah pada pulang?" Sambungnya sambil melanjutkan jalannya.

"Tan tunggu." Seru Reno.

"Apa?" Sahut Nathan berbalik menolehnya.

"Loh cemburu?" Tanya Reno lantang.

"Cemburu? Cemburu sama mereka? Gaklah." Jawabnya santai.

"Terus kenapa loh kabur?"

"Gak. Gue gak kabur. Eh Enzy, Zy tolong urus temen gue ya." Ucap Nathan kepada Enzy yang baru saja tiba di belakang Reno. "Gue pulang duluan." Pamitnya sambil meninggalkan mereka.

"Tuh anak kenapa?" Tanya Enzy sambil memandang Nathan yang berjalan meninggalkan mereka berdua.

"Entahlah. Loh udah makan?" Tanya Reno.

"Belum."

"Makan yok."

"Gak ah. Loh aja. Bye." Seru Enzy dan berjalan melenggang meninggalkannya sendiri.

"Kenapa gue di tinggalin semua orang? Apa dulunya gue suka ninggalin orang?" Gumamnya sambil menatap langit yang luas bernuansa biru.

***

"Kok loh bisa tahu kelas gue dimana?" Tanya Mella.

"Sebenarnya gue hampir aja nyasar. Nih kampus gede banget." Ucap seseorang pria itu sambil memandang Danau yang berada di belakang kampus Mella.

"Tapi gak nyasar kan." Ledek Mella sambil tersenyum.

"Oh ya. Cowok yang pegang tangan loh tadi siapa?" Tanyanya.

"Dialah Nathan." Jawab Mella manyun.

"Oh jadi tuh cowok yang bikin sahabat gue jadi galau." Ledek Bryan tertawa.

"Apaan sih gak lucu." Sahutnya melotot.

"Kenapa loh gak bilang, kalah loh suka juga." Cibir Bryan membuat Mella mendorong bahunya.

"Apaan sih. Oh iya Loh kapan pulang?" Tanya Mella mengalihkan pembicaraan.

"Baru juga dateng, udah mau usir aja." Sahut Bryan sambil bangkit dari duduknya dan mengambil batu kerikil dan melemparnya ke Danau.

"Gue boleh ikut loh ke Jerman gak?" Tanya Mella membuat Bryan menoleh berbalik kearahnya.

"Loh mau ikut gue? Gak usah kasian Nathan haha." Ledeknya tersenyum sambil mendekati Mella kembali dan duduk di sampingnya di depan Danau yang berada di area Kampus.

***

Bidadari tak bersayap. Yuki terlihat seperti bidadari yang turun dari kayangan untuk mencari sang pangeran yang berada di bumi. Ia terlihat cantik memakai gaun putih panjang yang menutupi tubuh mungilnya. Tetapi, ia terlihat sedih di raut wajah cantiknya.

Terimakasih kepada Bryan Domani sebagai bintang tamu di part ini
Hehe 😅

Vote dan Comment ya ❤️

👇🏻
Vote ⭐️ 👇🏻 Comment

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top