Berkemah

Semua sudah tiba di tempat acara perkemahan. Acara kampus yang melibatkan para mahasiswa-mahasiswi untuk camping mereka terlihat tampak bersemangat.

Anak-anak sibuk mendirikan tenda masing-masing.

Yuki dan Enzy sedang sibuk memasang tenda. Al dan Reno datang melihat mereka.

"Apa yang kalian buat?" Ledek Reno yang melihat tenda mereka yang belum terpasang.

"Ah sebel deh." Cibir Yuki kesal sambil melepaskannya.

"Udah-udah sini. Aku bantu. Udah kalian duduk aja." Sahut Al.

Al pun memasang tenda untuk mereka di bantu oleh Reno.

"Ohya ki. Nathan mana ya? Di bus tadi dia gak ada." Tanya Enzy.

"Dia jemput Mella. Dia kesini bawa mobil sendiri." Jawab Yuki sambil mengotak-atik ponselnya.

"Oh gitu."

"Selesai." Seru Reno girang.

"Cepet amat?" Gumam Yuki sambil menoleh.

"Wah. Makasih." Ucap Enzy tak percaya.

"Eh, entar Mella gimana?" Tanya Enzy.

"Udah gak papa bertiga aja." Jawab Yuki.

"Gak. Yuki sama aku." Goda Al sambil tersenyum.

"Apaan sih gak jelas deh." Sahut Yuki tersipu.

"Dasar bucin." Ledek Reno menggeleng. Lalu Enzy mengangkat tangannya dan Reno langsung toss dengan tangan itu. 

"Biarin ya beib." Ucap Yuki berangkat dari duduknya dan merangkul pinggang Al.

"Iri aja." Sahut Al dan membalas merangkul bahu Yuki dan berbalik pergi.

"Cari pacar gih." Suruh Reno kepada Enzy sembari duduk di kursi kosongnya Yuki.

"Ada sih. Orang yang gue suka. Tapi."

"Tapi apa?"

"Tapi dia sama cewek lain."

"Cinta satu pihak?" Sahut Reno terkejut sambil melirik Enzy.

"Sepertinya."

"Kalau loh belom bilang, itu namanya belum tahu zy. Loh ungkapin aja perasaan loh sama tuh cowok."

"Loh serius? Gak ah. Gue takut. Nanti malah canggung."

"Canggung? Jangan bilang loh suka Nathan." Ucap Reno.

"Kok loh."

"Yaelah nih anak ternyata suka Nathan." Ledek Reno tersenyum.

"Jangan bilang siapa-siapa. Awas loh kalau orang tahu. Gue potong itu loh." Ancam Enzy sambil melirik Reno dari atas sampai stop ke bawah.

"Loh apaan zy?" Sahut Reno takut sambil menutupi arah bagian emasnya. "Merinding gue." Sambungnya.

"Enzy." Panggil wanita dari sebrang terdengar tidak asing lagi bagi mereka.

"Hei Mell." Seru Enzy yang langsung bangkit dari duduknya. "Sini." Gapai Enzy cerah.

"Ayo tan." Ajak Mella sambil berjalan bersama mendekati Enzy dan Reno.

"Halo Mell." Sapa Reno tersenyum sambil berdiri memberikan kursi untuknya.

"Yuki, Al mana?" Tanya Nathan.

"Biasa. Kek gak tahu orang pacaran."

"Kemana mereka? Ke hutan atau semak-semak." Ledek Nathan membuat Reno tertawa.

"Loh tan tahu aja. Pasti loh sering gitu." Balas Reno.

"Stttt diem loh. Entar mereka berdua Pengen juga." Sahut Nathan.

"Apaan sih gila." Umpat Mella.

"Eh tenda kita dimana?" Tanya Nathan.

"Tenda kita. Itu." Jawab Reno sambil menunjuk tendanya tepat di depan mereka.

"Anjir. Gue udah lewat situ tadi. Udah lah gue anter barang gue dulu." Sahut Nathan sambil membawa kopernya.

"Mell. Urusan bokap loh gimana?" Tanya Reno yang duduk berjongkok di samping Mella.

"Urusan sama papi udah kelar kok. Gue disini butuh hula-hula." Jawabnya tersenyum dengan menggeliatkan tubuhnya.

"Syukurlah. Hura-hura bego." Ketus Reno sambil melihat Nathan yang tengah berjalan mendekati mereka. "Mell temenin gue kesana bentar yo." Ajak Reno.

"Enzy gak di ajak?" Tanya Mella sambil melirik Enzy.

"Udah ayo ah." Seru Reno sambil menarik tangan Mella dan pergi.

Enzy yang memandang Nathan maling-malingan sambil mengotak-atik ponselnya.

"Zy mereka berdua mau kemana?" Tanya Nathan yang melihat Reno dan Mella bersama.

"Eh i itu. Mereka. Eh sih Reno mau minta temenin sama sih Mella foto in dia. Di sana kan ada arus jeram."

"Loh di tinggalin sendiri disini."

"Iya."

"Dasar tuh Reno. Kita mau susul mereka gak?" Usul Nathan.

"Loh mau kesana?" Tanya Enzy.

"Pengen sih." Jawab Nathan.

"Yaudah. Ayo." Blas Enzy.

Nathan dan Enzy pun menyusul mereka.

"Awas hati-hati." Ucap Nathan kepada Enzy yang menuruni anak tangga bebatuan yang licin. Nathan mengulurkan tangannya.

"Okay thanks." Jawab Enzy sambil memperhatikan wajah Nathan dan memegang tangannya.

Enzy dan Nathan berjalan bersama Nathan yang sedari tadi melihat sekitar seperti mencari anak yang hilang matanya tak henti-henti melihat sana melihat sini. Enzy yang masih memperhatikan tampang Nathan pun tak lengah-lengah dari sorotan matanya.

Sehingga mereka terfokus akibat Enzy yang hampir terpeleset. Nathan pun dengan cepat langsung menahan punggung belakang Enzy.

"Loh gak papa kan?" Tanya Nathan yang kini menatap kedua mata Enzy.

"Iya gue gak papa." Jawab Enzy gugup.

"Eh itu mereka." Gumam Mella yang melihat adegan Nathan dan Enzy dari sebrang ia pun langsung secara tiba-tiba berbalik mengalihkan tubuhnya membelakangi mereka. "Gue kenapa?" Gumam Mella.

"Kenapa Mell?" Tanya Reno yang melihat Mella bingung. "Eh itu mereka. Woi sini." Ajak Reno kepada Nathan dan Enzy.

"Yoi. Tunggu kita." Seru Nathan mendekati mereka. "Loh bener kan gak papa."

"Iya gak papa." Sahut Enzy tersenyum sambil berjalan mendekati Mella dan Reno.

"Mell." Bisik Nathan pelan yang berjalan di belakang Mella yang memasuki terowongan.

Ketika mereka memasuki terowongan. Dan setelah tiba di dalam sana mata terfokus langsung kepadanya yaitu air terjun yang begitu indah yang mengalir begitu saja, dengan meninggali air yang hijau, berbentuklah semacam kolam kecil yang di kelilingi berbatuan kerikil-kerikil kecil yang unik. Dan di warnai oleh daun-daun hijau yang menempel di atas tebing.

"Woi!" Seru Al yang kini sedang berada di dalam air. Yuki yang terlihat sedang duduk sambil menepuk-nepuk air.

"Ais. Kalian." Sahut Reno sambil melepaskan bajunya dan bergegas berlari dan melompat indah.

"Tunggu gue sat." Seru Nathan sembari berjalan dengan melepaskan bajunya dan berjalan pelan memasuki kolam kecil.

"Sini." Gapai Yuki kepada Enzy dan Mella.

"Udah berapa lama ki disini?" Tanya Enzy sembari mendekati Yuki.

"Udah berapa ronde kalian?" Ketus Reno memancing suasana sambil menaikki kedua alisnya sambil menatap Al.

"Tiga." Jawab Al santai sambil tersenyum.

"Apaan sih mereka gak jelas." Sahut Mella membuat mereka bertiga tertawa.

"Udah. Gak usah di hirauin. Otak mereka mesum kalau udah ketemu." Ketus Yuki tambah membuat mereka tertawa terbahak-bahak.

"Ngerih gue." Gumam Mella.

"Sama." Sahut Enzy.

"Zy. Mell. Sini ayo gabung." Ajak Reno.

"Gak ah. Kalian aja." Tolak Mella.

"Ayolah sini. Dingin tahu." Seru Reno.

"Iya Ayo sini." Sahut Nathan.

"Ayo yng. Kamu duluin biar mereka mau." Ajak Al sembari mendekati Yuki dan mengulurkan kedua tangannya.

"Gak ah." Tolak Yuki.

"Ayolah beib."

"Tapi janji. Awas kek tadi."

"Iya janji gak kayak tadi." Sahut Al sambil membantu Yuki yang turun berlahan ke dalam air dan memegang tangannya.

"Emang kek tadi kek gimana yng?" Goda Reno.

"Anjing." Umpat Nathan tertawa geli kepada Reno sambil menyiram air ke wajah Reno.

"Mereka tuh pikirannya kotor mulu." Ucap Yuki.

"Udah gak usah di dengerin ah. Ayo Mell, Enzy."

"Ayo sini. Kalau udah di dalam sini. Kalian gak bakal mau bentar." Ucap Yuki.

"Iya ayo. Atau mau di jemput kek Yuki." Usul Reno. "Ayo tan kita susul bidadari yang lagi menunggu sang pangeran kodok." Canda Reno.

"Lu gila banget ren. Udah ah kesini aja, jangan manja." Cibir Nathan.

"Ayo mell." Ajak Enzy dan berlahan turun. "Wih dingin mell." Sambungnya sambil mengulurkan tangan kepada Mella.

"Enak?"

"Emang makanan enak?" Ketus Reno lagi.

"Tuh anak kemakan apa sih?" Cibir Mella sambil memegang tangan Enzy dan turun berlahan dan berenang mendekati teman-temannya.

"Kita main game yo." Usul Yuki.

"Boleh."

"Ok. Kita main kertas, batu, gunting. Jadi siapa kalah mereka harus terima hukuman berdiri di bawah air terjun."

"Setuju." Sahut mereka bersamaan.

"Ok. KERTAS BATU GUN TING!" Teriak mereka bersemangat.

"Haha. Gue gunting sendiri." Ketus Yuki. Kalian semua berdiri disana.

"Loh ki. Kita emang kertas semua tapi kan kita bisa main lagi sampe bener ada yang kalah satu." Protes Reno.

"Kalau gitu lama mainnya."

"Udah-udah ngalah aja." Sahut Al sambil mendekati air terjun. "Ini berapa lama berdiri disini." Sambungnya.

"15 detik." Sahut Yuki.

"Janganlah yng." Protes Al ngegas.

"Yaudah lima detik aja."

"Satu, dua, tiga, empat, lima. Udah ayo."

"KERTAS BATU GUNN TING!" Seru mereka bersemangat.

"Nah loh. Sendirian loh kalah." Ketus Reno membuat Yuki meliriknya tajam.

Al pun langsung mengusap wajah Yuki dan tersenyum melihatnya. "Udah gue aja yang gantiin." Sahut Al membuat Yuki tersipu.

Enzy, Mella, Nathan dan Reno menghela nafas kasar melihat kebucinan Al dan Yuki.

"Udah yo. Pulang aja kita." Canda Reno.

"Ayo. Gue setuju." Sambung Mella.

"Gue ikut." Pungkas Enzy.

"Gue jugalah." Sahut Nathan.

Yuki dan Al pun tertawa geli melihat tingkah teman-temannya. Mereka pun kini kembali melanjutkan permainan. Tak di sangka-sangka waktu begitu cepat berlalu. Sekarang menunjukkan pukul 10:30 karna di dalam sana tak terasa panas melainkan seju yang mengundang.

Tinggalkan jejak ya
Jangan lupa comment
Terimakasih sudah membaca cerita
Sih-Gendut Jatuh Cinta

Vote
👇🏻

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top