Apa yang terjadi pada dirimu?

"Jadi loh sama Al itu gak pernah pacaran?" Tanya Enzy kaget dengar cerita Mella.

"Iya zy santai, selow."

"Sumpah gue kira kalian pacaran, karna kalian berdua terus."

"Sebenarnya sih cinta ini bertepuk sebelah tangan. Al cuma anggap gue sebagai sahabat. Dia yang sering tolong gue di saat gue di ancam sama mantan gue. Sampe-sampe kita pura-pura pacaran dan lelaki penganggu itu berhenti ganggu gue pada saat itu. Ada seseorang yang Al tunggu wanita itu-"

Bugh !!!

"Sorry cell." Ucap Al sambil memandang Marcell yang kini terduduk di lantai ia menyulurkan tangannya di depan wajah Marcell. "Mau bantuan?" Tanyanya.

"Loh gila Al?" Upat Marcell berdekis sambil memegang bibirnya yang terkena bunggeman yang mendarat tepat berada di bibirnya.

"Loh sentuh dia. Gue bunuh loh!" Ancam Al sambil berjalan melenggang membelakanginya.

"Berani loh sama kita?" Sahut Andra teman Marcell.

"Ha!" Marcell tersenyum sinis dan beranjak berjalan menahan pundak Al. Al pun berbalik dengan gerakan slomo dan yang terjadi.

Bugh !!!

Bunggeman balasan mendarat tepat di pipi kanan Al sehingga membuat tubuh Al terdorong kebelakang.

Semua mahasiswa mahasiswi yang sedang berada di kelas saat menunggu dosen kini terfokus kepada mereka.

"Al loh gak papa?" Tanya Mella yang langsung menghampirinya sambil menatap tajam Marcell.

"Yak! Gue juga di tonjok. Kenapa dengan mata sombong loh?" Ujar Marcell.

"Tan ini hari pertama gue masuk kuliah." Ucap Yuki sembari memasuki kelas bersama Nathan di tengah perkelahian. Ia menghentikan langkahnya bersamaan sambil memandangi mereka.

Al yang melihat sosok Yuki berada tak jauh dari kasat matanya. Ia pun memutuskan meninggalkan kelas melintasi Yuki yang kini menatapnya.

"Nathan." Seru Mella dan menatap seseorang di samping Nathan. "Yuki?" Panggilnya sambil mendekatinya.

Marcell yang kini memandangi Yuki semakin menggebu-gebu. "Siapa wanita ini?" Gumamnya di dalam hati.

"Good morning! Maaf Ibu telat. Kembali ke tempat kalian masing-masing." Ucap bu Diah sembari membuka laptopnya.

Enzy dan Mella saat jam mengajar di mulai mereka tak henti-hentinya memandangi Yuki terus menerus membuat Yuki sangat risih berada duduk di antara mereka.

"Kalian jangan buat dia gak nyaman." Bisik Nathan pelan.

"Ops sorry." Sahut Mella pelan sambil tersenyum.

***

Flashback on

"Yuki." Gumam Al yang kini sedang melihat Yuki berada di danau. Al tersenyum tipis melihat Yuki berceloteh sendiri di danau. Tak lama itu ada seorang pria mendekati Yuki yaitu Marcell.

Bugh ...

Pria itu mendorong pundak Yuki dari belakang membuat Yuki terjatuh. "Yak! You grazy!" Teriak Yuki kesal sambil menoleh kearah Marcell yang kini sedang berdiri melihatnya.

"Mau bantuan?" Tanya Marcell sambil tersenyum di bibirnya dan mengulurkan tangannya.

Al yang melihat Marcell mendorong Yuki berjalan cepat menghampiri Yuki tetapi.

"Ki loh gak papa?" Tanya seorang lelaki yang tiba-tiba datang menghampiri Yuki dan membantunya untuk berdiri ia pun membersihkan lutut Yuki yang kini kotor.

"Gue gak papa." Jawab Yuki sambil menatap Marcell dingin dan mengalihkan tatapannya secara berlahan kearah lelaki yang membantunya. "Udah gue gak papa tan." Sambungnya.

Al menghentikan langkahnya.

"Ngapain loh disini?" Tanya Nathan sambil menatap tajam Marcell.

"Nathan ayo pergi." Pinta Yuki sambil memegang tangan Nathan.

"Dah cantik." Ucap Marcell sambil senyum di wajahnya.

"Lihat aja loh. Gue bunuh." Gumam Al sambil melihat Marcell yang kini melambaikan tangannya kepada Yuki.

Flashback off

"Loh jangan sok jago Al." Cetus Reno sambil mengopres pipi Al dengan handuk hangat membuat ingatan Al tersadar.

"Loh kenapa sih tiba-tiba tonjok sih Marcell? Itu kakak tingkat kita." Sambung Reno sambil memeras handuk.

"Pengen aja. Penasaran gimana rasanya pukul kakak tingkat." Sahutnya.

"Al? Loh gila? jangan cari masalah." Cetus Reno sambil mengerutkan keningnya dan menggelengkan kepalanya. "Temen gue gila." Sambungnya.

"Kalian berdua gak ada kelas?" Tanya bu Ana sambil menyuguhkan es campucino pesanan mereka.

"Kita bolos bu." Sahut Reno sambil menyengirkan giginya memperlihatkan gigi putihnya.

"Dasar kalian ini." Lanjut bu Ana meninggalkan mereka.

***

"Gue denger-denger dari orang Marcell lagi deketin adik tingkat kita. Sampe-sampe Marcell berantem sama sih gondrong Al." Cetus Cindy.

"Ha? Loh apa-apaan sih mana mungkin." Sahut Bunga gugup.

"Loh denger dari siapa?" Sambung Bunga penasaran.

"Semua orang. Katanya sih Marcell ketemuan sama sih cewek itu di danau. Gue gak tahu siapa tuh namanya. Emang cantik banget ya?" Tanya Cindy penasaran sambil berkaca dan merapikan rambutnya di depan kaca di dalam toilet wanita.

"Aiss. Cari mati sih Marcell. Siapa juga tuh cewek berani banget deketin cowok gue." Cetus Bunga kesal.

"Apa kita kerjain aja tuh anak?" Ucap Cindy.

"Gue tahu siapa tuh cewek." Sambung Cindy sambil tersenyum sinis.

"Siapa?"

"Adik kelas loh. Sih Mella." Celetuknya.

"Mella? Loh yakin?"

"Iya gue yakin."

"Dimana tuh jalang sekarang?" Ucap Bunga emosi.

Ceklek ...

Yuki yang keluar dari toilet membuat Bunga dan Cindy berbalik menoleh ke sumber suara dan saling menatap bersamaan. Yuki pun menundukkan kepalanya berjalan keluar meninggalkan toilet.

"Kaget gue." Ucap Cindy.

"Sama."

"Eh tapi tuh cewek berarti dari tadi nguping obrolan kita." Sahut Cindy sambil menatap tajam mata Bunga.

"Bentar, bentar. Gue kek gak asing liat tuh cewek. Dimana ya?" Ucap Bunga sambil mengingat-ingat.

"Udah-udah gak penting. Sekarang urusan kita sama Mella." Bantah Cindy.

***

"Tan gue lagi di perpus. Jangan telpon gue." Bisik Yuki sambil mengarahkan ponselnya ke Mulutnya.

Tut ...

"Mana ya." Gumamnya sambil mencari buku yang ia cari di rak buku.

"O." Ucapnya sambil menatap seseorang di balik celah-celah rak buku yang kini menatapnya. "Ini kek pernah terjadi." Batinnya sambil mengingat-ingat.

"Mana ya? Biasanya jam segini dia udah disini." Gumamnya dalam hati sambil mengintip sela-sela rak buku di perpustakaan.

"Achh. Siapa yang gue cari?" Lirihnya sambil memegang kepala merintih kesakitan.

Pria itu langsung menghampiri Yuki "Kamu gak papa?" Tanyanya sambil menimpali tangan Yuki yang kini sedang memegang kepalanya.

"Pusing. Kenapa ingatan ini selalu muncul." Gumam Yuki pelan dengan penglihatan samar-samar menatap wajah seorang di depannya. "Siapa loh." Sambung Yuki pelan dan menutup matanya dan terjatuh kedalam pelukkan seseorang itu.

Pria itu langsung mengendong Yuki tanpa ragu dan membawanya ke rumah sakit terdekat.

"Gimana dok?" Tanya pria itu antusias.

"Kamu siapanya pasien?"

"Aku? Aku kakaknya pasien." Jawabnya ragu.

"Bisa ke ruangan saya. Kita bicarakan disana."

Ceklek ...

Pria itu keluar dari ruangan dokter setelah mendengar penjelasannya. Ia berjalan tak berdaya menghampiri Yuki yang kini terbaring di atas brankar.

"Kamu udah bangun?" Tanyanya sambil menutup tirai.

"Kok gue bisa disini. Dan loh?" Tanya Yuki dingin.

"Tadi kamu pingsan, jadi gue langsung bawa kesini gue takut ada apa-apa."

"Ok. Makasih." Jawab Yuki singkat sambil mengeluarkan ponsel di saku celananya. Ia menghubungi seseorang.

"Halo? Tan jemput gue. Eh kita dirumah sakit mana?"

"Rumah sakit Romantic."

"Loh dirumah sakit? Ki loh kenapa? Loh gak papa kan?" Tanya Nathan di dalam telpon.

"Guek gak papa jemput gue disini di rumah sakit Romantic."

"Loh sama siapa disana?"

"Gue sam." Ucap Yuki menatap pria yang berdiri menatapnya.

"Al." Sahutnya pelan.

"Halo ki? Loh denger gue?"

"Al." Jawab Yuki pelan.

"Loh sama Al? Kasih handphone loh sama dia."
Yuki memberikan handphonenya.

"Iya tan?"

"Maafin gue Al. Loh bisa kan anter Yuki pulang?"

"Iya tan gue anter dia pulang."

"Makasih Al. Maafin gu-"

Tut ...

"Nih. Kamu udah gak papa kan? Bisa berdiri sendirikan? Tanya Al sambil memberikan handphonenya.

"Bisa kok." Jawabnya pelan sambil berlahan beranjak dari brankar.

Gimana part kali ini? Jawaban part kemarin udah ke jawab ya siapa yg tolong Yuki hehe
Vote dan comment jangan lupa❤️

Announcement
Beri suara ke cerita baru saya yang berjudul Do Re Mi
Comment kalian adalah
penyemangat saya

"Do Re Mi"

Tinggalkan jejak ya
👇🏻

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top