Aku percaya kamu

Play on music
Sebelum baca

"Makasih udah anter aku pulang." Ucap Yuki sambil tersenyum kepada Al yang memandangnya.

"Kek ada yang aneh dari kamu." Sahut Al.

"Apa?"

"Di hari pertama kita ketemu kamu dingin tapi sekarang kamu. Udah lupakan, aku pulang dulu ya." Pamit Al sembari menyalahkan mesin motornya.

"Hati-hati." Sahut Yuki tersenyum.

Al menutup helm KYT nya dan langsung mengegas motornya, membuat motor itu langsung melaju.

Yuki yang kini sedang melihat Al yang melaju kencang, membuatnya tak mengalihkan pandangannya kearah mana pun.

Tin ! Tin!

"Aiss kaget gue." Gumam Yuki sambil melihat Nathan yang membuka kaca mobilnya.

"Woi cewek. Nungguin ya." Ledek Nathan.

"Maaf anda siapa ya?" Sahut Yuki sambil mengibaskan rambutnya dan berjalan membuka pagar rumahnya.

"Wow! Awas jatuh tuh hewan kecil di rambut." Ledek Nathan sambil memarkirkan mobil ke garasinya.

"Temen gue gak berubah." Gumam Yuki sambil berjalan memasuki rumahnya.

"Ki bentar." Seru Nathan.

Yuki menoleh kearahnya. "Apa?" Jawabnya jutek.

"Ya ampun biasa aja neng." Ledek Nathan sambil tersenyum nyengir.

"Apa?"

"Gak jadi. Haha." Sahut Nathan tertawa sambil berjalan masuk ke dalam rumahnya.

"Aneh." Gumam Yuki sambil berjalan membuka pintu rumahnya.

"Ma. Mama?" Seru Yuki.

"Non Yuki. Mama lagi keluar sebentar." Sahut bik Surti menghampiri Yuki.

"Bibik." Panggil Yuki sambil mendekatinya dan memeluk bik surti. "Yuki kangen."

"Non?" Sahut Surti bingung. "Non udah—"

Yuki mengangguk. "Iya bik." Sambil tersenyum memeluk bik Surti.

"Bik Yuki ke kamar dulu ya. Eh gak boleh mewek." Ucap Yuki sambil menatap kedua mata bik Surti dan tersenyum. "Nanti kalau mama udah bilang. Panggil Yuki. Gak boleh nangis." Pinta Yuki sambil berjalan mundur.

"Alhamdulillah." Gumam Surti terharu dengan menitikkan air mata dan mengusapnya sambil memandang Yuki yang menaikki anak tangga menuju kamar.

***

"Hei." Seru Nathan sambil melebaikan tangannya kepada Enzy, Mella dan di iringi Al dan Reno di belakangnya.

"Oh itu Nathan sama Yuki. Hai!" Sahut Enzy sambil mengajak Mella dan di ikuti oleh Al dan Reno.

"Geser ki." Pinta Nathan yang duduk di sebelahnya.

"Gak usah tan kita aja yang masuk." Sahut Enzy sambil berjalan masuk ke bangku dan duduk.

"Hai ki." Sapa Enzy dan Mella.

"Hai." Jawab Yuki sambil tersenyum.

Al dan Reno duduk di belakang mereka. Selagi menunggu dosen masuk mereka berbincang-bincang mengenai mata kuliah.

"Hai Al." Sapa Bunga sambil duduk di sebelah Al.

Enzy, Mella dan Yuki menoleh ke belakang melihat Bunga yang duduk bersebelahan dengan Al.

"Al semalem gue mimpiin kamu." Rengek Bunga sambil menatap Al yang memandang Yuki yang menatapnya tajam.

"Apaan sih loh." Sahut Al dingin sembari menghindari kontak mata dengan Yuki.

"Kenapa loh liat-liat." Ucap Bunga kepada Mella.

"Najis." Gumamnya sambil berbalik menghadap ke depan lalu di ikuti oleh Enzy dan Yuki.

"Tuh pacar loh." Tunjuk Al sembari melihat Marcell yang kini menghampirinya.

"Hai Yuki." Sapa Marcell.

"Kalian berdua gak ada kelas lain selain disini?" Tanya Nathan sambil menatap Marcell.

"Gua ikut nih kelas. Gue ketinggalan." Sahutnya sembari memandang Yuki dan mengambil duduk di depan Yuki.

Bunga yang melihat Marcell tajam ia semakin kesal dengan perlakuan Marcell kepadanya.

***

"Ki makan bareng gua yo." Ajak Marcell sembari menoleh kearah Yuki.

Yuki menatap Marcell santai, tetapi Enzy, Mella, Nathan, Reno, Al, Bunga meliriknya tajam.

"Gue bareng temen-temen gue." Sahut Yuki sambil melirik Enzy dan Mella.

"Ayo Yuki." Ajak Mella sembari memegang tangan Yuki dan berdiri.

"Kita ikut loh ya." Sahut Reno sambil mengajak Al.

"Ayo bro." Sahut Nathan.

Mereka pun berjalan meninggalkan kelas. Marcell yang memandang Bunga berdiri tegak di hadapannya ia pun berbalik meninggalkan Bunga.

"Liat aja loh Marcell." Batin Bunga.

***

"Gue benci banget sumpah. Aisss!" Upat Bunga sambil berjalan bersama Cindy.

"Kenapa? Cerita dong."

"Ternyata bukan sih Mella tapi sih betina Yuki itu!" Cibirnya kesal.

"Yuki siapa? Oh cewek yang jambak rambut gue waktu itu?"

"Iya cin tuh betina gendut jelek!" Upatnya.

"Perasaan dia seksi bung?" Sahut Cindy lemot.

"Aiss! Pokoknya gue gak terima Marcell deket-deket sama tuh cewek!"

"Jadi loh mau apa? Mau kurung dia di toilet? Gudang? Atau ceburin dia ke danau?" Saran Cindy.

"Gak semuanya, tapi gue bakal ngelakuin hal yang lebih gila lagi dan di lihat semua orang. Haha." Cibir Bunga sambil tertawa sinis.

Cindy menatap Bunga takut. "Loh bikin gue merinding bung."

"Liat aja." Sahut Bunga sambil tersenyum miring dan menaikki satu alisnya.

***

Keesokkan harinya di kampus Seuli.

"Waw amazing." Upat mahasiswa di kampus.

"Gila luar biasa. Gue gak nyangka." Sahut yang lain.

"Woi! Woi! Liat nih beruang tuh cewek. Anjir!" Cibir yang lain sambil menghampiri mereka yang sedang berkumpul.

"Eh loh udah tau belom." Tanya yang lain.

"Iya iya liat ini."

Seperti itulah gumam para mahasiswa mahasiswi di dalam kampus, dalam beberapa menit sudah menjadi topik pembicaraan.

"Sttt ada orangnya." Gumam orang itu sambil memandang wanita itu yang berjalan di area kampus.

Semua orang berbisik-bisik sambil memandang wanita itu. Ia pun mulai merasa risih dan bingung. "Apa yang salah dari aku?" Batinnya.

Ting ! Notif handphonennya berbunyi.

Ia membuka ponselnya yang berada di dalam genggaman tangannya. Ia menghentikan langkahnya dan terdiam melihat suatu di ponselnya.

InfoSMS

Kasian orang tuanya ngeluarin uang buat Oplas!
Ternyata cantik itu mahal ya
-B

Yuki langsung menatap sekitar dengan rasa kurang percaya diri, semua orang memandang Yuki tajam dan berbisik mengupat kepadanya.

"Dasar buruk rupa."

"Bom bastis."

"Gak nerima keadaan!"

Perkataan itu terus berulang-ulang terngiang-ngiang di telinganya. Tangannya mulai termor, keringatnya mulai membasahi keningnya. Penglihatannya mulai samar.

"Ki. Kamu gak papa?" Tanya Al yang tiba menghampirinya sambil memegang kedua bahu Yuki.

Yuki menoleh dengan pelan. "Al." Panggilnya pelan terlihat di wajahnya gelisah. 

"Kamu okay?" Tanya Al sambil menatap kedua mata Yuki.

"No."

"Yuki. Look at me." Ucap Al diikuti Yuki menatap kedua mata Al.

"Aku percaya sama kamu. Jadi jangan hiraukan apa kata orang. Yang penting aku percaya kamu." Ucap Al kepada Yuki sambil menatap kedua matanya dengan memegang kedua bahu Yuki membuat kedua mata Yuki mulai berkaca.

Yuki mengangguk dengan percaya diri. Al mulai pelan menggapai tangan Yuki dan mengenggam tangannya dan berjalan bersama memasuki kampus.

***

"Gue gak bisa berantem sama cewek." Ucap Nathan.

"Terus?" Sahut Bunga sinis.

"Tapi gue bisa nonjok loh." Sahut Mella bersama Enzy yang baru saja tiba.

Nathan menoleh ke sumber suara. "Kalian."

"Udah tan. Loh pergi aja. Biar kita yang urus nih betina." Sahut Mella sambil tersenyum miring.

"Okay. Thanks." Sahut Nathan meninggalkan mereka yang tengah berada di belakang gedung. Area Danau.

"Loh gak berubah-berubah ya kak." Ucap Mella.

"Udah gak usah sok jago." Sahut Cindy.

"Loh mau kehilangan temen loh lagi? Cindy!" Ancam Mella.

"Maksud loh apaan?" Sahut Cindy.

"Udah gak usah dengerin nih belalang." Ujar Bunga.

"Yak! Kalian mau kemana?" Ucap Mella.

"Bukan urusan loh!" Bentak Bunga.

"Loh kan yang share tuh foto!" Sahut Enzy.

"Emang loh ada bukti?" Sahut Cindy.

"Waw. Liat aja semua akan berbalik, seperti dua tahun lalu." Ancam Mella dingin sambil menatap Bunga tajam.

***

"Yuki." Panggil Nathan bernada dari depan pintu.

"Masuk nak." Sahut Nadia membuka pintu.

"Yukinya ada te?"

"Yuki di atas."

"Nathan boleh masuk gak te?"

"Dasar. Biasanya juga langsung masuk."

"Ah tante suka bener. Nathan ke atas dulu ya te."

"Oh ya Nathan."

"Iya te?" Nathan berbalik menoleh ke Nadia.

"Makasih ya. Karna kamu Yuki udah ingat semuanya." Ucap Nadia sambil tersenyum bahagia.

"Maksud tante? Yuk ki. Oh ya tante sama-sama. Nathan ke atas dulu." Ucapnya ragu sambil berlari melangkah anak tangga dengan cepat.

Cekrek !!!

"Woi kaget gua." Cibir Yuki sembari melempar bantal ke Nathan.

Nathan mendekati Yuki dan duduk di atas kasur. Ia menatapi Yuki tajam.

"Kenapa?" Tanya Yuki bingung.

"Ada yang kamu sembunyiin dari aku kan? Ngaku." Tanya Nathan balik, masih dengan posisi menatap Yuki tajam.

"Apaan sih loh. Biasa aja." Sahut Yuki sambil tersenyum dan mengusap wajah Nathan.

"Kamu udah inget?"

"Kok kamu?"

"Al tahu?"

"Belum."

"Kenapa belum?"

"Gue gak tahu mau mulai dari mana. Dan ini sangat membingungkan buat dia. Pasti." Lirihnya terlihat bingung di wajahnya.

"Al lagi tunggu kamu." Ucap Nathan serius sambil menatap Yuki.

Plis tinggalkan jejak kalian
Vote dan comment

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top