Aku bahagia, karna kau di sisiku

Happy reading
Play on music
Sebelum baca
biar ada gregetnya

"Tangan mu." Pinta seorang pria itu sambil mengulurkan tangannya.

"Maaf, membuatmu menunggu." Balas wanita itu sambil menggapai jemari tangan pria itu.

"Ini hukuman untukku." Sahut pria itu sambil mengenggam erat tangan seseorang wanita itu.

Wanita itu tersenyum manis di wajah cantiknya sambil menatap kedua mata pria itu. Mereka pun mulai berjalan bersama menunjukkan kepada semua orang.

Flashback on

Ia berlari terus berlari,
Dan ia menghentikan langkahnya sejenak,
Rintik-rintik hujan mulai membahasi tubuhnya,
Ia menadahkan air hujan dengan tangan, membiarkan jari-jarinya basah,
Ia lanjut berjalan di atas trotoar sambil menghirup udara malam yang segar.

Tok tok tok !!!

Suara ketukkan pintu yang begitu kencang dan tak beraturan.

Ceklek ...

"Yuki." Panggil seorang pria itu sambil melihat Yuki yang berdiri tegap dengan keadaan basah kuyup.

Ia langsung melangkah menerobos hujan yang kini masih berlangsung, ia mendekati Yuki tanpa berpikir panjang.

"Kamu kenapa?" Lirihnya sambil menatap kedua mata Yuki yang berlinang.

"Aku gak tahu apa yang terjadi, tapi tenang ada aku disini." Sambung pria itu sambil mendekati dan memeluknya dengan erat. Terdengar isak tangisan. "Udah tenang." Yuki malah mengencangkan volume tangisannya. Ia membalas memeluk erat pria itu.

"Maaf." Ujar Yuki sambil memejamkan matanya dan mengalirkan cairan bening dari matanya dalam pelukkan seorang itu.

Pria itu menguraikan pelukkan Yuki. "Apa maksud dari maaf kamu?" Tanyanya sambil menatap kedua mata Yuki yang berlinang.

"Al Ghazali, lelaki bodoh nomor satu di sekolah. Lelaki yang manfaatin aku dan teman-temannya. Lelaki pemalas yang aku kenal. Lelaki bodoh bodoh—" Al langsung serentak memeluk erat Yuki. Yuki memukul dada Al dengan satu tangannya dan melanjutkan cibirannya. "bodoh yang menunggu wanita gendut! dan kau orang yang buat aku bertahan sampai sekarang." Cibir Yuki gemetar menggigil kedinginan sambil berlinang di dalam pelukkan Al.

"Thanks. Kamu udah kembali seperti Yuki yang ku kenal." Ucapnya sambil mencium pucuk kening Yuki.

Yuki tersenyum sambil memejamkan matanya dan merasakan kehangatan di malam ini walau badai menghampirinya.

Flashback off

"Dirimu memang punyaku." Batin Al sambil memandang Yuki dengan senyum bahagia di raut wajahnya.

"Diriku memang punyamu." Batin Yuki sambil menatap kedua mata Al dan membalas senyum yang lama terpendam.

"Wow! Kalian ingin mengumumkan hubungan kalian kepada semua orang?" Cibir Marcell di hadapan mereka yang saling bergandeng tangan.

"Seperti yang loh liat." Cetus Al tersenyum miring.

"Udah. Ayo." Pinta Yuki pelan sambil menatap Al.

"Ayo." Sahut Al sambil menatap Marcell dan semakin mengenggam erat tangan Yuki berjalan melewati Marcell.

***

"Enzy!" Seru Yuki dari taman kampus sambil melambaikan tangannya dan berjalan menghampiri Enzy yang tengah duduk di taman.

Bugh !!!

"Achh." Rintihnya sambil melihat Bunga di hadapannya.

"Kalau jalan liat-liat." Ucap Bunga sembari memandang Yuki yang terjatuh di hadapannya.

"Yuki." Gumam Enzy sambil melihat Yuki yang tersandung oleh kaki Bunga.

Yuki memandang Bunga takut. "Gak. Jangan takut. Aku bukan Yuki yang selalu di bodohi. Aku bukan Yuki yang dulu. Tegakkan kepalamu Yuki hadapi dia." Batin Yuki terisak.

Yuki berdiri tegak menghadapi Bunga yang merudungnya. "Gue bukan Yuki yang dulu." Ucap Yuki sambil menatap Bunga tajam. "Jangan macem-macem kalau kakak ingin di hargai." Bisik Yuki di telinga Bunga sembari menatapnya dengan senyum miring dan pergi meninggalkannya.

Bunga menggeram sambil mengepalkan tangannya dan menggigit bibir bawahnya. "Awas loh jalang!" Batinnya sambil memandang Yuki yang berjalan membelakanginya.

"Yuki loh gak papa?" Tanya Enzy sambil melihat Bunga yang berbalik membelakangi mereka.

"Gak gue gak papa." Sahut Yuki sembari duduk di samping Enzy. "Tuh orang gak ada abis-abisnya." Cibirnya sambil melihat Bunga yang tengah berjalan melenggang membelakangi mereka.

"Udah gak usah di ladenin. Gak abis-abis kalau di ladenin makhluk kek dia." Sahut Enzy.

"Iya en. Gue kangen loh." Ucap Yuki sambil memeluknya dengan lengan yang melingkari leher.

"Aw. Aw." Sahut Enzy sambil menepuk bahu Yuki.

"Sorry." Ucao Yuki sambil menguraikan pelukkannya.

"Yuki loh aneh." Lirihnya terlihat bingung sambil menatap Yuki yang tersenyum sedari tadi.

Tring !!!

Yuki mengambil ponselnya di dalam tasnya. "Iya. Hello?"

"Lenjeh banget wak. Loh dimana ndut."

"Plis gue gak gendut lagi gila."

"Haha iya Yuki. Loh dimana seksi." Canda Nathan dalam telpon.

"Gue lagi di taman sama Enzy. Loh dimana tan?" Tanya Yuki membuat Enzy meliriknya.

"Okay. Gue kesana."

Tut ...

"Nathan?" Tanya Enzy sambil menatap Yuki.

"Iya Nathan."

"Kenapa dia?"

"Gak. Dia mau kesini sama yang lain. Tuh orangnya." Jawab Yuki sambil menunjuk Nathan yang berjalan menghampiri mereka di iringi oleh Al, Reno dan Mella.

Enzy langsung menoleh dan merapikan rambutnya.

"Hei." Sapa Nathan kepada Enzy. "Ndut laper makan yo." Ajak Nathan.

"Stop panggil gue—" pinta Yuki sembari berdiri.

"Iya Yuki. Ayo." Sahut Nathan sambil merangkulnya dan Yuki langsung melepaskan rangkulan Nathan.

"Udah tan sama gue aja." Sahut Reno sambil merangkul Nathan.

"Oke bro."

Al berjalan bersama dengan Yuki sembari menyentuh jari Yuki dengan jarinya sambil mengawasi gerak-gerik temannya yang berada di depan mereka. Alki yang kini saling memandang satu sama lain dan saling melemparkan senyum di raut wajah mereka.

"Yuki?" Seru Mella dari depan membuat Alki tersadar, Al langsung mengalihkan pandangannya kearah lain. Yuki langsung memandang Mella panik.

"Ah iya?" Sahut Yuki kelabakan.

"Sini." Ajak Mella menatap Yuki curiga.

"Oh iya." Sahut Yuki sembari berjalan mendekati mereka.

Al membuang wajahnya sambil tersenyum.

Hai semuanya para readers
Jangan lupa Vote dan Comment ya
Gimana part kali ini?

Vote
👇🏻

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top