Aku akan melindungimu
Happy reading
Jangan lupa tinggalkan vote dan comment ya
Sebelum di baca
Play on music
"Ngapain sih gendut disana?" Gumam Nathan saat melihat Yuki yang tengah berada di lapangan bola.
"Ndut!" Teriak Nathan kencang sambil melambaikan tangannya.
"Apa?" Balas Yuki kencang sambil berlari menghampiri Nathan.
"Loh ngapain disini?"
"Gu gue lari, aduhh capek banget gue sumpah." Jawab Yuki dengan nafas tak beraturan.
"Ngapain lari? Hari ini gak ada kelas olahraga."
"Gue mau kurus." Jawab Yuki dengan terengah-engah.
"Haha loh yakin ndut?" Sahut Nathan sambil tertawa tidak percaya.
"Serius Jefri Nichol."
"Wes jangan sebut nama asli gue P'A."
"Mangkanya stop panggil gue gendut."
"Iya iya. Gendut." Jawab Nathan sambil menyulurkan lidahnya dan berjalan mundur kebelakang dengan meninggalkan Yuki.
"Dasar." Gumam Yuki sambil melihat Nathan yang mengejeknya.
"Yuki?" Panggil pak Jhon.
"Iya pak?"
"Bapak gak enak sama kamu nak." Ucap pak Jhon sambil memberikan air minum.
"Gak pak Yuki lakuin ini untuk temen-temen Yuki." Jawab Yuki sambil tersenyum dan mengambil air yang di beri pak Jhon.
Bel berbunyi...
"Oh bel berbunyi pak, silahkan bapak melanjutkan mengajar bapak." Ucap Yuki.
"Baiklah, kamu kalau capek istirahat ya."
"Siap pak."
Yuki pun melanjutkan kembali larinya. Hangatnya menusuk sampai ke dalam kulit,
Keringatku sampai membasahi anggota tubuhku, Aroma tubuhku berganti menjadi aroma hari.
"Hei coba kalian liat itu Yuki kan?" Ucap salah satu teman sekelasnya.
"Oh ya itu sih gendut ngapain dia disana?" Ucap siswa lainnya.
Al yang berada duduk di pojok sontak menoleh kearah luar jendela yang melihat Yuki sedang berlari.
"Loh tau gak? Ternyata emang Yuki yang ngelapor ke pak Jhon." Upat salah satu teman kelasnya sambil melihat Yuki yang sedang berlari mengelilingi lapangan bola.
"Ha? Serius?"
"Kalau Yuki emang yang ngelaporin kenapa Yuki di hukum? Yuki kan bener." Celetuk teman sebangku Yuki.
Siswa siswi terdiam ketika Enzy berbicara seperti itu Al yang mendengarnya beranjak dari bangkunya dan pergi meninggalkan kelas.
Pak Jhon yang sedang berada di ruangnya kini melihat Al yang berjalan melewati ruangan Guru menuju ruang Kepsek.
Cekrek !!!
"Siang Bu." Sapa Al kepada Bu Kepsek.
"Oh Nak Al? Ada keperluan apa?"
"Saya ingin bertanya."
Tok tok tok !!!
Ceklek ...
Al menoleh ke sumber suara dan melirik seorang yang sedang berada di depan pintu.
"Bu Al permisi." Pamit Al sambil meninggalkan ruangan Kepsek dan berbalik berjalan sambil menatap sekilas lalu membuang tatapannya kepada seorang yang berada di depan pintu.
"Bu? Apa yang sedang dia lakukan disini?" Tanya seorang itu sambil menutup pintu dan menghampiri Bu Kepsek.
***
Al berlari terus berlari melewati ruang guru, dan melewati kelas-kelas, dan ia terus berlari kearah tujuan, sambil mengingat pembicaraannya dengan Bu Kepsek.
"Saya ingin bertanya. Apa ibu menghukum Yuki? Sebagai ganti kita?"
"Tidak. Justru Yuki datang membuat pengakuan bahwa dialah yang membuat pesta di rooftop dan dia berlutut dan tidak akan mengulangi kejadian pada waktu itu."
Al kini tiba di area lapangan bola dengan tangan keduanya di atas lutut membungkuk dengan nafas terengah-engah dan kembali mendekati Yuki yang tengah berlari.
"Yuki." Panggil Al.
"Al?" Jawab Yuki kaget dan menghampiri Al yang terlihat lelah sepertinya.
"Kenapa?" Tanya Yuki.
"Loh apaan sih? Bilang ke Kepsek kalau loh yang buat tu acara?" Tanya Al ganas.
"Eng gak gitu Al maksudnya." Jawab Yuki takut.
"Udah lah ki. Cukup mau sampe kapan loh baik terus? Gue tambah gak enak. Sekarang loh berhenti dan kembali ke kelas dan kita bakal lanjut dengan sesuai hukuman kita."
"Jangan!" Bentak Yuki spontan.
"Apa?"
"Gak jangan."
"Ki gue tau bukan loh yang ngaduhin ke pak Jhon dan ini bukan salah loh. Ngapain loh mau tanggung hukuman kita? Loh bukan pahlawan tapi loh wanita."
"Wanita?" Gumam Yuki di dalam hati sambil menatap kedua mata Al.
"Sekarang loh berhenti dan ikut gua ke kelas." Sambung Al sambil memegang tangan Yuki membuat lamunan Yuki sadar.
"Gak! Gue gak bisa." Jawab Yuki sambil menepis tangan Al.
"Yuki?"
"Pergi! cukup jangan hiraukan apa yang sekarang gue lakuin."
"Gue benci disaat loh berkorban demi kita."
"Gak. Bukan cuma kalian tapi pak Jhon juga termasuk."
"Pak Jhon?" Sahut Al bingung.
"Sebenarnya kak—" ucapan Yuki terhenti.
Ting ting ting ....
"Halo?"
"Loh kenapa?"
"Gue kesana sekarang."
"Ki loh berhenti sekarang." Pinta Al sambil berlari meninggalkan Yuki.
"Selalu saja seperti ini." Gumamnya sambil memandang Al yang bergegas meninggalkannya.
***
"Mella?" Panggil Al yang bergegas membuka pintu toilet wanita.
"Al?" Jawab Mella langsung memeluk Al dengan rambut di penuhi tepung dan seragam yang basah.
"Siapa yang ngelakuin ini?" Tanya Al khawatir.
"Yuki." Sahut Mella sambil menangis di dalam pelukkan Al.
"Yuki?" Tanya Al sambil melepaskan pelukkannya dan menatap Mella dengan memegang kedua pundak Mella. "Loh yakin?"
Mella mengangguk dan memberikan handphonenya kepada Al.
Yuki gendut
Mel bantuin gue
Gue di toilet sekarang.
"Pas gue kesini Yuki gak ada jadi gue pipis terus langsung gini." Cerita Mella sambil menunduk.
"Yaudah sekarang cuci muka loh gue tunggu di luar." Sahut Al sambil memberikan jaketnya.
***
"Adik seksi ku semangat." Teriak Bunga dengan pasukan daunnya.
"Kakak?" Ucap Yuki mendekati Bunga.
"Hmm aroma apaan ini?" Gumam salah satu teman Bunga sambil menutup hidungnya.
"Maaf kak."
"Gak perlu minta maaf dik. Udah istirahat entar kamu jadi kurus kakak jadi kalah saingan dong." Canda Bunga.
"Iya kak Yuki udah selesai kok."
"Serius udah? Kok cepet banget?" Spontan Bunga.
"Yaudah kakak duluan ya, ayo genk." Ucap Bunga sambil tersenyum manis.
"Kak Bunga baik ternyata." Gumam Yuki sambil mengambil tasnya.
Yuki berjalan menuju kelasnya dan tak lama itu ia berpapasan dengan Mella dan Al yang sama tujuannya.
"Dasar loh sok baik!" Ketus Mella sambil mendorong tubuh Yuki yang berada di depannya sampai terjatuh.
"Mella!" Teriak Al.
"Awww." Yuki merintih kesakitan sambil memandang Mella dan Al yang berada di depannya.
"Gue benci loh Yuki!" Ucap Mella sambil berjalan menarik tangan Al dan meninggalkan Yuki yang terduduk di lantai.
Yuki memandangi Al begitu juga dengan Al melihat Yuki yang kini sedang terjatuh. Apa salah gue?" Gumam Yuki sambil menundukkan kepalanya.
"Yuki?" Seru suara dari depannya.
"Loh gak papa?" Tanyanya sambil membantu Yuki untuk berdiri.
"Gak gue gak papa." Jawab Yuki pelan dengan senyum tipis.
"Ayo masuk kelas."
"Ayo."
"Hei Yuki?" Panggilnya.
"Iya?" Yuki menoleh.
"Kenapa kesana kelas kita disini." Sahut pria itu sambil menunjukkan arah.
"Gue gak mau masuk kelas." Jawab Yuki.
"Kenapa?"
"Dhio jangan tanya alasannya." Jawab Yuki tersenyum. y
"Okay." Jawab Dhio tersenyum.
Tinggalkan jejak kalian ya
👇🏻
Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top