Ada yang bahagia, ada yang menahan luka

"Kita tidak bisa membaca masa depan dan
Kita tidak tahu apa yang terjadi di hari esok."
#diaryYuki

Malam yang di tunggu kini telah tiba, berkumpul melingkar bersama anak-anak satu jurusan. Rasa dingin dan lelah pun menghilang saat bersama api unggun yang remang.

"Ki. Liat pacar loh dari tadi liatin loh terus." Ucap Mella yang melihat Al sedari tadi memandang Yuki kekasihnya.

"Diemin aja, entar juga bosen sendiri." Jawab Yuki tanpa menghiraukan Al yang sedang memandangnya di sebrang sana.

"Lagi berantem nih ceritanya?" Ledek Enzy.

"Gak kok." Protes Yuki sambil menatap Enzy melotot.

"Hei. Gue kesana bentar ya." Pamit Mella.

"Kemana?" Tanya Enzy penasaran.

"Cari angin." Sahut Mella yang pergi begitu saja.

"Hati-hati." Seru Enzy yang melihat Nathan juga bangkit dari duduknya yang melihat Mella pergi.

"Zy?" Bisik Al membuat Enzy tersadar dari lamunannya.

"Oh Al. Kenapa?"

"Geser. Gue mau duduk di samping cewek gue." Pinta Al.

"Ais. Kalian." Cibir Enzy dan memberi celah untuk Al.

"Gak dingin?" Tanya Al.

"Gak." Jawab Yuki yang memandangi seseorang yang sedang memetik senar gitar yang mengeluarkan irama yang indah.

"Aku juga bisa loh main gitar. Lebih hebat dari tuh orang." Sombong Al.

"Serius?" Ucapan Al membuat Yuki teralihkan.

"Serius cintaku pada mau." Gombal Al tersenyum.

"Ais." Cibir Yuki tajam.

Al pun bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati temannya yang sedang bermain gitar. Al pun mengambil alih dan duduk bersama temannya dengan memegang gitar.

Al pun langsung mengeluarkan suara emasnya sambil di iringi suara petik kan  gitar di tangannya.

"Jangan kau tolak dan buat ku hancur,
Ku tak akan mengulang tuk meminta,
Satu keyakinan hatiku ini,
Akulah yang terbaik untukmu."

Al yang bernyanyi dengan senyumnya yang bias, dengan memandang Yuki yang tak jauh darinya membuat Yuki melempar kan senyumnya dengan penuh rasa percaya.

"Aaa so sweet." Cibir Enzy sambil merangkul Yuki. Yuki yang melirik pun tersipu malu.

***

"Mell." Panggil Nathan ragu yang berdiri di belakangnya, membuat Mella menghentikan langkahnya.

"Iya tan?" Jawab Mella berbalik menoleh.

"Gue. Emm."

"Iya apa?"

"Gue mau ngomong sama loh. Serius." Ucap Nathan gugup.

Mella menatap Nathan takut sambil menghela nafas pelan. "Jangan bilang plis." Batin Mella.

"Gue suk—"

"Nathan." Sahut Mella membuat ucapan Nathan terhenti.

"Aggh?" Jawab Nathan terpelongok.

"Enzy." Ucapnya lantang.

"Enzy? Kenapa dengan Enzy?"

"En. Enzy telpon gue. Kita di cari." Elaknya sambil menghindari kontak mata Nathan. "Gue duluan ya." Sambungnya menghindar dan berjalan melewati Nathan. "Maafin gue tan." Batinnya miris sambil mengingat pengakuan Enzy.

Flashback on

"Gue suka sama Nathan." Ucap Enzy secara tiba-tiba di saat mereka bertiga sedang berada di dalam air.

Yuki dan Mella terkejut mendengar pengakuan dari Enzy membuat mata Yuki menatapnya tak percaya. Sedangkan Mella merasa canggung yang tak terlihat.

"Loh serius?" Tanya Yuki.

"Iya. Gue suka Nathan." Cibirnya sambil memandang Nathan yang sedang tertawa dengan yang lainnya di bawah air terjun.

"Jangan suka sama Nathan deh." Saran Yuki.

"Kenapa?" Sahut Enzy Mella bersamaan, lalu mereka berdua saling menatap dan kemudian mengalihkan kembali pandangannya ke Yuki.

"Dia gay." Cibir Yuki serius sambil memandang Nathan dengan menaikki satu alisnya.

"Ach Yuki. Apaan sih." Bentak Enzy sambil memukul tengah belakang Yuki membuatnya tertawa terpingkal-pingkal.

"Haha. Okay semangat ya. Jangan lengah. Hati-hati dia gay." Ledek Yuki kembali sambil tertawa.

"Yuki apaan sih. Kek orang gila." Sahut Enzy kesal.

"Gue setuju." Sambung Mella menatap Yuki tajam.

"Becanda beib." Ucap Yuki sambil merangkul keduanya.

Flashback off

"Mell." Kejut Enzy membuat Mella tersadar dari lamunannya.

"Eh Enzy. Ngapain loh disini."

"Nah loh ngapain bengong disini?"

"Disini?" Sahutnya sambil melihat sekitar dan berbalik di lihatnya masih ada Nathan yang berdiri di sana. Ia pun langsung kembali berbalik menghadap Enzy.

"Nathan tuh temenin. Gue ke tenda ya." Ucapnya sambil tersenyum menatap Enzy dan pergi berjalan.

"Ok. Loh hati-hati ya. Jangan ngelamun." Seru Enzy di balas Mella dengan lambaian tangan tanpa menghadap kearahnya.

"Ngapain loh sendiri disini?" Tanya Enzy sembari mendekati Nathan.

"Gue suka sama loh." Ucap Nathan lantang.

"Aggh?" Sahut Enzy terkejut.

"Aiss." Gumamnya kesal sambil mengacak-acak rambutnya prustasi.

"Loh kenapa?" Tanya Enzy pelan.

"Zy. Loh bisa bantu gua gak?" Tanya Nathan sambil menatap Enzy.

"Apa?" Enzy mulai tidak tenang.

"Gue suka Mella, tapi gue gak bisa jujur sama dia."

Enzy menghela nafas pelan. "Loh seharusnya bilang ke dia kalau sayang." Ucap Enzy menahan hati yang kini sudah tercabik-cabik.

"Seharusnya gue bilang tadi. Ais." Sahut Nathan menyesal.

"Tan. Gue ke tenda dulu ya. Loh semangat ya." Ucap Enzy tersenyum dan berbalik berjalan pergi membelakangi Nathan.

"Aduh sakit banget sumpah. Kenapa gue kasih semangat sama dia? Justru gue yang butuh semangat sekarang." Batin Enzy sambil menghela nafas kasar menahan air matanya.

***

"Mell. Loh udah tidur?" Panggil Yuki sambil menyenggol punggung Mella yang sedang berbaring.

"Yuki." Panggil Al pelan di depan tenda yang terbuka.

"Mell. Gue keluar bentar ya." Pamit Yuki yang tidak ada respon dari Mella dan pergi bersama Al.

Mella membuka matanya. "Apa yang harus gue lakuin?" Gumamnya sambil menatap bayangan dari luar tenda yang ingin membuka tendanya. Ia pun langsung menutup matanya kembali.

"Dingin." Gumam Enzy sambil masuk ke dalam tenda dan menutupnya kembali.

"Sih Yuki ke mana tuh anak. Eh mell. Kamu udah tidur?" Panggil Enzy dan melihatnya. "Gnight." Ucap Enzy sembari berbaring membelakangi Mella yang sedang tidur di sampingnya.

"Gue sedih. Pengen nangis." Gumam Enzy sambil menutup matanya berlahan dan mengeluarkan cairan bening dari sudut matanya. Enzy menangis dalam diam.

"Maafin gue zy." Batin Mella sambil membuka matanya.

***

"Kita mau kemana yng?" Tanya Yuki yang berjalan dituntun oleh Al dengan mata yang tertutup.

"Udah diem aja, bentar lagi sampe." Sahut Al.

"Okay. Okay." Serunya senang dan tersenyum.

"Kamu tunggu disini." Pinta Al sambil melepaskan pegangannya.

"Kamu mau kemana?" Seru Yuki.

"Buka mata kamu." Pinta Al.

Yuki membuka penutup matanya dengan cepat. "Wahh sayang." Rengek Yuki terpesona melihatnya. Ia pun dengan cepat mendekati Al dan memeluknya dengan hangat. "Makasih sayang." Al membalas memeluknya tersenyum dan mengelus rambut halusnya.

***

"Lihat bintang itu beib." Pinta Al sembari duduk bersama. Yuki yang bersandar di bahunya memandang ke langit malam.

"Gak ada bintang." Sahutnya bingung.

"Kamu gak liat?" Tanya Al membuat Yuki mengangkat kepalanya dari sandarannya.

"Gak." Jawab Yuki bingung sambil membulatkan matanya menatap Al.

"Jadi sinar terang di hadapanku saat ini apa?kalau bukan bintang?" Gombal Al tersenyum.

"Aaa kamu." Sahu Yuki tersipu malu.

"Oh sayang." Ucap Al sambil memeluk Yuki.

"I love you." Bisik Yuki dan kembali bersandar di bahu Al.

"You are my world and everything to me." Balas Al sambil merangkulnya dan memegang tangan Yuki.

"Muach." Serangan dadakan dari Yuki tiba-tiba mencium pipi Al lalu kembali bersandar di bahunya.

Al pun tersenyum dan menggapai pucuk kening Yuki dan menciumnya.

***

"Yuki pulang." Seru Yuki terdengar bahagia sambil membuka pintunya.

Yuki terdiam ketika membuka pintunya ia membeku melihat seseorang di hadapannya. "Eh anak mama udah pulang, sini sayang sapa tante, om dan—" Pinta Nadia yang terdengar hanya suaranya saja.

"Ma. Kok ada mereka disini?" Tanya Yuki terkejut dan bingung.

Vote dan comment ya

Vote
👇🏻

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top