01/02/22: Day 1

Tema: Buat cerita berawalan 'Hari ini ketika aku terbangun, aku melihat...'

~~~~~~~~~~~~~

Hari ini ketika aku terbangun, aku melihat mulut gayung yang menghadap langsung ke muka ku. Dan... Muka ku terasa basah.

Duk!

Seketika gayung itu terjatuh dan tepat mengenai batang hidung, tepat saat aku menjerit kesakitan suara derap kaki terdengar. Pelakunya pasti sedang melarikan diri!

Dengan kesal, aku bangun dari tempat tidur, lari secepat mungkin ke lantai bawah demi menangkap pelaku- bajingan tengil yang menghancurkan mimpi indahku.

"Siapa yang-"

Aku terdiam begitu sampai di lantai bawah. Tidak mempercayai apa yang kulihat.

Wah, mereka ini benar-benar gila. Baru beberapa detik yang lalu loh, bocah tengil yang menyiramku kabur!? Tapi sekarang semuanya beraktifitas seperti biasa, tanpa ada satupun yang terlihat mencurigakan atau lelah berlari atau bahkan menahan tawa! Bagaimana bisa dia membaur secepat itu!?

"Kalian..."

"Kalian pasti bersengkokol!" Aku menunjuk ketiga saudara, ralat, ketiga rubah tengil itu bergantian.

"Apa sih Surya? Pagi-pagi bikin ribut?" Ah, mulai deh. si Cerewet menyebalkan ini, pasti setelahnya mengomel.

"Sidih bingin siing, biit hibih ligi!" (translate: Sudah bangun siang, buat heboh lagi!) Aku sengaja meniru omelan khasnya sebelum si Cerewet itu, Luna, lebih dulu mengatakannya.

Begitu melihat muka Luna yang memerah dan dahinya yang mengkerut. Aku tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, karena itu sebelum aku kehilangan nyawaku, lebih baik aku lari!

"HIII" Aku berteriak tertahan begitu tangannya yang nyaris sekuat baja itu mengenai kepalaku. Untunglah aku berhasil menghindar.

"Gitu ya!? Cara bicara ke yang lebih tua!?" Luna berteriak marah, oh tentu saja aku tidak berhenti berlari karena itu.

"Oke! Lari terus sana!" Aku tertawa puas begitu menyadari Luna berteriak marah, benar-benar merasa menang.

Tapi...

"Jangan heh!" Panik sudah begitu aku melihat Luna berlari keatas. Sekali lihat saja aku tahu apa yang mau dia lakukan!

"Dibilang jang-"

"Ngedeket, hancur!" Sial! Luna lebih dulu memposisikan palu-yang entah darimana didapatnya- diatas PS4ku!

Aku menatapnya kesal, terpaksa berdiam di ambang pintu, menuruti kemauannya. Kalau sudah begini sih bakal sulit!

"Luna, kamu tau kan itu berharga buatku? Dan kamu nggak akan bisa gantiin kalau rusak." Aku menatapnya tajam, benar-benar menekankan padanya bahwa barang itu sangat berharga.

"Gitu cara bicara ke Kakakmu? Oh dan, aku tidak harus mengganti PS4mu yang rusak tuh? Itu urusanmu, bukan begitu?" Luna menyengir-dengan cara yang paling menyebalkan, membuatnya jadi lebih jelek dibanding badut yang berada di film horor itu.

Aku berdecih kesal, mana sudi aku bersikap manis di depannya? Lagipun, hanya minta maaf tidak cukup, yang namanya Luna pasti meminta bayaran!

Ah, iya. Aku tinggal ambil barang di kamar dia kan?

"Oh begitu caramu?" Aku balik tersenyum penuh kemenangan, kali ini skak mat untuk Luna! Haha!

Aku berlari lebih dulu ke kamarmya sebelum di dahuluinya, dengan begini situasi pasti berbalik!

"Eh?"

Aku mencoba memutar lagi gagang pintunya, tapi tidak terbuka. Jadi...

"Dikunci?"

"Sial!" Aku menendang kecil pintu kamar Luna, dan kembali ke tempat Luna berada.

Menyebalkannya lagi, Luna sudah tersenyum penuh kemenangan di kamarku.

Aku menghela napas panjang, menatapnya kesal. "Mau apa?"

"Mudah saja, aku enggak mengharapkan permintaan maafmu kok. Tapi sebagai gantinya, kerjakan tugas rumah bagianku hari ini, oke?" Senyum itu lagi, senyun nenek lampir.

Lihat? Dia memang nenek lampir! Bisa-bisanya melemperkan tugas-tugas rumahnya begitu saja.

"Baik, Kakak Luna tersayang." Tapi yah, tidak ada yang bisa kulakukan selain tersenyum manis padanya. Walau yang kulakukan ini sangat menjijikan.

"Gak usah pake sayang-sayangan. Jijik."

Ya memangnya aku tidak jijik!?

"Ya baiklah." Aku memutar bola mata kesal.

"Nah kalau begitu, silahkan ke bawah dan kerjakan. Aku disini, mengawasi PS4 kesayanganmu." Dengan tidak tahu dirinya, nenek lampir itu duduk di kursi, seakan dia sudah memegang kendali.

"Baik." Aku memutar badan kesal. Tidak ada pilihan lain selain menurut.

Sungguh, awal yang buruk untuk memulai hari.

.

.

01/02/2020
Author's Note

Ahhhh, chapter ini random bangett. Yah aku gak bisa jamin chapter selanjutnya normal. :")

Aku gak tau lagi apa ini bisa bikin kalian ketawa atau geram...
Semoga aja gak sampe bikin kalian yang baca nggak ngerasain apapun T-T

Aku memang perlu berlatih untuk nulis drama, komedi dan romance sih...

Gak banget kalau aku yang nulisss.

Cuma yahh, mungkin ini permulaan aku atau latihan aku untuk nulis di genre-genre tersebut.

Semoga chapter ini gak buruk-buruk amat dehh :"

Yaakk, kalau gitu sampai ketemu besokk dengan tema yang baruu <3

Babayyy.

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top