33



SHE WAS WRONG



CHAPTER








33







ΠΠΠΠΠΠΠΠ

















Ellen  membisu sambil anak matanya dibuang ke arah jendela . Hatinya sudah lama mati , bersulamkan benang-benang kesedihan . Hampa juga kecewa .





Tiub IV yang melekat dibelakang tapak tangannya disentuh , cuba memanipulasi belahan jiwa serta fikiran daripada situasi ini .



" seperti yang dimahukan oleh anak guam saya —— " fail diselak dihadapannya , sekali lagi ...


Buat kedua kalinya , peguam dipertemukan dengannya ...
Kali kedua lebih menyakitkan ,






Anak mata Ellen jatuh pada isi dokumen itu , bergetaran bibirnya menahan sebak .
Dibawa pandangan ke arah lelaki itu , kekasih yang pernah bertahta di jiwa hatinya .



Lufasz hanya membisu , polos riak wajah itu . Seakan tidak punya ... hati . Membuatkan Ellen menahan esakan kecilnya , dikemam kuat bibir dalam pada tangan dikepal erat .



" sama ada cik Ellen mahu memberikan hak penjagaan bakal anak kepada anak guam saya secara baik atau —— melalui keputusan mahkamah "



Tanpa sedar , perutnya diusap halus . Mengenangkan bagaimana rasanya nanti saat terpaksa berpisah dengan anak mereka . Anak yang bersungguh-sungguh dia jaga , selama berbulan-bulan . Segala perih , sakit mahupun loya ... ditanggung sendiri namun ... hakikat bahawa dia bakal kehilangan anak itu sejurus dilahirkan mengundang kecewa dan hiba di hati sang ibu .






" cik Ellen ? Cik ? "


Meski digasak oleh peguam itu , Ellen masih utuh berdiam diri . Masih dalam dilemanya sendiri sehingga memaksa Lufasz untuk berkeputusan . Diminta peguamnya meninggalkan mereka buat seketika . Akur , peguam itu segera meninggalkan pasangan bagi kesnya .






" Its okay kalau you tak nak sign , you boleh failkan kes ni di court . But , you need to know ... your condition . " ujar Lufasz menatap dalam ke wajah wanita itu sebelum menambah lagi bait -bait racun ,



" in your situation ... your medical report . There is no luck for you to win this case . "





Hela berat ,
Ellen mendongak dilirik lelaki itu , jiwanya sudah lama mengalah , tubuhnya sudah rebah ... namun , dia harus terima hakikat bahawa lelaki dihadapannya sudah bukan miliknya . Bukan untuknya walau sekuat mana dia cuba ...



Melihatkan wanita itu hanya membisu , terdetik rasa aneh di jiwa Lufasz . Hiba yang mencucuk jiwa raganya .


Semakin terpempam dirinya apabila wanita itu mulai mencapai pen yang diselitkan disamping fail tadi . Terus anak mata birunya naik mencerlung ke wajah pucat itu .


Ellen mencapai pen itu , merasai kedinginan salutan luar pen itu dijarinya ,



" you memang tak percayakan I dah ? " mendatar suara wanita itu , kedengaran lemah .



" Kepercayaan melibatkan dua hala . You gain them by your action and words — "






Senyuman kecil meniti dibibir Ellen , kelat . Mata pen masih tidak dijatuhkan ke ruangan yang perlu ditandatanganinya .



" how ... how about ... our love —— did I lost them .. too ? "






Lufasz kaku , keningnya bertaut hiba . Cuba diselindungkan riak wajah yang berubah meski sudah jelas wanita itu langsung tidak menoleh padanya . Hanya tertunduk menekur kertas dihadapannya .





" I don't wanna talk bout it "







" pada you ... I ni .. hanya satu kesilapan sahaja ? "


Kali ini Lufasz benar-benar terluka , terluka dek kata-kata sendiri yang pernah ditujukan buat wanita itu . Sesal kerana bicara menyiat hati itu bisa meluncur keluar dari mulutnya ,



Dilihat Ellen yang masih dalam posisi sama , tidak terungkap hiba dijiwa .





" Ellen , I tak —— "



" Pesalah . " tegas dipintas Ellen tanpa sempat lelaki itu mampu mengatakan bicara maaf ,


Dilirik akhirnya lelaki itu dengan pandangan kosong ,




" you jatuhkan kesalahan pada I tanpa dengar penjelasan I . Hukuman yang korang tetapkan tanpa mengambil tahu situasi I . My words ... is useless ... because none of you trust me . None of you even the one I loved ... "





Lufasz terdiam ,
Menerima segala yang diluahkan oleh wanita ini kerana ... dirinya sendiri terasa serba salah . Namun , perasaan itu masih dimonopoli dengan kekecewaan atas sikap wanita itu . Atas kebenaran yang tersingkap mengenai rekod lampau wanita itu .




Ellen melepas hela berat , membaca segala arahan yang termaktub di dalam dokumen itu .





2) Pihak Cik Ellen tidak dibenarkan menemui anak sepanjang hak penjagaan dibawah pengawasan Encik Lufasz Harrison .


4) Dengan persetujuan kedua pihak , pihak Cik Ellen bersetuju untuk memutuskan segala hubungan dengan Encik Lufasz dan anak beliau .



Pen diletak semula di atas meja , fail kemudiannya ditutup sebelum ditolak ke arah Lufasz .



Lufasz hanya mengganguk faham , disembunyikan keluhan leganya sebelum fail itu diambil ,




" so , this is your final decission ? "




" memandangkan I dah hilang semuanya ... my husband ... my life .. my parents ... then , I will fight for my only treasure . My child . " tegas Ellen menyuntik hati Lufasz yang sudah lemas dalam perasaan sesal dan bersalah .




" you tak akan menang Ell , you tahu tu . Kenapa masih degil ? Hakim tak akan benarkan seorang ... drug abuser untuk dapat hak penjagaan anak . Even dengan campur tangan papa you "



" you don't have to worried bout it , I akan buktikan I tak bersalah dan masa tu ... you akan tahu ... apa yang you buat sekarang ni ... akan merubah segalanya . "



Ellen berdiri , berpaling dari lelaki itu .




" dan terima kasih sekali lagi sebab jelaskan pada I ... bertapa kehadiran I adalah satu beban buat you selama ni ... that ..everythings we had ... was a mistake . If you don't have anything to say please leave my room immediately . "
































Tangan baru mencapai tombol pintu namun suara-suara yang bergema dibalik daun pintu itu menghentikan tindakan Ellen .




Ditinggalkan biliknya untuk bertemu dan memastikan sendiri rekod kesihatan lampau yang mengatakan tentang 'dadah' dalam tubuhnya . Namun , suara ibu bapanya yang jelas bertengkar dengan doktor yang merawatnya benar-benar satu kejutan buatnya .




" Hans sudahlah ! "


" no ! I tahu anak I ! Dia bukan orang macam tu ! I cuma nak tengok rekod kesihatan yang pihak hospital gempar-gempurkan tu ! MAna ! Huh ! Mana buktinya ! "


" Hans ! Jangan buat gila ! Ini hospital ! "

" you ibu dia ! YAng paling rapat dengan dia ! Why ? Kenapa tak percaya anak sendiri huh ?! What's wrong with you ! "



" Dah terbukti Hans ! Ell memang ambil ... benda tu ! You nak I percaya apa lagi ?! You tu yang kena terima hakikat ni ! "


" no ! I memang tak rapat dengan Ell tapi I tengok dia membesar depan mata I ! I kenal anak I ! I know her well ! "





Tangan dikepal erat bersama rasa sebak yang menikam hati . Naik turun nafasnya mendengar segala perbualan ibubapanya . Pengakuan bapanya ... bapa .. yang selama ini tidak pernah ambil berat soalnya ... bapa yang tidak pernah meluangkan masa dengannya , yang tidak pernah menyambut harijadinya ...



" at least ... you tahu papa ...sayangkan you selama ni —— "



Suara yang cukup dikenalinya membuatkan Ellen menoleh ke sisi , menatap wajah Lufasz .



Air matanya diseka dengan hujung jari sebelum dipusingkan tubuh menghadap lelaki itu ,



" you lupa somethings , disebabkan hal ini juga ... I tahu siapa yang hanya berpura-pura —— " sinis , jelas ditujukan buat Lufasz .


Terus berubah riak wajah lelaki itu , dipalingkan wajahnya ke arah lain . Tidak terdaya rasanya tika ini .



" there is no use to talk about us anymore Ellen —— "




Senyuman Ellen meniti di bibir itu , iras matanya kosong sekosong rasa hatinya ,



" I never say that its about 'us' nor 'you' ——  afterall, we're done and I don't need nor loved you anymore . So , what's the point to rewind the past , right ? "



Tersentak , terus sahaja anak mata biru itu menikam wajahnya . Bergetaran sepasang mata itu , terpempam dengan bicara Ellen .


















ΠΠΠΠΠΠΠΠ


Kau curangi aku ,
Hamcurkan hidupku .


•••

Terimalah walau tak mudah ,
Aku selalu menantimu sayang ,
Ku mengerti walau tak terdaya ,
Berat tuk melepaskanmu .



|ost Zahir Tak Terucap |


ΠΠΠΠΠΠΠ

Tbc
Vote
Comment


Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top