29. Malachi: Kesungguhan Manusia
Hai, aku Malchi, figuran yang muncul beberapa kali karena si penulis kehabisan ide, tapi khusus untuk hari ini aku menjadi pemeran utama.
Kalian pasti tahu—jika membaca secara keseluruhan—bahwa aku telah berhasil merancang dan merealisasikan hamster ball raksasa sebagai moda stransportasi air. Aku juga telah melakukan pameran besar-besaran dan demo di area perbatasan. Masyarakat pada umumnya juga kawan-kawan tol—bodohku di Pupet mungkin menganggap aku sebagai si jenius nyentrik dengan ide-ide luar biasa. Sejujurnya, aku tidak seperti itu, aku hanya kebetulan berhasil memutar persepsi mereka saja. Aku punya alasan bagus untuk menciptakan bola raksasa dengan berbagai macam kecanggihannya, bahkan diam-diam aku telah membuat versi dua dengan fitur selam.
Sebuah email yang dikirim oleh kakek, kakeknya, kakek-kakekku menjadi faktor pendorong pertama terbentuknya rancangan hamster ball. Begini, kakek, kakeknya, kakek-kakekku adalah pengusaha kaya tujuh turunan, sayang kedua orangtuaku berada dalam garis ke delapan dan aku harus hidup serba sederhana. Namun ternyata kakek, kakeknya, kakek-kakekku telah menyiapkan hadiah spesial untuk keturunan ke sembilannya—aku. Menggunakan fitur timer dalam Nusamail, ia menyiapkan pesan yang kurang lebih berisi: 1. Fakta bahwa kakek, kakeknya, kakek-kakekku adalah orang kaya 2. Pemberitahuan bahwa kakek, kakeknya, kakek-kakekku menyisihkan kekayaannya dan menyembunyikannya di dalam berankas rahasia 3. Peta menuju dan kombinasi brankas yang dibutuhkan.
Mengingat Jakarta telah terendam air bah dan aku tidak memiliki cukup dana untuk menyewa kapal selam atau sejenisnya. Maka pilihan terbaik adalah mengajukan proyek pembuatan moda transportasi air yang memungkinkan untuk mencari dan mengambil harta karun—brankas. Untungnya aku pintar dan sangat terampil. Jadi setelah peragaan selesai aku meminta orang-orang Pupet untuk menunda pemindahan satu unit hamster ball istimewa menuju gudang Pupet. Aku akan menggunakan hamster ball ini untuk mencari dan mengambil harta karun di dalam reruntuhan Jakarta.
Baterai surya telah terisi penuh dan aku juga sudah menyiapkan cadangan bahan bakar jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Peta menuju brankas juga telah tersambung dengan layar hamster ball dan dengan adanya fitur GPS, seluruhnya akan jadi lebih mudah. Aku mulai menyalakan mesin hamster ball dan mengendarainya menuju area pesisir Jakarta yang tenggelam sedalam dua ratus meter dari permukaan air. Konsep hamster ball tidak jauh berbeda dari kapal selam hanya ditambah beberapa lempeng anti gravitasi supaya lebih luwes dan stabil. Aku mulai menurunkan tekanan dan menyelam sejauh seratus meter.
Reruntuhan-reruntuhan bangunan dan lain-lainnya memenuhi perairan, sangat mengganggu jika saja hamster ball tidak dibalut dengan graphene yang kokoh dan sistem ekolokasi. Jika mencocokan posisiku di GPS dan peta dalam layar maka aku hanya harus menyelam sedikit lebih dalam dan berenang menuju ke arah barat sekitar dua kilometer. Luar biasa Malachi, kamu memang jenius!
Sebuah reruntuhan rumah rumah mewah dengan pelat nama bertuliskan Agus, atau Argus, atau Hangus, menjadi lokasi titik merah menyala berkedip-kedip. Aku tidak yakin nama siapa yang terpampang sebab telah hancur sebagaian. Karena hamster ball lebih besar dari ukuran pintu masuk, aku harus menjebol atap, tidak mungkin tembok sebab terlalu berisiko, bisa saja bangunan ini runtuh atau sejenisnya bukan?
Aku menyelam semakin dalam menggunakan hasmter ball, lantai tiga, lantai dua, dan lantai satu. Beberapa dinding telah roboh dan hancur hingga hamster ball bisa leluasa berenang dalam rumah. Tidak ada yang aneh dan tidak ada hal spesial dari tempat persembunyian harta. Padahal aku menharapkan sesuatu yang epik seperti moster gurita raksasa atau munculnya Dewa Neptunus. Sayangnya tidak ada dan aku berhasil mengevakuasi brankas dari Jakarta yang tenggelam makin dalam.
Aku memarkirkan hamster ball di pinggir perbatasan, bersebelahan dengan seonggak sampan entah milik siapa. Anak buahku telah menunggu tidak jauh dari sana dan mereka mulai mendekat lalu memasukan hamster ball ke dalam truk kontainer. Sementara brankas berisi harta tujuh turunan telah diamankan dalam mobilku.
Aku termasuk pribadi yang tidak sabaran dan menyukai hal-hal cepat juga instant. Jadi aku tidak berusaha menahan diri dan memencet kombinasi angka untuk membuka brankas. Suara klik terdengar pelan lalu pintunya yang keras dan berat terbuka perlahan-lahan. Benar, tidak ada harta di dalamnya, tidak ada emas batangan, berlian atau perhiasan, tidak juga setumpuk emas. Tidak ada apa-apa selain senggok foto dengan pigura mengkilap. Beberapa orang terjebak di dalamnya dan selarik kalimat tercetak di pinggir kanan bagian bawah. "Harta karun yang aku temukan."
Mari berpikir rasional dengan akal sehat tanpa melibatkan perasaan. Aku memang berhasil mendapatkan brankas tapi harta karun yang aku idam-idamkan tidak berhasil ditemukan di dalamnya. "Benar-benar kekanakan, apanya yang harta karun. Perburuan ini jelas gagal!"
__________
29. Harta karun yang tidak ditemukan
__________
Pandu
Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top