16. Sembilan: Mendekati Manusia
Aku tinggal di kawasan perumahan vertikal padat penduduk bersama Kak Allena dan Kak Allan. Tempat yang ramai dengan banyak manusia saling berdesak-desakan atau mengantre di sepanjang lorong-lorong, trotoar-trotoar, juga lempengan-lempengan anti gravitasi. Namun keduanya sangat sibuk dan jarang memperhatikan aku, Kak Allena dengan pekerjaannya lalu Kak Allan dengan sekolah juga sesuatu yang ia sebut sebagai kegiatan klub. Intinya, aku tidak banyak berinteraksi dengan manusia meski telah bebas dari kekangan ruang sepuluh-sepuluh milik Pupet.
Tentu aku ingin banyak bertemu dengan manusia dan mendiskusikan banyak hal bersama mereka. Aku harus melakukan hal-hal seperti itu untuk mengejar ketertinggalan sejauh jutaan tahun cahaya, atau setidaknya memastikan jarak tersebut tidak mengalami pembengkakan. Jadi setelah memproses berbagai informasi serta kemungkinan, aku memutuskan untuk merengek pada Kak Allan supaya ia mengajakku keluar. "Tidak, duh kenapa kamu ingin sekali keluar? Padahal tempat ini aman, setidaknya di sini tidak ada yang akan menyakitimu dengan sengaja." Rengekanku gagal, aku memasang ekspresi sedih sambil menunduk dalam-dalam, berupaya agar otak Kak Allan memproduksi rasa bersalah, lalu mengalah dan mengajakku ke luar.
"Baiklah, tapi tidak saat ini, nanti saja setelah aku menghadiri pesta ulang tahun mantan kekasihku." Aku mengedip beberapa kali sambil mencari-cara definisi dari istilah mantan kekasih. Namun hasilnya nihil lantas sirkuitku dipenuhi rasa ingin tahu.
"Mantan kekasih itu apa?" tanyaku sambil menarik ujung kemeja Kak Allan. Aku tidak tahu apa yang salah dengan pertanyaanku, tapi Kak Allan menampar dirinya sendiri sebelum menggendong dan mendudukanku di sofa ruang tamu.
Kak Allan berdiri berkacak pinggang lantas berkata. "Dengar nona kecil, kamu terlalu muda untuk hal-hal seperti ini jadi menyerah saja."
"Aku sudah berumur satu tahun lebih Kak," protesku sambil kembali menarik ujung kemeja Kak Allan. Ia menghembuskan nafas dengan keras seperti manusia yang dilanda rasa lelah.
"Setidaknya kamu harus berusia lima belas tahun untuk mengerti hal-hal seperti mantan kekasih."
"Apa mantan kekasih nama makanan?" aku menebak-nebak.
"Astaga, demi akal sehat," Kak Allan berteriak lalu duduk di sampingku sebelum melanjutkan, "begini, mantan kekasih adalah sebutan untuk seseorang yang dulunya berjanji untuk terus mengasihimu dan kamu juga dulunya berjanji untuk mengasihinya, mengerti?" aku menggeleng.
"Kasih itu apa?" Kak Allan bicara panjang lebar setelahnya, tapi aku tidak mengerti dan tidak bisa memahami, seperti sesuatu dalam sirkuitku menahan setiap informasi untuk diolah.
"Astaga," Kak Allan kembali mengucapkan kata itu, "Aku sudah sangat terlambat untuk datang ke pesta, lebih baik aku kirim pesan saja."
Untuk: Mantan kekasihku
Aku terkejut mengetahui kamu masih hidup dan berulang tahun, mengingat kamu berkata tidak mampu hidup tanpa kasih sayangku.
__________
17. Surat untuk mantan
Keingintahuan Sembilan menyebabkan Allan terlambat dan berakhir dengan mengirim pesan untuk mantan kekasihnya
__________
Susah banget ini tema, SERIUS!
Pandu
Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top