12. Delphi: Cara Manusia

Aku sangat amat kesal, terutama dengan laki-laki bodoh bernama Sammy. Bagaimana tidak, aku sudah merendahkan diri dan bersiap untuk segala konsekuensi dengan meminta bantuan Nyai Jimbrang, tapi ia--Sammy--kabur! Biar kutegaskan, aku yang telah bersusah payah meminta aji-aji asmara jiwa kepada Nyai Jimbrang, lalu mendatangi hunian Sammy di perumahan vertikal Edena, hanya untuk ditinggal dan dibiarkan tidur sendirian. Laki-laki tol--bodoh itu benar-benar keterlaluan!

"Sudah-sudah, mungkin ia belum siap, toh ia lebih muda darimu Del," komentar Hardipa. Aku sangat sadar dan mengerti bahwa Sammy lebih muda empat tahun dariku, justru karena itu aku meminta bantuan Nyai Jimbrang dengan aji-aji asmara jiwa-nya. Aku ini butuh kepastian dari Sammy, ia sudah dua puluh lima tahun dan menguasai kawasan pertokoan tapi belum juga mengajakku menikah.

Hubunganku dengan Sammy yang dilandasi tragedi telah berlangsung sangat lama dan tanpa kemajuan, jelas aku harus melakukan sesuatu untuk mempertahankan segalanya. Kadang aku berasumsi Sammy telah menemukan wanita lain yang lebih muda dan menawan, hingga ia terus mengulur waktu supaya aku jenuh, atau seperti itu. Intinya, aku setengah putus asa hingga mencoba hal klenik seperti aji-aji.

"Lagipula, aku sedikit terkejut kamu mempercayai hal mistis seperti aji-aji, maksudku kita ini orang Pupet yang mengandalkan ilmu pengetahuan dan teknologi, sangat bertentangan dengan ...."

"Aku tahu!" potongku. "Tapi ilmu pengetahuan dan teknologi belum berhasil membuat ramuan cinta atau semacamnya, andai saja aku mengerti cara memanipulasi otak laki-laki supaya tergila-gila denganku," lanjutku penuh keluhan. Hardipa menggeleng sambil memamah makan siangnya.

"Lalu bagaimana? Kamu hendak mencoba lagi menggunakan aji-aji itu?" Aku mendengus, Nyai Jimbrang benar-benar manifestasi pemilik sumber daya di masyarakat kapitalis. Biaya sekali konsultasi ditambah pemasangan aji-aji cukup untuk menghabiskan gaji satu bulan.

"Begini Dip, aku harus bermesraan dengan kekasihku selama satu jam, dalam kurun waktu dua puluh empat jam setelah ajian itu dilayangkan oleh Nyai Jimbrang, jika tidak, cabar sudah dan hangus gaji bulananku." Hardipa terkikik dengan tangan menutupi mulut, sialan. Hardipa sialan, Sammy lebih sialan lagi. 

"Jadi ajian kemarin sudah tidak berlaku?" Aku mengangguk pasrah. Jika saja Sammy tidak kabur dan meninggalkanku, satu jam saja, aku hanya butuh bermesraan dengannya selama satu jam, kenapa pula sulit sekali. "Apa kamu pernah berpikir kalau kekasihmu itu tidak menyukaimu? Karena itu ia tidak kunjung melamarmu dan malah kabur saat kamu datang ke rumahnya." Aku mendebrak meja dengan wajah merah. "Tidak Del, aku bercanda, sungguh!"

"Dip, ayo buat proposal baru, mengenai manipulasi emosi melalui modifikasi otak." Aku benar-benar putus asa sekarang.







__________

11. Pencarian populer KBBI daring: cabar

Aji-aji dari Nyai Jimbrang yang dipesan Delphi cabar sudah karena kekasihnya kabur saat didatangi

__________



Pandu



Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top