[⭐] 26 - Teman di Kala Sepi
Satu yang kusadari:
aku hanyalah
teman di kala sepi
bagimu.
⭐
Pertemuan klub Jurnal berjalan dengan baik. Aksara akan terbit dalam bulan ini, dan segala persiapannya sudah beres. Hari ini tinggal finishing, dan minggu depan sudah bisa dibagikan. Arka terlihat bersemangat, meski Orion tahu, Arka pasti sedang merasa kehilangan. Masa jabatannya akan segera berakhir.
Sedari tadi, Orion sibuk melirik ke arah Ghea yang duduk di sebelah Thalia. Dia terlihat selalu murung. Pasti karena cowok bernama Surya itu.
Sepertinya, saat ini dia seharusnya cemburu. Tapi tidak begitu. Orion justru merasa dia tidak berhak maju, menjadi sosok asing di antara Matahari dan Bumi. Perasaan yang akhirnya bisa dia identifikasi ini bernama merasa kalah.
Setelah Ghea menangis di hadapannya kemarin, Orion jadi berpikir. Ghea adalah plesetan dari Gaia---Dewi Bumi bangsa Yunani. Surya secara harfiah berarti matahari. Dan Orion; namanya diambil dari rasi bintang.
Bumi, Matahari, Bintang.
Astaga, rasanya Orion ingin melepaskan diri dari hubungan aneh ini. Tampaknya pun, dia akan tersingkirkan.
Di saat Orion menemukan seseorang yang dekat dengannya, dia harus kecewa karena hanya menjadi teman Ghea di kala sepi.
Seusai pertemuan, Arka mendekatinya. "Hei, Yon."
Orion menoleh pada Arka. "Gimana lo? Bentar lagi lengser."
"Gue bakal kangen kesibukan Jurnal." Arka memperhatikan para pemagang dan anggota lainnya. "Astaga, nggak kerasa, ya?"
"Lo fokus ujian, jangan galau mulu."
Arka tertawa. "Iya, nih. Omong-omong, lo sendiri gimana?"
"Gimana apanya?" Orion mengernyit.
"Ghea."
Sial, apakah dia begitu mudah dibaca? Orion menggerutu dalam hati. "Entahlah."
"Lo suka sama dia?"
Orion melirik pada Ghea, yang sedang berbicara pada Thalia. Cewek itu tampaknya masih begitu lesu.
"Bukan punya gue," jawab Orion seraya menggeleng. "Dia udah punya Matahari."
Arka mengernyit. "Jangan bikin gue bingung."
"Gitu, deh." Orion mengedikkan bahu.
"Good luck, deh." Arka menepuk bahu Orion. "Gue mau balik duluan. Harus les."
Orion mengangguk. Dia lagi-lagi mendapati dirinya memperhatikan raut Ghea yang masih begitu sedih.
Bumi dan Mataharinya, dengan sebuah Bintang ditambahkan ke dalam formula. Orion tidak berani mempertanyakan akhir dari kisah yang kacau ini.
Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top