Mana sih?
Pagi ini Shu lagi celingak-celinguk nyariin sepatunya yang kemaren dicuciin sama Reiji. Karena kemaren gak sengaja Shu kecebur got gegara Kanata yang nggak sengaja (tapi niat) ngedorong si Shu alhasil sepatunya Shu jadi korban.
"Mana sih sepatunya?" tanyanya sambil masih sibuk nyariin di rak sepatu.
"Reiji." panggilnya tapi yang dipanggil nggak dateng.
"Reiji!!" masih nggak dateng.
"REIJIII!!" Teriaknya dengan suara ngelengkingnya yang kayak cewek itu.
"Apa?" kata Reiji yang langsung dateng karena panggilan si majikan.
"Budeg."
Reiji yang denger itu cuma diem aja terus nanya, "Ada apa tuanku?"
"Sepatu gua mana?"
"Sepatu yang mana?"
"Yang kemaren lu cuci, yang dijemur di atas genteng."
"Oh itu."
"Iya mana, gua pengen make."
"Ada tuh di rak sepatu."
"Nggak ada."
"Cari atuh."
"Udah dicari tapi nggak ada."
"Hah ..." hela Reiji yang langsung turun tangan buat nyari sepatunya Shu.
"Mana? Udah ketemu belom?" tanya Shu.
"Nih ada." kata Reiji sambil nenteng kedua sepatunya Shu.
"Kok bisa ada sih?"
"Makanya nyari tuh pake mata, jangan bacot doang digedein."
"Apa lu bilang?"
"Eh enggak kok tuanku. Ya udah kalo gitu."
Reiji pergi ninggalin Shu sendirian di deket rak sepatu sedangkan si Shu cuma ngeliatin sepatunya.
"Kok bisa ketemu sih? Padahal tadi dicariin gak ada."
"Heran deh -_-"
Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top