Eight
Author POV
Siang ini setelah pulang sekolah, Roku dan Yuri sudah berada di gedung kesenian untuk mengikuti babak penyisihan penyisihan CMJ.
Pengumuman bagi para peserta.
Dimohon segera menuju ke belakang panggung untuk mengambil kartu peserta.
Terdengar suara dari petugas CMJ yang diumumkan bagi para peserta.
"Cepat kalian menuju panggung!!" ucap Rayen sambil mendorong Roku ke belakang panggung.
"Kami akan melihat kalian dari bangku penonton." ucap Kiran yang juga mendorong Yuri.
"Selamat berjuang."
Roku dan Yuri memasuki ruangan yang cukup besar dan menuju ke petugas untuk mengambil no peserta.
"Kita dapat no berapa Yuri?"
"No...no 3 Roku."
"Ah.."
"Ada apa? Apa kamu takut." tanya Yuri sambil duduk di salah satu bangku ruangan itu.
"Ti...dak aku tidak takut." jawab Roku gugup dan duduk di sebelah Yuri.
"Kamu tidak pernah bisa membohongi ku Roku." ucap Yuri sambil menatap Roku tajam.
"A..ku takut..aku tidak ingin kejadian itu terulang lagi."
"Aku harus bilang berapa kali lagi sih.....itu bukan salah mu. Itu semua memang takdir. Apa kamu tidak percaya adanya takdir hah!!!!" ucap Yuri marah.
"Aku percaya tapi-"
"Ibu mu meninggal karena serangan jantung pada saat kamu bermain....Kamu harus bangkit dari keterpurukan itu jangan sampai kamu tenggelam lagi...tenang saja aku akan selalu jadi cahaya mu." ucap Yuri lemah lembut sambil memegang pipi Roku.
"Terima Kasih Yuri." ucap Roku sambil memegang tanganya yang ada di pipiku.
Untuk para peserta silakan menuju ke dekat panggung.
Ucap salah satu petugas CMJ.
"Ayo kita tunjukan pada dunia kemampuan kita." ucap Yuri berdiri dan mengulurkan tanganya sambil tersenyum.
"Ya."jawab Roku menerima uluran tangan itu.
Perserta no 1 Keji dan Resi.
Skip
Peserta no 2 Hikai dan Juyu.
Skip
Peserta no 3 Roku dan Yuri.
"Ayo Roku." tarik Yuri menuju ke Panggung.
Sebelum bermain mereka membungkuk tanda memberi hormat kepada juri, setelah itu Yuri memainkan gitarnya sambil bernyanyi dan Roku memainkan pianonya.
Aikawarazu ano koro ni hanashita
Yume wo boku wa oi tsuzukete ru yo
Mou kotoshi kara isogashiku naru yona ?
Demo kawarazu kono basho wa aru kara....
(Lagu ini yang diyanyikan Yuri.)
(Cover One Ok Rock Chaosmyth)
Skip Roku dan Yuri main....
Prokk..prok....
"Wah Indah sekali." ucap seorang juri sambil berdiri.
"Terima Kasih." ucap Roku dan Yuri sambil membungkuk.
"Wahh apa kalian lihat..itu temanku." ucap Rayen yang duduk di bangku penonton.
"Kalian hebat Yuri,Roku." teriak Kiran.
"Peserta selanjutnya." kata salah satu petugas CMJ.
Saat itu pula keadaan menjadi hening. Rayen dan Kiran kemudian menuju ke belakang panggung untuk memberi selamat kepada mereka.
"Kalian hebat sekali." ucap Rayen
"Aku bangga padamu Yuri." ucap Kiran memeluk Yuri.
"Ini semua berkat Roku." ucap Yuri.
"Aku? Aku tidak melakukan apa-apa...aku hanya mengikuti ke mana arah Cahaya ku bersinar." ucap Roku tersenyum.
"Ehm..sebaiknya kita pulang saja?" ucap Rayen.
"Pulang? Bukanya kita harus menunggu hasil siapa yang masuk babak ke 2 penyisihan?"
"Yuri kamu tenang saja.....hasilnya akan diberi tahu lewat email besok."
"Oke ya sudah....ayo kita pulang." ucap Roku.
Mereka kemudian pergi dari gedung kesenian.
Yuri POV
Saat sudah sampai di rumah aku terus memikirkan kata teman-temanku tentang tugas bhs.Inggris mereka. Aku bingung bagaimana aku bisa mengerjakan tugas mereka. Karena lelah berfikir aku pun memutuskan untuk berbaring di kasur.
"Bagaimana ini aku bahkan tidak mengerti bhs.Inggris sama sekali?" keluhku.
Pada waktu ingin menutup mataku,aku dibangunkan oleh bibi yang memasuki kamar.
"Yuri bagaimana kompetisi mu?"
"Berjalan lancar bibi."
"Baguslah..apa kamu sudah minun obat mu?"
"Sudah."
"Kenapa aku tidak bertanya kepada bibi...bisa saja bibi ku bisa bhs.Inggris." batinku
"Bibi."
"Iya ada apa?"
"Apa bibi bisa bhs.Inggris?"
"Ah..maaf Yuri bibi tidak bisa...tapi bukanya kamu bisa bernyanyi bhs.Inggris?"
"Iya bibi aku bisa, tapi aku harus menghafalkan dulu dan memebaca artinya." desahku dalam.
"Terus kenapa kamu tidak melakukanya saja."
"Ini beda bibi, teman-temanku menyangka bahwa aku bisa bhs.Inggris karena pindahan dari Amerika."
"Ah.."
Keadaan hening beberapa saat. Bibi Yuri terus memikirkan cara agar dia bisa belajar bhs.Inggris dengan cepat.
"Apa bibi panggilkan guru privat saja?" ucapan bibiku itu berhasil membangunkanku.
"Bibi serius." tanyaku dengan mata berbinar.
"Tentu..kamu mau?"
"Iya mau..tapi aku minta untuk les privatnya setiap hari selama 1 minggu saja."
"Setiap hari!!! Aku khawatir dengan kondisimu dan kenapa hanya seminggu?" ucap bibiku kaget.
"Aku sudah merencankan kepada mereka 1 minggu lagi setelah babak penyisihan ke 2 kami akan mengerjakan tugasnya."
"Oh begitu....apa kamu masuk babak penyisihan ke 2?"
"Semoga saja bibi, besok akan dikirim lewat email hasilnya."
"Baiklah....bibi mau menghubungi guru privat untuk kamu."
Bibi Yuri kemudian berdiri dan ingin meninggalkan kamar Yuri, tapi Yuri menahan tanganya.
"Kenapa?"
"Terima Kasih bibi."
"Buat apa kamu berterima Kasih kamu sudah ku anggap jadi anakku sendiri." ucap bibi sambil mengelus rambutku pelan dan beranjak turun.
"Huh akhirnya selesai juga."
Aku membaringkan tubuhku dan perlahan mulai tertidur.
-
-
-
-
Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top