Bonus Chapter #3

Amatsuki mengerutkan keningnya saat dia memasuki kamar Mafu yang kosong.

Dia belum balik dari apartemen Soraru-san? Sang surai coklat bermata merah meraih hp-nya dan melihat percakapan terakhirnya dengan Mafu. 

Anakku yang yandere
Ama-chan, aku ke apartemen Soraru-san ya! Jadi jangan khawatir! (^▽^)

Mungkinkah dia nginep di apartemennya?

Untung ini hari Sabtu, jadinya mereka gak ada kelas. Tetap saja Amatsuki bertanggung jawab atas Mafu. Lagipula surat hak asuh itu masih berlaku sampai sekarang. Dia beranjak keluar dari apartemennya dan berjalan ke apartemen Soraru yang hanya beda 3 pintu darinya. Dia menggetuk pintunya tiga kali seraya memanggil seniornya.

"Sumimasen, Soraru-san?"

Klik.

Pintu terbuka beberapa saat kemudian, dan Soraru mengucek-ucek matanya yang memerah sebelum dia membalas, "Oh, Amatsuki-kun. Kau mencari curut itu?" tanyanya.

Amatsuki mengangguk, "Bolehkan aku masuk?" dia bahkan sudah tak protes lagi ketika Soraru memanggil Mafu seperti itu. Udah biasa sih katanya.

"Mm, silahkan" Soraru melangkah ke samping, membiarkan Amatsuki berjalan melewatinya. Soraru menutup pintunya dan menyuruh Amatsuki untuk duduk dulu dia sofa sementara dia permisi dulu ke kamarnya.

Amatsuki menoleh saat mendengar anak-- eh sahabatnya yang menguap. Mafu berjalan tertatih-tatih ke arahnya, sesekali ringisan lirih dapat terdengar dalam setiap langkahnya. Seluruh pakaiannya acak-acakkan, dan Amatsuki jawdropped selebar-lebarnya melihat berbagai bekas kemerahan dan keunguan di leher dan bilah bahu sang albino.

"SORARU-SAN NGAPAIN MAFU-KUN DAH?!?!"

"Kalem, masih pagi jangan teriak" tukas sang surai biru gelap di samping Mafu.

Mafu meringis lagi saat dia duduk di sebelah Amatsuki, sementara Soraru tiduran dengan santainya di sofa seberang mereka. Setelah berpikir sejenak, Amatsuki sadar apa yang terjadi.

"... Jadi kalian dah kawin?"

"Ama-chan!" Mafu menampol lengan sahabatnya dengan wajah merah padam, "Bisa gak Ama-chan pake bahasa yang lebih baik?"

"Apa? Bercin--"

"HUWAAA JANGAN PAKAI KATA ITU JUGA!!"

"Bacot"

Mafu memekik saat Soraru melempar bantal Hanpen ke wajahnya.

Amatsuki memijit keningnya sendiri. Baiklah, anaknya sudah tak perawan lagi. Tapi tenang aja, anaknya kan cowok, jadi gak mungkin ada sesuatu yang buruk yang akan terjadi. Ini bukanlah Omegaverse seperti doujin yang suka Luz baca. Namun tetap saja Amatsuki khawatir.

Demi kebaikan Mafu, dia harus bertanya//azeek.

Maka setelah berterima kasih dan pamit pada Soraru, Amatsuki dan Mafu balik ke apartemen mereka. Amatsuki menyuruh Mafu mandi dulu, tapi Mafu menggelengkan kepala, berkata bahwa dia udah mandi di apartemen Soraru. Amatsuki tepok jidat lagi, dan menyuruh Mafu untuk lesehan di karpet, duduk berhadapan dengannya.

"Baiklah, Mafu-kun, kamu ngapain aja di apartemen Soraru-san semalam?"

"Uhh... Skidipapap?"

Amatsuki jungkir balik. Author malah mimisan.

"Iya aku juga tau! Hadeehh... Sabar, Amatsuki..." dia elus-elus dada sendiri, "Berapa ronde?"

Mafu menghitung sejenak dengan jarinya, "Tujuh"

"Buset, Soraru-san yang tampaknya kayak orang gak punya energi buat hidup bisa main denganmu sampai tujuh ronde gitu yak"

"Namanya juga Soraru-san, ehehehe~"

"... Dia main kasar?"

"Tentu! Soalnya aku gak suka kalo dia pelan-pelan! Jadi kugoda aja dia terus sampai dia gak bisa nahan diri lagi!"

"Kamu maso-nya kelewatan, Mafu-kun..."

"Gapapa! Lagipula karena itu kan, sekarang aku dan Soraru-san resmi pacaran!" dengan polosnya Mafu mengacungkan peace sign pada sahabatnya

"Huft... Baguslah, tapi kalo dia main kasar, artinya dia gak pake 'pelindung'?"

"Kagak"

Amatsuki mangap, "Kami-sama, ntar kalo kamu sakit perut selama beberapa hari gimana?"

"Santai aja, Ama-chan. Soraru-san sudah membersihkannya kok saat aku mandi kemaren"

"... Di kamar mandi berapa ronde?"

"Dua doang, soalnya aku dah capek"

Amatsuki tepok jidat lagi dan lagi. 

"Tapi Mafu-kun bahagia kan dengan Soraru-san?"

"Un! Aku sangat mencintainya, jadi aku tentu saja bahagia dengannya!"

Mafu tertawa manis saat Amatsuki mengacak-acak surai saljunya dengan sayang.

"Aku turut senang untukmu, Mafu-kun. Sarapan yuk"

"Ayo!"

Sisa hari itu mereka habiskan dengan bercengkrama bersama di apartemen mereka. Masak bersama sambil ngobrol, ngebersihin rumah (walaupun Amatsuki nyuruh Mafu ngelakuin tugas yang ringan aja soalnya pinggul anaknya masih sakit), belanja sejenak soalnya bahan makan udah menipis, dan kerjain tugas kuliah yang belum selesai bareng.

Amatsuki punya firasat suatu saat nanti Mafu akan pisah rumah darinya dan akan tinggal dengan Soraru, maka sebisa mungkin dia akan menghargai momen mereka berdua sebagai sepasang sahabat ataupun sebagai sepasang ibu-anak.

//aduh Mamat kamu emak banget sih =3=

"Oh iya, Mafu-kun, kalian beneran ngelakuin itu semalaman ya?"

Mereka sedang ada di ruang tengah kala itu, memakan makan siang mereka bersama. Wajah Mafu memerah oleh pertanyaan tersebut, dan dia mengangguk pelan sebagai balasan, "I- Iya... Kenapa Ama-chan bertanya?"

"Nggak, soalnya aku sempet liat garis hitam di bawah mata Soraru-san, dan matanya rada merah. Kebanyakan dikucek-kucek ya matanya"

Mafu berkedip beberapa kali, sebelum sebuah senyum kecil miris tercipta di wajahnya, "Ya, itu mungkin saja..." dan dia kembali menyuapkan sesendok nasi ke mulutnya.

Amatsuki mengangkat sebelah alisnya, namun memutuskan untuk tidak bertanya lebih jauh.

~~~

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top