18. Hide and seek - Fur Elise
Hide and seek - Fur Elise
Sebelum memulai permainan ini perhatikan dulu aturan mainnya. Pertama-tama yang harus disiapkan oleh pemain adalah:
1. Sebuah boneka
2. Rumah kosong ( rumah yang diisi oleh orang yang ingin bermain)
3. Tetesan darah
4. Gelas yang berisi air garam
5. Beras
6. Benang merah
Molly membaca semua yang ia butuhkan untuk memulai permaian hide and seek bersama teman-temannya. Ia ingin mencoba permainan hide and seek untuk orang dewasa yang disebut hitori kakurenbo. Permainan ini cukup terkenal di Jepang. Molly tahu permainan ini akan sangat membahayakannya dan juga teman-temannya. Nyawa mereka adalah taruhannya, jika gagal mereka semua akan mati. Molly melakukan itu bukan tanpa alasannya. Dulu 20 tahun yang lalu saat kakaknya berumur 15 tahun pernah melakukan permaian petak umpet ini bersama dengan teman-teman sekolahnya.
Kakak Molly memang selamat dari permainan ini, sedangkan teman-temannya menghilang entah kemana. Kakaknya berhasil menyelesaikan permainan ini , tapi akhirnya ia menjadi gila dan sekarang ia menjadi penghuni salah satu rumah sakit jiwa di New York. Molly berpikir kakaknya gila melakukan permainan berbahaya ini. Menurut cerita ibunya saat kakak Molly ditemukan di sebuah rumah kosong, sang kakak terus meracau tentang hantu yang merasuki boneka yang mereka gunakan untuk permainan ini. Semua orang tidak percaya apa yang dikatakannya termasuk Molly.
Dulu kakaknya tidak pernah mempercayai adanya hantu, setan dan iblis. Dia menganggap permainan hitori kakurenbo ini hanya permainan biasa untuk anak-anak kecil, tapi ia dan Molly sudah beranggapan salah. Permainan ini jauh lebih berbahaya dari yang mereka kira. Molly ingin sekali membuktikan hantu itu ada yang sudah membuat kakaknya menjadi gila oleh sebab itu ia melakukan permaianan ini. Tidak mudah memang mengumpulkan orang-orang yang bersedia melakukan permainan ini. Teman-temannya yang bersedia melakukan ini adalah teman-temannya yang tergabung dalam klub supernatural.
Molly berdiri diantara teman-temannya untuk memulai permainannya. Mereka menutup semua pintu dan jendela, mematikan lampu, lalu menyayat boneka dan mengeluarkan kapasnya. Mereka kemudian memasukkan beras dan tetesan darah, lalu mereka menamakan boneka tersebut, kemudian menjahitnya dengan benang merah sebagai lambang nadi manusia. Molly mengisi wastafel dengan air, lalu ia menyebutkan namanya tiga kali karena Molly menjadi penjaga pertama, lalu melemparkan boneka ke air.
Permainan telah di mulai. Semua temannya telah bersembunyi ditempat yang aman. Dalam permainan ini jangan pernah mengintip atau keluar dari tempat persembunyian, jika tidak ingin hantu membawamu pergi. Suasana rumah sangat hening. Molly mendengar suara-suara ganjil seperti suara-suara langkah kaki, benda-benda yang bergeser, suara bisik-bisik dan tawa. Jantungnya mulai berdebar kencang seakan akan meloncat keluar dari tenggorokkanya. Molly berharp semua temannya akan baik-baik saja, berharap hantu itu tidak pernah menemukan mereka.
Suara langkah kaki semakin terdengar dengan jelas disertai suara gesekan-gesekan mengerikan di tembok . Molly kembali mendengar suara tawa cekikian berasal dari luar. Ia tetap bersembunyi di tempat persembunyian amannya. Tubuhnya serasa kaku oleh ketakutan yang ia rasakan saat hantu itu memanggil-manggil namanya.
Molly...Molly...Molly...keluarlah! Aku tidak akan menyakitimu. Menyerahlah! Datanglah kepadaku! Teman-temanmu sudah aku temukan sekarang mereka bersamaku.
Seketika itu juga Molly menjadi semakin ketakutan. Tubuhnya gemetar dan ia menahan isak tangisnya. Teman-temannya sudah ditemukan oleh hantu itu. Ia sungguh bodoh melakukan permainan ini hanya demi untuk membuktikan perkataan kakaknya. Sekarang ia percaya dan ia harus menghentikannya. Tiba-tiba terdengar alunan musik yang berasal dari piano. Ada seseorang yang sedang memainkannya. Alunan musik fuer Elise menggema ke seluruh ruangan yang berada di rumah ini. Entah siapa yang memainkannya, tapi lagu ini menjadi terdengar seram saat Molly mendengarnya. Musik yang sedang dimainkan tiba-tiba berhenti.Suasana rumah menjadi hening kembali. Sangat hening. Molly dapat mendengar setiap tarikan napasnya yang begitu sangat nyaring dan suara debaran jantungnya. Setelah lama menunggu beberapa saat Molly keluar dari tempat persembunyian dengan membawa air garam di dalam gelas , berhati-hati agar air garam itu tidak tumpah. Ia sudah tidak sabar ingin menyelesaikan permainan ini, tapi pada saat ia keluar tanpa di duga hantu itu sudah berdiri di depannya dengan senyuman seringai yang paling mengerikan yang pernah dilihat Molly dengan sebilah pisau yang Molly gunakan untuk menyayat boneka.
"Halo Molly!''
Hantu itu menyerang dan menyayat Molly sebelum ia menyemburkan air garam kepada boneka itu. Hantu itu tertawa keras penuh kemenangan.
PS: Jangan coba melakukan ini rumah ya atau akibatnya ditanggung sendiri
Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top