PROLOG
Diana menatap gundukan tanah yang masih merah itu dengan napas tertahan. Air mata terus mengalir membasahi pipi tirusnya. Perlahan, ia mengelus deretan huruf pada nisan yang masih belum mengering di hadapannya penuh sayang.
"Sudah berapa kali aku katakan padamu untuk meninggalkannya?" Dia menegadah, berusaha menghalau tetes bening di pelupuk mata agar tak kembali jatuh, saat rasa sakit dan sesak tak berperi tiada henti merajam sesuatu yang tersemat di balik dada. Suara gadis itu bahkan sudah mulai serak akibat terlalu lama menangis. "Tapi kamu tidak pernah mau mendengarkanku," lanjutnya.
"Sekarang lihat dirimu!" Menggigit bibir, ia memperhatikan kembali gundukan tanah itu dengan seksama. Tersenyum remeh guna menutupi hatinya yang kian perih, ia berujar, "Terkubur di sini, karena orang yang kamu cintai." Buliran bening yang sudah ia tahan mati-matian, berhasil lolos dari sudut mata Diana. Jatuh tepat di tengah pusara.
"Sekarang, cintamu telah kalah sepenuhnya!"
***
Siapa yang kemarin nanyain Diana?
Buat yang kangen Dee, cerita ini saya repost ya. Kalian bisa baca ulang. Atau buat yang belum baca, bisa ikutin selama repost ya.
Dan kalau penasaran banget, bisa baca duluan di karyakarsa, ya. Di sana update lebih cepet ^^
Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top