Noftie-Majestia Scienfantasy Portal G. Challenge Annoucement
Selamat malam kepada seluruh penduduk Ghrunklesombe di galaksi Phantassia yang tercinta ini. Pada kali ini saya, Fe sebagai Ratu Bulir Aspal yang Terlindas Truk Pasir--bukan sebagai Jenderal Besar di cerita ini, tentunya, akan mengeluarkan hasil penjurian yang saya lakukan bersama LectaIruka (LectaIruka) selaku juri pembantu. Karya-karya yang sudah Anda baca dinilai berdasarkan keselarasan cerita, kesesuaian cerita dengan tema, alur cerita, Ejaan Bahasa Indonesia dan pengembangan karakternya dengan nilai tertinggi bagi satu tim adalah 10. Berikut adalah rangkuman penilaian kami:
Verse Satu
1. Kapitel
Bagi kami berdua, narasi pada bab pertama masih banyak yang perlu diperbaiki. Narasi tampak menjalar ke mana-mana, kurang fokus dengan apa yang hendak diceritakan dengan serta penggunaan kosakata yang terlalu umum dan penjabaran yang masih datar. Kami juga menemukan beberapa kesalahan pengetikan yang ada di bab pertama. Alurnya masih terasa terlalu memaksa dengan menyajikan konflik yang terlalu cepat. Mungkin karena penulis terlalu terfokus untuk menjelaskan akar permasalahan dan situasi Ghrunklesombe saat itu. Penyajian konflik yang terlalu cepat ini juga berdampak pada kurangnya pendalaman karakter protagonis yang disajikan sehingga kami merasa kebingungan dengan tokoh-tokoh yang ada. Mereka terasa seperti orang yang sekedar lewat alih-alih sungguh berperan di situ. Ibarat kata, lampu sorot di panggung hanya menyajikan siluet mereka saja. Kami mengerti keterbatasan kata terkadang memberikan beban sendiri kepada penulis, karena itu kami sarankan penulis untuk mempersempit konflik yang hendak ditonjolkan di sini agar karyanya dapat tertata dengan apik.
2. Kapitel
Bab kedua memberikan narasi deskriptif tentang lingkungan yang apik sehingga mampu menarik pembaca untuk terus membaca, tetapi fokus yang diangkat masih membingungkan. Sama seperti sebelumnya, pengembangan karakter tokoh kami rasa masih kurang. Kami tidak tahu apakah penulis ingin membuat dua petarung Ghrunklesombe itu sangat kuat sekaligus gila, ataukah memang Jexe dan Jddan itu sangat lemah--yang malah membingungkan karena inkonsistensi keduanya. Lagi-lagi kami menemukan kesalahan pengetikan pada narasi yang seharusnya bisa dihindari jika penulis, atau kedua penulis, dapat lebih cermat.
3. Kapitel
Ghrunklesombe atau GKB? Atau penulis sangat kesengsem dengan AKB48? Kesalahan penulisan ini sebaiknya dihindari. Lalu, sebuah kalimat yang kami rasa aneh adalah pernyataan dalam narasi yang mengatakan jika hampir setiap hari ratu bertemu dengan Jeir, kemudian pada kalimat selanjutnya dinyatakan bahwa sang ratu lebih senang menyendiri. Jadi... ini bagaimana maksudnya? Sang ratu bertemu lalu ngeloyor pergi begitu saja? Diksi yang dipergunakan sudah cukup, tetapi kecukupan diksi ini yang membuat narasi terasa datar. Kami juga merasa bab ini kekurangan narasi deskriptif, yang juga menjadi nilai minus bagi penulis. Lagi-lagi, pengembangan karakter tokoh-tokohnya kurang matang, dalam artian tidak konsisten. Hal ini masih bisa diperbaiki jika penulis, setidaknya, atau para penulis di verse satu membuat character sheet sebagai ketetapan bersama.
Tim ini memperoleh nilai 6,3 dari kami berdua dengan bab kedua sebagai bab terbaik dari segi narasi di antara ketiganya.
VERSE DUA
1. Kapitel
Kami merasa bab satu ini memiliki narasi yang cukup bagus meski harus ternodai oleh beberapa kesalahan pengetikan. Alur yang disajikan oleh penulis sudah cukup konsisten sehingga dapat kami nikmati tanpa kebingungan. Kami sempat terkejut mengetahui jika Jenderal Perang Fe adalah perempuan--Nyonya, sebagai tambahan, tetapi itu bukan masalah. Narasi deskriptifnya sudah cukup baik dan pengembangan karakter tokoh-tokoh masih bisa diperdalam lagi.
2. Kapitel
Bab dua menyajikan pemilihan diksi yang bervariasi serta pengembangan karakter yang perlahan namun menonjol. Narasi perkelahian ditampilkan dengan cukup baik, mengingat penulis jarang menampilkan adegan perkelahian dalam tulisannya yang lain. Tetapi, bagi kami, alur cerita di bab ini masih kurang cepat juga membuat kami merasa stagnan dan ada beberapa kesalahan penulisan yang kami temui di sini.
3. Kapitel
Alur kurang mengalir karena bab ini lebih sedikit jika dibandingkan dengan dua bagian sebelumnya. Pendalaman karakter juga masih kurang bagi kami, dengan pairing yang... hmm, escalated too quickly, karena cukup singkat dan penyelesaian masalah yang terlalu mudah. Hal ini juga kemungkinan, diakibatkan oleh dominasi narasi yang terfokus kepada alur cerita; sementara alur ceritanya sendiri masih terlalu terburu-buru sehingga tidak ada kesan khusus sewaktu cerita ini mencapai klimaks.
Pesan dari kami bagi grup ini, kami merasa konflik dan klimaks kurang terasa karena sebagian besar cerita dijajah oleh bab satu; seolah-olah konflik dan klimaks dipasrahkan begitu saja.
Tim ini memperoleh nilai 7,35 dari kami berdua dengan bab satu sebagai bab terbaik dari segi narasi dan penyajian masalah di antara ketiganya.
Dengan demikian, kami berdua memberikan selamat kepada tim Verse Dua ( NozdormuHonist esfladys DiniAfiandri ) karena telah memenangkan hak untuk menjadi juri di tantangan berikutnya dengan saya, Fe, sebagai juri pengawas. Terima kasih kepada yang sudah mengikuti tantangan dan jangan berhenti untuk mengikuti tantangan kami.
Salam,
Fe
Bulir Aspal yang Terlindas Truk Pasir
Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top