Berikan Kepadaku Kegagalan
Siapakah yang pernah bermimpi, dan kemudian berusaha menjadikan nyata impian itu?
Impian yang indah. Terlalu sempurna untuk menjadi nyata. Kesuksesan seperti di depan mata. Kita ingin meraihnya. Kemudian bumi berguncang dan menjatuhkan kita dari pijakan. Terbelahlah tanah, menciptakan jurang penghalang yang begitu dalam.
Itulah kegagalan.
Beranikah tetap melangkah?
Kaki gemetar takut akan kegagalan.
Untuk apa takut gagal? Padahal kegagalan itu akan selalu ada. Dia akan selalu mengikutimu, bersama perih dan duka.
Tidak ada keberhasilan tanpa kegagalan. Kegagalan bukanlah jurang akhir, bukan pula jalan buntu. Jurang ini adalah gerbang sebenarnya menuju dunia yang kau impikan. Hanya orang bercita-cita besar dan selalu bangkit dari kegagalan yang menyadari bahwa gerbang ini nyata. Mereka dengan bangga berteriak, "Harapan itu ternyata bukan mitos!"
Harapan, seperti cahaya terang di dasar jurang--dan hanya ada di sana. Cuma kau tak melihatnya, terlalu buta. Padahal selalu ia ulurkan tangannya padamu, tapi dirimu malah berpaling pada pelukan putus asa.
"Aku sudah putus asa! Wahai kegagalan, sungguh dirimu tempat aku kembali atas segala usahaku! Aku tidak akan pernah menemui kesuksesan. Karena takdirku, hanyalah pecundang. Aku ditakdirkan untuk bersama kegagalan."
Padahal siapa yang memutuskan takdir?
Siapa pula yang berkata bahwa hanya ada kegagalan di ujung sana?
Kegagalan bukanlah akhir. Kegagalan adalah sebuah kepastian. Seperti kupu-kupu yang pasti menjadi ulat dahulu sebelum membentangkan sayapnya. Seperti fajar yang pasti melewati kegelapan malam untuk memancarkan sinarnya.
Semakin aku gagal, semakin aku dekat dengan apa yang aku impikan.
Hanya satu di antara berjuta-juta orang yang sadar: kegagalan itu sebuah kebutuhan.
Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top