3. The Persistence of Memory

Seni adalah hal yang tidak bisa lepas dari kehidupan manusia sejak zaman dahulu. Dan selama beratus-ratus tahun, tidak terhitung lagi jumlah karya seni yang dihasilkan oleh para seniman di berbagai belahan dunia. Salah satu seni yang paling terkenal dan digemari adalah seni lukis. Kali ini, kita akan mencoba mengenal salah satu lukisan yang ketenarannya tidak lekang oleh waktu.

Kalau kalian disuruh menyebutkan satu nama lukisan, apa yang pertama kali terlintas di pikiran kalian? The Starry Night karya Vincent van Gough yang dramatis, Mona Lisa karya Leonardo da Vinci yang menawan dengan misterius, atau The Scream karya Edward Munch yang unik? Atau barangkali, kalian akan menyebutkan lukisan sarat makna yang seaneh mimpi berjudul The Persistence of Memory?


The persistence of memory atau dalam bahasa spanyol disebut La persistencia de la memoria adalah karya dari Salvador Dali yang dilukis pada tahun 1931 saat dia masih berusia 28 tahun. Lukisan tersebut pertama kali diperlihatkan di Julien Levy Gallery pada tahun 1932, dan sejak tahun 1934 disimpan di Museum of Modern Art (MoMA), New York, Amerika Serikat. Ada beberapa nama lain yang diberikan pada lukisan ini, antara lain: jam yang mencair, jam saku lunak dan jam saku yang meleleh.

Karena keunikan dan maknanya yang mendalam, the persistence of memory menjadi salah satu lukisan bergaya surealis paling terkenal di dunia. Dalam lukisan tersebut, kita dapat menjumpai simbol-simbol berupa bukit, jam yang meluruh, gurun dan semut. Kesemuanya memiliki arti yang tersembunyi, dan mungkin setiap satu orang dengan yang lain mempunyai penafsiran yang berbeda.

Mengutip dari dictio.id, bukit merupakan penggambaran sebuah bukit yang berada di Cap de Creus di Catalonia timur laut, tempat di mana Dali dilahirkan. Hal tersebut menunjukkan bahwa lukisan Dali terinspirasi oleh pemandangan hidupnya di Catalonia. Bayangan aneh di latar depan lukisan ini adalah referensi dari Gunung Pani.

Menurut Dali, jam yang nampak seperti meleleh merupakan waktu yang tidak memiliki makna, "time has no meaning". Pada saat lukisan ini dilukis, Dali merupakan seseorang yang sangat menggemari teori Freudian milik Sigmund Freud, dan teori  hukum relativitas miliki Albert Einstein. Hal tersebut mempengaruhi gaya lukisan Dali yang menyebabkan lukisan the Persistence of Memory ini memiliki unsur abstrak. Namun, saat ditanya oleh Ilya Prigogine apakah Dali terinspirasi oleh teori relativitas, Dali menjawab tidak. Dia terinspirasi oleh persepsi surealis tentang Camembert (keju) yang meleleh oleh matahari.

Dalam beberapa karyanya, Dali menggunakan bentuk abstrak untuk mewakili potret dirinya sendiri. Dalam karya ini juga dimungkinkan untuk melihat gambaran sosok manusia dalam komposisi lukisan. Makhluk itu tampaknya didasarkan pada sosok dari bagian Firdaus di Taman Hieronimus Bosch karya Hieronymus Bosch, yang saat itu tengah dipelajari Dali.

Sosok itu dapat dibaca sebagai makhluk "pudar", makhluk yang sering muncul dalam mimpi di mana si pemimpi tidak dapat menunjukkan dengan tepat bentuk dan komposisi makhluk itu. Seseorang dapat mengamati bahwa makhluk itu memiliki satu mata tertutup dengan beberapa bulu mata, menunjukkan bahwa makhluk itu juga dalam keadaan bermimpi. Ikonografi tersebut dapat merujuk pada mimpi yang dialami Dali sendiri, dan jam dapat melambangkan berlalunya waktu ketika seseorang mengalaminya dalam tidur atau kegigihan waktu di mata si pemimpi.

Gurun merupakan suatu tempat dimana kekosongan hidup. Tidak ada yang dapat dilakukan oleh manusia yang berada di gurun kecuali berjalan menemukan jalan keluar dari gurun tersebut. Hal ini berkaitan dengan waktu dan semut. Dali sering menggunakan semut dalam lukisannya sebagai simbol pembusukan. Dengan manusia berjalan tanpa penopang hidup di suatu gurun yang sangat panas, cepat atau lambat, waktu akan memakan sisa hidup manusia tersebut.


Sumber:

-https://www.dictio.id/t/mengapa-lukisan-salvador-dali-yang-berjudul-the-persistence-of-memory-sangat-terkenal/187

-https://en.m.wikipedia.org/wiki/The_Disintegration_of_the_Persistence_of_Memory

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top