Engkau masih kekasihku

   Tepat jam sembilan malam,aku menerima sebuah sms dari kekasihku,sms yang membuatku senang sekali hari itu.Dia mengatakan bahwa besok dia akan mengajakku bertunangan karena dia telah membeli sepasang cincin dari hasil kerjanya di sebuah kafe.

   Betapa bahagianya aku malam itu,hingga tak sabar rasanya menunggu besok hari. Setelah menyelesaikan semua tugas kuliyahku,akupun langsung tidur karena besok adalah hari yang ku nanti-nanti selama ini.

   Keesokan harinya,seperti biasa aku berangkat kuliyah. Dikampus aku terus teringat ucapan kekasihku malam tadi,hingga ada yang menyadarkanku dari lamunanku.

   ”Hei Mila,kamu sedang melamun apa?” Ucap Lisa kepadaku.

   ”Ah,tidak apa-apa kok.” Jawabku setengah malu.

   ”Kamu pasti sedang memikirkan Vino,ya kan ?’’ Ucap Linda sambil menyenggolku.

   ”Iya,hehe.’’ Ucapku sambil tersenyum-senyum sendiri.

   Tak berapa lama dosenpun datang,kami merapikan tempat duduk masing-masing dan memulai pelajaran hari ini.

   Aku dan Vino sebenarnya beda jadwal belajar kuliyah. Karena diwaktu pagi dia bekerja dan kuliyah sore harinya.Namun semua itu tak menjadi masalah bagi kami,hubungan yang sudah hampir dua tahun ini selalu kami jaga semenjak aku mengenalnya dulu disebuah kafe tempat ia bekerja. Waktu itu aku dikenalkan oleh teman cowokku kepada Vino,ternyata Vino sangat baik juga sopan.Hal itulah yang membuatku merasa nyaman didekatnya.

   Tak berapa lama Vino memberiku pesan SMS,dia ingin setelah aku pulang kuliyah,agar menunggunya ditaman depan universitas kami ini.

    Jam dua siang,aku pulang kuliyah,sesuai perjanjianku dengan Vino tadi aku menunggunya di taman,berharap dia cepat datang dan mengutarakan keinginannya malam tadi kepadaku.

   Lama ku menunggu sambil duduk dibangku taman,Vino belum juga datang.Akupun terus melirik jam tanganku yang telah menunjukkan pukul empat sore.

   Kucoba menghubunginya, namun handphonennyapun tidak aktif. Akupun gelisah samba terusl menunggunya,hingga akhirnya hujan turun dengan derasnya,membasahi semua pakaianku.Aku menangis,mengapa kekasihku tersebut belum datang juga,apakah dia telah melupakanku. Akhirnya akupun pulang kerumah karena hari sudah malam.

   Keesokan harinya aku mencari keberadaan Vino,namun semua teman-temannya juga tidak tahu dia sekarang dimana dan ditempat kerjanyapun aku tak menemukannya. Mulai saat itu aku ditinggal pergi oleh kekasihku tersebut,menyisakan goresan luka yang teramat sakit untuk dirasakan.

   Enam bulan telah berlalu,namun selama itu juga aku tak mendapatkan informasi apa-apa soal keberadaan Vino.

   Sampai suatu hari,Rudi menemuiku.Dia adalah teman kosnya Vino,sahabat terdekatnya.

   ”Hai Mila,ada sesuatu hal yang ingin kuberitahukan kepadamu.” Ucap Rudi.

   ”Kamu mau memberitahuku tentang apa Rudi ?” Jawabku heran.

   ”Aku mau memberitahumu soal Vino.” Ucapnya agak sedih.

   ”Dimana dia sekarang,apa kau yang telah menyembunyikannya dariku selama ini,aku ingin menemuinya Rudi.” Jawabku terisak-isak menahan air mata setelah mengetahui keberadaan Vino.

   ”Dia sekarang berada di Bandung,kalau kau ingin menemuinya aku akan mengantarmu besok. Maaf telah membohongimu tentang keberadaan Vino selama ini.Namun semua ini atas permintaan Vino.Dia sekarang sedang sakit dan tak bisa menemuimu.” Jelas Rudi.

   ”Ya sudah,tak apa-apa,kalau begitu sekarang saja kita ke Bandung,aku sangat merindukannya Rudi.” Pintaku.

   ”Baiklah kalau itu keinginanmu Mila.” Ucap Rudi.

   Hari itu juga Rudi mengantarku ke tempat Vino berada,sampai pukul Sembilan malam kami telah sampai dirumah Vino. Aku dan Rudi langsung masuk dan ternyata apa yang kulihat. Seseorang sedang duduk dan sedang melipat pakaian diatas kasur kamarnya.

   ”Vino,apa itu engkau?” Tanyaku.

   ’’Sedang apa kau disini Mila,aku malu bertemu denganmu.” Jawab Vino sambil terus membelakangiku.

   ”Rudi yang telah memberitahuku keberadaanmu,mengapa kau selama ini tega meninggalkanku Vino,apa salahku padamu,hingga kau gantung cinta kita.” Ucapku setengah emosi.

   ”Maafkan aku.” Ucap Vino singkat.

   ’’Maaf? Sudah sangat terlambat kau meminta maaf padaku Vino.” Ucapku sambil mendekatinya dan membalikkan badannya.

   Namun apa yang telah kulihat,setelah membalikkan badannya,kaki kanannya tidak ada,sepertinya telah diamputasi.Aku langsung terdiam.

   ”Vino mengalami kecelakaan saat dia menuju ke taman dengan motornya saat dimana kau menunggunya hari itu.Kakinya terlindas mobil truk dan langsung dibawa ke rumah sakit hari itu juga.Hanya aku dan temanku yang mengetahui kejadian itu.Vinopun diamputasi kaki kanannya dan langsung pindah ke Bandung karena dia malu padamu dan takut kau tak bisa menerimanya.” Terang Rudi.

   ”Jadi begitu,maafkan aku karena ucapanku kasar tadi padamu Vino. Mengapa kau harus menyembunyikan semua ini padaku,aku akan selalu menerimamu apa adanya,karena aku sangat mencintaimu.” Ucapku sambil memeluk Vino.

   ”Terima kasih Mila,kau telah mencintaiku sepenuh hati,dan maafkan aku Rudi,kau telah terpaksa berbohong kepada Mila selama ini.” Ucap Vino sambil menoleh ke arah Rudi.

   ”Iya,tak apa-apa sobat,aku tau perasaanmu kepada Mila,namun tak perlu selamanya kau menyembunyikan keadaanmu saat ini padanya.Itulah mengapa aku membawa Mila ke sini” Ucap Rudi.

   Sejak hari itu kami kembali melanjutkan hubungan cinta kami yang sempat gantung.Aku terlanjur mencintai Vino dan aku akan menerima semua keadaannya.Karena dia adalah kekasihku.

SEKIAN

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top

Tags: