Cinta kasih diperpustakaan sekolah
Sayup-sayup suara mesin bus yang kami tumpangi perlahan-lahan berhenti,menandakan perjalananku bersama temaku telah sampai. Hari ini kami ada tugas sekolah,oleh karena itu kami pergi ke perpustakaan sekolah sore ini.
Pukul tiga sore,kami telah sampai disekolah dan langsung menuju perpustakaan,ternyata banyak sekali yang datang untuk mengerjakan tugas tersebut.
Sesampainya di perpustakaan aku memisahkan diri dari temanku Chika. Aku sedang mencari buku pengetahuan umum untuk dijadikan sumber referensi untuk tugasku. Lama ku membaca buku tersebut di atas meja perpustakaan,tiba-tiba mataku menatap seseorang. Seorang cowok yang lumayan ganteng sedang berdiri diantara rak-rak buku .Akupun semakin penasaran dengannya,karena aku belum pernah melihatnya disekolah.
”Hai apa yang sedang kau lihat ?” Tanya laki-laki itu.
Aku tersentak kaget,karena tiba-tiba dia berdiri dihadapanku yang sedang duduk sendiri.
”Aku tidak melihat apa-apa kok.” Jawabku dengan malu.
”Oh benarkah itu,apa boleh aku duduk disini ?” Tanyanya kembali.
”Iya..iya, boleh saja.” Jawabku singkat.
Aku tiba-tiba merasakan jantungku berdetak kencang,wajahku pucat dan berkeringat. Maklum saja,aku masih grogi kalau ada laki-laki di dekatku.
Kulihat dia terus membaca buku yang dibawanya tadi tanpa ada sepatah katapun lagi yang keluar dari mulutnya.
Lama kami saling terdiam,sementara teman-teman yang lain masih sibuk mencari buku di susunan rak perpustakaan,akupun memberanikan diri menegurnya.
”Hmm,namamu siapa,aku jarang melihatmu disekolah ini ?’’ Tanyaku setengah malu-malu.
Dia hanya melirikku sebentar sambil tersenyum dan melanjutkan bacaannya kembali. Aku yang tidak dihiraukan dari tadi mencoba bertanya lagi.
”Kenapa hanya senyum,jawab dong pertanyaanku tadi !” Tanyaku setengah emosi.
”Namaku Rian,aku murid baru disini,baru kemarin aku masuk.” Jawabnya cuek sambil terus membaca buku yang ada dikedua tangannya.
”Oh jadi begitu,pantas saja aku jarang meihatmu. Kamu kelas berapa?” Tanyaku.
”Kelas XI IPA tiga.” Jawabnya singkat.
Setelah bertanya-tanya demikian,akupun melanjutkan bacaanku.Tiba-tiba datang temanku Chika dan mengajakku pulang bersama buku yang kami pinjam tadi.
Rini,ayo kita pulang,sudah sore nih !” ucap Chika.
”Iya sebentar,aku mau membereskan peralatan tulisku dulu.” Ucapku singkat.
Setelah semuannya beres ditasku,akupun ingin beranjak pergi.Namun tiba-tiba lelaki yang ada dihadapanku tadi juga berdiri dan menatapku.
”Oh iya,namamu siapa dan kelas berapa?” Tanya laki-laki tersebut sambil menyodorkan tangan kanannya kepadaku.
’’Hmm,namaku Rini,aku kelas XI IPA satu.’’ Jawabku singkat sambil berjabat tangan dengannya.
”Salam kenal Rini.’’ Ucapnya sambil tersenyum.
”Iya,salam kenal juga. Oh iya,aku mau pulang dulu ya,nanti kapan-kapan kita ketemu lagi.” Ucapku sambil beranjak pergi dengan Chika.
”Iya.” Jawabnya singkat.
Sepanjang jalan di bus aku terus membayangkan laki-laki yang ada di perpustakaan sekolah tadi. Sampai-sampai dirumah aku juga terus memikirkannya.
Keesokan harinya,waktu istirahat belajar ku gunakan untuk membaca-baca buku diperpustakaan. Aku berkeliling mengitari susunan buku yang tidak terlalu tinggi namun sangat banyak tersebut. Disaat aku mengambil sebuah buku yang ada diatas kepalaku,tiba-tiba buku tersebut jatuh dan membuatku kaget. Akupun langsung menunduk untuk mengambilnya dan yang lebih membuatku kaget lagi ternyata tanganku menyentuh tangan seseorang yang ternyata dia adalah laki-laki yang baru kukenal kemarin.
”Ini bukumu.” Ucapnya sambil menyodorkan bukuku yang jatuh tadi.
”Hmm,terima kasih,sejak kapan kamu ada disini?” Tanyaku heran.
”Aku dari tadi sudah ada disini dan memperhatikanmu yang sedang mencari-cari buku sendirian.” Ucapnya singkat.
Akupun tersipu malu,untung saja tidak ada orang lain yang melihat kami tadi. Kamipun mencari meja kosong dan duduk bersama.
’’Kamu baru pindah ya,asalmu dari mana ?” Tanyaku basa-basi.
”Aku dari Surakarta,orang tuaku pindah ke kota Jakarta ini,jadi aku juga pindah dan bersekolah disini.” Ucapnya.
”Jadi begitu,apa kamu sudah punya teman disekolah ini?” Tanyaku.
”Belum,apa kamu mau jadi teman pertamaku?” Tanyanya kembali.
Akupun menganggukkan kepala,entah mengapa hatiku semakin berdebar-debar,baru kali ini aku merasakan ada sesuatu yang aneh pada diriku.Apakah aku sedang jatuh cinta,atau hanya sekedar cinta monyet. Ditengah lamunanku,Rian menyadarkanku.
”Kamu melamun apa?” tanyanya.
”Ah,tidak ada apa-apa kok,jadi mulai saat ini kita berteman ya? Tanyaku malu-malu.
”iya,kita bisa menghabiskan waktu bersama.” Ucapnya.
Mulai saat itu kami selalu bertemu dan mengobrol bersama diperpustakaan tersebut.Tempat pertama kami bertemu dan berbagi suka maupun duka.Sampai suatu hari, saat kami sedang mencari-cari buku yang akan kami baca diantara rak-rak buku,Rian mengungkapkan perasaannya padaku.
”Rini,kita kan sudah lama berteman dan telah mengetahui kepribadian kita masing-masing,apakah ada tempat untukku dihatimu?” Ucapnya.
”Maksudmu apa?” Tanyaku terdiam dan menatapnya.
”Aku ingin menjadi kekasihmu,karena sudah lama aku mencari perempuan yang baik dan cantik sepertimu.Kamu mau kan?’’ Tanyanya sambil memegangi kedua tanganku.”
”Iya boleh saja,karena aku juga mempunyai perasaan yang sama padamu.” Jawabku sambil tersenyum.
Kulihat dia sangat bahagia dan mulai saat itu hubungan kami semakin dekat,walaupun kadang sering terjadi kesalahpahaman diantara kami,namun kami berusaha untuk saling setia.
Itulah cerita cintaku,yang kudapatkan diperpustakaan sekolah.Bagaimana dengan kalian,semoga mendapat kekasih yang baik ditempat yang berbeda dan istimewa.
SEKIAN
Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top