ToD with Kisedai + Aritsu + [Nama] #part 4

"Next.." kata Akashi.

"Kali ini pertanyaan dari Din_kim buat Akashi ⇨Kenapa bawa gunting mulu?" Karma membacakan ToD selanjutnya.

"Hari pertama saat bermain ToD, Aku sudah menjawabnya. Silakan tanyakan pada kawan-kawanmu semua." jawab Akashi.

"Pertanyaan buat Kise ⇨Wajahmu cantik, mau tukeran wajah sama Aku gak?" Isogai yang membaca ToD selanjutnya.

"Wajahku tampan, Kau yang cantik'ssu! Jadi Aku tidak mau menukar wajahku." jawab Kise.

"Kali ini Dare dari Din_kim buat Kise ⇨Cium bibir Akashi." ucap Aritsu.

"A-apa!? Tidak mau'ssu! Mending Aku cium [Nama] aja~" jawab Kise.

Mendengar jawaban dari Kise, Aritsu melotot ke arahnya. "Laksanakan atau.."

"Atau apa'ssu?"

"Atau Aku panggilin Levi-nii lagi!? Biar Kau dilempar ke perkumpulan Titan di AOT!?" ancam Aritsu.

Kise hanya merespon dengan tertawa. Ia pun berkata, "Titan? Mana ada yang begituan!"

"Oh? Kau menganggapku berbohong? Oke kalau begitu."

"LEVI ACKERMAN silakan masuk!" teriak Karma

Tiba-tiba saja pintu ruangan terbuka dengan lebar menampilkan sekelompok orang, baik perempuan maupun laki-laki.

"Ne Levi.. Kita diundang ke mari ternyata." kata Hanji.

"Aku tidak tau ide siapa ini, dan Aku tidak peduli dengan hal itu." jawab Levi singkat.

"Hanji-san.. Kenapa Kami bertiga juga diundang?" tanya Eren pada Hanji.

Hanji merespon dengan mengidikan bahu --tanda bahwa Ia tidak tahu.

"Apa di sini ada Titan?" tanya Mikasa dan Armin berbarengan.

Hanji dan Levi tiba-tiba saja menghentikan langkah kaki mereka, kemudian membalikkan badan mereka --menghadap Eren, Armin dan Mikasa.

"Ada" jawab Hanji dengan senyuman di bibirnya.

"Kalian tidak lihat Titan sebesar itu berdiri di depanmu? Apa mata Kalian bermasalah? Kalau iya, sebaiknya Kalian memakai kacamata seperti Hanji." jawab Levi sarkas.

Aritsu yang mendengar omongan Levi dan Hanji kalau mereka masih menganggap Murasakibara itu Titan, mulai emosi lagi.

"Cukup Kalian berlima! Dia.." Aritsu melirik Murasakibara.

"Itu bukan Titan. Ingat! Bukan Titan!" timpal Maehara.

"Aku tidak percaya." jawab Hanji dan Levi.

Eren, Armin dan Mikasa melihat ke arah di mana Murasakibara berada itu sangat terkejut.

"Dia.. Titan!?" tanya Eren

"Eren! Berlindunglah!"

"Kau mau ngapain, Mikasa!?" tanya Armin ketika ia melihat Mikasa mengambil senjatanya.

"Membunuh Titan itu!?"

"Bodoh! Berhentilah Kalian bertiga!" geram Aritsu.

Menyebabkan Eren, Armin dan Mikasa menghentikan aktifitas mereka.

"Okay, Tugas kalian di sini hanyalah untuk membacakan ToD yang telah diberikan oleh Reader-chan tachi!"

"Levi, bacakan ToD selanjutnya." Karma memberikan sebuah surat pada Levi.

Levi hanya mendecih kesal.

"Cepatlah!" desak Karma.

"Next.. Dare dari Din_kim untuk Kise ⇨Cium bibir Akashi." kata Levi membacakan ToD selanjutnya.

"Aku tidak mau!" teriak Kise.

"Oi Bocah! Cepat kerjakan! Atau Aku lempar Kau ke kumpulan Titan!?" ancam Levi.

Dengan terpaksa Kise mengiyakan. Kemudian Ia mendekatin Akashi.

"Kau mau apa, Ryouta?" tanya Akashi.

"Menciummu, Akashi-cchi! Gomen!" Kise pun langsung menarik tengkuk Akashi dan mencium bibirnya langsung.

Akashi amat sangat terkejut apa yang dilakukan oleh Kise.

"OMG Sei!! Bibirmu tidak polos lagi!" jerit Aritsu untuk kedua kalinya dengan mata berbinar.

"Next.. Armin, bacakan ToD selanjutnya!" perintah Isogai.

"Ha'i! Etto.. Dare selanjutnya buat Akashi ⇨Berdiam diri di jalan selama dua jam dengan pakaian maid dan juga bando dan ekor neko." ucap Armin.

"What!? Akashi disuruh memakai begituan!? Pfft.." Kisedai yang lain, Karma, Isogai dan Maehara menahan tawa.

Aritsu dengan segera mengambil pakaian maid, bando serta ekor neko di lemari pakaiannya. Kemudian ia memberikan barang-barang tersebut pada Akashi.

"Kau becanda? Aku tidak mau memakai itu. Dan juga.. Seharusnya Aritsu yang memakainya, bukan diriku." ucap Akashi dengan wajah datarnya.

"Hoho, Aku tidak mau memakai pakaian itu. Kau kan tau kalau Aku bukanlah gadis yang bisa bertingkah manis seperti gadis lain." jawab Aritsu.

Akashi melirik [Nama] yang berada di balik pintu ruangan.

"Kalau begitu, [Nama] saja yang memakainya. Aku rasa dia cocok untuk memakainya."

"Yang mendapatkan Dare itu Kamu, Seijuurou. Bukan [Nama]" ucap Aritsu lagi.

"Aku bilang Aku tidak mau! Dan keputusanku itu mutlak!" kata Akashi dengan tatapan intimidasinya.

Aritsu menggembungkan kedua pipinya, cemberut.

"Sei-nii, ayolah pakai pakaian tersebut." pintah Karma.

"Tidak." jawab Akashi singkat, padat dan jelas.

Dengan sangat terpaksa semua orang yang berada di ruangan ini menahan tubuh Akashi --baik tangan, kaki, badan.

Sedangkan Aritsu yang memakaikan baju maid, Mikasa yang memakaikan bando, serta Hanji memakaikan ekor neko pada tubuh Akashi.

"Nah selesai!" seru Aritsu dengan senang.

"Huaa Akashi, Kau imut!" seru Hanji dengan mata yang berbinar.

"Pfftt.. Akashi cocok memakai pakaian maid seperti itu." kata Aomine, yang disetujuin oleh anggukan kepala dari semua orang yang berada di ruangan ini.

Akashi hanya menghela napas pasrah dan menyumpah serapah semua orang yang telah melakukan hal ini kepadanya.

"Sekarang waktunya Kau mangkal, Sei!" ucap Aritsu seraya menarik tangan Akashi menuju ke luar ruangan ah tepatnya ke jalan raya.

Yang lainnya pun mengikutin langkah kaki Aritsu dan Akashi.

  - Jalan raya -

"Nah.. Kau berdiam dirilah di sini, selama dua jam." perintah Levi.

Dengan amat sangat terpaksa Akashi menganggukkan kepalanya, dan kemudian semua orang pergi ke sebuah kafe yang tidak terlalu jauh dari tempat Akashi berada.

# Skip

Dua jam setengah telah terlewatkan, para peserta dan para host serta para guest menghampiri Akashi.

"Kalian lama!" ucap Akashi.

"Hehe gomen Akashi-cchi, Kami keasikan nongkrong jadinya kelupaan deh dengan dirimu." kata Kise dengan cengiran.

"Nih.. untukmu!" kata Levi sambil memberikan white coffee pada Akashi, yang diterima dengan senang hati oleh Akashi.

"Nah ayo kita balik ke ruangan!" seru Aritsu seraya menarik paksa tangan Akashi dan pergi ke ruangan ToD lagi.

.
.
.

"Kita lanjut ToD selanjutnya. Okay?"

"Next.. Dare buat Midorima ⇨Shoot Bola ke kepala Akashi" kata Hanji seraya membacakan ToDnya.

Midorima membulatkan kedua matanya. Kemudian berucap, "Kau becanda!? Aku tidak mau mendapat latihan ganda olehnya~nodayo!"

"Tenang saja! Nanti biar Levi-nii yang melindungin dirimu!" ucap Aritsu.

Levi yang mendengarnya segera memberikan tatapan tajam pada Aritsu. dan berkata, "Apa maksudmu? Aku tidak mau melindungin dirinya!"

"Jika Levi-nii membantu Shintarou, Aku akan melakukan apapun yang Levi-nii inginkan?" kata Aritsu dengan ragu.

"Yang Aku inginkan?" Levi menyeringain.

"Ok. Deal" lanjut Levi lagi.

"Yes! Nih.. Bola untukmu!" Aritsu melempar bola ke arah Midorima, dan diterima dengan baik oleh Midorima.

"Sekarang Shoot!" suruh Karma.

"Ba-baiklah'nanodayo.!" Midorima menenguk saliva-nya dengan kasar, kemudian mulai men-shoot bola ke kepala Akashi.

Percobaan I : Meleset.

Midorima mulai mencoba men-shoot lagi.

Percobaan II : Meleset lagi.

Midorima mulai memberanikan diri untuk melempar lagi.

Dan...

Jduk! Bola mendarat dengan mulus di kepala Akashi.

"Uhuk uhuk.." menyebabkan Akashi yang sedari tadi asik meminum white coffeenya tersedak dan minuman tersebut membasahin seluruh wajahnya.

Mengetahui hal itu, semua orang berusaha untuk menahan tawa mereka.

"Oi! Siapa yang berani melempar bola ke arahku?" geram Akashi seraya melirik yang lainnya.

"Aku tidak tau, Sei." elak Aritsu.

"Aku juga tidak tau, Akashi-nii." elak Karma juga.

"Aku juga." Maehara dan Isogai juga ikut mengelak.

Akashi bangkit dari duduknya, dan mengambil bola yang dilempar oleh Midorima tadi.

Ia kemudian mulai memeriksanya.

"Dilihat dari jarak bola dan diriku. Hem.. Shintarou!"

"!?" Midorima mulai berkeringat dingin ketika mendengar namanya dipanggil oleh Akashi.

"Sei!" Namun tiba-tiba Aritsu memanggil Akashi. Menyebabkan Akashi mengalihkan pandangan ke arah gadis itu.

"Ada apa?" tanya Akashi.

"Bersihkan dulu wajahmu!" kata Aritsu seraya membersihkan wajah Akashi dengan sapu tangan merah miliknya.

Akashi hanya diam dan tersenyum tipis akan tingkah Aritsu.

'Selamat!' batin semua orang kecuali Aritsu dan Akashi.

# Skip

"Mari Kita lanjut ToD selanjutnya." kata Karma.

"Dare untuk Kuroko ⇨Kagetin Akashi sampai Akashi ngelempar guntingnya." kali ini Mikasa yang membacakan ToDnya.

"Bukankah guntingnya Akashi-kun sudah dibuang oleh Aomine-kun ke got ya?" tanya Kuroko.

"Oh ya! Berarti tugasmu hanya mengagetkan Akashi, Kuroko-nii." jawab Armin.

Yang direspon oleh anggukan kepala peserta yang lain.

Kuroko beranjak dari duduknya, dan menghampiri Akashi beserta Aritsu yang lagi sibuk sendiri.

"Doumo Akashi-kun, Aritsu-chan." sapa Kuroko saat Ia tiba ditengah-tengah Akashi dan Aritsu.

"Gyaah!" Menyebabkan Akashi dan Aritsu terkejut.

"Tetsuya! Bisakah Kau tidak muncul seperti itu? Muncullah dengan wajar!" ucap Akashi menatap tajam Kuroko.

"Gomennasai Akashi-kun. Tetapi Aku sudah muncul secara wajar." balas Kuroko.

Aritsu hanya menggelengkan kepalanya, heran akan tingkah kedua temannya itu.

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top