Hanamiya Makoto x Yandere! Reader

Request-an dari ... entahlah akachin lupa 😐 gomenne baru akachin buat.

÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷

Hari I : "Onii-sama.. Bagaimana kalau sepulang sekolah kita jalan-jalan dulu?"
"maaf (name), aku sudah ada janji dengan (random girl)"

Hari II : "Onii-sama.. apa kau ada janji? maukah kau menemaniku ke perpustakaan?"
"maaf (name). (random girl) menyuruhku untuk membantunya di ruang osis"

Hari III : "onii-sama.. bantuin (name) ngerjain tugas biologi"
"maaf (name). aku harus segera pergi. (random girl) sudah menungguku sedari tadi di taman"

Itulah tolakan halus dari Onii-channya (name), Hanamiya Makoto di setiap (name) mengajaknya atau meminta bantuan. dengan alasan ia sudah ada janji dengan (random girl), kekasih makoto.

(name) mencoba bersabar akan sikap Onii-channya itu. Dan ia pun kembali mencoba mengajak Onii-channya sekali lagi hari ini, tepatnya dihari ulang tahun (name).

(name) pun menghampiri Onii-channya yang sedang berbaring di ranjang dengan memainkan smartphonenya. mungkin ia lagi asik berchatting-an dengan kekasihnya.

"Onii-sama.. temanin (name) membeli kue di toko kue." ajak (name) sembari duduk di tepi ranjang onii-channya.

Makoto menengok ke arah (name), lalu berkata "(random girl) nanti mau kerumah, jadi Onii-chan harus menjaga rumah (name). kau pergi sendiri ya, Gomenne" tolak makoto seraya mengusap pelan helai rambut (name).

(name) mengangguk sedih, ia berdiri dari ranjang lalu pergi meninggalkan makoto.

"sepertinya aku harus melenyapkan (random girl) karena dia telah berani mengambil onii-sama. onii-sama hanya untukku seorang!" batin (name) dengan aura yang menyeramkan, dan juga dengan perubahan warna mata. awalnya matanya berwarna biru langit, kini berubah menjadi merah pekat.



(name) saat ini telah selesai memakai sepatu jalannya, ia pun membuka pintu rumahnya.

"Eh!?" namun ia dikejutkan oleh sosok dihadapannya.

"Konbawa (name), apa makato-kun ada?" tanya (random girl) dengan senyumannya. Ya orang itu adalah kekasih makoto.

"Ah.. ada. Onee-san masuk saja kedalam. Onii-sama sudah menunggu" jawab (name) dengan fake smilenya.

"Oh begitu. Baiklah" (random girl) membuka sandalnya lalu masuk ke dalam.

"Ngomong-ngomong kau mau kemana?" tanya (random girl) sembari melihat penampilan (name)

"Ke toko kue. Onee-san mau ikut?"

"Um~ boleh"

*****

YOUR POV

Aku selesai memilih kue, lalu segera melangkah ke arah kasir. Setelah selesai membayar, aku menghampiri (random girl).

"Sudah..?" aku mengangguk. kami berdua pun keluar toko lalu berjalan pulang.

"kalau boleh tau, itu kue buat apa (name)?" tanya (random girl)

Aku terdiam sesaat. "Ini buat ulang tahunku"

Tiba-tiba (random girl) menghentikan langkahnya, memutar menghadapku dan menatapku.

"Otanjoubi Omedetou, (name)"

Aku membalas tatapannya dan berkata "arigatou onee-san"

"Ah ya, aku lupa membeli hadiah. Kau tunggu disini sebentar, ya?" (random girl) melangkahkan kakinya menjauhiku, menuju ke sebuah toko.

Dengan seringai yang tertampang diwajahku, aku pun mengikutinya diam-diam. Dan bersembunyi di balik tembok toko tersebut.

.
.
.
Author POV

"Sepertinya aku kelamaan memilih hadiah, kasihan (name) menunggu" kata (random girl) saat ia keluar dari toko.

"sebaiknya aku segera menghampirinya" (random girl) berjalan menuju tempat dimana (name) berada. Tanpa ia sadari, (name) kini tengah mengikutinya diam-diam.

"Heh!?" (random girl) terkejut saat mendapati mulutnya dibekep oleh seseorang dari belakang dengan sapu tangan.

Perlahan-lahan, mata (random girl) menutup dengan sempurna -tak sadarkan diri akibat obat bius yang diberikan oleh orang itu.

#time skip~ (Random Girl) POV

"eungh~" aku mengerjapkan mataku ketika aku bangun dari tidurku.

Aku mendapati diriku di sebuah ruangan yang dindingnya nampak usang.

"Dimana ini?!" batinku penuh tanda tanya.

Kriet.. suara pintu dibuka, refleks aku mengalihkan pandangan ke pintu tersebut. dimana menampakkan sosok yang sangat kukenal..

"Halo, Onee-san"

yaitu (name), adik dari kekasihku.

"Ini dimana, (name)?" tanyaku penasaran

"Ini di tempat persembunyikanku, onee-san" jawabnya sembari menghampiriku.

"sebaiknya kita pulang sekarang, (name). Makoto pasti menunggu kita di rumah" aku mencoba beranjak dari tempatku, namun aku tidak bisa bergerak.

Aku mengarahkan pandangan. Betapa terkejutnya aku saat mengetahui kedua tangan dan kedua kakiku telah diborgol.

"iya benar kata onee-san. aku harus segera pulang. demo.. setelah aku menghabisi nyawa onee-san"

aku makin terkejut dengan ucapan (name). "apa maksudnya..?"

"A-apa ma-maksudmu?" tanyaku gugup

"sial! kenapa juga aku gugup?!"

"aku akan membunuhmu terlebih dahulu sebelum pulang ke rumah" katanya lagi dengan seringaiannya.

"A-apa? Ka-kau pasti bercanda!"

alis (name) langsung bertaut. "untuk apa aku bercanda?" katanya. "aku tidak bercanda!"

.
.

Your POV

Setelah berucap seperti itu, aku segera mengeluarkan pisauku.

Kulihat ekspresi terkejut dari (random girl)

Ah.. sungguh sangat menarik

Tak mau membuang waktu, aku segera menusuk perut (random girl).

"Argh!" teriaknya.

Ya teriak terus onee-san!. batinku dengan seringaian di wajahku ketika aku mendengar jeritannya.

Aku pun menusuk lebih dalam lagi perutnya

"I-ittai.. (name), to-tolong berhenti!" katanya dengan nada memohon.

Oh ayolah.. aku saja baru memulainya!

aku menggelengkan kepala sebagai respon dari perkataannya. lalu aku mengeluarkan pisau dan menusuk mata kirinya.

.
.
.

Author POV

Suara jeritan serta tangisan menggema di sekitar ruangan ini, (name) makin bersemangat saat mendengarnya. Ia pun mengarahkan pisaunya ke leher (random girl) lalu menusuknya. (name) terus melakukan hal keji terhadap (random girl) sampai ia tidak bernapas.

"Cih! baru segitu aja sudah tumbang. Dasar payah!" cibirnya saat ia tidak mendengar jeritan dari (random girl) lagi.

(name) pun menghentikan aktifitasnya, menjauhin diri dari jasad (random girl) lalu beranjak keluar ruangan menuju rumahnya.



"tadaima.. onii-sama" kata (name) saat tiba di rumah dan berjalan menuju dapur. Disana ia melihat sosok onii-channya yang sedang makan sereal.

"(name)! kau sudah pulang?" makoto menengok ke arah (name). yang dibalas dengan anggukan oleh (name).

"kenapa onii-sama ada disini?" tanya (name) sembari mendudukkan dirinya di sebelah makoto.

"aku lapar. jadi aku makan deh disini" jawab makoto polos.

"Oh ya! dimana (random girl)-nee?" tanya (name) basa basi.

"dia ada acara keluarga. jadi dia tidak datang" kata makoto.

"souka" respon (name) dengan seringaian yang sangat tipis di wajahnya yang tidak diketahui oleh makoto.

"Onii-sama.. ini, kue yang (name) beli" (name) mengeluarkan kuenya dari kantong plastik dan menaruhnya di meja.

"Wahh.. kue!" kata makoto dengan wajah berbinar-binar.

(name) pun tersenyum akan reaksi onii-channya itu lalu segera memotong kuenya menjadi beberapa bagian.

"ngomong-ngomong.. otanjoubi omedetou (name)! Gomenne tadi onii-chan tidak bisa menemaninmu" ucap makoto.

"tidak apa-apa onii-sama! sekarang mari kita makan kuenya" balas (name) seraya memberikan kue ke makoto.

Ya pada akhirnya malam ini adalah malam terindah dimana (name) bisa berduaan dengan onii-channya tanpa ada pengganggu.

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top