•️ BBQ an •

SEBELUM BACA WAJIB VOTE AGAR TIDAK BIZULAN!!!!

JANGAN LUPA KOMENTARNYA YOREBUNNN 😚😚

Being siders doesn't make you pretty than Jeonghan.

🏣🏣

"Yorebun, ayo kita BBQ an," ajak Guanlin yang baru pulang bimbel dari Primagama.

Anak kosan yang berada di ruang tamu cuman menghela napasnya aja. Maha tega Guanlin dengan semua ajakannya. Udah tau akhir bulan, ga ada duit, malah ngajak BBQ an.

Sepertinya Guanlin emang berniat membuat jiwa kanibal Pimcha bangkit kembali.

Hening, ga ada yang menyahut Guanlin, sama sekali ga ada.

Malah pada fokus sama kegiatan masing-masing. Ada Taehyung yang lagi nyuci keris--entah buat apa jangan tanya oke, Hyojin yang lagi asik ngestalk mantannya, Shira dan Hyora lagi ngaji didepan Minhyun dan Taeyong--yang kalo salah siap buat di omelin, Changbin dan Jisung lagi mainin anjing punya tetangga di luar, Kenta sama Jungkook masak di dapur, Hana dan Pimcha lagi kolaborasi bikin Webtoon, Hyunjin dan Mingyu sama-sama baca buku 'cara memanfaatkan perempuan dengan baik dan benar', dan kegiatan unfaedah lainnya.

Merasa dicueki, Guanlin berkata sekali lagi. "WOY BBQ AN KUY! GUE PUNYA DAGINGNYA!"

Semua otomatis menoleh ke arah Guanlin, tapi Guanlin ga bawa apa-apa. Lantas Shira bertanya. "Mana dagingnya?"

"Masih di toko," jawab Guanlin, nyengir lima jari dia.

Tentu saja sebuah sendal langsung di lemparkan sampai mengenai kepala Guanlin. Felix pelakunya. Emang kriminal anak itu mah, sebenarnya dia ga pantes masuk jurusan kriminologi kata Jisung mah. "LUCU LO!"

Minhyun pun segera merukyah Felix.

"Ga lucu Kak," kata Jeongin memasang muka sedih. "aku kira kak Guanlin emang punya Dagingnya."

"Enggak sih daging mah, cuman uang buat beli daging ada," kata Guanlin. Lagi-lagi orang kere bermuka krininak seperti Jisung, Pimcha, Hana, Hyora, Shira, Jungkook, Woojin, dan Taehyung menoleh kepadanya. "tapi jual dulu berlian gue."

"Boleh tuh!" seru Taehyung setuju.

Hyojin menyahut. "Ayo BBQ an, lagian udah lama kita enggak BBQ an."

"Nyumbang atuh," celetuk Pimcha seenak jidat. "jangan cuman ngajak tapi ga ngasih sumbangan."

Ehem Guanlin itu sindirian keras ya. Untungnya Guanlin emang peka, jadi dia langsung berkata. "Aku nyumbang kok, tapi harus ada yang ngejual berlian aku dulu."

"Kesindir mas?" kali ini Hyora yang berceteluk. Wajah Guanlin memerah karenanya.

Gengsi dong holkay ngaku kalo dia kesindir?

"Nih," Hyojin melemparkan kartu atmnya ke kursi. Dia kesindir juga kawan. "beli apa yang kalian mau aja."

"Oke kalo gitu ayo kita bagi tim!" teriak Kenta tiba-tiba, sudah selesai wifian dan virus alaynya sudah menghilang. Karena dia adalah member tertua diantara 23 temannya, maka dia lah yang memimpin sekarang. "cara baginya hompipah ya?"

Hana kemudian mengangkat tangannya dan bertanga. "Pembagiannya jadi gimana? Gue ga ngerti."

"Heu makannya jangan makan koaci mulu, nantinya jadi hamtaro," bales Taeyong. "terus otak lu jadi lemot."

"GAJE WOI GAJEE!" Taehyung dengan jahatnya menyoraki Taeyong.

Hana nangis terharu karena Jisung ngebela dirinya. "OMO ACENG SUKANDAR MA FRIENDD! THANKYOU!"

"TEMAN KAWAN!" Jungkook ngkak sambil gugulingan.

Mingyu ikutan ngakak. "YA ALLAH, TERNYATA DIANGGAP TEMEN DOANG! INGIN DOSA TAPI TAKUT NGAKAK!"

"KEBOLAK BULUQ!"

"OH HEEUH!"

"DAX HEUP HEULA EUY, ENGKE MOAL JADI-JADI BBQ AN NA," teriak Ong dengan cetar membahana halilintar mengalahkan soimah.

"Oke, sok atuh bagi Tim," kata Kenta. "kita bikin 6 tim, yang satu timnya 4 orang ya? Soalnya kan emang jumlah anggota kosan ada 24 anak."

"Tugasnya apa aja?" tanya Shira.

"Ditentuin abis hompipah," jawab Kenta. "Kuy hompipah!"

Ke 24 anak kosan yang sedang berkumpul di ruang tamu itu melingkar dengan kompak. "Oke sebelum hompipah pastikan yang keluar itu empat orang ya? Ga lebih."

"OKEE!

"HOMPIPAH ALAIKUM GAMBRENG!" setelah hompipah putaran pertama, Hyojin, Hyunjin, Hana, dan Jaemin yang keluar.

"Oke, berhubung di tim ada Hyojin jadi tugas kalian adalah beli daging. Inget, kualitas harus bagus, ga usah yang mahal, pastikan banyak. Balik sebelum pukul 7," kata Kenta.

"SIAP KAK!" jawab keempat anak itu.
Hyojin sih bahagia karena dia ga harus setim sama Guanlin. Hana juga bersyukur karena kalo Hyojin setim sama Guanlin, bisa-bisa ada Civil War

"KUY HOMPIAH."

"HOMPIPAH ALAIHUM GAMBRENG! SI WOOJIN PAKE BAJU GOMBRENG!"

Sabar Woojin mah dinistain yang lain mulu.

Akhirnya setelah beberapa kali pemutaran tim pun ditentukan.

Tim kedua tugasnya sama kaya tim pertama, hanya saja bedanya mereka harus menjual berlian dulu dan bahan yang dibeli itu bukan cuman daging, ada sosis, minuman dan yah kawan-kawannya. Anggotanya adalah: Guanlin, Jisung, Hyora, dan Shira.

Tim ketiga adalah tim yang mempersiapkan tempat bjat bbq an, harus yang nyaman dan cukup untuk 24 orang. Anggotanya adalah: Jungkook, Daniel, Jeongin, dan Taehyung.

Tim keempat adalah tim masak. Anggotanya adalah: Chan, Minhyun, Taeyong, dan Kenta. Tim orang alim semua kawand, sepertinya ini adalah tim paling damai.

Tim kelima adalah Tim yang tugasnya membersihkan barang setelah BBQ an. Tim paling nista yang muka anggotanya nista juga. Yaitu ada: Hanbin, Woojin, Winwin, dan Ong.

Tim ke enam yang tersisa cuman: Felix, Pimcha, Mingyu, dan Felix. Kenta sendiri bingung tugas mereka apaan, sampai akhirnya Chan berceletuk. "Mereka mah nangkep lele aja, kan jarang tuh kita bbq an pake lele punya Pak Jaehwan."

Maha laknat seorang Chan dengan ucapannya barusan. Tentu saja efeknya selain keempat orang sial itu harus pergi ke balong Bapak Jaehwan, mereka juga harus menghadapi resiko kalo-kalo nanti ketauwan dan disuruh ngebersihin kolam lele itu.

"Gimana cara ngambil Lelenya coba?" tanya Pimcha kepada kawan-kawannya.

Changbin berjongkok. Entah kenapa otaknya mendadak macet ketika keadaan genting begini. "Bingung gue."

Mingyu ikut berpikir. "Fans gue kasian kalo disuruh nyebur ngambil lele mah."

"YA JANGAN LAH GOBLOQ!" balas Pimcha ngegas. Pasalnya dia juga pernah ngefans sama Mingyu, cuman 2 hari sih sebelum dia tau kalo Mingyu itu bobrok sekali kawan!

Keempat orang itu berpikir lagi. Masih bingung, masa cuman dikasih waktu sampe jam 7 malem doang sama si Kentalay. Bingung karena ga ada pengalaman panen lele bersama bapak Jaehwan, kalo Shira sama Ong sih pernah.

Terus ga ada alat pemancing atau penangkap ikan gitu disini. Kan anzeng.

"Kayanya lebih baik Kak Mingyu nyebur," celetuk Felix tiba-tiba. Ketiga temannya menatap Felix bingung. "Maksud?"

"Yah Kak Mingyu kan item, dan kolam lele ini item juga. Jadi kalo nyebur dan tiba-tiba ada Bapak Jaehwan dia bisa kamuflase."

Pimcha dan Changbin cengo mendengar penuturan Felix barusan. Iya sih, Mingyu emang item, yang di ucapkan Felix barusan bener. Cuman yah.

"EH KAMPRET! GA GITU!" Mingyu mengamuk ketika sadar maksud ucapan Felix barusan. Maklum, otaknya ngeload. Hampir ngelemparin sendal Changbin ke Felix, kalo ga ditahan Changbin. "EH ANJING SENDAL GUE!"

"KAK MINHYUN CHANGBIN BERKATA KASAR!"

"WOEY. JANGAN BILANG-BILANG!"

"UDAH BILANG!"

"AH BODO AMAT LAH, KAK MINHYUNNYA JUGA GA ADA DI SI--"

"CHANGBINNN! GA BOLEH BERKATA KASARR!" teriak Minhyun dari dapur. Kerasa banget melebihi toa masjid, entah pake mic siapa dia teriak sampe kedengeran ke belakang rumah gini.

Pimcha menelan ludahnya sendiri, sementara badan Changbin gemeteran sampe ingin ngompol. Keduanya sama-sama ngebatin, 'Eh anjir, kok kedengeran.'

Akhirnya setelah meratapi nasib, baru lah Changbin berinisiatif bikin pancingan buat nangkep lele. Mingyu tiba-tiba aja kebelet boker karena tadi pagi ajakin jajan ayam geprek level 10 sama Hyunjin--makannya bibir Hyunjin tambah dower manzah.

Terisa lah Pimcha dengan Felix.
"Eh anjir gimana atuh Lix."

"Yaudah lu modol aja disini, kan lele suka tayi, ntar pas lu modol tayi lu di caplukin lele," balas Felix dengan otak kriminalnya.

"EH GOBLOQ GUE GA MAU YA MAKAN LELE YANG UDAH MAKAN TAYI GUE!" jerit Pimcha geli sendiri, dia malah dengan nistanya membayangkan dirinya modol dan tayinya di makanin lele.

Felix mengacak-ngacak rambutnya. "Ya terus gimana lagi coba?!"

"Yaudah gue ambil pake tangan, tapi lu mesti megangin gue," akhirnya dengan bijaknya Pimcha memutuskan demikian.

Felit mengerutkan dahinya, bingung. "Kok dipegang? Kolamnya aja ga dalem kok. Cuman 2 meter dan airnya cuman sampe 1,5 meter doang. Lu suka sama gue ya Cha?"

"Bukan gitu ih!" Pimcha menghentak-hentakan kakinya, kesel karena kebegoan Felix yang melebihi ambang batas. Ingin memaki Felix rasanya. "aing ga mau jatoh ke kolam, Lix."

"Oh oke," Felix pun sesegera mungkin memegang pingang Pimcha agar tidak jatoh. "ayo cepet, ntar keburu magrib."

Mau ga mau, Pimcha pun mengulurkan tangannya, berusaha mengapai lele yang geleuh itu dengan tangan indahnya. Setelah dapat, tentu saja Pimcha langsung melemparkan lele tidak bersalah itu ke belakang.

Karena the power of kapepet, dalam 2 menit, Pimcha dapat 4 lele! Sebuah rekor yang ajib sekali yah kawand.

Sampe akhirnya ketika badannya terlalu condong kedepan, entah ada angin apa tapi Felix tiba-tiba saja melepaskan pegangannya sehingga Pimcha kehilangan keseimbangan dan terjatuh secara ga elit--nyungseb ke kolam lele Bapak Jaehwan.

"ANJI--FUAH!"

Iya emang kolam lelenya ga dalam, tapi kan baju Pimcha jadi basah gini. Kotor pula, belum lagi pipinya ditampar sirip lele.

Karena kesel dan udah terlanjur basar, Pimcha pun melemparkan lele ke arah Felix, Alhamdulillah kena pipi Felix dan anak sialan itu terjungkal kebelakang.

Mingyu dan Changbin melihat Felix ditampar lele begitu langsung menghampiri Felix. "Felix lu ga apa-apa?" tanya Changbin melihat Felix yang sudah KO.

"GUE YANG KENAPA-KENAPA MAH!" amuk Pimcha setelah berjuang melawan lele dan akhirnya keluar dari kolam lele dengan keadaan merana.

"YA ALLAH, NENEK LELE!" teriak Changbin.

Pimcha memutar matanya lalu menapar pipi Changbin dengan Lele yang ada ditangannya.

"Sialan, ini semua gara-gara si Felix ngelepasin pegangannya," gerutu Pimcha kesal.

Felix bangun lalu menjelaskan alasan kenapa dia melepaskan Pimcha. "Ih gua tuh tadi ngeliat kaya penampakan Bapak Jaehwan gitu, gua kaget dan ngelepasin pegangan karena takut ketauan. Eh taunya apa, pas gue liat lagi ternyata dia ga napak!"

Mingyu dan Changbin merinding disko mendengarnya. Yah emang si Felix ini rada indigo. Bisa liat yang begituan.

"Lu indigo apa bego sih?" kata Pimcha kesel mendengar alasan Felix.

Felix nyengir aja. "Gue takut disuruh Ngebersihin kolam."

Pimcha menepuk kepalanya. "Serah ae lah, gue mau mandi. Bhay. Gantian elu yang nangkep ikannya."

Pimcha pun berlalu, gantian sekarang kaya Pimcha tadi dan Changbin yang menaghan pinggang Felix agar tidak nyungseb.

"Eh iya, ini pancingan siapa?" tanya Mingyu sembari mengangkat alat pancing itu.

Changbin dan Felix menolehkan kepalanya. Sayangnya saat ini Felix ketiban sial karena harus nyungseb juga karena Changbin keburu berdiri dan menghampiri Mingyu.

"Ya amapun, gue baru inget itu punya gue. Minjem dari bapak Agus," dia menoleh ke arah kolam kembali, tapi Felix udah nyebur kesana. "loh Felix, kok lu nyebur? Pengen mandi ya?"

"INI GARA-GARA LO!"

"HAH?"

"HIHAHH!"

🏣

Bbq an dimulai jam 7 lebih 5 menit, karena 30 menit sebelum jam 7 Kenta udah ngespam anak-anak yang belanja agar cepat balik ke rumah.

Hyunjin dapet pesannya pas dia lagi Sholat, dan ngedenger Jaemin sama Hana ngerusuh duluan didepan mushola. Kan kebawa panik Hyunjin tuh, jadinya dia sholatnya dipercepat sampe dia sendiri ga sadar. Dia shalat magrib 2 rakaat.

Tentu saja setelah berkumpul semua, yang paling ribet adalah tim ke 4 yang lagi masak sekarang. Sebenernya yang lain juga ngebantuin, ngebantuin bikin susah. Sampe-sampe Taeyong meraung. "DARIUK COBA MARANEH TEH! TONG LULUNCATAN JIGA POCONG BAE!"

"Kok gue?" tanya Pocongnya sedih karena disalahin.

Eh kok ada pocong sih?

"Jisung! Usir pocongnyaa!" teriak Shira dengan suara melengking.

Jisung pun mendekati pocong tersebut. "ALLAHUMA BARILANA FIMA RO--"

"ETA MAH DOA MAKAN GEBLEK!"

"Oh iya."

Akhirnya dengan kekuatan bulan, pocong pun berhasil terbereskan.

Tak lama makanan pun sudah selesai. Mereka semua duduk lesehan sembari memakan BBQ handmade tim 4, diselangi beberapa obrolan unfaedah yang berkubu-kubu.

Sampe akhirnya Jeongin berkata. "Kak Pimcha, caranya masuk kuliah itu gimana sih? Katanya susah."

Emang nanya ke Pimcha sih, tapi malah Daniel yang menimpali. "No, that easy. You just must leumpang into gerbang and taraaa you masuk kuliah."

Krik-krik.

"Hyoj, lu deket dia, tabok gih," kata Hyunjin jahara.

"Ga ah," tolak Hyojin sembari menggeleng.

"Kenapa?"

"Kak Daniel ganteng, gue ga mau tabokan maha dasyat gue merusak kearifan wajahnya."

Ong membalas. "MAHIAAA!"

"Eh emang disini masuk kuliah pada pake jalur apa aja?" tanya Guanlin. Soalnya dia kepo aja.

"Kebanyakaan SBMPTN, tapi ada juga yang SNMPTN," jawab Hyora setelah menelan dagingnya.

"Woah ada yang SNMPTN? Siapa aja?" tanya Jeongin antusias.

"Gue, mas Kenta, mas Ong, mas Taeyong, mas Taehyung, Jaemin, Changbin," jawab Hanbin. "kita emang rata-rata awalnya beda sekolah sih dan mungkin faktor lucky atau emang jurusan yang kita masuki kurang peminatnya. Makannya masuk SNMPTN. Padahal jujur aja nilai gue standar kebawah."

Guanlin dan Jeongin bertepuk tangan. Terus Guanlin bertanya lagi. "Terus sisanya SBMPTN?"

"Iya, tapi si Jisung ini lulus SBMPTN karena dia beruntung," ucap Hana.

Jeongin menatapnya heran. "Kok bisa?"

"Makannya banyak berdoa," jawab Jisung dengan bangga. "doa itu kunci dari segala-galanya. Mungkin gue pernah ditolak UGM tapi gue diterima UI karena Allah SWT tau hal terbaik buat gue."

"JISUNG TEGUH MANTAV!" teriak Taehyung sembari mengacunginya dua jempol.

"Gue sama Hyora juga beruntung, karena waktu SBMPTN kita cuman ngerjain 50 soal dengan bener-bener, sisanya ngelempar pensil yang ujungnya udah gue kasih a,b,c,d gitu," ujar Hyojin membongkar aibnya sendiri. "tapi gue berhasil masuk UI kan."

"Kalo yang Ipa mau ngambil Soshum itu gimana?" tanya Guanlin.

Hyunjin, Hanbin, dan Hana langsung melotot. "WOY! JANGAN MURTAD WOI! IPA MAH IPA AJA, GA USAH SOSOAN KE SOSHUM!"

"Ih ga boleh gitu," kata Minhyun, "aku juga waktu SBMPTN murtad soalnya. Saintek itu berat. Ga banyak yang kuat. Dilan aja mabok."

"KATA SIAPA?!" -Dilan,2018. Lalu dia ditarik Milea. "Tempat lu bukan disini, jablay."

"Dan mau pindah atau enggak juga itu hak sih. Soalnya SBMPTN mah masih bebas," ujar Chan setrlah Dilan pergi.

"Dih, kak Chan juga murtad ya?" Hana menunjuk Chan

"Iya, kan gue udah bilang dunya gue gue Biologi sejati, sekarang jadi ips sejati setelah masuk HI."

"Duh semoga aturan yang Ipa ga boleh pindah itu diberlakukan taun ini Ya Allah. Biar anak SMP jaman now sadar kalo jurusan favorit itu di Ips pas kuliahnya, jadi ga harus ada atau beranggapan IPS lebih rendah dari IPA Ya Allah. Aminn." Hanbin mulai berdoa. Yang mantan IPS semua mengamininya. "AMINNN!"

"Ih jangan, gue mau murtad! Ga amin! Ga amin!" jerit Guanlin yang rencananya mau masuk Hubungan Internasional.

"Aminin ah, gue aja kesel karena pas Pilihan pertama gue ga keterima, padahal gue naksir DKVnya ITB," ucap Hana sambil menjulurkan lidahnya.

'Bodo amat, untung dah masuk UI,' -Chan, Jisung, Minhyun, Felix, selaku mahluk murtad ketika SBMPTN.

"Udah jangan ribut kawan, yang terjadi biarlah terjadi," kata Winwin dengan bijaknya menengahi perdebatan.

Jeongin lalu bertanya, "Kalo menurut kalian jurusan yang bagus itu apa?"

"Teknik Fisika!" kata Jaemin semangat 45.

Hyojin menjawab. "Psikologi bagus dan mulia."

"Kriminologi bagus juga kok."

"Plis jangan percaya Felix mukanya kriminal," ujar Jungkook.

"Ilmu sejarah bagus," saran Changbin.

"Anjir, apalah otak aing yang ngapalin tanggal perang aja ketuker mulu," kata Woojin sembari menangis, mengingat dulu nilai sejarahnya selalu dibawah 50.

"Sebenarnya anak-anak, jurusan yang bagus untuk dimasuki itu relatif," semua anak kosa menoleh ke sumber suara, munculah bapak Jaehwan yang masih memakai sarung kuning cerah kesayangannya. Lengkap dengan kopeah dan sorban. Kayanya bentar lagi dia mau duet sama Rhoma Irama. "kenapa jurusan itu relatif? karena tidak semua orang punya minat yang sama. Mungkin buat orang lain, akutansi yang paling keren di Soshum, tapi Hanbin dengan kreatifnya memilih Sastra Rusia karena dia ngefans sama Uni Soviet. Dari situ aja udah terbukti kan kalo suka itu relatif. Dan semua itu balik lagi ke passion kita, doa kita, usaha kita, dan takdir kita. Kita semua harus percaya takdir tapi tidak boleh pupus harapan juga. Percaya lah bahwa Allah akan memberikan yang terbaik untuk kita."

Semua anak menganggukan kepalanya mendengar ceramahan dadakan dari Bapak Jaehwan barusan.

"Oh iya omong omong ini kenaoa kaya daging Lele ya?" kata Bapak Jaehwan sembari mengangkat daging di piring Ong.

Setelah suasana damai tersebut kini hampir semua anak kosan menelan ludahnya. ANJIR MAMPUS!

"Lah, emang itu daging lele kok. Daging lele dari kolam Bapak," jawab Jeongin dengan polosnya.

'Ya ampun, kalo ga ada Bapak Jaehwan, udah gue mutilasi anak ini,' batin Pimcha.

Bapak Jaehwan melotot. "ANJIR INI LELEH BAPAK, SI JAMILAH! YA AMPUN KOK KALIAN TEGA?!"

"ITU SI FELIX PA PELAKUNYA," teriak Pimcha.

Woojin ikut mendukungnya. Kali-kali aja Felix di nistain. Dia mah udah sering. "IYA PAK, LIAT COBA MUKANYA AJA UDA KRIMINAL GITU!"

Felix cengo. Ini tuduhan yang jahat. Tapi enggak ada yang ngebala dia sampe seorang Minhyun sekalipun memilih diam. "Sumpah Pak, bukan saya."

"FELIX! BESOK KURAS KOLAM LELE BAPAK! SEMUANYA!"

"ALLAHUAKABAR! JANGAN ATUH BAPAK!"

🏣🏣🏣

HAII GUE BACK LAGI KARENA YAH INGIN AJA. BERHUBUNG GUE MALES NUGAS, JADI GUE NGERJAIN FF AJA. EHEHEHEH.

YAH KARENA GUE LAGI SAKIT, PLIS GWSIN. EH JANGAN DENG, DOAIN AJA BESOK PAK RUKMANA GA MERIKSA LKS KARENA GUE MALES NGERJAINNYA :((

DAN YAH SEMOGA DENGAN DIBUATNYA FF INI, KALIAN YANG MAU MURTAD MIKIR DUA KALI YA. WALAUPUN ITU HAK KALIAN, TAPI KENAPA SIH GA AMBIL IPS DARI DULU AJA BIAR GA DIBILANG MURTAD? JADI INTINYA YANG MAU MURTAD, PLIS MIKIR DUA KALI.

KALO HAZ SIH GA MURTAD KARENA EMANG DARI DULU GEULEUH SAMA MATEM, BIO DAN KIMIA. MAKANNYA TERJEBAK DI IPS, AND HAZ BENER-BENER MERASA BERSYUKUR DI IPS KARENA PELAJARANNYA GA BEGITU SEJAHARA IPA. HEHEHE.

YAH INTINYA SELAIN MENGHIBUR SEMOGA EPS KALI INI BIKIN KALIAN MIKIR LAGI YA.

BTW TERNYATA GENGS, SETELAH AING MERUBAH GENDRE KE HUMOR MASUK KE 244 RANKNYA. TUMPENGAN KUY AH.

SEMOGA BISA TERUS NAEK EAPS. DI FF MAH LILA ASUP RANKNA :(((

Maafkan aing Felix karena menistakan maneh :(((

JANGAN LUPA KOMENNYA 😚😚

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top