11. Rasanya NANO-NANO

📣 voment... voment... 📣
Sorry buat typo nya Friends

Mobil ini berhenti tepat didepan rumah Mbak Lina. Akupun ikut turun, untuk singgah sebentar. Sungkan rasanya, jika Aku pergi begitu saja.

Aku tahu sejak tadi Leon mencuri-curi pandang ke arahku. Biarlah, Aku lebih asyik duduk diteras bersama Anne dan melihat hasil jepretannya.

Kulihat jam yang melingkar di pergelangan tangan ku. Sebaiknya Aku pamit, karena sekarang sudah jam dua lebih.

"Ann, Tante pulang ya. Udah ditungguin sama Mama nih."
Dia mengangguk
"Aku panggilin Ibuk deh, Tan" ujarnya lalu beranjak kedalam rumah

Ku habiskan segelas es sirup yang tadi disuguhkan art Mbak Lina.

"Kok dihabisin es nya?, Kamu kan nggak bisa minum dingin!" tanya Leon yang kini sudah berdiri di depanku
Aku hanya menyunggingkan senyum tipis
"Nomor mu masih sama?" kali ini Aku mengangguk, bibirku benar-benar enggan terbuka

"Kayaknya ada yang lagi asik ngobrol nih?" goda Mbak Lina pada Kami
Leon tersenyum, sementara Aku datar saja. Karena bagiku ini bukan ngobrol tapi, Leon yang yang berbicara.

Kuraih tas selempang yang tergeletak dilantai
"Mau langsung balik, Tan?"

Alhamdulillah, pertanyaan Mbak Lina membuatku tak perlu berlama-lama disini

"Iya, Mbak. Setengah tiga nih, lagian udah ditunggu sama Mama"
"Yaudah. Makasih ya Tan, dianterin sampe rumah lagi"
"Sama-sama Mbak"
"Kalo dek Abi nggak sakit, sekarang Kita pasti ada di Hutan Mangrove" protes Anne

"Tante masih diSurabaya kok, Ann. Nanti Kita bisa jalan-jalan lagi, Insyaa Allah" jawabku
"Bener ya, Tan. Anne masih pengen foto-foto nih!"
"Iya. Nanti Tante ijin lagi deh, buat nemenin Kamu"
"Yesss... Makasih Tan" ujarnya girang

"Saya pamit ya Mbak, Mas, permisi" Aku berpamitan kepada mereka semua.

Mbak Lina mengantarku hingga memasuki mobil

"Hati-hati, Dek... jangan ngebut" pesannya padaku
"Iya, Mbak. Aku pamit dulu ya, Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumussalam"

🚙🚙🚙 🚙 🚙🚙🚙

Alhamdulillah, sudah sampai... Tinggal keluar dari mobil lalu dikunci. Masuk ke lobby, naik lift, sampe kamar bisa tiduran deh. Hehehehe...

Tapi harapan tinggallah harapan. Kenyataan, saat jariku akan menekan bel, pintu sudah dibuka. Ada Mama yang menyambutku dengan wajah berbalut amarah
O...o.... Ada apa ini???

"Mampir kemana dulu, jam segini baru nyampe?" Interogasi Mama dengan nada tinggi
Kuraih tangan kanan, Mama dan Papa lalu kucium
"Assalamu'alaikum. Ngantri beli bensin, terus jalan lagi. Kan macet, Mam, Pap!"

Serius, bukan cuma Jakarta yang macet. Surabaya juga padat kok.

"Wa'alaikumussalam. Mama itu khawatir, sama Mbak." jawab Papa

"Mama telepon kamu, nggak bisa. Tanya Lina, katanya udah pulang dari tadi. Kalo ada apa-apa sama kamu, Mama mau nyari Kamu kemana?" ucap Mama dengan menahan tangisnya

"Astaghfirullah hal'azim, Mam." kali ini Papa yang beristighfar

Aku tahu Mama cemas. Semua memang salahku yang pernah menghilang tiba-tiba, tanpa ada satu orangpun yang tahu. Dan itu meninggalkan trauma tersendiri untuk Mama.
Tapi tadi Mama bilang, ponselku...

"Yaa Allah...!, Maaf Mam!"

Kata itu yang pertama kali keluar, saat kulihat ponselku yang ternyata hanya memiliki daya kurang dari 5%.

Papa yang berada disebelahku mengetahui apa yang terjadi dengan ponselku, langsung memerintahkan ku untuk masuk ke dalam kamar

"Udah Mam. Mbak, di charger dulu sana. Lain kali kalo mau jalan dicek biar nggak jadi salah paham"
Aku mengangguk, lalu berjalan kearah kamar.

🚪🚪🚪🚪🚪🚪🚪

Dua menit pengisian daya, barulah kunyalakan kembali ponsel ini. Ada 58 panggilan tak terjawab dan 9 pesan, yang muncul dilayar depan ponselku

Mama -> 21 panggilan tak terjawab
Papa -> 13 panggilan tak terjawab
Richie -> 8 panggilan tak terjawab
+628132833xxx -> 3 panggilan tak terjawab
nomer siapa, ini??? nggak kenal kok telepon bolak-balik
Mbak Lina -> 2 panggilan tak terjawab
Mr.Rese' -> 11 panggilan tak terjawab

Haahh... Mas Andra!. Bukannya mau ketemu sama calon istrinya, ngapain telepon ke Aku terus?...

+628132833xxx -> Me
14:59
"Nomor mu masih sama"
"Ini aku, Leon"
15:06
"P"
"Kamu dimana?, jangan menyendiri!"
15:20
"P"

Menurutku reaksimu terlalu berlebihan, Leon. Aku bahkan tak mengindahkan kehadiranmu, kembali.

Yang ini dari Mas Andra, ada apa lagi ya...?!

Mr.Rese' -> Me
14:40
"Sampai ketemu malam ini!"
15:02
"Nggak sabar mau ketemu kamu"
15:34
"Kamu kemana?"
"Kamu baik-baik saja kan?!"

🛏🛏🛏🛏🛏🛏🛏

Kurebahkan tubuh ini, hatiku bergejolak, pikiranku campur aduk.

Yaa Allah... Aku benar-benar merasa bersalah kepada Mama. Karena kecerobohanku, beliau jadi ketakutan seperti tadi.

Untuk Leon, Aku tak tahu harus bereaksi bagaimana?. Jika ingin marah, maka amarahku sudah hilang. Mau sedih atau menangis, air mataku sudah terlanjur kering. Aku hanya terkejut, Allah mempertemukan kami dengan cara tak terduga.

Sedangkan dengan Mas Andra, jujur kuakui mulai ada getaran yang terasa. Ditambah lagi dengan tiga pesan terakhirnya kini

Astaghfirullah... bukankah Dia akan menemui calon istrinya. Berarti pesan ini untuk kekasihnya, bukan untukku...

Yaa Allah... ampunilah Aku jika rasa ini adalah sebuah kesalahan
Jagalah hatiku... agar tidak menyakiti hati yang lain... Aamiin yaa rabbal'Aalamiin

To be continued...

*** Jangan lupa BINTANG & Komennya ya Friends... Makasih

Pc : ¹³juli²0¹9
Published -> 18.7.19 10:51

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top