Putus Cinta
Ipen wiken.
Tema: Putus cinta
Keyword: Mendua, jalang, teman ranjang, jugun ianfu, zombi bau tanah
Diksi: Fragipan-cadasrapuh, fiasko-gagaltotal, fluensi-kesiapan, feko-sulingbambu, foksglof-loncengperi
.
.
.
Bolehkah Riko berteriak jika wanita itu adalah wanita jalang. Karena wanita tidak tahu diri itu, semua ini tidak akan pernah terjadi dalam hidup Riko.
Wendi, pria yang selama ini merajai hati Riko. Pria yang selalu dia mimpikan, selalu ia hayalkan, selalu ia angan-angankan untuk tetap setia di sisi Riko sampai maut memisahkan. Tapi, karena wanita itu ... Wendi ternyata telah menduakan dirinya.
Selama ini, tanpa Riko sadar ... Wendi tidak lagi memiliki dirinya di dalam hatinya. Tidak lagi menjadi yang paling special, menemani keseharian Wendi.
Riko baru sadar, ternyata dia seperti fragipan juga ... di luar kuat namun di dalam rapuh.
.
Wanita itu memang pintar bermain feko, suara yang ia hasilkan akan terasa seperti foksglof yang terbawa angin sejuk. Menari di sekeliling, membawa ketenangan.
Jika ditanya bagaimana dengan fluensi hati Riko ketika ia berhadapan dengan kenyataan yang keluar dari mulut Wendi.
Tentu saja, Riko sudah fiasko bertahan untuk tidak menjerit kesakitan. Berharap Tuhan menghentikan nafasnya detik itu juga, ketika Riko berhadapan dengan kenyataan ... Wendi memberikan punggungnya dan berlalu dari hadapannya. Memperjelas semua ketakutan yang membayangi hari-hari Riko sebelum ini, hari saat ia tidak sengaja melihat Wendi keluar dari hotel bersama wanita itu. Ketakutannya akan kenyataan jika wanita itu adalah teman ranjang Wendi.
Jika saja buka karena tangan Siska yang menahannya dirinya untuk berlari mengejar Wendi dan menutup matanya sembari menarik dirinya untuk tidak terus melihat semua itu. Riko tidak tahu apa akibat yang akan dia terima jika ia nekad mengejar keduanya.
Malu ... marah ... sedih ... entahlah ... Riko tidak tahu.
Apakah jugun ianfu masih eksis di dunia ini, jika benar masih ada ... bisakah Riko mendaftar untuk membayangkan wanita itu ke sana.
Betapa kejam pikirannya saat itu. Namun sekarang, Riko telah kalah.
Riko masih tetap bersyukur atas tindakan Siska saat itu. Tanpa dirinya, mungkin Riko saat ini sudah menjadi zombie bau tanah. Siap bunuh diri seketika. Tidak akan pikir panjang akan hal lainnya.
.
.
"Riko ... sudahlah. Kau bisa menangis, teriak, marah, atau apapun juga. Tapi jangan seperti ini ... kau ... kau ... hiks ...." Siska sesegukan di sebelah Riko.
Lelaki ini, yang sudah Siska anggap seperti saudara sendiri. Teman masa kecilnya ... Riko tidak memberikan respon apapun. Setelah kejadian itu, sebulan yang lalu Riko menghilang dari rumah dan membuat heboh mereka semua karena tidak berselang lama, Riko ditemukan tergeletak di jalan akibat tabrak lari.
Lelaki manis yang selalu tersenyum dengan ceria, saat ini koma. Hanya menyisakan selembar kertas di atas meja, yang bertuliskan.
'Aku Lelah.'
Teriakan histeris Siska dan Ibu Riko tidak bisa terbendung saat mereka sampai di lokasi.
Menurut saksi mata, semua itu terjadi dengan begitu cepat. Tidak ada yang sadar sampai suara tabrakan terjadi. Pengemudi mobil yang menabrak Riko syok berat, hampir setiap hari datang untuk memantau perkembangan Riko. Walau keluarga tidak ada yang menurutnya untuk bertanggung jawab.
.
.
Bagiamana dengan Wendi ... kau tidak bisa sepenuhnya menyalahkan keputusan Wendi. Ia tidak akan menduga jika tidaknya saat itu akan berakhir seperti ini.
Memang salah dirinya jika ia diam-diam telah menyakiti Riko di belakangnya. Awalnya ia hanya ingin mencari pelampian saja, tidak ada maksud untuk berselingkuh atau apapun itu.
Namun, wanita yang dia temui tidak sengaja di pameran, membuatnya merasa nyaman. Merasa mereka cocok satu sama lain dan mulai berkencan akibat ketidaksengajaan, hal yang tidak lagi aneh jika sudah mencari pelampiasan dan ditemani minuman.
.
.
"Riko ... tolong maafkan aku. Please kembalilah ... aku minta maaf. Tolong bangunlah sayang. Aku merindukanmu." bisikan lirih terbawa angin.
Menyisakan penyesalan.
.
.
D/n:
Tolong saya maafkan saya jika aneh. Saya lagi bad mood.
Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top