Data Log 8 - Operation Nightingale's Call (1/2)
Sudah sekian lama Attara melihat kembali sosok android perempuan tersebut semenjak dirinya ditempatkan ke Stellar Nova Sentinels beberapa tahun lalu. Dia tampak terkejut melihat fisik android remaja tersebut yang masih sama seperti kondisi sebelum ia meninggalkan markas Logos Frontier.
"Aku tidak mengira akan melihat dirinya kembali setelah sekian lama dan di momen yang kurang tepat ini." Attara berjalan mendekati sosok android bernama Thulium tersebut lalu mengelus bagian pipinya.
"Semoga saja, dia masih mengingat diriku ini yang telah meninggalkannya begitu lama."
Akito menepuk pelan bahu kiri Attara sembari membisikan sesuatu, "Kuberikan waktu untukmu berdua dengan dirinya. Aku akan memeriksa yang lain untuk melihat persiapan mereka."
Dalam sekejap, Akito langsung meninggalkan ruangan laboratorium tersebut untuk menemui beberapa anggota Genestella yang sukarela ikut membantu sekaligus memberikan sedikit ruang dan waktu untuk Attara bisa mengenang sedikit masa lalu.
Tanpa keraguan sedikitpun, Attara mengulurkan tangan kanannya kearah leher Thulium untuk memberikan sedikit elusan dan mengaktifkan sensor yang tertanam dibaliknya. Sebuah cahaya redup mulai terlihat dari balik kulit sintetis bersamaan dengan mulai terlihatnya pergerakan yang dilakukan oleh Thulium.
Thulium mulai membuka matanya secara perlahan dan sosok Attara dapat terlihat dipandangannya, "Master...?"
"Thulium, aku kembali. Maaf membuatmu menunggu cukup lama." Attara mengenggam sesaat salah satu tangan Thulium setelah mengelus lehernya.
"Aku tahu ini bukanlah momen yang tepat untuk membangunkanmu kembali. Tetapi, aku dan Akito membutuhkan bantuanmu untuk mengamankan NGS Yozora sebelum jatuh ke tangan Tenebrae Imperium."
Android perempuan berambut ponytail biru muda dengan beberapa helai berwarna merah muda di bagian depan tersebut perlahan-lahan bangkit dari dalam tabung cryogenik dan mulai memahami permintaan bantuan dari Attara selaku orang yang pernah menciptakan dirinya.
"Jadi, mereka mulai berulah lagi. Aku rasa memang momen ini adalah waktu yang salah untuk diriku dibangunkan kembali setelah sekitar 3 tahun berada pada mode hibernasi." Thulium berjalan perlahan menuju ke salah satu lemari dimana menyimpan perlengkapan miliknya.
"Apa yang menjadi target mereka kali ini, Master?"
"Teknologi Antimatter," jawab Attara singkat kepada Thulium.
Thulium sempat membeku sesaat ketika mendengarkan jawaban tersebut karena dia benar-benar paham ancaman yang akan terjadi jika teknologi itu dipergunakan untuk tujuan yang salah. Meski dirinya sempat berada dalam mode hibernasi selama 3 tahun, dia masih mengingat dengan jelas pembicaraan soal penerapan teknologi antimatter pada sebagian besar aspek pada NGS Yozora terutama sistem persenjataannya selama masa pengembangannya berkat sebagian kesadaran miliknya yang masih aktif.
Thulium dengan sigap mulai mengenakan perlengkapan miliknya karena tidak ingin membuang waktu terlalu banyak untuk bersiap.
"Kita memang sebaiknya bergegas untuk mengamankan NGS Yozora dan mengalahkan penyusup dari Tenebrae Imperium."
"Terlebih lagi, buah hasil penerapan teknologi tersebut tertanam pada NGS Yozora yang saat ini menjadi prioritas utama," ungkap Thulium setelah mengenakan semua perlengkapannya.
Sebuah senyuman tipis tersirat di wajah Attara ketika Thulium mampu menangkap maksud dari tujuan kenapa dirinya perlu dibangunkan di saat seperti ini. Situasi yang terjadi saat ini memang sudah beda di tahapan yang sangat membahayakan dikarenakan keduanya baik Attara maupun Thulium memahami resiko terbesar yang akan terjadi jika teknologi tersebut berhasil jatuh ke tangan Tenebrae Imperium yang dikenal dengan ideologi militerisme yang tinggi dan menginginkan supremasi militer berskala besar.
"Sebaiknya kita segera menemui Akito dan yang lainnya di luar agar dapat membahas strategi untuk bisa mengamankan NGS Yozora." Attara meminta Thulium untuk mengikutinya menemui Akito yang tengah berada di ruang persenjataan.
Mereka berdua langsung meninggalkan laboratorium automata dan menemui Akito yang sudah bersiap bersama beberapa relawan yang akan membantu usaha kali ini. Attara dan Thulium mendapati Akito bersama relawan ikut membantu sudah bersiap dengan peralatan dan persenjataan yang ada.
"Apakah semua persiapan sudah matang, Akito?" tanya Attara setelah secara sekilas melihat semua orang di dalam ruang persenjataan.
"Semuanya sudah dipersiapkan dengan matang. Mulai dari kesiapan mental, strategi yang digunakan, dan persenjataan yang digunakan."
"Lalu, bagaimana soal tadi? Apakah Thulium sudah mengerti dengan situasi kita kali ini?"
Sebuah lirikan mata sekilas tertuju pada Thulium sebelum mengutarakan jawaban yang ini disampaikan, "Dia sudah memahami dengan cepat situasi kali ini."
"Aku tidak menduga dia memahami urgensi untuk bisa mengamankan NGS Yozora secepat mungkin agar tidak jatuh ke tangan Tenebrae Imperium."
Sebuah senyuman puas tampak mewarnai raut wajah Akito dikarenakan dirinya sangat senang sekaligus lega setelah mendengarkan jawaban dari temannya itu soal bagaimana Thulium mencerna informasi yang diberikan pada situasi yang sebenarnya tidak diinginkan.
"Begitu rupanya, syukurlah jika Thulium berhasil mencerna informasi itu dengan cepat dan memahami urgensi tersebut."
Akito seketika itu teringat sesuatu yang ingin disampaikan, "Mengenai semua arsip data penelitian dan pengembangan teknologi yang dilakukan termasuk data proyek rahasia, semuanya sudah berhasil diamankan ke jaringan cloud Genestella Federation dan terenkripsi dengan lapisan pengamanan yang cukup tebal."
"Quanta Cloud Network dan Enigma AES-256 Encryption ya? Sepertinya mereka akan kewalahan untuk bisa membuka sistem enkripsi itu meski berhasil mendapat beberapa data arsip kita." Attara menyentuh dagunya ketika sembari mengingat dua teknologi tersebut.
"Meskipun begitu, akan lebih baik jika serangga penyusup diamankan secepat mungkin sebelum ada satu pun data yang terambil mengingat pertahanan firewall terenkripsi 10 lapisan bisa saja jebol."
"Bisa saja, salah satu penyusup tersebut memiliki sedikit pengetahuan untuk menembus pertahanan itu."
Thulium yang sedari tadi mendengar percakapan Attara dan Akito, langsung angkat bicara, "Apa yang dikhawatirkan oleh Master memang ada benarnya. Mereka pasti berusaha untuk berhati-hati agar tidak mengaktifkan sistem alarm peringatan pendeteksian akses ilegal."
Kekhawatiran yang dimaksudkan akhirnya terjadi ketika sistem alarm peringatan pendeteksian akses ilegal terpicu dan hologram notifikasi peringatan mulai bermunculan di penjuru bangunan.
"Tampaknya mereka tidak sengaja membuat kesalahan fatal ketika berusaha menembus lapisan firewall tersebut." Attara tampak tidak terkejut sama sekali karena dirinya sudah menduga hal ini akan terjadi.
"Hmmm, baiklah kalau begitu. Kelihatannya memang kita harus mengamankan penyusup yang berusaha mengakses data secara ilegal di ruang arsip penelitian terlebih dulu." ungkap Akito setelah memahami kekhawatiran itu dan situasi yang baru saja terjadi.
"Semua berkumpul!!"
Dalam sekejap semua relawan yang ikut langsung berkumpul ke dekat Akito, Attara dan Thulium untuk mulai mendengarkan pengarahan. Mereka sudah meneguhkan hati untuk membantu ketiga orang tersebut hingga akhir.
"Dengarkan baik-baik. Saat ini, kita punya dua prioritas yaitu mengamankan penyusup yang ada di ruang arsip penelitian dan mengamankan NGS Yozora yang ada di galangan sebelum jatuh ke tangan Tenebrae Imperium." Akito memulai pengarahan dengan cepat.
"Tim pertama akan bertugas untuk mengamankan penyusup di ruang arsip penelitian, sementara tim kedua akan membantu proses pengamanan NGS Yozora hingga mencapai tempat aman. Apakah kalian mengerti?"
"Kami mengerti!!" teriak semua relawan yang ikut dengan kompak.
Sebuah raut wajah senang bercampur serius terpancar di wajah Akito, Attara dan Thulium ketika mendengar respon kompak dari relawan yang bersedia ikut mempertaruhan nyawa mereka.
"Bagus jika semua sudah mengerti." Akito menatap sekilas wajah semua relawan yang berkumpul.
"Operation Nightingale's Call, dimulai."
Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top