Heart Attack
Jeng jeng jeng
Karena one-shoot *sebenarnya two-shoot ._. Yang lalu ceritanya tentang Imouto no Akashi Seijuuro sekarang tentang Imouto no Kise Ryouta ^^
Kalian tau gak? Cerita tentang Akashi itu aku sempat kaget, ternyata lumayan banyak yang suka ^^
Makasih yang udah mau vote
Oke oke kita Skipppuhh
Maapkan jika banyak typo(s), gaje, OOC, dll..
HAPPY READING!! ^^
JEPRET!! JEPRET!! JEPRET!!
Kira-kira itu suara apa ya?
Ayam kejambret?
#Gubrak!! Bukan bukan itu adalah suara kamera yang sedang memotret seorang model. Kalian sudah pasti bisa menebaknya bukan? Ya, itu adalah..
" nee.. Ryouta-nii kau berbohong lagi " ucap (y/n) cemberut. YAP, itu adalah Kise Ryouta seorang model yang sedang naik daun. Saat ini ia sedang melakukan sesi pemotretan untuk edisi majalah minggu depan
" eh!? Gomeeenn.. (y/n)-cchi. Model perempuannya gak bisa datang-ssu kita gak bisa ngelanjutin pemotretan ini sampe model perempuan itu datang-ssu " ucapan Ryouta membuat mu mengembungkan pipimu dan itu membuat Ryouta semakin gemas kepadamu
" kalau begitu aku pulang saja Ryouta-nii "
" Heee!? Jangan (y/n)-cchi nanti siapa temanku pulang-ssu?? " ucap Ryota yang menunjukkan tangis bombaynya. Namun kamu hanya menghela napas melihat tingkah kekanak-kanakkan kakakmu ini. Mendengar keributan antara Nii-Imouto, sang photographer(?) Pun mendatangi mereka
" Ada apa ribut-ribut Kise-san? "
" Nee, Kaito-cchi ( a/n : Jujur aku gak pandai buat nama .-. Jadilah namanya Kaito ) apa aku boleh pulang? Adikku sudah lama menungguku " ucap Ryota dengan mata berbinar-binar, namun diluar dugaannya Kaito malah menggelengkan kepalanya tanda tak setuju..
Wajahnya tampak mengeluarkan raut kesal dan aura hitam tampak membara dibelakangnya membuat Ryouta ketakutan sedangkan kamu hanya menatap mereka dengan bingung.
" cih, yang aku butuhkan sekarang adalah MODEL PEREMPUAN Kise-san bukan tangisan bombaymu!! " ucap Kaito membuang nafasnya dengan kasar, namun tak sengaja ia melihatmu. Ia tampak melihatmu dengan teliti, sekarang ia berputar mengelilingi mu..
Dan itu membuatmu sedikit ilfeel
" nah! Namamu siapa " kamu tersentak kaget
" etttooo.. Kise (y/n) desu~ yoroshiku " ucapmu lalu membungkukan badanmu
" ore, Kazehaya Kaito. Yoroshiku ( a/n : sudah kubilang aku tak tau membuat nama :') )" ucapnya
" apa kau bisa menjadi pengganti model kami yang gak datang? " sambung Kaito. Awalnya kamu menunjukkan raut bingung kamu lalu menatap Ryouta.
" bagaimana? " tanya Kaito karena ucapannya tak mendapat respon sama sekali
" eettooo.. aku sih terserah, kalau Ryouta-nii mau aku juga mau " ucapmu dengan tersenyum
" aku juga mau-ssu!! Soalnya aku mau cepetan pulang " ucap Ryouta semangat 45 .-.
" Okay! "
-------
" wahh.. kirei "
" sou sou "
" Kise (y/n), benarkan? "
" iya, Kise Ryouta dan Kise (y/n) mereka seperti pasangan padahal mereka hanya Imouto-Nii "
Mungkin itulah yang sedang mereka perbincangkan, namun percakapan mereka terhenti karena seorang gadis yang berada di majalah yang mereka liat terpampang dengan nyata dihadapan mereka
" apa ia keluar dari majalah? " gumam mereka, konyol memang.
" Anoo.. kau Kise (y/n) kan? " tanya salah seorang dari mereka. Gadis itu pun membalikkan badannya sadar karena banyak sepasang mata yang melihatnya
" eh!? Ah! Hai' watashi Kise (y/n), Yoroshiku ne ^^ " ucapnya lalu tersenyum. Dan itu membuat yang melihatnya blushing.
" Anoo.. aku mau tanya GYM dimana? " sambungnya
" jalan aja terus lalu belok kanan "
" Arigatou " ucapmu lalu pergi menuju GYM
------
GYM
( Your name ) POV
Aku memasuki gym lalu berlari kecil menuju tempat duduk penonton
Onii chan kakkoi nee
Ah.. aku ingin ikut di klub basket tapi Onii-chan selalu melarangku. Huh!
" YATTA! aku menang-ssu " ucap Ryouta kegirangan, aku hanya tersenyum melihat Onii-chan yang tampak senang
" teme, tanganku tadi keseleo jadi jangan bahagia dulu" sedangkan si pemilik kulit tan .-. hanya bisa memasang raut kesal.
" Heee.. Aomine-cchi. Sekarang yang bisa mengalahkanmu bukan dirimu sendiri tapi aku-ssu " ucap Ryouta sambil tertawa
" Anooo.. Kise-san berhentilah tertawa, nanti.. "
" daijobu Kuroko-cchi " ucap Kise melanjutkan tawanya, dan itu membuat Aomine semakin kesal.
JDUG!!
Tiba tiba bola basket mengenai kepala Ryouta dan itu membuatnya terjatuh dengan tidak elit
" hahahhaahha "
" Aomine-cchi hidoi-ssu " aku hanya menatap Aomine dengan tampang dia gila.
Hahhh..
Tunggu saja kau Aomine teme! Berani-beraninya ia melemparkan bola ke Ryouta-nii
Aku harus keluar dari sini, sebelum si maniak gunting itu menemukanku.
" siapa yang kau bilang maniak gunting eh? Kise (y/n) "
AstagaHHHH aku mengenali pemilik suara ini, ya dia adalah si maniak gunting yang aku maksud -_-
Coba tebak, kenapa aku menghindarinya terus? Karena setiap dekat dengannya jantungku terus-terusan berdetak dengan cepat. Aku jadi takut terkena serangan jantung. Aku tak mau mati mudaaa..
Juga, aku membencinya! Dia selalu seenak jidat menghukum Ryouta-nii.
" Gak! Bukan siapa siapa.. Jaa " ucapku tanpa menoleh kepadanya lalu melanjutkan jalanku
" mau kemana? " tanya Akashi, huh! Kenapa dia jadi kepo -,-
" ke kelas "
" duduklah sebentar, itu bisa membuat Ryouta semakin bersemangat latihan " ucapnya, aku memberhentikan langkahku dan menoleh kepadanya
" bersemangat? " ucapku mengerutkan keningku. Dia hanya terdiam namun sorot matanya ke arah para pemain di bawah sana.
" kacang " gumamku. Akashi lalu melemparkan bola basketnya ke arah mereka dan YESS!! Bola itu mengenai Ahomine. Tunggu dulu, sejak kapan ia memegang bola? Ah sudahlah. Yang terpenting adalah semua yang berada di lapangan basket menoleh ke arah kami, aku melihat ke arah Ryouta-nii, dan benar saja ia semakin bersemangat. Itu terbukti karena wajahnya yang berseri-seri dan matanya yang berbinar-binar .-.
" ( y/n)-cchi! " panggil Ryouta-nii dengan tingkah laku layaknya anak kecil. Aku pun tersenyum, apa aku harus sering kesini? Jadi ini yang dimaksud si maniak gunting itu(?) Aku lalu melihat ke arah Akashi, kenapa jarak kami menjadi begitu dekat!?
DEG DEG DEG
Huft.. penyakit ini mulai kumat ._.
Aku rasa aku harus cepat meninggalkan gym sebelum aku terkena serangan jantung.
" aku permisi " ucapku turun dari tempat duduk penonton, lalu menuju ke arah Ryouta-nii, kami hanya berbincang-bincang sedikit setelah itu aku lalu keluar. Entah kenapa aku merasa punggungku menjadi dingin. Hii!!
Akashi Seijuuro POV
Aku menatapnya terus hingga keluar
Gadis yang selama ini yang ku incar
Walaupun, aku tau sebenarnya dia juga menyukaiku. Namun dia terlalu polos untuk itu, aku tau itu karena aku absolute
Terimakasih kepada Ryouta yang mau memindahkan adiknya ke Teikou
Dengan begitu aku lebih bisa bersama dengannya dengan waktu yang lebih lama, mengingat Ryouta adalah salah satu tim basket Teikou.
" Huuuffttt~! " aku menghembuskan nafasku, mengingat masa laluku. Aku teringat sosok gadis manis berambut pirang, bermata gold yang indah, dan tinggi. Aku ingat dengan jelas bagaimana dia mengejekku waktu itu
Flashback
Seorang anak kecil berambut pirang kira-kira sekitar umur 9 tahun sedang bermain di taman, dia bermain bersama temannya. Petak umpet!
" 1.. 2.. 3... potong kompas 10! ( a/n : Curangg wwooyy!! ) Aku akan mencari kalian " ucap si anak kecil berambut pirang.
" ah! Nijigen-kun ( a/n : Oh.. pliss why? aku tak bisa membuat nama :" ) misketta! "
" itu curang (y/n)-chan " ucap Nijigen bergerutu kesal. Tapi kamu mengindahkan dia, kamu lalu mencari temanmu yang lain.
" Hotaru-chan, Misketta! "
" hidoi! ( y/n )-chan, kau bermain curang "
" Ryouta Onii-chan, Misketta "
" eh~ ( y/n )-cchi bisa menemukanku? Sugoi ne-ssu " ucapnya memelukmu. Namun kamu tersenyum riang.
" yosh! Satu lagi si rambut merah. Siapa ya namanya? " ucapmu bingung. Kamu melihat ada rambut merah mencuat di bagian belakang gazebo kamu pun menghampirinya
" yang berambut merah! Misketta! " ucapmu dengan riang. Si anak berambut merah hanya memasang wajah masam. Mengingat cuman dia yang tak disebutkan namanya.
Bukannya mendatangimu, ia malah berlari ke arah kaleng lalu menendangnya sekuat tenaga, dan itu sontak membuat mu tercengang.
" kamu bodoh ya? " ucap gadis pirang itu. Bukannya menjawab si anak berambut merah hanya memasang wajah datar
" pernyataan itu bukannya untuk mu ya? peraturannya, kau harus menyebut nama orang yang kau temukan, juga kau curang pada saat menghitung " ucap anak itu sarkastik.
" kenapa kamu bisa memutuskan seenaknya? "
" karena aku absolute "
Kamu hanya bisa menahan bulir-bulir air mata mu yang hampir jatuh, kamu tak mau terlihat lemah didepannya!
" baka! Chibi! CHIBI! Aho! " ucapmu berlari meninggalkan mereka.
" ( y/n )-cchi! Matte yo! "
Flashback off
Sebenarnya Akashi sangat merasa bersalah pada waktu itu hanya saja, karena harga dirinya sangat tinggi, makanya butuh waktu lama untuk dia berpikir untuk meminta maaf. Sampai ketika ia telah memutuskan untuk meminta maaf, yang ia dapatkan adalah keluarga yang telah pindah ke ( Random City ). Sejak itu ia berniat untuk mencari kembali gadis yang sempat mengambil hatinya.
~~~
Author POV
" nee, Onii-chan. Sebentar aku ada praktek memasak "
" hee~ sokka, ganbatte ne ( y/n )-cchi. Beri aku kue mu, jika kau sudah memasaknya ya?-ssu? ^^ Tapi jika aku menemukan luka lagi di jari maupun ditanganmu
Aku akan melarang mu kedapur selama.... "
" selama berapa hari Nii-chan? " ucapmu panik memotong pembicaraan Ryouta
" SELAMANYA!! " ucapnya menekan disetiap kata. Dan itu membuat mu kesal
" Mooo... Onii-Chan!! " ucapmu menghembungkan pipimu sebelah, Ryouta hanya terkikik geli sambil menusuk-nusuk pipimu yang kau gembungkan ._. ( a/n : Ngerti kan ._. ) Memang kamu sangat menyukai memasak, tapi entah kenapa setiap kamu meninggalkan dapur, pasti dapur itu terlihat seperti kapal pecah, juga tak jarang jarimu terbalut plester.
" nee, onii-chan sepertinya aku harus ke dokter deh " ucapmu menurunkan tangan Ryouta dari pipimu
" kamu sakit apa ( y/n )-cchi? " ucap Ryouta panik
" sepertinya... aku sakit jantung ._. " ucapmu memegang dadamu. Kise terdiam mematung
" hueee... ( y/n )-cchi jangan tinggalin aku-ssu. Aku sangat menyayangj mu jadi jangan tibggalin aku-ssu " ucapnya memelukmu erat ( a/n : baca 'sangaaatttt erat - sampu kamu mangap mangap gak jelas. Untung saja Ryouta peka, dia segera mengendorkan pelukannya
" Ryouta-nii, watashi daijobou desu. Aku hanya sakit jantung jika berada di dekat si maniak gunting Akashi-senpai, jadi aku hanya harus menghindarinya saja " ucapmu terlalu polos ._.
Bukannya merespon Ryouta hanya tertawa terbahak-bahak mendengar penuturan oleh sang adik. Melihat itu, kamu jadi berpikir ' sepertinya Ryouta-nii sangat senang aku sakit jantung ._. '
" kita gak usah ke dokter ( y/n )-cchi, suatu saat kamu pasti mengetahui penyebab penyakit jantung mi itu-ssu. Ayo kita bergegas sebentar lagi bel berbunyi " ucapnya beranjak dari duduknya
-----------
" Yosh! Dekita " ucapmu senang yang bahagia sehat sentosa ._. #Plakk abaikan. Dan sudah pasti plester tetap setia menemani jari jari mungilmu. Belum lagi tepung yang menghiasi kepalamu, Benar-benar berantakan -_-
Aku akan memberikan kepada pemain tim basket aja deh...
Mungkin itulah yang sedang kamu pikirkan, kamu lalu menuju ke gym sambil menyenandungkan lagu absurd ._.
" Ryouta-nii!! " panggilmu
" ah! ( y/n )-cchi!! Kochi kochi " ucap Ryouta memanggilmu dengan khas gayanya ( a/n : taukan gimana gaya khas dari seorang Kise Ryouta ._. )
Kamu lalu menyodorkan kue buatanmu, dan tentu saja dengan senang hati Ryouta menerimanya. Kamu lalu membagikan ke seluruh pemain basket.Tinggal 1 kantong lagi yang belum terbagi dan sukses itu membuat Murasakibara memelas meminta kue itu
" Tidak, Murasakibara-senpai. Ini untuk Akashi-senpai. Ryouta-nii, tolong berikan kue ini ke Akashi-senpai ya? " ucapmu lalu berbalik
" Eeehhh.. ( y/n )-cchi, dameee!! Murasakibara-cchi bisa membunuhku-ssu. Jika aku tak memberikannya. Jadi beri kue ini ke Akashi-cchi sendiri. Dia sedang berada di ruang OSIS " ucapnya. Dengan terpaksa kamu menerimanya. Namun begitu melihat jari-jarimu yang terbalut plester, baru saja Ryouta akan memarahamu. Kamu sudah melarikan diri ._. *anakbaikgakbolehditiru
-----
Sesampainya depan ruang OSIS, Kamu langsung saja meloyor masuk, namun dengan cepat kamu membulatkan matamu begitu melihat Akashi tengah berpelukan dengan seorang cewek
' kirei ' satu kata yang menggambarkam perempuan itu. Kamu pun langsung salah tingkah karena bagaimanapun juga itu adalah salahmu sendiri tak mau mengetuk pintu terlebih dahulu.
TESS
Tanpa sadar air matamu terjatuh, itu juga membuatmu sedikit heran juga bingung, kenapa?
Bahkan jantungmu berdetak lebih cepat, dan juga terasa sakit disana. Ini bahkan lebih menyakitkan ketimbang berada di dekat Akashi.
Dengan kikuk, kamu pun keluar. Namun dengan cepat Akashi mengejarmu. Kamu sempat berpapasan dengan Ryouta, namun kamu menundukkan pandanganmu dan segera berlari lebih cepat.
" (y/n)- "
" Kise ( y/n ) berhentilah sekarang, ini perintah " ucapan Ryouta terpotong oleh perkataan Akashi
Ajaib. Begitu Akashi mengatakan berhenti, di saat itu juga kamu kesulitan melangkahkan lagi kakimu
" kenapa!? Kenapa kau mengejarku? Kau bahkan tak memiliki kesalahan apapun " teriakmu sedikit terisak
" gomen.. "
" sudah kubilang, kau tak pernah punya kesalahan padaku. Tapi kenapa kau meminta maaf? " ucapmu akhirnya membalikkan badan
" aku juga bingung, hiks. kenapa setiap aku dekat denganmu. Aku serasa akan terkena sakit jantung, dan yang lebih membingungkan lagi kenapa pada saat aku melihatmu berpelukan dengan gadis lain, hiks. Itu bahkan lebih sakit dari sakit jantung. Why? " sambungmu
" Gomennasai, sudah bertahun-tahun telah tertunda untuk aku meminta maaf. Mungkin kau telah lupa dengan permainan kita waktu bermain petak umpet. Aku meminta maaf karena aku membuatmu menangis " ucapnya sambil melangkahkan kakinya mendekat kepadamu
" penyakitmu? Kau seharusnya butuh obat "
" obat? Hiks. Obat apa itu " Akashi lalu mencium puncak kepalamu sambil memelukmu. Dan hebat! Itu bekerja, kamu sedikit lebih tenang dibanding tadi. tapi itu sukses membuatmu memerah.
" itu obatnya, dan sekarang kuperintahkan kau untuk menjadi gadisku. Aku tak menerima penolakan " ucap Akashi dengan nada tegas
" hai' Akashi-sen- "
" Seijuuro, panggil aku begitu " kamu pun tersenyum.
Dibalik tembok, terlihat Ryouta sedang menyunggingkan senyumnya
" kamu telah menemukan obatmu. ( y/n)-cchi. Ganbatte ne " ucap Ryouta lalu meninggalkan kalian berdua, namun ia tiba-tiba berhenti.
" eh!? Kalau ( y/n )-cchi sudah punya pacar. Waktu kebersamaanku bersama ( y/n )-cchi jadi terpotong dong. Huwaaa.. ( y/n )-cchi jangan tinggalin aku-ssu " ucap Ryouta keluar dari persembunyiannya. Kamu sempat kaget dengan perlakuan Ryouta yang datang tiba-tiba memelukmu seolah-olah menjauhkanmu dari Akashi. Akashi terlihat mengeluarkan senyum misteriusnya. Melihat itu kamu pun ikut tersenyum
- • END • -
Huaaa.. akhirnya selesai juga (#^ω^)
Aku ada epilognya nih, next aja yahhh ^^
Jangan lupa Voment yaaa ^^
Reader yang baik selalu meninggalkan jejak di wajah*eh maksudnya di sini ._.
( ^_^)_旦~~
Jaa Nee...
Akashi Tsuki
Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top