30. Foreshadowing
Tanggal: 18 Juli 2020
Tema: Foreshadowing
Pemateri:
Hicchan867
Yemimaliez
Selamat malam, lagi!
Kali ini pemateri akan membawakan bahasan tentang Foreshadowing, loh!
Apa itu? Yuk, langsung simak di bawah ini~ 🌚
🍀🍀🍀
(。・ω・。)ノ♡ Konbanwa, minna-san!
Hari ini Hicchan dan Yemi bakal bahas tentang what whut whuattt of foreshadowing!
(ノ◕ヮ◕)ノ*.✧ Yeay!!!
Cus, baca materinya!
Ada yang tahu tidak, sih, apa itu foreshadowing?
Fore = di depan sesuatu = peristiwa mendatang
Shadow = bayangan = tanda-tanda akan terjadi sesuatu = petunjuk/hints
Foreshadowing adalah sebuah teknik yang digunakan penulis untuk memberi petunjuk/hints atau sesuatu yang terjadi nantinya di dalam cerita.
Foreshadowing biasanya terjadi di awal cerita, tetapi jika cerita series itu bisa terjadi di mana saja sebelum konflik benar-benar terjadi.
Fungsi dari foreshadowing adalah membantu pembaca memprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya.
Nah, foreshadowing memiliki beberapa jenis lho teman-teman! Apa saja ya?
(人 •͈ᴗ•͈)
1. Convert Foreshadowing_l (Foreshadowing yang Tersembunyi)
>> Convert foreshadowing ialah ketika petunjuk yang diberikan cukup sehingga hasilnya pembaca tidak merasakan perubahan mendadak dalam cerita. Pembaca mungkin tidak akan menyadari arti dari petunjuk sampai mereka mencapai akhir, tetapi begitu mereka tahu kebenarannya mereka akan bertanya-tanya bagaimana mereka tidak mengetahuinya. Cara ini sangat sering dipakai oleh penulis, baik teenfict, misteri, fantasi, dan genre lainnya.
>> Contohnya:
- Menyatakan sesuatu yang mustahil
Tapi ... tidak pernah ada kabar dari fenomena itu tentang manusia menghilang yang kembali.
Belum pernah ada.
(Dikutip dari novel The Sorcery Little Magacal Piya BAB 1)
Awalnya tidak ada perubahan cerita terasa saat membaca tersebut. Namun, selanjutnya ketika cerita berjalan tokoh utama justru berhasil kembali bahkan terjadi dua kali.
- Sifat Karakter yang Unik
- Rupa di balik topeng hitam itu mulai membuatku penasaran. Siapa yang punya suara serak yang terdengar begitu familier di telingaku? Seseorang yang kukenal?
(Dikutip dari novel The Sorcery Little Magacal Piya BAB 11)
2. Overt Foreshadowing (Foreshadowing yang berlebihan)
>> Overt foreshadowing ialah ketika penulis memberikan petunjuk terang-terangan mengenai cobaan atau masalah yang akan datang, memberikan bayangan yang jelas sebelum acara dan memancing pembaca dengan informasi yang cukup untuk membuat mereka melahap cerita. Cara ini bagus untuk membangun ketegangan, meskipun harus digunakan dengan hemat.
Beberapa sentuhan petunjuk yang terang-terangan akan menambah misteri dan ketegangan saat aksi berlangsung, mengisi cerita dengan ketegangan selama adegan persiapan. Namun, ketika menggunakan foreshadowing ini, penulis harus memenuhi harapan yang akan ditanamkan dalam pikiran pembaca.
>> Contoh:
- Narator
Dia hanya tidak ingin semuanya terulang—persis.
(Dikutip dari novel The Lost Memories BAB 2)
- Nubuat/Ramalan
Sedangkan Dyne, merasa curiga. Ibu Florence tidak mungkin menegur guardian yang akan melakukan kesalahan.
Kecuali ..., jika kesalahan itu akan menjadi kesalahan besar.
(Dikutip dari novel The Lost Memories CHAPTER-18)
3. Event Foreshadowing (Foreshadowing menggunakan suatu acara)
>> Event foreshadowing semacam spoiler adanya masalah di masa mendatang. Penulis memberikan adegan yang akhirnya mirip dengan klimaks/situasi yang ditekankan pada tokoh utama.
Cara ini akan menimbulkan ketegangan dan dilema bagi pembaca.
>>Contoh:
- Pra-adegan
Ingatan tentang kematian orang tua pada akhirnya mirip dengan situasi yang ditekankan tokoh utama. Bisakah dia keluar hidup-hidup atau akankah dia gagal dan mati seperti orang tuanya?
- Prolog
Demi menjaga sang gadis, guardian maut itu senantiasa berada di sisinya. Dirinya bersedia melakukan apa saja untuk membuat rencana guardian maut lain gagal.
(Dikutip dari novel The Lost Memories BAB PROLOG)
Untuk membuat event foreshadowing bisa dengan tokoh berbeda, tapi keadaaan yang terjadi sama seperti masalah yang akan datang pada tokoh utama.
•••
Bagaimana Cara Menulis Foreshadowing?
Foreshadowing terdiri dari dua bagian. Pertama, gejala. Kedua, kejadian yang diisyaratkan oleh gejala itu. Gejala bisa menyolok atau halus. Apa pun pilihan foreshadowing Anda, pastikan pembaca mengingatnya. Anda dapat memulainya dengan foreboding terlebih dahulu.
Contoh foreboding yang menyolok:
•Gelas yang dipegang pecah
•Kejatuhan cecak
•Kaca pecah
•Jari teriris ketika sedang memasak
Hal-hal diatas disebut menyolok karena sudah menjadi rahasia umum.
Contoh foreboding menjadi shadowing yang tidak menyolok:
Lukisan di dinding itu tampak sederhana. Klara berbalut satin merah. Kulitnya pucat. Garis-garis dahinya tak nampak seperti umumnya golongan aristokrat. Matanya bundar. Dan–sebentar–Donny mengamati jalur-jalur merah di matanya. Lukisan ini benar-benar detil, pikirnya. Jantungnya hampir berhenti berdetak ketika sebuah tangan menyentuhnya.
“Serius amat. Bagaimana menurutmu?”
Donny mengarahkan pandangannya ke lukisan lagi. “Cantik.”
Orang itu menaikkan sebelah alisnya. “Anda orang pertama yang menilainya demikian.”
Jangan lupa meng-eksekusi kejadian berdasarkan foreshadowing tadi. Tempatkan kejadian tersebut agak jauh jaraknya dari foreshadowing. Namun perlu diingat, foreshadowing mempunyai efek kejut. Jangan membuat pembaca menyadarinya terlalu cepat. Anda harus membuat pembaca terbius hal lain terlebih dahulu. Biarkan foreshadowing menjadi kanker yang lambat laun disadari di saat-saat eksekusi.
Sekian dari kami, terima kasih atas partisipasinya (≧▽≦)
Kami, Hicchan🐱 dan Yemi🍭 pamit undur diri~ ฅ^•ﻌ•^ฅ
🍀🍀🍀
Nah, gimana materi kali ini?
Apa ada pertanyaan? Silakan cek bab selanjutnya~ 🌚
Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top