6. Other Side from Tiara
Selamat Membaca!!!
💌💌💌
"E—eh, anu ... maaf, Dit. Aku cuma bercanda," sesal Tiara sembari menundukkan kepalanya. Namun, beberapa detik kemudian, Tiara justru mendengar suara tawa yang membahana. Tentu saja gadis berambut gelombang itu mengernyit bingung. Akan tetapi, saat melihat reaksi Ardit, ia mendengus kesal.
Tiara telah masuk jebakan Ardit.
"Aduh, lucu banget, sih, wajahmu kalau lagi nyesel. Coba ulangi lagi, mau kurekam biar ada asupan ngakak buat aku nanti-nanti." Tiara tentu saja kesal setengah mati setelah mendengar penuturan sang sahabat. Tanpa basa-basi ia pun langsung menjambak rambut lelaki itu.
"Aw, Ti. Sakit, jangan dijambak, dong. Aku nata rambutnya lama, loh. Eh, lepasin!"
"Biarin, salah sendiri bohongin aku. Kamu lupa kalau aku marah ini bisa jadi ganas banget, hah?"
I remember oh yeah yeah yeah yeah ....
I remember oh oh ....
Tiara tersentak saat mendengar ringtone dari gawainya. Mendadak kilas kenangan yang ada di pikirannya musnah begitu saja.
Saat melihat nama yang tertera di benda pipih tersebut, langsung saja Tiara terkejut dan menjadi kalang kabut. Namun, dengan segera ia mengangkat telpon dari sahabatnya itu. Kalau tidak, bisa habis dirinya.
"Ti, kamu di mana? Katanya janji mau datang setengah jam sebelum kami tampil biar bisa ngobrol-ngobrol dulu sama aku, tapi kok masih belum datang? Ini kurang sepuluh menit lagi, loh, kami mau tampil."
Saat Ardit mengoceh, Tiara melirik jam di dinding kamarnya. Gadis itu semakin terlonjak saat menyadari jarum pendek jam tersebut mengarah hampir ke angka tujuh, sedangkan jarum panjangnya sudah melewati sedikit dari angka sepuluh.
"Omoo ... aku nggak sadar. Aduh, kok jam cepet banget, sih, geraknya." Tanpa salam perpisahan, Tiara memutus sambungan telepon secara sepihak dan langsung membongkar isi lemarinya. Ia tak peduli lagi akan mengenakan pakaian apa, yang terpenting Tiara bisa segera pergi ke Kafe A secepatnya.
Sedangkan di sisi lain, Ardit mendengus kesal ketika Tiara dengan tidak sopannya memutuskan sambungan telepon secara sepihak, tanpa kata penutup apapun. Kekesalannya pun semakin menjadi-jadi saat ia sempat mendengar kegaduhan dari gadis itu.
"Kebiasaan ngaret! Tau gitu aku paksa aja dia tadi supaya mau kujemput biar nggak ngaret gini."
💌💌💌
"Pantes aja kamu makin lama, makin sering ngaret dateng ke kelab. Ternyata rumahmu nyaman banget," ujar seorang pria pada wanita yang tengah bergelayut manja di lengan kekarnya.
"Eum ... iya, sih. Tapi, kadang aku bosen banget kalau di rumah terus. Jadi, ya, pergi ke kelab aja biar nggak jenuh," tutur wanita itu masih dengan posisinya yang menggelayut pada pria di sampingnya.
"Lah, kan ada anak kamu di sini. Emang anak kamu bosenin, ya?" tanya pria tersebut secara frontal.
"Hust ... jangan keras-keras. Nanti kalau dia denger, malah ngambek lagi sama aku. Anak itu sekali disenggol, ngambeknya tahan lama," lirih wanita itu. Lalu, ia lanjut berbisik, "Iya, dia itu sering banget keluar. Sekalinya ada di rumah, malah ngurung dirinya sendiri di kamar. Kecuali kalau dia mau makan atau ke kamar mandi, baru dia keluar kamar. Kan bosen kalau aku nggak ada yang ajak ngobrol."
Di sisi lain, tampak Tiara yang buru-buru keluar dari kamarnya dan menutup pintu dengan sangat keras. Hal tersebut sontak mengalihkan atensi dua insan yang sedang duduk di sofa ruang tamu.
Gadis berambut gelombang itu langsung melengos saat melihat sang mama bergelayut manja dengan pria yang tak ia kenal.
"Ti, kamu mau ke mana kok pakai dress kayak gitu malem-malem?" tanya sang mama dengan mata menyipit. Sebab, ia melihat anak gadisnya itu mengenakan dress selutut berwarna merah terang. Namun, Tiara memilih untuk tak menjawab dan langsung pergi. Hal tersebut sontak membuat sang mama kesal.
"Kamu itu, ya! Ditanyain mama kok nggak jawab. Mau jadi apa kamu sering keluyuran malem-malem, hah?" bentak wanita itu yang langsung saja menyulut emosi Tiara.
"Sering? Memangnya mama pernah hitung berapa kali aku keluar malem-malem? Lagipula, aku bosen di rumah terus, Ma," sindir Tiara. Ia pun langsung beranjak dari rumah.
Sebenarnya, ia sempat mendengarkan percakapan antara sang mama dan pria itu tadi sebelum keluar dari kamar. Jujur, perasaannya tergores saat mendengar ungkapan sang mama yang mengatakan bahwa ia bosan di rumah gara-gara Tiara.
Gadis itu tak akan mungkin mengabaikan mamanya jika wanita tersebut tak mengambil pekerjaan yang sangat menjijikkan bagi Tiara.
Dan Tiara sangat tidak sudi menerima hal itu.
"Jangan pulang terlalu malem, Ti!" Namun, Tiara lagi-lagi tak memedulikannya.
💌💌💌
Nggak kerasa, sekarang udah bulan April. Mungkin Ardit sengaja ngisengin Tiara buat April Mop kali, yak 😂
Betewe, sekarang udah terang, kan, Tiara sukanya nggelayut manja ke Ardit itu nurun dari siapa? 😌
Omong-omong lagi, semalem BTS akhirnya rilis MV Film Out! Kereenn banget, aseliiii (◍•ᴗ•◍)❤
Omong-omong masalah Film Out, aku baru aja buat cerpen songlitnya, Gengs. Sudah tamat, jadi anti gantung² club 😂 Bolehlah mampir sama ninggalin jejak voment 😘 wkwk.
Ini penampakannya 👇🏻

Maapkan kalo aku hobinya promosi mulu di lapakku sendiri 🤣
Have a nice day.

©Surabaya, 2 April 2021
Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top