Tim C: Zero

Form Evaluasi

Judul cerita: Zero

Genre : Romens

Jumlah part yang dibaca: semuwah

Author: Hama

Pembaca: Lop

-----

Preview:
1. Prolog
Dibuka tentang cerita Naruto dan Sasuke yang menjadi pasangan kekasih. Kemudian plesbek tentang pertemuan Naruto dan Sasuke. Naruto menyelamatkan Sasuke yang hampir mati dipukuli. Sejak saat itu, mereka lebih dekat dan menjadi kekasih.

2. Aplikasi Hits
Di sebuah perjalanan yang membosankan, Naruto asyik beemain sebuah aplikasi di ponselnya. Merasa tidak diperhatikan, Sasuke lalu membuang ponsel Naruto ke luar jendela bis.

3. Kesepakatanereka sampai di tempat tujuan. Setelah beristirahat sejenak, mereka berdiskusi mengenai destinasi yang akan mereka kunjungi. Sasuke selalu menolak semua usulan Naruto. Maka dari itu, Naruto memutuskan secara sepihak kalau dia akan pergi ke pemandian air panas. Mau tidak mau, Sasuke menyepakati usulan Naruto.

4. Cahaya
Aku ... tidak menemukan inti cerita di sini. Bab 4 dibuka dengan sinar matahari yang telah meninggi, membuat Naruto dan Sasuke bangun dari pergumulan yang panas. Mereka kemudian jalan-jalan membeli es krim matcha. Saat hari telah gelap, Naruto membuat gombal retcjeh yang membuat Naruto dan Sasuke tertawa. Mereka kemudian pulang ketika malam telah tiba.

5. Hari sial
Pertama-tama, Naruto menaiki mobil menuju ke sebuah sekolah disabilitas untuk menawarkan proyek kerjasama antara dirinya dengan pihak sekolah, sesampainya di sana, Naruto masuk ke ruang kepsek dan menjelaskan panjang lebar mengenai tujuannya. Sayang sekali, Naruto tertolak karena yang dia proposal yang dia baca ternyata adalah novel gay romens.

6. Masa lalu
Orang tua Sasuke terjerat masalah utang dengan rentenir. Karena tak bisa melunasinya, maka Pain menyiksa keluarga Sasuke hingga babak belur. Untung saja, datanglah Naruto dan ayahnya yang datang menyelamatkan keluarga Sasuke.

Ide cerita: tentang kehidupan sehari-hari Naruto dan Sasuke

Karakter:
1. Naruto digambarkan sebagai pemuda yang ceria dan usil.
2. Sasuke adalah pemuda yang memiliki sifat pendiam.
Meski sudah bisa tergambar kalau Naruto usil sedangkan Sasuke pendiam, tapi karakter masih terkesan abu-abu dan perlu diperkuat.

Setting: setingnya terjadi di kota. Sayangnya, latar tempat hanya terasa seperti 'tempelan' untuk melengkapi cerita saja.

Plot: Hmmmm, di cerita hama ini, aku belum melihat ke mana arah tujuan cerita ini. Semua masih tentang keseharian Naruto dan Sasuke tanpa ada konflik yang berarti.

Gaya bahasa: di prolog, ada kalimat rancu yang penempatannya sepertinya salah. Karena sudah dipublis, Hama pun gak edit lagi. Terlepas dari itu, bahasanya ringan dan mudah dipahami.

Kelebihan: bahasa ringan dan mudah dipahami

Kelemahan: karakter kurang kuat, latar tempat hanya sebagai tempelan saja, belum ada konflik.

Pendapat pribadi: setelah membaca punya Hama, sejujurnya aku gak ngerasa apa-apa. Kayak ... gak ada yang membekas den setelah baca cerita lain, aku tiba-tiba udah lupa detail alurnya kayak gimana. Singkat cerita, punya Hama ini tipe cerita yang gampang terlupakan.

-----

Judul cerita: Zero

Genre : Romance

Jumlah part yang dibaca: 6

Author: Hama

Pembaca: Rama

-----

Preview : (Untuk Sementara)

Libutan Sasuke dan Naruto di kota Sunagakure.

Bab 1 : Pembukaan

Di part ini menceritakan beberapa hal tentang hubungan si Naruto dan Sasuke serta sekilas tentang awal mereka bertemu.

Bab 2 : Aplikasi Hits

Tema sudah cukup masuk. Di perjalanan menuju Sunagakure, Naruto tidak berhenti memainkan ponselnya untuk membuka aplikasi hits masa kini. Sasuke yang merasa diabaikan pun kesal dan melemparkan ponsel Naruto ke luar bus.

Bab 3 : Kesepakatan

Tema diaplikasikan pada kesepakatan tentang tujuan destinasi di Sunagakure.

Bab 4 : Cahaya

Meski kata cahaya dan kata yang berkaitan dengan cahaya bertebaran, tetapi cahaya sendiri tidak terlihat perannya.

Bab 5 : Hari Sial

Tema diaplikasikan dengan Naruto yang salah membawa dokumen. Ia seharusnya membawa proposal, tetapi malah naskah cerita yang ia bawa.

Bab 6 : Masa Lalu

Pembaca dibawa kembali ke masa kecil Sasuke yang cukup menyedihkan.

Ide cerita :

Ide cerita belum kelihatan, aku cuma melihat kencan sepasang kekasih.

Karakter:

Naruto, ramah, ceria dan membela kebenaran---terlihat dari pertolongannya pada Sasuke yang dijelaskan di part awal.

Sasuke, si pendiam yang tidak suka menunjukkan emosinya.

Setting :

Setting cerita di sebuah desa---tempat tinggal mereka---di Jepang dan kota Sunagakure. Dilihat dari penggunaan ponsel, bearti latar waktu bisa dibilang zaman modern.

Ah, dan juga, di part pertama disebutkan kalau mereka tengah berada di desa. Apakah sebuah desa memang sudah memiliki halte bus? Sepertinya latar tempatnya belum secara rinci dideskripsikan untuk desa tempat Sasuke sama Naruto berasal.

Plot :

Cerita tampak hanya mengikuti tema dan belum memiliki plot yang jelas.

Entah ini bisa disebut plot hole atau tidak. Di part pertama, awal pertemuan Sasuke dan Naruto adalah ketika Naruto menyelamatkan Sasuke dari Pain. Namun, di part terakhir, terlihat yang menyelamatkan Sasuke itu bukannya Naruto, melainkan ayah Naruto---meski Naruto katanya sempat menendang aset berharga anak buah Pain. Karena tidak mungkin, 'kan, anak-anak memberikan beberapa pukulan untuk orang dewasa---di kasus ini maksudnya si Pain---sampai ia kabur?

Gaya bahasa :

Untuk gaya bahasa, ada beberapa diksi yang kurang tepat.

Kelebihan dan kelemahan :

Kelebihan cerita, cocok untuk yang hanya ingin berimajinasi tentang Sasuke dan Naruto ketika pacaran.

Untuk kelemahan, inti cerita belum kelihatan.

Pendapat pribadi :

Tolong buat konflik untuk pasangan ini.

-----

Form Evaluasi

Judul cerita: Zero

Genre : Romance

Jumlah part yang dibaca: 6

Author: Hama

Pembaca: aa Kodok tampan

-----

Preview:

Bab 1: Pembukaan
Bab pertama mengisahkan tentang Sasuke dan Naruto yang ingin pergi ke Sunagakure untuk bertemu kenalan mereka. Di sini juga dijelaskan bagaimana Sasuke dan Naruto bertemu pertama kali.

Bab 2: Aplikasi Hits
Bab ini menceritakan tentang Naruto dan Sasuke yang dilanda kebosanan di atas bus, sehingga Naruto memutuskan untuk memainkan game dari sebuah aplikasi. Sasuke marah karena Naruto lebih mementingkan ponsel daripada dirinya, dan mereka pun bertengkar. Namun, mereka segera berbaikan.

Bab 3: Kesepakatan
Bab ini menceritakan tentang Naruto dan Sasuke yang sudah tiba di Sunagakure dan bertemu dengan Gaara. Mereka dibawa ke penginapan, lalu Naruto dan Sasuke kembali berdebat untuk menentukan ke mana mereka ingin pergi setelah ini.

Bab 4: Cahaya
Bab ini menceritakan tentang Sasuke dan Naruto yang menghabiskan waktu bersama.

Bab 5: Hari sial
Bab ini menceritakan tentang Naruto yang pergi dan mengantarkan proposal yang dikerjakan Sasuke kepada Sasori, tetapi ditolak karena sebenarnya yang Naruto bawa bukanlah proposal melainkan novel gay.

Bab 6: Masa Lalu
Bab ini menceritakan secara detail tentang keluarga Sasuke yang meninggal satu per satu, meninggalkan Sasuke sendirian.

Ide cerita: Tentang sepasang kekasih bernama Sasuke dan Naruto yang pergi ke desa Sunagakure.

Karakter:
Sasuke - Sasuke adalah kekasih Naruto. Dia tak banyak bicara, lebih sering diam. Sebagai seorang kekasih, Sasuke cukup pasif.
Naruto - Naruto sangat cerewet, cepat marah dan suka berdebat dengan Sasuke.

Setting: Setting pada cerita ini adalah di sebuah desa bernama Sunagakure.

Plot: Plotnya lumayan sederhana, dan tidak berbelit-belit.

Gaya bahasa: Gaya bahasa ringan dan mudah dimengerti.

Kelebihan dan kelemahan:
Kelebihan: Penulis mampu menggambarkan latar tempat, waktu dan suasana dengan baik.
Kekurangan: Terlalu banyak narasi daripada dialog.

Pendapat pribadi: Tolong seimbangkan porsi narasi dan dialog.

-----

Judul : Zero
Genre: Romance
Jumlah part yang dibaca: 6
Author: Hama
Pembaca: Halin Manoban
----
Preview

Kisah yang menjadi awal peremuan Sasuke dan Naruto

Bab 1 :

Berisi narasi tentang Naruto dan Sasuke-sepasang kekasih-yang akan berlibur ke Sunagakure, ke tempat teman mereka. Juga keluhan akan sikap Sasuke yang menurut Naruto tidak ada romantis-romantisnya.

Dinarasikan jika Sasuke hidup bukan untuk bahagia ataupun merasakan cinta, kebahagiaan adalah aib untuknya. Namun, jika itu mencintai Naruto ia siap menanggung aib itu. Keduanya bertemu kala Sasuke dipukuli oleh anak buah Pain dan hampir mati karenanya, Naruto datang untuk menolong pemuda itu, sejak itu keduanya selalu bersama.

Bab 2 : Aplikasi Hits

Naruto sibuk dengan ponselnya, sibuk bergulat dengan aplikasi untuk mengirim pesan yang sedang hits. Hal itu membuat Sasuke sebal dan karena Naruto tidak mengindahkan dirinya, Sasuke membuang ponsel Naruto ke luar bus. Merasa bersalah, pemuda itu memberikan ponselnya pada Naruto untuk keduanya gunakan bersama.

Tema pada bab ini adalah aplikasi hits dan itu berhasil dieksekusi walau terasa ada paksaan di dalamnya. Bagaimana sikap Sasuke yang tiba-tiba kesal padahal dijelaskan dia pacar yang dingin. Hm.

Bab 3 : Kesepakatan

Naruto yang ingin pergi ke beberapa tempat yang ada di Sunagakure. Ia menawarkan itu pada Sasuke, tetapi pemuda itu selalu menolaknya. Hingga ia membuat keputusan untuk mendatanginya meski tanpa Sasuke sekalipun. Namun, Sasuke akhirnya setuju setelah tergoda dengan tawaran yang Naruto ajukan.

Tema kesepakatan berhasil dieksekusi di sini.

Bab 4 : Cahaya
Tema pada bab ini adalah cahaya. Menurut Halin tidak berhasil dieksekusi, temanya tidak terasa sepanjang jalan cerita. Di mana setelah pergumulan panas, Sasuke terbangun karena sinar sang mentari dan berlanjut pada liburan mereka yang saat itu pergi ke kedai es krim.

Bab 5 : Hari Sial

Naruto berkunjung ke Sunagakure, lagi(?) atau tergabung dalam masa liburannya dengan Sasuke, Halin bingung, sungguh. Tema hari sial diaplikasikan pada kesialan Naruto yang membawa membawa cetakan novel gay yang akan ia terbitkan alih-alih membawa proposal yang telah dibuatkan Sasuke untuk diajukan ke sekolah tersebut. Entah proposal untuk apa.

Bab 6 :

Tema pada bab ini yaitu masa lalu, penulis mengeksekusinya dengan membawa kenangan masa lalu Sasuke dan keluarganya. Masa lalu yang cukup kelam.

Ide Cerita:

Ide cerita ini sepertinya tentang kisah sepasang kekasih yaitu Sasuke dan Naruto. Genre Romance kurang terasa cringenya. Daripada Romance ini lebih terasa seperti catatan keseharian atau slice of life. Alurnya mengikuti tema. Masih 6 bab awal mungkin romance masih belakang-belakang, ya, jadi belum terasa.

Karakter:

1.Sasuke

Pada permulaan bab ia diceritakan sebagai kekasih yang dingin dan tidak romantis. Seiring berjalannya cerita, dia kekasih yang selalu ingin diperhatikan dan bahkan memperlakukan Naruto dengan manis. Dan juga mesum. Karakter Sasuke ini sungguh tidak jelas bagi Halin sampai ngernyit sepanjang cerita.

2.Naruto

Karakter Naruto sama abu-abunya dengan Sasuke. Pada pembukaan dia kekasih yang haus perhatian dari narasi keluh kesahnya. Pada bab selanjutnya dia menjadi sosok yang cuek dan sibuk dengan ponselnya sampai membuat Sasuke kesal, apakah mereka bertukar-tukar kepribadian?

Tidak ada karakter lagi selain mereka berdua yang bisa Halin masukan dalam Karakteristik tokoh.

Setting:

Setting sementara ini ada di bis, penginapan Sunagakure dan sekolah disabilitas di Sunagakure.

Plot:

Plot cerita Halin bingung mendeskripsikannya, alurnya mengikuti tema yang diberikan. Belum terlihat apa yang mau diceritakan pada cerita ini karena terasa seperti kisah keseharian sepasang kekasih. Mungkin masih bab awal, masih cukup panjang untuk mencapai 22 part jadi mungkin belum terlihat.

Untuk hole sendiri, Halin dibuat heran dengan kebodohan Naruto yang membawa novel gay alih-alih proposal untuk dibawa ke sekolah disabilitas. Dikatakan jika Naruto pintar meski dari desa, bagaimana bisa cetakan proposal dan novel bisa salah bawa? Sekalipun ia tidak membaca judulnya sudah pasti tebal cetakan novel dan proposal berbanding jauhhhhh. Apakah cetakan novel itu sedemikian tipisnya sampai tidak Naruto sadari?

Dan tujuan Naruto ke sekolah disabilitas itu untuk apa? Halin nunggu penjelasan, sampai akhir bab ternyata tidak ada penjelas.

Kemudian Pain berniat untuk menjual organ Sasuke kan? Jika berniat seperti itu, kenapa dia memukuli Sasuke sampai mau mati? Organnya kan bisa rusak dan nggak bisa dijual jadinya.

Kemunculan Naruto yang seolah menunggu kedatangan Pain dan komplotannya terasa aneh. Gimana bisa dia sudah siap di ujung jalan saat komplotan Pain membawa Sasuke?

Gaya Bahasa:

Gaya bahasa yang digunakan sebenarnya ringan. Tetapi penyusunan diksinya yang ambigu membuat Halin beberapa kali salah paham ditambah typo-typo yang bertebaran dan beberapa kesalahan PUEBI, cukup menganggu ketika proses membaca.

Kelebihan dan kekurangan:

Kelebihan cerita ini Halin merasa jika cerita ini masih bisa diperbaiki dengan diberikan plot yang jelas, apa yang mau disampaikan.
Kekurangan rasanya sudah Halin tuangkan cukup banyak di atas, tetapi karakter cerita yang tidak konsisten sangat mengganggu saat membaca.

Pendapat pribadi:
Menurut Halin untuk genre Romance ini masih belum terasa dan juga kelogisan cerita yang mungkin perlu diperhatikan lagi, Kak.

****
EVALUASI MINGGU PERTAMA

Judul cerita : Zero
Genre : ff romens BL
Jumlah chap : 6
Penulis : hama
Pembaca : febri

Preview
Naruto dan Sasuke sepasang kekasih, mereka berlibur ke Sunagakure untuk berlibur.

Chap 1 : aplikasi hits
Naruto sibuk dengan ponselnya saat di dalam bus, sibuk berbalas pesan melalui sebuah aplikasi hingga Sasuke kehilangan kesabarannya dan akhirnya melempar ponsel Naruto ke luar bus. Tema masuk.

Chap 2 : kesepakatan
Tema digunakan pada kesepakatan Sasuke yang sepakat akan pergi ke tempat-tempat yang Naruto inginkan, dengan syarat, Naruto harus menghabiskan malam bersamanya. Tema masuk dan bersambung.

Chap 3 : cahaya
Naruto dan Sasuke menghabiskan waktu bersama sampai cahaya matahari tak ada lagi, sampe malam.

Menurutku temanya cuma nyerempet aja.

Chap 4 : hari sial
Untuk kejadian detailnya gak dikasih tau, di sini hanya ditunjukkan kalau Naruto salah bawa buku. Seharusnya proposal tapi ia malah membawa novel homo yang ditulisnya buat diajukan ke penerbit.

Terlepas dari nyambung atau enggaknya, ini masuk tema tapi karena gak nyambung jadi rada membingungkan.

Chapter awal dibilang kalau mereka berdua ke kota tersebut untuk liburan, tapi di chapter ini bilangnya kayak "Naruto ke sini buat nganterin proposal loh." Padahal tujuan awal mereka kan liburan.

Itu sih yang buat bingung.

Chapter 5 : masa lalu
Tema digunakan pada pembahasan masa lalu Sasuke yang menyedihkan. Tema masuk tapi gak nyambung dengan chapter sebelumnya.

1) ide cerita
Sepasang kekasih pergi berlibur dan berlanjut dengan berbagai macam hal yang mereka lakukan di sana, sepertinya ide itu udah main stream.

2) karakter
Sejauh ini karakter yang cukup terlihat itu Sasuke, untuk Naruto belum terlihat betul bagaimana caranya bersikap.

3) setting
Latar Sunagakure belum cukup tergambar, bagaimana keadaan dan kondisi di sana belum digambarkan hingga tidak terbayang. Kecuali pas scene di pantai (?), kayaknya itu lumayan jelas.

4) plot
Alurnya maju, belum rapi dan ada dua atau tiga chapter yang tidak bersambung, lompat gitu.

5) gaya bahasa
Penyampaiannya menurutku belum mendalam, juga beberapa scene terasa lompat.

6) kelebihan & kekurangan
Chapter yang gak nyambung dan penggambaran perasaan yang masih kurang, itu aja.

Sekian evaluasi minggu ini.

****
EVALUASI MINGGU KEDUA

Judul cerita : Zero
Genre : ff romens BL
Jumlah chap : 11
Penulis : hama
Pembaca : febri

Preview
Naruto dan Sasuke sepasang kekasih, mereka berlibur ke Sunagakure untuk berlibur.

Chap 1 : aplikasi hits
Naruto sibuk dengan ponselnya saat di dalam bus, sibuk berbalas pesan melalui sebuah aplikasi hingga Sasuke kehilangan kesabarannya dan akhirnya melempar ponsel Naruto ke luar bus. Tema masuk.

Chap 2 : kesepakatan
Tema digunakan pada kesepakatan Sasuke yang sepakat akan pergi ke tempat-tempat yang Naruto inginkan, dengan syarat, Naruto harus menghabiskan malam bersamanya. Tema masuk dan bersambung.

Chap 3 : cahaya
Naruto dan Sasuke menghabiskan waktu bersama sampai cahaya matahari tak ada lagi, sampe malam.

Menurutku temanya cuma nyerempet aja.

Chap 4 : hari sial
Untuk kejadian detailnya gak dikasih tau, di sini hanya ditunjukkan kalau Naruto salah bawa buku. Seharusnya proposal tapi ia malah membawa novel homo yang ditulisnya buat diajukan ke penerbit.

Terlepas dari nyambung atau enggaknya, ini masuk tema tapi karena gak nyambung jadi rada membingungkan.

Chapter awal dibilang kalau mereka berdua ke kota tersebut untuk liburan, tapi di chapter ini bilangnya kayak "Naruto ke sini buat nganterin proposal loh." Padahal tujuan awal mereka kan liburan.

Itu sih yang buat bingung.

Chapter 5 : masa lalu
Tema digunakan pada pembahasan masa lalu Sasuke yang menyedihkan. Tema masuk tapi gak nyambung dengan chapter sebelumnya.

Chap 6 : kodok
Sasuke mencari binatang peliharaan untuk naruto tapi setelah berkeliling ke pet shop ia tak kunjung menemukan binatang yang cocok, hingga tanpa sadar kakinya melangkah ke tempat kolam bermain---tempat Sasuke dan Naruto bermain dulu---akhirnya memutuskan untuk membawa kodok sebagai binatang peliharaan Naruto. Tema masuk, tapi chapter ini terasa hanya hadir untuk memenuhi tema daily event.

Juga, kejadian nemu aquarium kayaknya lumayan tidak mungkin dan juga dia bersihin itu aquarium langsung di sana, kaga pake dibawa pulang dulu, rasanya aneh ya. Mungkin karena terbatasnya jumlah kata, jadi ya beginilah.

Chap 7 : kesempatan
Tema kesempatan tadinya masuk, tapi karena kesialan Sasuke, tema berubah jadi kegagalan.

Chap 8 : bohong
Sasuke gagal menghadiri wawancara kerjanya karena baju dan dokumen yang dibawanya terkena genangan air kotor. Karena tak ingin mengecewakan Naruto hanya karena hal konyol, Sasuke pun berbohong. Tema masuk dan bersambung.

Setauku kalo lamaran kerja tahap apapun itu, pasti disuruh nunggu beberapa hari bahkan minggu untuk mengetahui hasilnya. Tapi kenapa si Naruto ga curiga samsek? Dia iya aja pas Sasuke bilang kalo dia ditolak perusahaan.

Chap 9 : beban
Semua biaya hidup ditanggung oleh Naruto, membuat Sasuke tak enak hati. Sakuke jadi merasa terbebani. Scene selanjutnya, Sasuke bertemu Kiba ditengah perjalanan membeli garam tapi harus mendengarkan curhatan dia tentang rumah tangannya, Sasuke jadi merasa terbebani karena takut jika Kiba mengadu yang tidak-tidak pada Naruto. Tema masok.

Chap 10 : kenyataan
Kenyataan yang aku tangkep di sini, si Sasuke yang gak diterima oleh sepupu-sepupu Naruto dan juga Naruto yang lahir diluar pernikahan, dia harus sabar-sabar berhadapan dengan orang-orang yang tak menyukainya di keluarga itu.

Typo semakin banyak, tapi menurutku gak terlalu ganggu sih.

1) ide cerita
Keseharian sepasang kekasih. Idenya main stream.

2) karakter
Karakternya Sasuke dan Naruto menurutku lumayan, lumayan keliatan.

3) setting
Menurutku latarnya masih sedikit buram, kecuali di chapter 11, rumah gede Naruto udah cukup tergambar.

4) plot
Alurnya belum bisa dipastikan karena belum terlihat tanda-tanda tujuan cerita ini. Mungkin sampai Sasuke dapet kerjaan (?)

5) gaya bahasa
Penyampaiannya menurutku belum mendalam. Narasinya juga kadang terasa ... eum ... tidak mengalir (?) jadi kayak langsung blek, blek gitu, jadi padat tapi terasa tidak terhayati. Tapi ada juga beberapa paragraf narasi yang bagus.

6) kelebihan & kekurangan
Chapter yang gak bersambung dengan semutt dan penggambaran perasaan yang masih kurang, itu aja.

7) saran pribadi
Panggilan pendek Sasuke yaitu "Sas" menurutku rada aneh, karena ini tokoh luar yang mana panggilan nama seringkali gak kayak di Indo. Namanya Sasuke ya dipanggil Sasuke, malah biasanya make nama lengkap. Sasuke Uchiha gitu.

Walaupun ff tapi ya menurutku panggilannya gak cocok.

Sekian evaluasi minggu ini.

****Judul : Zero
Genre: Romance
Jumlah part yang dibaca: 6
Author: Hama
Pembaca: Halin Manoban
----
#Preview

Kisah yang menjadi awal peremuan Sasuke dan Naruto

Bab 1 :

Berisi narasi tentang Naruto dan Sasuke—sepasang kekasih—yang akan berlibur ke Sunagakure, ke tempat teman mereka. Juga keluhan akan sikap Sasuke yang menurut Naruto tidak ada romantis-romantisnya.

Dinarasikan jika Sasuke hidup bukan untuk bahagia ataupun merasakan cinta, kebahagiaan adalah aib untuknya. Namun, jika itu mencintai Naruto ia siap menanggung aib itu. Keduanya bertemu kala Sasuke dipukuli oleh anak buah Pain dan hampir mati karenanya, Naruto datang untuk menolong pemuda itu, sejak itu keduanya selalu bersama.

Bab 2 : Aplikasi Hits

Naruto sibuk dengan ponselnya, sibuk bergulat dengan aplikasi untuk mengirim pesan yang sedang hits. Hal itu membuat Sasuke sebal dan karena Naruto tidak mengindahkan dirinya, Sasuke membuang ponsel Naruto ke luar bus. Merasa bersalah, pemuda itu memberikan ponselnya pada Naruto untuk keduanya gunakan bersama.

Tema pada bab ini adalah aplikasi hits dan itu berhasil dieksekusi walau terasa ada paksaan di dalamnya. Bagaimana sikap Sasuke yang tiba-tiba kesal padahal dijelaskan dia pacar yang dingin. Hm.

Bab 3 :  Kesepakatan

Naruto yang ingin pergi ke beberapa tempat yang ada di Sunagakure. Ia menawarkan itu pada Sasuke, tetapi pemuda itu selalu menolaknya. Hingga ia membuat keputusan untuk mendatanginya meski tanpa Sasuke sekalipun. Namun, Sasuke akhirnya setuju setelah tergoda dengan tawaran yang Naruto ajukan.

Tema kesepakatan berhasil dieksekusi di sini.

Bab 4 : Cahaya

Tema pada bab ini adalah cahaya. Menurut Halin tidak berhasil dieksekusi, temanya tidak terasa sepanjang jalan cerita.  Di mana setelah pergumulan panas, Sasuke terbangun karena sinar sang mentari dan berlanjut pada liburan mereka yang saat itu pergi ke kedai es krim.

Bab 5 : Hari Sial

Naruto berkunjung ke Sunagakure, lagi(?) atau tergabung dalam masa liburannya dengan Sasuke, Halin bingung, sungguh. Tema hari sial diaplikasikan pada kesialan Naruto yang membawa membawa cetakan novel gay yang akan ia terbitkan alih-alih membawa proposal yang telah dibuatkan Sasuke untuk diajukan ke sekolah tersebut. Entah proposal untuk apa.

Bab 6 : Masa Lalu

Tema pada bab ini yaitu masa lalu, penulis mengeksekusinya dengan membawa kenangan masa lalu Sasuke dan keluarganya. Masa lalu yang cukup kelam.

Bab 7 : Kodok

Bercerita tentang Sasuke yang kebingungan mencari hewan peliharaan yang cocok untuk Naruto. Meski sudah berkeliling pet shop satu jam lamanya, ia belum mendapatkan hewan peliharaan yang cocok untuk kepribadian Naruto, sampai pada akhirnya pemuda itu memilih untuk membawa katak sebagai pilihannya.

Tema pada bab ini yaitu kodok atau katak. Tema tidak dapat, kenapa? Daripada kodok cerita lebih ke arah kebingungan Sasuke untuk memberikan Naruto hewan peliharaan.

Bab 8 : Kesempatan

Sasuke berencana melamar pekerjaan, tidak mau meminjam mobil Naruto atau merepotkan pemuda itu dengan mengantarnya, Sasuke memilih pergi sendiri. Namun, kesialan datang menghampiri, baju dan CV-nya terciprat genangan air di jalan berkat kendaraan yang melintasinya.

Tema pada bab ini yaitu kesempatan. Tereksekusi dengan tipis, daripada kesempatan tema hari sial melekat pada bab ini.

Bab 9 : Bohong

Sepulang dari gagalnya melamar pekerjaan, Sasuke langsung membersihkan diri. Ia berbohong pada Naruto jika perusahaan yang ditujunya menolak Sasuke beralasan pemuda itu tidak cocok dengan pekerjaan di sana.

Tema bohong berhasil dieksekusi. Hole-nya, entah siapa yang bodoh di sini, kebohongan Sasuke sangat klise. Jika ditilik lebih lanjut, proses menolak karyawan baru kan ada prosesnya. Maksudnya, nggak langsung pada hari itu, ada pertimbangan di perusahaan itu di mana ada jangka waktu untuk menerima atau menolak atau maju ke tes berikutnya bagi calon karyawan. Halin heran dengan ini. Kenapa Sasuke berbohong dengan alasan secetek itu dan Naruto dengan mudahnya percaya.

Bab 10 : Beban

Sasuke yang belum juga mendapat pekerjaan merasa menjadi beban bagi Naruto, karena seluruh kebutuhannya kini ditanggung pemuda itu. Menuruti setiap permintaan Naruto adalah salah satu hal yang bisa Sasuke lakukan. Dalam perjalanan menuju toko untuk membeli garam, bertemu  Kiba yang berkeluh kesah akan rumah tangganya bersama Shikamaru dan membuat Sasuke bertambah pening.

Tema beban teraplikasi.

Bab 11 :  Kenyataan

Naruto ditelpon untuk kembali ke kediaman Namikaze oleh kakek dan neneknya. Hal yang enggan Naruto lakukan karena Sasuke akan mendapat perlakuan buruk dari sepupu-sepupunya.

Kedatangan Sai yang ingin memprovokasi Naruto membuat hal yang keluarganya sembunyikan kini diketahui oleh pemuda itu. Ia adalah anak haram dari keluarga Namikaze, hal yang tidak pernah Naruto duga.

Tema Kenyataan diaplikasikan pada akhir bab dan sangat tiba-tiba.

#Ide Cerita:

Ide cerita ini sepertinya tentang kisah sepasang kekasih yaitu Sasuke dan Naruto. Genre Romance kurang terasa cringenya. Daripada Romance ini lebih terasa seperti catatan keseharian atau slice of life. Alurnya mengikuti tema. Sampai bab ke-11 ini masih belum berjumpa dengan genre romance yang dituju.

#Karakter:

1. Sasuke

Pada permulaan bab ia diceritakan sebagai kekasih yang dingin dan tidak romantis. Seiring berjalannya cerita, dia kekasih yang selalu ingin diperhatikan dan bahkan memperlakukan Naruto dengan manis. Dan juga mesum. Karakter Sasuke ini sungguh tidak jelas bagi Halin sampai ngernyit sepanjang cerita.

2. Naruto

Karakter Naruto sama abu-abunya dengan Sasuke. Pada pembukaan dia kekasih yang haus perhatian dari narasi keluh kesahnya. Pada bab selanjutnya dia menjadi sosok yang cuek dan sibuk dengan ponselnya sampai membuat Sasuke kesal, apakah mereka bertukar-tukar kepribadian?

Pada part sesudah part 6, ada beberapa karakter pendukung yang tidak digambarkan dengan jelas. Ini mungkin fanfiction, tetapi tidak semua pembaca tahu karakter-karakter tokoh di dalamnya. Seperti Sai yang begitu dingin dan tiba-tiba berlaku seenaknya di pesta ulang tahun pernikahan ibu dan ayah Naruto. Well, DIA SIAPA? Tidak ada penjelasan, jadi sangat aneh dengan tiba-tiba dia tahu rahasia dari keluarga Namikaze.

Meski fanfiction menurut Halin karakter tokoh tetap harus dibangun. Jangan beranggapan karena Naruto dan Sasuke karakternya sudah ada, jadi tidak perlu lagi digambarkan. Itu kan karakter yang dibuat oleh Masashi, apakah semuanya sama plek tanpa modifikasi?

#Setting:

Setting sementara ini ada di bis, penginapan Sunagakure, sekolah disabilitas di Sunagakure, rumah Naruto dan kediaman Namikaze. Semuanya tidak dijelaskan mendetail hanya selintas saja.

#Plot:

Plot cerita, Halin bingung mendeskripsikannya, alurnya mengikuti tema yang diberikan. Belum terlihat apa yang mau diceritakan pada cerita ini karena terasa seperti kisah keseharian sepasang kekasih. Mungkin masih bab awal, masih cukup panjang untuk mencapai 22 part jadi mungkin belum terlihat. Sampai bab 11 sepertinya memang berkisah tentang keseharian Naruto dan Sasuke.

Untuk hole sendiri, Halin dibuat heran dengan kebodohan Naruto yang membawa novel gay alih-alih proposal untuk dibawa ke sekolah disabilitas. Dikatakan jika Naruto pintar meski dari desa, bagaimana bisa cetakan proposal dan novel bisa salah bawa? Sekalipun ia tidak membaca judulnya sudah pasti tebal cetakan novel dan proposal berbanding jauhhhhh. Apakah cetakan novel itu sedemikian tipisnya sampai tidak Naruto sadari?

Dan tujuan Naruto ke sekolah disabilitas itu untuk apa? Halin nunggu penjelasan, sampai akhir bab ternyata tidak ada penjelas.

Kemudian Pain berniat untuk menjual organ Sasuke kan? Jika berniat seperti itu, kenapa dia memukuli Sasuke sampai mau mati? Organnya kan bisa rusak dan nggak bisa dijual jadinya.

Kemunculan Naruto yang seolah menunggu kedatangan Pain dan komplotannya terasa aneh. Gimana bisa dia sudah siap di ujung jalan saat komplotan Pain membawa Sasuke?

Pada bab 8 awal kisah dimulai dengan kepulangan Sasuke yang membawa katak untuk Naruto. Jika itu tidak berhubungan dengan isi bab tidak perlu dicantumkan harusnya, itu adegan yang tidak penting pada bab 8.

Hole-hole lainnya sudah kuselipkan pada penjelasan per babnya.

#Gaya Bahasa:

Gaya bahasa yang digunakan sebenarnya ringan. Tetapi penyusunan diksinya yang ambigu membuat Halin beberapa kali salah paham ditambah typo-typo yang bertebaran dan beberapa kesalahan PUEBI, cukup menganggu ketika proses membaca.

#Kelebihan dan kekurangan:

Kelebihan cerita ini Halin merasa jika cerita ini masih bisa diperbaiki dengan diberikan plot yang jelas, apa yang mau disampaikan. Sampai part 11 pesan Halin masih sama, berikan plot yang jelas untuk Sasuke dan Naruto, juseyoo.

Kekurangan rasanya sudah Halin tuangkan cukup banyak di atas, tetapi karakter cerita yang tidak konsisten sangat mengganggu saat membaca. Benar-benar menganggu terutama karakter utama yaitu Sasuke dan Naruto yang terlihat sekali perubahan karakternya pada bab demi bab.

#Pendapat pribadi:
Menurut Halin untuk genre Romance ini masih belum terasa dan juga kelogisan cerita yang mungkin perlu diperhatikan lagi, Kak. Juga penggambaran karakternya.

Judul cerita: Zero

Genre : Romance

Jumlah part yang dibaca: 11

Author: Hama

Pembaca: Rama

-----

Preview : (Untuk Sementara)

Liburan Sasuke dan Naruto di kota Sunagakure.

Bab 1 : Pembukaan

Di part ini menceritakan beberapa hal tentang hubungan si Naruto dan Sasuke serta sekilas tentang awal mereka bertemu.

Bab 2 : Aplikasi Hits

Tema sudah cukup masuk. Di perjalanan menuju Sunagakure, Naruto tidak berhenti memainkan ponselnya untuk membuka aplikasi hits masa kini. Sasuke yang merasa diabaikan pun kesal dan melemparkan ponsel Naruto ke luar bus.

Bab 3 : Kesepakatan

Tema diaplikasikan pada kesepakatan tentang tujuan destinasi di Sunagakure.

Bab 4 : Cahaya

Meski kata cahaya dan kata yang berkaitan dengan cahaya bertebaran, tetapi cahaya sendiri tidak terlihat perannya.

Bab 5 : Hari Sial

Tema diaplikasikan dengan Naruto yang salah membawa dokumen. Ia seharusnya membawa proposal, tetapi malah naskah cerita yang ia bawa.

Bab 6 : Masa Lalu

Pembaca dibawa kembali ke masa kecil Sasuke yang cukup menyedihkan.

Bab 7 : Kodok

Tema diaplikasikan dari Sasuke yang ingin memberika hadiah pada Naruto. Pilihannya pun jatuh pada katak yang berenang di kolam. Lumayan masuk, tapi muncul di akhir.

Bab 8 : Kesempatan

Kesempatan Sasuke untuk melamar pekerjaan harus pupus karena baju dan CV-nya kotor terciprat becek.

Bab 9 : Bohong

Sasuke berbohong pada Naruto tentang dirinya yang tidak diterima di pekerjaan yang ingin ia lamar, padahal nyatanya ia tidak sampai ke tempat.

Bab 10 : Beban

Sasuke terbebani karena biaya hidupnya ditanggung oleh Naruto. Ia tidak memiliki pekerjaan. Tema cuma di awal, dan cuma nyentil.

Bab 11 : Kenyataan

Naruto harus menerima kenyataan bahwa ia bukan anak kandung Kushina.

Ide cerita :

Ide cerita tentang sepasang kekasih dengan latar belakang yang cukup kelam.

Karakter:

Naruto, ramah, ceria dan membela kebenaran---terlihat dari pertolongannya pada Sasuke yang dijelaskan di part awal.

Sasuke, si pendiam yang tidak suka menunjukkan emosinya.

Setting :

Setting cerita di sebuah desa---tempat tinggal mereka---di Jepang dan kota Sunagakure.  Dilihat dari penggunaan ponsel, bearti latar waktu bisa dibilang zaman modern.

Ah, dan juga, di part pertama disebutkan kalau mereka tengah berada di desa. Apakah sebuah desa memang sudah memiliki halte bus? Sepertinya latar tempatnya belum secara rinci dideskripsikan untuk desa tempat Sasuke sama Naruto berasal.

Plot :

Di awal, plot masih belum jelas. Namun, di bab-bab akhir ini, mulai terlihat konflik.

Entah ini bisa disebut plot hole atau tidak. Di part pertama, awal pertemuan Sasuke dan Naruto adalah ketika Naruto menyelamatkan Sasuke dari Pain. Namun, di part terakhir, terlihat yang menyelamatkan Sasuke itu bukannya Naruto, melainkan ayah Naruto---meski Naruto katanya sempat menendang aset berharga anak buah Pain. Karena tidak mungkin, 'kan, anak-anak memberikan beberapa pukulan untuk orang dewasa---di kasus ini maksudnya si Pain---sampai ia kabur?

Lalu, ada pula mata uang yang digunakan Jepang. Mengapa penulis menuliskan rupiah sebagai mata uang Jepang?

Gaya bahasa :

Untuk gaya bahasa, ada beberapa diksi yang kurang tepat.

Kelebihan dan kelemahan :

Kelebihan cerita, cocok untuk yang hanya ingin berimajinasi tentang Sasuke dan Naruto ketika pacaran.

Untuk kelemahan, perpindahan scene dan kejadian antar karakter sangat kasar dan membingungkan.

*******

Form Evaluasi

Judul cerita: Zero

Genre : Romance

Jumlah part yang dibaca: 6

Author: Hama

Pembaca: aa Kodok tampan

-----

Preview:

Bab 1: Pembukaan
Bab pertama mengisahkan tentang Sasuke dan Naruto yang ingin pergi ke Sunagakure untuk bertemu kenalan mereka. Di sini juga dijelaskan bagaimana Sasuke dan Naruto bertemu pertama kali.

Bab 2: Aplikasi Hits
Bab ini menceritakan tentang Naruto dan Sasuke yang dilanda kebosanan di atas bus, sehingga Naruto memutuskan untuk memainkan game dari sebuah aplikasi. Sasuke marah karena Naruto lebih mementingkan ponsel daripada dirinya, dan mereka pun bertengkar. Namun, mereka segera berbaikan.

Bab 3: Kesepakatan
Bab ini menceritakan tentang Naruto dan Sasuke yang sudah tiba di Sunagakure dan bertemu dengan Gaara. Mereka dibawa ke penginapan, lalu Naruto dan Sasuke kembali berdebat untuk menentukan ke mana mereka ingin pergi setelah ini.

Bab 4: Cahaya
Bab ini menceritakan tentang Sasuke dan Naruto yang menghabiskan waktu bersama.

Bab 5: Hari sial
Bab ini menceritakan tentang Naruto yang pergi dan mengantarkan proposal yang dikerjakan Sasuke kepada Sasori, tetapi ditolak karena sebenarnya yang Naruto bawa bukanlah proposal melainkan novel gay.

Bab 6: Masa Lalu
Bab ini menceritakan secara detail tentang keluarga Sasuke yang meninggal satu per satu, meninggalkan Sasuke sendirian.

Bab 7
Bab ini mengisahkan tentang Sasuke yang mencari hewan peliharaan untuk Naruto, dan menentukan kodok sebagai pilihannya (Kodok terhura).

Bab 8: Kesempatan
Bab ini mengisahkan tentang perjuangan Sasuke untuk mencari pekerjaan lagi setelah di-PHK, tetapi berakhir sial karena sebuah kendaraan melintas dan membuat genangan air menyiprat ke baju dan CV Sasuke. Ia memutuskan untuk kembali ke rumah.

Bab 9: Bohong
Bab ini menceritakan tentang Sasuke yang terlalu malu untuk mengakui kenyataan yang terjadi padanya di jalan, sehingga ia memilih untuk membohongi Naruto dengan mengatakan bahwa perusahaan tempat ia melamar tidak menerimanya.

Bab 10: Beban
Bab ini menceritakan tentang Sasuke yang merasa rendah diri karena menjadi pengangguran dan biaya hidupnya harus ditanggung oleh Naruto.

Bab 11: Kenyataan
Bab ini mengisahkan tentang Sasuke dan Naruto yang pergi ke kediaman Namikaze. Sepupu-sepupu Naruto yang ada di sana tak tanggung-tanggung melempar sindiran kepada Sasuke, membuat Naruto marah dan balas menyindir mereka. Lalu di malam hari, Naruto ditampar kenyataan tentang dirinya yang merupakan hasil cinta sang ayah dengan seorang perempuan yang bukanlah istrinya.

Ide cerita: Cerita ini mengenai kehidupan sehari-hari sepasang kekasih bernama Sasuke dan Naruto.

Karakter:
Sasuke - Sasuke adalah kekasih Naruto. Dia tak banyak bicara, lebih sering diam. Sebagai seorang kekasih, Sasuke cukup pasif.
Naruto - Naruto sangat cerewet, cepat marah dan suka berdebat dengan Sasuke. Sebenarnya dia orang kaya.

Setting: Setting pada cerita ini adalah di sebuah desa bernama Sunagakure, lalu di kediaman Namikaze.

Plot: Plotnya lumayan sederhana, dan tidak berbelit-belit.

Gaya bahasa: Gaya bahasa ringan dan mudah dimengerti.

Kelebihan dan kelemahan:
Kelebihan: Penulis mampu menggambarkan latar tempat, waktu dan suasana dengan baik.
Kekurangan: Terlalu banyak narasi daripada dialog. Ada beberapa paragraf yang typonya kebanyakan, itu cukup mengganggu.

Pendapat pribadi: Tolong seimbangkan porsi narasi dan dialog.

Judul cerita: zero

Genre : romance

Jumlah part yang dibaca:

Author: hama

Pembaca: ley

-----

Preview:
Modern AU Naruto dan Sasuke

Bab 1
Sasuke, seorang pemuda pendiam dan sulit ber ekspresi. Menemukan sosok yang bisa dia jadikan penerang dalam hidupnya. Sosok matahari bernama Naruto. Yang pernah menolongnya saat hampir mati.

Bab 2 aplikasi hit
Sasuke dan Naruto sedang berada di dalam bus, Naruto yang merasa bosan akhirnya menghidupkan ponsel dan membuka aplikasi pesan yang sedang hits saat ini. Sasuke yang 'cemburu' dengan ponsel, akhirnya membuang ponsel Naruto keluar bus. Menyebabkan pertengkaran yang membuat Sasuke memberikan ponselnya pada Naruto. Akhirnya Naruto sadar jika radiasi ponsel tak baik untuk matanya.

Tema aplikasi masuk dalam ponsel Naruto

Bab 3 kesepakatan
Naruto dan Sasuke sampai di penginapan di Sunagakure. Naruto ingin menikmati liburan bersama sang kekasih, tempat pilihannya selalu ditolak oleh Sasuke. Pada akhirnya Sasuke setuju menemani Naruto ke pemandian air panas dengan imbalan.

Tema kesepakatan masuk dalam perdebatan antara Sasuke dan Naruto yang akhirnya mencapai kata mufakat.

Bab 4 cahaya
Berawal dari pagi hari yang panas di kamar Sasuke dan Naruto. Kemudian menyaksikan pertandingan bola voli, melihat matahari terbenam yang membuat Naruto jadi pujangga. Dan diakhiri dengan rasa syukur Sasuke karena telah menyelamatkannya.

Tema cahaya di masukkan dengan cahaya matahari. Tapi aku bingung, gak paham isi chapt ini.

Bab 5 hari sial
Naruto dengan mobil mewahnya pergi menuju sekolah disabilitas untuk mengajukan proposal kerjasama. Tapi, ia salah membawa berkas. Seharusnya ia memberikan proposal yang diajukan kepada pemilik sekolah, nyatanya dia malah membawa novel yaoi yang akan dia serahkan pada penerbit.

Tema hari sial digambarkan pada kesalahan Naruto membawa berkas.

Bab 6 masa lalu
Kisah masa kecil Sasuke bersama keluarganya. Tentang ayahnya yang di-PHK, ibunya yang berhutang, kakaknya yang mati ditabrak mobil. Orang tuanya yang mati di tangan Pain, sampai Sasuke yang nyaris dijual organ dalamnya jika tidak ditolong oleh Naruto.

Tema masa lalu digambarkan dengan renungan Sasuke dihari ulang tahunnya.

Bab 7 kodok
Sasuke galau karena ingin memberi hewan peliharaan kepada Naruto. Ia berkeliling petshop, namun tidak menemukan satupun binatang yang sesuai, hingga ia teringat soal katak.

Tema dimasukkan menjadi hadiah Sasuke kepada Naruto.

Bab 8 kesempatan
Diawali dengan sasuke yang diusir dari rumah. Kemudian sasuke di-PHK, yang kemudian mencari pekerjaan baru, tapi menemui kesialan di sepanjang jalan.

Bab 9 bohong
Sasuke merasa malu pada Naruto karena gagal mendapat pekerjaan. Hal itu membuat Sasuke berbohong pada Naruto.

Bab 10 beban
Sasuke semakin merasa rendah diri karena tidak memiliki pekerjaan, dan menggantungkan hidupnya pada Naruto.saat ia keluar rumah, ia bertemu Kiba yang bercerita tentang masalah rumah tangganya kepada Sasuke.

Bab 11 kenyataan
Naruto mendapat undangan dari keluarga besarnya sehingga dia harus pulang, tentunya ditemani Sasuke. Di pesta keluarga, Naruto mendapati sebuah kenyataan jika dirinya bukan anak kandung dari ayah dan ibunya.
Jujur aku pusing baca part ini.

Bab 12 pertarungan
Naruto merasa marah kepada seluruh keluarganya yang merahasiakan hal besar tentang kelahirannya darinya. Naruto akhirnya keluar meninggalkan keluarganya yang saling menyalahkan.

Bab 13 awal sebuah cerita
Seorang wanita berambut merah telah menunggu kedatangan Naruto saat ia kembali ke kediaman Namikaze. Wanita itu lantas menceritakan kisah masa lalunya,

Bab 14 romansa belanda buton

Bab 15 big ben

Bab 16 rona merah


Ide cerita:
Ide cerita tergolong biasa, membuat fans fiction dari tokoh komik

Karakter:
Naruto : ceria
Sasuke : tidak mudah menunjukkan ekspresi.
Pain : orang yang membuat sasuke hampir mati sebelum ditolong oleh Naruto.
Gaara :pekerja di penginapan
Sasori : kepala sekolah disabilitas
Itachi : kakak Sasuke
Fugaku : ayah Sasuke
Mikoto : ibu Sasuke
Karin :sepupu Naruto
Kushina : orang tua Naruto
Minato : orang tua Naruto
Sai : pria berkulit pucat yang membeberkan fakta tentang Naruto
Nagato : salah satu sepupu Naruto
Juugo : orang kepercayaan Minato

Setting:
Sunagakure, rumah SasuNaru, kediaman Namikaze

Plot:
Aku masih belum menemukan alur cerita ini mengarah kemana.
Juga beberapa bagian masih terasa aneh.

Gaya bahasa:
Gaya bahasa sederhana, tapi kadang masih sedikit membingungkan.

Kelebihan dan kelemahan:
Masih banyak typo dimana-mana. Karakter masih kurang melekat.

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top