Tim A : Yudith

Judul : Yudith - Tim A

Genre : Teen Fiction (Sepertinya)

Jumlah part yang dibaca : 1--6

Author : Ginjal

Pembaca : Xiu

-----

Preview :

Bab 1 : Pembukaan/Prolog

Yudith, seorang anak yang memiliki semangat tinggi untuk belajar, tanpa pikir panjang segera menyetujui tawaran untuk bisa melanjutkan sekolah meskipun harus jauh dari keluarga. Chapter awal ini hanya berisi penjelasan mengenai Yayasan Bakti Mulia beserta bentuk-bentuknya dari sudut pandang seorang Yudith.

Bab 2 : Aplikasi Hits

Mungkin karena tema mengenai aplikasi, tanpa aba-aba, cerita ditarik maju, dari tahun 1996 hingga ke tahun 2019. Tokoh utama juga berpindah ke gadis muda berumur 15 tahun yang juga bernama Yudith, anak dari Yudith 96. Bisa dikatakan, chapter ini juga tidak berisi banyak hal selain tingkah laku Yudith yang terkesan nakal dan suka membantah neneknya.

Bab 3 : Kesepakatan

Tema dalam chapter ini mengenai kesepakatan antara Yudith 2019 dengan sang nenek yang melarang menginap jika ingin berkunjung ke Panti Asuhan Bakti Mulia. Juga alasan Yudith 2019 sangat ingin berkunjung, karena ingin tahu lebih banyak mengenai ibunya yang sudah meninggal tak lama setelah melahirkannya. Kilas balik yang ditambahkan sedikit merusak ritme karena sebenarnya tema sudah terpenuhi. Akan lebih baik jika antara kilas balik dan masa kini tetap konsisten dipisah per chapter seperti antara chapter 1 dan chapter 2.

Bab 4 : Cahaya

Seperti yang sudah diduga, tema cahaya diaplikasikan dengan tokoh bernama Cahaya, seorang anak penderita hidrosefalus yang masih diajak berinteraksi. Chapter ini masih bercerita tentang Yudith 96 dan juga interaksinya dengan anak laki-laki jahil bernama Andreas. Sahabat Yudith, Suster Vero (yang menceritakan kilas balik ini pada Yudith 2019) terlihat sangat mendukung Andreas untuk mendekati Yudith yang kaku dan tidak luwes dalam berbicara dengan orang lain selain pada anak-anak.

Bab 5 : Hari Sial

Yudith 96 yang telah menyelesaikan ujian cawu, berniat pulang kampung. Akan tetapi, gara-gara keras kepala menolak tawaran baik Andreas, Yudith harus mengalami nasib nahas.

Bab 6 : Masa Lalu

Pada dasarnya, cerita ini sudah berpindah antara masa lalu dan masa kini, jadi, tema masa lalu sama sekali tidak terlalu terasa bedanya dengan chapter-chapter lain.

Di chapter ini, diceritakan bagaimana ketegasan Yudith 96 yang tidak bisa menoleransi kecerobohan meskipun itu hanya terhadap anak-anak berkebutuhan khusus. Ketegasan yang membawa Yudith 96 ke tugas baru yang jauh lebih bergengsi. Bab ini juga sudah memberi kecerahan kalau Andreaslah ayah Yudith 2019.

Pendapat mengenai ide :

Ide dasar mungkin lebih ke fiksi remaja umumnya, bagaimana kisah yang terjalin di lingkungan sekolah antara siswi dingin dan siswa secerah matahari. Bagaimana usaha si cowok mendekati dan mencairkan kebekuan hati si dingin. Esseeh ....

Penambahan mengenai anak-anak berkebutuhan khusus menjadi sesuatu yang unik, bisa untuk menumbuhkan simpati dan empati para pembaca.

Karakter :

Penggambaran karakter sudah sangat jelas. Misalnya, walau bernama sama, sama-sama bernama Yudith, keduanya jelas memiliki perbedaan sifat dan karakter.

Yang perlu dicatat karena sedikit mengganggu kenyamanan membaca adalah cara penulis mendeskripsikan tokoh, misalnya : gadis cokelat. (naik alis) langsung kebayang sebatang cokelat berambut dan berwajah perempuan. Mungkin lebih baik jika diuraikan apanya yang berwarna cokelat. Kulitnya kah, matanya kah, rambutnya kah, atau mungkin giginya yang berwarna cokelat. Pokoknya jangan cuman mengatakan gadis cokelat, pemuda cokelat, dll.

Yudith 96 lebih tenang, kaku, dan tidak banyak bicara. Sementara Yudith 2019 lebih seperti anak remaja zaman sekarang yang terkesan kurang ajar dan suka melawan orang tua.

Paman dan nenek masih muncul sekilas, ayah pun masih samar-samar, belum tahu siapa.

Suster Vero yang ceria juga sudah bisa jelas terbayang.

Andreas yang terkesan nakal padahal sebenarnya baik juga sudah tersampaikan dengan baik.

Setting :

Sudah pasti latar tempat sudah sangat bagus, terutama chapter pembuka yang menumpuk seluruh penggambaran setting hingga nyaris membosankan. Setelah baca pun tidak ada yang bisa diingat saking panjangnya keterangan latar yang diberikan.

Alangkah baiknya jika latar diberikan bertahap sesuai kebutuhan cerita. Tidak perlu dibuang sekaligus dalam 1 chapter.

Plot :

Plot yang disajukan bergerak maju mundur. Mau dibawa ke mana masih belum jelas. Yang pasti, akan ada kisah asmara yang membuat Yudith 2019 muncul ke dunia. LOL.

Plot juga bergerak datar tanpa kejutan. Sejauh ini, si plot hole belum muncul.

Gaya bahasa :

Untuk gaya bahasa, walaupun bercerita tentang kehidupan pengabdian (setengah religi) di asrama yang biasanya dipenuhi doktrin ini dan itu, penulis sudah sangat berhasil membawakan cerita tanpa mencampurkan unsur-unsur yang bisa membuat pembaca tak nyaman saat membaca. Good Job!

Kelebihan dan kelemahan :

Kelebihan ada pada gaya bahasa yang tenang dan lancar, juga tata bahasa yang sudah sangat rapi dan teratur. Kekurangan ada pada narasi yang terkadang masih melebar, panjang dan terkesan bertele-tele.

Pendapat pribadi :

Keseharian sederhana seorang gadis muda yang hidup di asrama dan tulus melayani anak-anak berkebutuhan khusus, kalau penulis tidak bisa pintar-pintar membawakan, cerita jenis ini akan sangat membosankan untuk diikuti. Penulis harus bisa membuat konflik yang jauh lebih menarik dari sekadar siswi dingin dan kaku dikejar-kejar siswa nakal.

***

Form Evaluasi

Judul cerita: Yudith

Jumlah part yang dibaca: 6

Author: ElfaRaReinka, gampangnya, Ginjal.

Pembaca: Vyn.

-----

Preview:

Mengisahkan tentang Yudith, remaja wanita dengan latar waktu tahun 1996. Kisah ini diceritakan kembali karena anak Yudith yang juga bernama Yudith (seterusnya akan disebut Yudith 2nd) ingin mengenal sosok ibunya yang telah tiada lewat cerita teman-temannya.

Tema & Genre:

Ch 1: Pembukaan cerita ini terasa sangat panjang dengan rincian latar yang agak berlebihan. Sebagai opening, narasinya terasa kurang efektif.

Ch 2: Pada chapter ini latar cerita berubah menjadi tahun 2019, mengisahkan gadis bernama Yudith yang tengah kecanduan bermain aplikasi hit hingga dimarahi. Bagian ini menjadi awal mula perkenalan tokoh Yudith 2nd yang merupakan anak dari tokoh utama di masa depan.

Ch 3: Tema kesepakatan di chapter ini ada pada bagian Suster Vero yang menceritakan soal masa lalu kedua orang tuanya sebagai imbalan bantuan yang diberikannya.

Ch 4: Cahaya adalah nama dari seorang anak yang menderita hidrosefalus. Meski kondisinya memprihatinkan, tapi cahaya masih memiliki 'cahaya' yaitu kemampuan interaksinya yang lebih baik dari anak-anak lainnya. Pada bagian ini juga menunjukkan bagaimana keisengan Andreas yang mencoba mendekati Yudith.

Ch 5: Yudith yang akan mudik berulang kali tertimpa sial hari itu. Harinya makin buruk karena setiap mengalami kesialan, ia selalu bertemu dengan Andreas.

Ch 6: Mengenang masa lalu Yudith 2nd tentang ibunya terus berlanjut hingga pada bagian insiden yang terjadi pada ibunya semasa sekolah. Di chapter ini karakter Yudith jadi lebih terlihat jelas.

Ide cerita: Inti cerita ini sebenarnya tentang Yudith 2nd yang tak mengenal sosok ibunya dan mulai mencari tahu lewat teman-teman lama ibunya. Point penting dari idenya sendiri belum kelihatan. Mungkin masih on the way ya.

Karakter:

Yudith: Gadis yang pendiam dan tak terlalu pintar bergaul. Tegas dan bertanggung jawab.

Yudith 2nd: Anak Yudith yang ceria dann agak keras kepala.

Vero: Teman Yudith yang sifatnya berbanding terbalik dengan Yudith. Enerjik dan suka becanda.

Andreas: Teman satu sekolah Yudith yang menyukainya. Sifatnya pantang menyerah sebelum mendapatkan hati Yudith.

Di awal chapter, karakter utama dalam cerita ini masih lemah. Fokus cerita lebih pada fisik, latar, dll. Padahal sebenarnya porsi visualisasi dan pendalaman karakter sama pentingnya di awal. Masuk ke chapter 3 sampai 6 cerita, karakter mulai terbentuk dan stabil. Keseluruhan karakternya juga sudah mulai punya ciri masing-masing.

Setting:

Ch 1-6

Latarnya dinarasikan dengan cukup jelas, tapi di beberapa bagian agak berlebihan. Untuk latar waktu juga beberapa terlalu rinci hingga ke jam-nya, padahal bisa dibuat lebih efektif.

Plot:

Ch 1-4 cerita ini masih datar alurnya, belum kelihatan bagian menarik untuk pemicu pembaca. Masuk ke chapter 5-6 mulai lebih baik, konflik mulai ada dan dieksekusi dengan baik. Cuma karena ini judulnya teenfiction, cara penyampaian cerita si Yudith ini kurang mencerminkan kesan remajanya. Kelihatannya malah si Yudith ini kayak ada di dunia kerja. Ditambah lagi ceritanya kebanyakan outdoor yang mengurangi kesan anak sekolahnya. Ke depannya mungkin porsinya bisa lebih diseimbangkan.

Gaya bahasa:

Ch 1-6

Narasi masih aman meski kadang over-showing. Beberapa bagian yang menyangkut setting bisa dibuat lebih efektif lagi juga. Secara keseluruhan enak dibaca.

Kelebihan dan kelemahan:

Ch 1-6

Sebenarnya cerita ini settingnya lumayan menarik karena ngambil cerita remaja jaman dulu. Tapi karena di bagian awal alurnya terlalu datar jadi cerita keseharian si Yudith kurang menarik. Terus fokus ceritanya yang terlalu banyak ngambil soal kerjaan Yudith jadi buat teenfict-nya buyar.

Idenya sendiri kece. Apalagi karakter Yudith udah bagus juga.

Pendapat pribadi:

Ch 1-6

Chapter awal terasa agak membosankan, tapi perlahan mulai membaik dan ceritanya mulai jelas mau dibawa ke mana. Ke depannya genre teenfiction-nya semoga bisa lebih ditonjolkan lagi. Soalnya jarang ada cerita teenfict remaja jadul wkwkwkwk.

***

Form Evaluasi

Judul cerita: yudith

Genre : romansa

Jumlah part yang dibaca: 6 part

Author: ginjal

Pembaca: sapi gembul

-----

Preview:
Bab 1:
Masih prolog yang menceritakan awal yudith masuk ke yayasan bakti

Bab 2: aplikasi hits
Sudah ganti latar. Jadi ke beberapa tahun selanjutnya dan yang dibahas sepertinya adalah anak yudith dengan nama yang sama (?)

Tema teraplikasi bener karena emang ngikutin tema cerita ini tuh yaa.

Bab 3: kesepakatan
Masih dibahas tentang yudith anak. Dia ceritanya berkunjung ke yayasan bakti. Ketemu suster vero dan mulai flashback tentang ibunya. Adegan berakhir dengan pertemuan pertama ibunya dengan andreas

Kesepakatan di sini cuma sekilas kayak angin semilir. Yaudahlah yaa yang penting ada wkwkw.

Bab 4: cahaya
Pada bab ini dijelaskan keseharian yudith dalam merawat anak-anak di yayasan dan tentu saja diselipkan beberapa adegan yudith-andreas untuk menjadi pemanisnya.

Untuk cahaya di sini disempilin jadi nama orang ok. Wkwkw bahas si cahaya terus padahal figuran. Masuk sih tapi gak semooth

Bab 5: sial
Masih diceritakan tentang yudith hanya saja fokusnya tentang hari si yudith yang sial. Kebetulan juga hari itu adalah waktu pulang ke kota masing-masing dan tentu saja ada adegan andreas yang selalu menyelipi keseharian yudith itu. Adegan ditutup dengan yudith yang kehilangan uang dan ditolong andreas.

Tema sialnya ok. Didasari akan kejadian sial berturut mulai dari jatuh sampe kehilangan duit

Bab 6: masa lalu
Pada bab ini diceritakan kembali versi yudith anak. Selanjunya, suster vero melanjutkan lagi kenangan akan ibunya yudith itu dari sisi berbeda yaitu sisi ketegasan yudith.

Tema masa lalu adalah tentang ibu dan bapaknya yang emang udah jadi cerita ini dari awal jadi ya masuk lah wkwkwk

Ide cerita:
Kayaknya ide ceritanya mau ke perjalanan yudith-andreas yaa tapi di sini aku liat fokusnya malah tentang keseharian di yayasan bakti tentang seputar anak berkebutuhan khusus.

Karakter:
Yudith (ibu) : di sini sih diceritakan kalau dia itu serius, disiplin, dan tegas. Diceritakan juga dia ini orang yang penyayang jika sudah dilibatkan dengan hal lain yang berkaitan dengan dirinya. Sisanya masih belum banyak terlihat jelas.

Andreas: orangnya supel dan friendly. Dan andreas ini juga kelihatan gigih dan bucin (?) karena udah diabaikan ama yudith masih kekeh untuk ngejar. Makanya masih jadi bahan pertanyaan tentang kepergian dia di masa depan sampe ada isu udah nikah segala. Bakal jadi aneh kalau yang tadinya masa muda begitu pas dewasa bejat pan wkwkwk

Yudith (anak): attitude jelek. Songong ama yang dewasa dan.... Udah sih keliatannya begitu aja. Karena belum diceritain banyak juga.

Sisanya kuliat masih cuma sebatas tokoh figuran ya. Lalu lalang bagai orang lewat. Jadi kutarik kesimpulan baru itu tokoh utamanya.

Setting:
Yang paling ditonjolin sih setting yayasan bakti ini, karena keseharian si yudith juga berputar di sekitar sana pan. Untuk setting waktu sendiri maju mundur. Kadang di tahun 90-an kadang di 2019. Menyesuaikan alur.

Plot:
Plotnya dibanding romansa lebih slice of life. Jujur agak bosenin juga. Gak ada yang khusus banget dari kisah yudith di yayasan bakti ini. Yaa kayak keseharian biasa aja dan gak menarik. Tentang andreas-yudith pun cuma sekadar semilir doang. Gak spesial amat jadi plotnya sendiri agak kurang berkesan. Cerita ini seolah kayak dibuat cuma untuk nyocokin tema aja gitu. Belum nemu intinya apa sih? Mana di bab 2 malah goyah sama anaknya dengan nama yang sama 😂😂 sungguh pada bab 2 aku dibuat bingung karena penamaan yudith yang sama.

Gaya bahasa:
Bahasa daerah ada diselipkan dengan bahasa Indonesia jelas. Sebenarnya dari gaya bahasa udah enak. Dapet aja alurnya gitu. Rapi juga penulisan. Gak ada masalah di sini aku sih.

Kelebihan dan kelemahan:
Kelebihan mungkin dari penulisan dan cara penjelasan yang udah baik. Jadi pembaca juga ngikutinnya enak.

Kelemahan ada di isi cerita padahal ini yang penting. Ceritanya benar-benar gak ada rasanya. Lemah banget. Berkesan juga tidak. Dan penamaan yudith di dua tokoh tanpa ada penjelasan dulu sempat bikin pembaca bingung. Aku kira itu mau jadi plot hole 😂 cuma emang bener sih ceritanya bener bener kayak nyocokin tema aja. Belum ada nyawanya. Dan oh itu tentang bapaknya yudith yang pergi tiba2 juga. Mungkin belum dijelasin aja kali ya, tetapi kalau sampai akhir gak dijelasin tentang akan jadi plot hole lain. Romancenya juga gak berasa sih. Gak ada manis manisnya. Cuma kayak angin lewat aja. Jadi untuk tema romance gak cocok.

Pendapat pribadi:
Aku biasa aja ama cerita ini, karena seperti yang kubilang tadi ceritanya jadi kayak ngikutin tema aja gak ada isinya. Intinya tentang yudith andreas masih lemah banget. Sayang juga kalau fokusnya malah jadi ke tema harian bukan ke dua tokoh utama itu.

***

Judul cerita: Yudith

Jumlah part yang dibaca: 6

Author: Reinka

Pembaca: Reinka

-----

Preview: Mengisahkan tentang dua gadis remaja dari dua generasi berbeda bernama Yudith. Dua Yudith ini adalah ibu dan anak. Si ibu meninggal setelah melahirkan, si anak tidak pernah mengenal ibunya. Yudith junior mengenal ibunya hanya dari kisah yang dituturkan oleh Suster Vero, sahabat sang ibu.

Bab1 : Diawali dengan kisah Yudith, gadis yang berasal dari keluarga tidak mampu, hampir saja tidak bisa melanjutkan sekolah, untung saja ketiban keberuntungan, mendapat tawaran bersekolah dengan biaya ikatan dinas, syaratnya harus tinggal di asrama dan membantu merawat anak-anak berkebutuhan khusus yang diasuh di yayasan tempatnya bersekolah.

*Untuk cerita pembuka/prolog ini agak terlalu bertele-tele.

Bab 2 : Tema Aplikasi Hits diaplikasikan dalam kegemaran Yudith memainkan salah satu aplikasi bernama Laiki. Gara-gara bermain Laiki saat sedang belajar, Yudith junior diomeli neneknya.

Bab 3 : Meski kesal, akhirnya Yudith sepakat untuk tidak menginap di Yayasan Bakti Mulia Madiun, seperti yang dipinta neneknya.

Seperti Kesepakatan yang telah disetujui pula, Yudith yang sudah mau datang berkunjung ke yayasan untuk mendekor ruangan yang akan dijadikan tempat ulang salah satu anak panti, mendapat imbalan cerita, kisah tentang orang tuanya di masa sekolah.

Bab 4 : Tema Cahaya diaplikasikan sebagai nama seorang anak berkebutuhan khusus yang diasuh di salah satu wisma di Yayasan Bakti Mulia.

Bab 5 : Tema Hari Sial ditunjukkan dengan Yudith yang mengawali hari barunya dengan kepala membentur tempat tidur, lalu terjatuh di depan umum setelah bertabrakan dengan Suster Vero, dan yang lebih parah adalah dia kehilangan dompet saat hendak membayar minuman.

Bab 6 : Masa lalu ditampilkan pada kisah Yudith senior yang marah karena kakak kalasnya lalai pada catatan observasi Nurjanah.

Ide cerita: Biasa saja. Justru terkesan menyimpang dari genre teenfic, jadinya malah seperti slice of life.

Karakter: *Yudith senior yang tidak banyak bicara, tak acuh, tapi bisa cerewet dan meledak marah bila ada yang tidak berkenan di hati.

*Yudith junior, ceria tapi mudah marah.

*Suster Vero, humoris dan sedikit selebor.

*Andreas, humoris dan suka menjahili Yudith senior.

Setting: latar tahun 1996 dan 2019, yayasan/wisma Malang dan Madiun, rumah Yudith junior.

Plot: Plot berjalan cukup baik.

Gaya bahasa: Gaya bahasa mudah dipahami.

Kelebihan dan kelemahan: Cerita teenfic yang tidak alay.

Ada satu hal yang bisa jadi plothole. Di bab sebelumnya tidak dijelaskan ada dua gelombang liburan, tapi di bab berikutnya dikatakan ada liburan gelombang ke-2.

Pendapat pribadi: Menurutku cukup bagus karena ini merupakan tantangan bagiku yang mencoba keluar dari Zona nyaman Fantasi.

***

EVALUASI MINGGU PERTAMA

Judul cerita : YUDITH
Genre : teen-fic
Jumlah chap : 6
Penulis : Rein
Pembaca : febri

Preview
Yudith seorang remaja perempuan yang bersekolah di SMK Bakti Mulia. Di sekolah tersebut, siswa tidak perlu membayar apapun untuk bersekolah di sana, tapi dengan syarat para murid harus membantu para perawat untuk mengurus anak-anak berkebutuhan khusus yang diasuh mereka.

Karena tak ingin putus sekolah, Yudith menyetujui ajakan ibunya dan banyak hari-hari yang ia lalui di sana. Yudith juga bertemu dengan Andrea di sana, seorang remaja laki-laki yang selalu berusaha dekat dengan Yudith.

Chap 2 : Tema : Aplikasi hits
Cerita mengambil tag pada masa depan, di mana Yudith sudah meninggal dan memiliki putri bernama Yudith juga. Pada chapter ini, Yudith menggunakan satu aplikasi hits sejenis tik tok dan kepergok tidak belajar tapi malah sibuk memainkan aplikasi ini.

Ada keterangan sedikit di tengah narasi dan kembali lagi pada keakraban Yudith dan pamannya. Temanya masok, karena dalam chapter ini fokus pada kedekatan Yudith dan pamannya yang mana aplikasi hits ini turut berperan.

Chap 2 : tema : Kesepakatan
Suster Vero setuju untuk menceritakan sedikit kisah ibunya Yudith, dengan syarat Yudith mau membantu untuk mendekor ruangan acara ulang tahun Anas.

Selanjutnya ada kisah flashback tentang kehidupan ibu Yudith yang membuat fokus cerita jadi melenceng dan fokus pada ulas balik itu. Jadi menurutku temanya kurang masuk.

Chap 3 : Tema : Cahaya
Masih dalam ulas balik, tema cahaya digunakan pada kemunculan tokoh bernama Cahaya yang mana dia adalah salah satu anak berkebutuhan khusus yang diasuh di sana. Temanya masuk, karena Cahaya punya peran yang cukup penting di chapter ini.

Chap 4 : Tema : Hari sial
Kejedot tempat tidur, terjatuh di depan doi dan juga kecopetan sudah cukup membawa chapter ini masuk sesuai tema.

Chap 5 : Tema : Masa lalu
Suster Vero menceritakan pada Yudith tentang kejadian heboh yang pernah dialami ibunya saat belajar di SMK Bakti Mulia.

Tema masuk karena menceritakan masa lalu sang ibu yang telah meninggal.

1) ide cerita
Biasanya teen-fic menceritakan macam-macam kisah selama sekolah yang biasanya berlatar waktu pada zaman sekarang, dengan mengambil latar zaman dulu, membuat cerita ini sedikit berbeda.

2) karakter
Sebelum chapter 6, karakter ibu Yudith hanya terkenal diam dan irit bicara, tapi setelah chapter 6, karakter baru Yudith muncul, ia pendiam namun juga pemberani.

Karakter Andrea juga sudah lumayan menonjol.

3) setting
Latarnya terus berubah tapi tidak membuat bingung karena selain diberi tanggal, juga gambaran penulis yang cukup jelas jadi tidak membingungkan.

4) plot
Alurnya campuran, rapi, walau latar waktunya yang sering berubah.

5) gaya bahasa
Penyampaiannya cukup jelas dan tidak membingungkan.

6) kelebihan & kekurangan
Alur cerita tetap berjalan meski temanya terus berubah. Gaya bicara ibu Yudith kadang suka berubah-ubah, kadang pake gak kadang pake tidak, kurang enak kalau diganti secara tiba-tiba.

Oh ya, tentang sebutan Andrea yang sering diganti dengan remaja pria, sepertinya ga cocok, biasanya kan remaja laki-laki, karena kalau pria itu laki-laki dewasa.

Sekian evaluasi minggu ini.

***

Judul cerita: YUDITH

Jumlah part yang dibaca: Semuanya

Author: elfaRaReinka01

Pembaca: Jeaaaah

-----

Chapter 1

Tahun 1996

Seorang pria berumur sekitar 26 tahun menyarankan Bu Nuni, ibunya Yudith, untuk menyekolahkan anaknya di SMK Bakti Mulya. Dengan iming-iming tanoa harus membayar biaya sepeserpun, akhinya Bu Nuni setuju walau belum bertanya juga dengan Yudith. Tapi Yudith anak baik, jadi dia juga pasti setuju.

Menurut tanggal, bulan, dan tahun yang tertera di cerita, Yudith berangkat ke Malang bersama Pak Harmanto.

Yudith diajak ke Yayasan Bakti Mulya. Melihat anakcanak berkebutuhan khusus membuatnya terharu sampai menitikkan air mata. Mereka adalah anak-ank yang akan dirawat oleh Yudith.

2. Tema Aplikasi Hits.

Setting waktu berganti ke tahun 2019, di mana seorang remaja oerempuan berumur 15 tahun sedang kecanduan aplikasi Laiki. Dia adalah Yudith, anak dari Yudith 96 (haha)

Lalu disebutkan berbagai macam aplikasi terkenal dan diakhiri dengan anak itu mengerjai neneknya.

3. Tema Kesepakatan

Terdapat dua setying waktu dalam chapter ini. Bagian awal membahas Yudith 19, yang mengunci kesepakatan dengan Suster Vero, bahwa jika anak itu ingin membantu mendekor ruangan untuk acara ulang tahun Anas, imbalannya hanya berupa tituran kisah-kasih orang tuanya di masa lalu.

Setting 96 menceritakan awal mula orang tua Yudith bertemu.

4. Tema Masa Lalu

Setting 96, tema di dapat dari dibahasnya seorang anak pengidap hidrosepalus bernama Cahaya di awal chapter.

5. Tema Hari Sial

Kesialan Yudith 96 diawali dengan kepalanya kejedot tempat tidur atas saat sedang merapikan tempat tidurnya sendiri, lalu bertabrakan dengan Suster Vero sampai jatuh, terus dompetnya dicopet saat sedang mudik.

Malang sekali nasibmu nak, padahal sudah di terminal Surabaya.

6. Tema Masa Lalu

Setting kembali ke tahun 2019, menceritakan Yudith remaja tengah mengenang ibunya melalui cerita-cerita Suster Vero.

Terdapat sekilas kita dibawa ke masa lalu untuk menyaksikan cerita tentang Yudith 96 yang tengah menghadapi masalah dengan teman sepekerjaannya.

Akhir dari masalah itu membuat Yudith 19 tersenyum bangga dan terharu.

Ide cerita: pengambilan dua setting, masa lalu dan masa sekarang selalu menarik. Walau mainstrean, tetapi pengembangan cerita dari ide dua setting itu selalu ditunggu kelanjutannya, walau kebanyakan berakhir menyedihkan. Hahah

Karakter:

Yudith 96: berasal dari keluarga tidak mampu, kurang luwes bergaul dengan orang baru, disiplin, pekerja teladan.

Suster Vero: teman seperjuangan Yudith, calon Suster, supel, rame.

Andreas Samudra : cowok playful, penggerak mood, baik hati.

Yudith 19 : anak Yudith 96, tipikal remaja sekarang, melawan orang tua yang suka melarang-larang, seertinya dia akan mengikuti kepribadian ayahnya yang supel dan playful.

Setting: mengambil setting tempat, Yayasan Bakti Mulya di Malang dan kota kelahiran Yudith di Madiun.

Mengambil setting dua masa waktu, tahun 1996 dan 2019

Plot: walau cerita mengambil waktu maju mundur, tapi alur berjalan dengan rapi. Otor tau kapan harus memunculkan scene dari masa lalu dan masa depan. Walau sepertinya hal itu hanya karena terdorong oleh tema, akuh akan tetap memuji otor karena bisa menyampaikannya dengan baik wkwkwk

Gaya bahasa: syukurlah Ginjal memakai bahasa yg sederhana kali ini, tidak seperti cerita yg gue lupa judulnya. Pokoknya gue baca pas masih di awan. Bahasanya belibet, dan oenggunaan diksinya berlebihan, bikin muter kepala aing.

Kelebihan dan kelemahan: kelebihannya Yudith, ada Yudith lebih dari satu di sana sehingga menjadi kelemahan karena bikin gue harus mencari cara agar bisa menyebut mereka dengan berbeda namun sama supaya yg baca eval tau yudith mana yg gue maksud. Wkwkwk

Pendapat pribadi: detail yg kau sampaikan luar biasa *prokprokprok

***
Judul cerita: Y U D I T H - TIM A

Genre : TeenFiction

Jumlah part yang dibaca: Semua

Author: ElfaRaReinka01

Pembaca: Dafa

-----

Preview:

Bab 1: I

Yudith, perempuan desa yang hanya tinggal bersama ibunya karena sang ayah merantau tanpa kabar. Dia mendapat penawaran untuk melanjutkan sekolahnya, namun dengan beberapa syarat. Tanpa pikir panjang, Yudith langsung menerima tawaran itu asal tidak putus sekolah.

Bab 2: II

Di bab ini seorang gadis bernama Yudith-sama dengan ibunya yang sudah meninggal saat melahirkan-tengah kecanduan bermain aplikasi yang tengah hits bernama Laiki. Yudith hanya hidup bersama paman dan neneknya. Itu pun sang nenek selalu melarang dia ini dan itu, sementara Yudith sering melawan.

Bab 3: III

Di bab ini, Yudith pergi ke panti asuhan tempat ibunya dulu dan bertemu Vero selaku teman ibu Yudith. Vero dan Yudith membuat kesepakatan, jika Yudith membantu untuk acara ulang tahun salah satu anak panti dia akan diceritakan masa lalu ibu dan ayahnya. Ya, tapi menurutku tema masa lalu lebih cocok daripada kesepakatan wkwkw.

Bab 4: IV

Tema bab ini adalah cahaya. Cahaya yang dimaksud adalah gadis bernama Cahaya. Yudith dan Andreas mengajar Cahaya untuk mengenal aksara.

Bab 5: V

Bertemakan hari sial. Di sini Yudith benar-benar sial. Diawali dengan dia jatuh akibat tertabrak suster Vero, dilanjut dengan tas bagian belakangnya yang sengaja dirobek menggunakan benda tajam membuat uangnya ludes.

Bab 6: VI

Masih tentang masa lalu Yudith. Untuk pertama kalinya gadis itu mendapat masalah akibat Yohana yang selalu memfitnahnya. Di situ juga Yudith terpaksa dipindahkan ke asrama lain.

Bab 7: VII

Yudith benar-benar merasakan senioritas di asrama barunya. Dia merasa bahwa para perawat di sana hanya mengisi asal-asalan. Yudith harus mengerjakan catatan observasi baru hingga larut, bahkan pagi tiba. Di pagi itulah perhatian kecil dari Andreas dia dapatkan.

Bab 8: VIII

Masih tentang masa lalu Yudith. Di sini mengisahkan masa di mana untuk pertama kali Yudith disidang karena Bu Cici yang mengadukan tentang dia dan Andreas. Ditambah bumbu pelezat, tentu saja rumor itu cepat menyebar dan tak kunjung usai walau masalah selesai.

Bab 9: IX

Bab bertema bohong ini mengisahkan tentang kelakuan para senior di asrama baru Yudith. Gadis itu ditinggal sendirian di pasar oleh Bu Ambar. Namun, Yudith tak menjawab sesuai kenyataan saat Bu Rosa bertanya, sehingga Bu Ambar yang siap memfitnah didahului oleh Andreas.

Bab 10: X

Beban Yudith semakin berat sejak kejadian 8 jam lalu di asramanya. Walau ada Bu Rosa yang membela, Bu Cici dan Bu Ambar tetap saja berusaha membuatnya tersingkir. Di sini juga Andreas semakin mendekat membuat tatapan benci dari siswi lain menambah beban Yudith semakin berat.

Bab 11: XI

Pada part kali ini sebuah kenyataan terungkap. Kenyataan mengapa Yudith tidak diterima dengan baik di asrama. Bukan karena terlalu rajin, melainkan karena gadis itu merupakan ancaman bagi Bu Cici dan Bu Ambar yang munafik.

Bab 12: XII

Yudith melaporkan kelakuan Bu Cici pada Suster Rosa. Walau dia harus mengumpulkan keberanian yang menciut dan harus melawan Bu Cici.

Bab 13: XIII

Akhirnya empat perawat senior itu dihukum dan ditindak lanjuti oleh para auditor. Yudith dikembalikan ke asrama dan dimulai kisah baru antara Yudith dan Andreas.

Bab 14: XIV

Bu Cici membalas dendam pada Yudith dengan menjedotkan Yudith ke tembok toilet saat gadis itu seorang diri hingga pingsan dan mimisan.

Bab 15: XV

Yudith terpaksa harus menginap di rumah sakit dengan ditemani Suster Vero. Di pagi harinya telah ada bekal besar dari Andreas di atas mejanya. Di sini diketahui bahwa Bu Cici adalah pelakunya karena Bu Ambar melapor pada Suster Luci.

Bab 16: XVI

Bu Cici dikeluarkan dari tempat itu dan dipulangkan ke Juanda. Yudith sendiri diperiksa ke rumah sakit. Beruntung tidak terjadi hal yang serius atau luka dalam.

Bab 17: XVII

Andreas kembali menjemput Yudith. Setelah membujuk untuk ikut, akhirnya Yudith mau dan mengikuti Andreas hingga ke rumah di mana seorang anak laki-laki memanggilnya sebagai papa dan mengaku sebagai adik Yudith.

Sad :)

Bab 18: XVIII

Andreas mengejar Yudith yang diduga pergi ke rumah neneknya. Dia menaiki bus menuju tujuan. Di sini kenyataan tentang sesuatu yang Andreas alami setelah kematian Yudith terungkap.

Bab 19: XIX

Andreas terus membujuk Yudith, walau gadis itu selalu menolaknya. Yudith menangis tersedu-sedu tanpa mau bertemu Andreas hingga akhirnya dia menghilang.

Bab 20: XX

Yudith ternyata berada di kuburan tempat peristirahatan terakhir ibunya. Andreas menghampiri anaknya itu dan berusaha berbicara baik-baik.

Bab 21: XXI

Andreas menceritakan kisah yang sebenarnya. Yudith masih bergeming dan enggan mengakui kesalahannya sehingga dia memilih memeluk Andreas.

Bab 22: XXII

Yudith akhirnya mengerti. Dia memang belum mau menerima Tres sebagai ibunya, namun dia harus menerima Ade sebagai adik kecilnya. Kisah sebenarnya antara Tres dan Andreas diungkap.

Ide cerita:

Ide cerita menurutku keren. Tentang gadis yang berusaha tetap sekolah walau harus mengurus anak-anak berkebutuhan khusus. Jarang sekali cerita seperti ini. Bahkan, aku baru kali ini nemuin (mungkin karena aku jarang baca genre Teenfict)

Karakter:

Yudith itu orangnya jujur, berdedikasi, sopan, gak banyak bicara. Dia juga pemberani, tapi cenderung menutupi kesalahan orang lain.

Andreas menurutku cowok tengil yang hanya berfokus pada apa yang dia suka. Dia gak peduli sama sekitar (siswi yang menatap Yudith tak suka) dia hanya peduli pada kewajiban dan kesukaannya (mungkin).

Setting:

Settingnya di asrama dan sekolah Yudith tentunya. Lebih dominan di tempat praktek dan asrama baru Yudith.

Plot:

Plotnya mengalir dengan lancar tanpa hambatan (walau aku masih ga nyantol di beberapa bagian), tapi cerita ini tergolong rapi dan bagus.

Gaya bahasa:

Gaya bahasanya cukup santai walau pembahasannya terbilang berat. Gak bertele-tele.

Kelebihan dan kelemahan:

Menurutku kelebihannya di bagian ide cerita yang unik, penulisan yang rapi, penyampaian detail yang gak bertele-tele.

Untuk kekurangan mungkin ada beberapa bab yang menurutku tema cuma sepintas lewat (kayak punyaku) sampai-sampai aku masih bingung di bab ini temanya apa. Itu aja.

****EVALUASI MINGGU KEDUA

Judul cerita : YUDITH
Genre : teen-fic romens
Jumlah chap : 11
Penulis : Rein
Pembaca : febri

Preview
Yudith seorang remaja perempuan yang bersekolah di SMK Bakti Mulia. Di sekolah tersebut, siswa tidak perlu membayar apapun untuk bersekolah di sana, tapi dengan syarat para murid harus membantu para perawat untuk mengurus anak-anak berkebutuhan khusus yang diasuh mereka.

Karena tak ingin putus sekolah, Yudith menyetujui ajakan ibunya dan banyak hari-hari yang ia lalui di sana. Yudith juga bertemu dengan Andrea di sana, seorang remaja laki-laki yang selalu berusaha dekat dengan Yudith.

Chap 1 : Tema : Aplikasi hits
Cerita mengambil tag pada masa depan, di mana Yudith sudah meninggal dan memiliki putri bernama Yudith juga. Pada chapter ini, Yudith menggunakan satu aplikasi hits sejenis tik tok dan kepergok tidak belajar tapi malah sibuk memainkan aplikasi ini.

Ada keterangan sedikit di tengah narasi dan kembali lagi pada keakraban Yudith dan pamannya. Temanya masok, karena dalam chapter ini fokus pada kedekatan Yudith dan pamannya yang mana aplikasi hits ini turut berperan.

Chap 2 : tema : Kesepakatan
Suster Vero setuju untuk menceritakan sedikit kisah ibunya Yudith, dengan syarat Yudith mau membantu untuk mendekor ruangan acara ulang tahun Anas.

Selanjutnya ada kisah flashback tentang kehidupan ibu Yudith yang membuat fokus cerita jadi melenceng dan fokus pada ulas balik itu. Jadi menurutku temanya kurang masuk.

Chap 3 : Tema : Cahaya
Masih dalam ulas balik, tema cahaya digunakan pada kemunculan tokoh bernama Cahaya yang mana dia adalah salah satu anak berkebutuhan khusus yang diasuh di sana. Temanya masuk, karena Cahaya punya peran yang cukup penting di chapter ini.

Chap 4 : Tema : Hari sial
Kejedot tempat tidur, terjatuh di depan doi dan juga kecopetan sudah cukup membawa chapter ini masuk sesuai tema.

Chap 5 : Tema : Masa lalu
Suster Vero menceritakan pada Yudith tentang kejadian heboh yang pernah dialami ibunya saat belajar di SMK Bakti Mulia.

Tema masuk karena menceritakan masa lalu sang ibu yang telah meninggal.

Chap 6 : perhatian kecil
Tema digunakan pada scene Andreas ngasih jaketnya buat Yudith biar ga kedinginan.

Chap 7 : kesempatan
Adegan ngasih jaket dijadikan kesempatan oleh Bu Cici untuk menjelekkan nama Yudith dan juga mengeluarkannya dari sekolah.

Chap 8 : bohong
Yudith dijebak oleh Bu Ambar, dia ditinggalkan di pasar dan datang saat Yudith bersama Andreas. Bu Ambar menuduh bahwa Yudith berbohong kalau ia sengaja bertemu Andreas di pasar. Tema masokk dan terus bersambung.

Cahp 9 : beban
Yudith dianggap sebagai beban oleh Bu Cici dan juga Bu Ambar, kehadiran dia di asrama dalam menjadi penganggu kelancara aksi Bu Cici dan Ambar.

Chap 10 : kenyataan
Kenyataan terungkap. Ternyata Bu Cici dan Ambar mengambil barang kiriman yang ditujukan untuk anak-anak berkebutuhan khusus itu.

1) ide cerita
Biasanya teen-fic menceritakan macam-macam kisah selama sekolah yang biasanya berlatar waktu pada zaman sekarang, dengan mengambil latar zaman dulu, membuat cerita ini sedikit berbeda.

2) karakter
Sebelum chapter 6, karakter ibu Yudith hanya terkenal diam dan irit bicara, tapi setelah chapter 6, karakter baru Yudith muncul, ia pendiam namun juga pemberani.

Karakter Andrea juga sudah lumayan menonjol.

3) setting
Masih bermain di jamannya ibu Yudith. Asrama dalam dan luar yang menurutku kurang penggambarannya. Dan juga jalan yang menghubungkan kedua tempat itu, kurang tergambar, begitu juga suasana jalanannya.

4) plot
Jalan ceritanya belum keliatan mau dibawa kemana, mungkin sampai Yudith tenang dari orang-orang itu (?)

Dari chapter 6-10 semuanya bersambung, mantap.

5) gaya bahasa
Penyampaian dan penggambaran suasana jelas dan tidak membingungkan.

6) kelebihan & kekurangan
Menurutku konflik-konflik yang ada itu rada membosankan, jadi mengurangi daya tarik cerita.

Sekian evaluasi minggu ini.

******

Judul cerita: Yudith
Genre: Teenfict
Jumlah part: 11
Author: elfarareinka
Pembaca: Hama

Preview: Yudith bersekolah di yayasan bakti mulia cabang madiun, yang kemudian bertemu dengan Andreas yang sering menjahilinya untuk mendapatkan perhatian Yudith.

Bab 1: dimulai dari seorang pria berusia 26 tahun yang akan merekrut para siswa, pria itu mempromosikan sekolah yayasan bakti mulia kepada Bu Nuni yang merupakan orang tua tunggal dan akhirnya Bu Nuni menyanggupi untuk menyekolahkan Yudith ke yayasan bakti mulia.

Bab 2: Yudith kecil di marahi oleh neneknya, karena tidak belajar dan malah asik bermain Laiki, yang mana aplikasi itu sangat hits untuk kalangan anak muda.

Bab 3: di sini mama Yudith waktu masih muda mengikuti menjadi suster untuk merawat para anak-anak berkebutuhan khusus di sinilah dia bertemu dengan Andreas Ayah Yudith kecil.

Bab 4: ini di mulai saat Mama Yudith kecil menghadiri sebuah kunjungan sosial setiap 2 minggu sekali, ke Wisma Hidrosefalus. Di mana mereka di bagi menjadi kelompok, tergabung antara putra dan putri.

Bab 5: ujian Cawu 3 akan dimulai, Yudith memakai baju praktik lengkap dengan jerudung seperti biarawati. Anak-anak yang lain dari berbagai Wisma turun je lapangan memperlihatkan berbagai macam kekurangan. Di saat itu Yudith dipanggil oleh Bu Indri.

Bab 6: suster Vero menceritakan kisah orang tuanya kepada Yudith, Yudithkecil yang tidak pernah tahu mamanya hanya terdiam mendengarkan, suster Vero menceritakan bagaimana Ayah Yudith kecil mengantarkan mama Yuduth ke rumahnya, bahkan menceritakan jika jetahuan pacaran akan dicabut gelar dinas dan diusir dari yayasan.

Bab 7: Yudith meminta keterangan dari Bu CiCi yang mana Observasi tidak diisi selama 1 minggu dan inventaris barang tidak diperbarui. Membuat Yudith kaget, saat di mintai keterangan Bu Cici terkesan meremehkan dan bernada sengak, Yudith memaklumi jika adakalanya manajemen akan kacau.

Bab 8: Yudith dan Andreas dilaporkan oleh Bu Cici setelah mendapat informasi dari seseorang, berbekal sedikit bumbu pada informasi membuat Bu Cici langsung melaporkannya kepada kepala sekolah, Yudith takut akan mengecewakan pak kepala sekolah sebelum akhirnya jawaban pak kepala sekolah membuat Bu Cici diam.
Bab 9: Yudith di kucilkan akibat dia terlalu rajin mengisi observasi, anak-anak yang suka mengaibaikan menjadi geram dan marah, dan biangnya adalah Bu Cici yang memprovokasi para murid untuk menjauhi Yudith. Yudith akhirnya pergi ke ruang bersantai dan bertemu suster Rosa. Dia akhirnya di ajak masuk ke ruangan dan diminta untuk membantu Bu Cici, tetapi ditolak oleh Bu Cici dengan sombong dan mata melotot.

Bab 10: Bu Cici meminta Yudith untuk dipindahkan ke asrama, namun suster Rosa menolak, banyak pertentangan yang akhirnya Yudith di pindahkan.

Bab 11: Yudith mengintai bu Cici dan ambar mencuri perlengkapan anak-anak. Itulah aalasan Ambar dan Cici membenci Yudith berada di sana.

Ide cerita: Bercerita tentang masa lalu mama Yudith kecil, dan keseharian Yudith kecil disekolah dan sekitarnya.

Karakter: Yudith kecil: putra dari Andreas dan Yudith besar, yang ditinggalkan oleh mamamnya saat melahirkan Yudith kecil, sedangkan Ayahnya merantau tidak pulang-pulang meski uang kiriman tidak pernah telat.

Andreas Purnama: Ayah Yudith, dia merantau dan tidak pernah pulang.

Paman Yudith: Yudith merasa segan dengan pamannya, yang jarang memarahinya tetapi memberikan nasihat di saat yang dibutuhkan.

Nenek Yudith: meski terkesan bawel, Nenek Yudith begitu menyayangi Yudith, terbukti dari bagaimana dia menyayangi Yudith dengan mengingatkan untuk belajar.

Setting: latar tempat terlihat jelas, antara masa lalu dan masa sekarang cukup signifikan perbedaannya.

Plot: plot beralur maju-mundur, kadang bingung dengan tokoh yang di dalamnya, harus di perhatikan baru ngeh kalau ini jaman dulu dan ini jaman sekarang.

Gaya bahasa: baik, mudah dipahami.

Kelebihan dan kekurangan:
-konflik terlihat jelas,
-bahasa yang enak dan mudah diikuti.

Kekurangannya: nama tokoh yang sama, membuat saya bingung. Chapter 1-5 merasa terdominasi oleh telling.

Pendapat pribadi: Rein tolong jangan buat nama yang sama. Aku gak bisa bedainnya.

*****

Judul cerita: Yudith

Genre: Teenfic

Jumlah bab: 11

Author: Ginjal

Pembaca: Kucing

-----

Preview:

Bab 1, pembukaan:

Memperkenalkan tokoh Yudith, yang merantau ke Malang demi menyambung sekolah. Sekolah tersebut tidak mewajibkan membayar sepeser pun, tapi Yudith harus membantu suster biarawati merawat anak-anak berkebutuhan khusus.

Bab 2, tema aplikasi hits:

Yudith, anaknya Yudith diceritakan main aplikasi Laiki terus-terusan sampai dimarahi nenek, tetapi si Yudith masih ngeyel dan terus membantah. Setelah diingatikan pamannya, akhirnya dia sadar dan bercengkrama dengan neneknya. Tema aplikasi hits terpenuhi melalui aplikasi yang dimainkan Yudith dan pembahasan aplikasi yang sedang hits dengan pamannya.

Bab 3, tema kesepakatan:

Yudith membuat kesepakatan dengan Suster Vero, kalau ia mau membantu anak-anak mendekor ruangan untuk acara ulang tahun, maka Suster Vero akan memberikan sepenggal kisah kasih ayah ibunya dahulu. Kemudian Vero menceritakan masa-mmasa awal Yudith di sekolahnya, bertemu dengan Andreas, yang kelak menjadi pasangan hidupnya. Tepa kesepakatan dipenuhi dari kesepakatan yang dibuat Yudith dan Suster Vero.

Bab 4, tema cahaya:

Yudith, Andreas, dan Suster Vero datap kebagian satu kelompok dalam kunjungan sosial. Mereka membantu anak-anak berkehutuhan khusus berkepala besar, salah satunya bernama Cahaya. Di isni ditunjukkan sifat Yudith yang benar-benar tertutup pada orang yang tidak akrab. Cahaya di sini dipalikasikan lewat tokoh Cahaya, bukan cahaya sebagai penerangan.

Bab 5, tema hari sial:

Ketika saat-saat mudik, Yudith mengalami beberapa kesialan, seperti kejedot saat merapikan tempat tidur, jatuh saat bertabrakan dengan Suster Vero, juga tasnya robek saat di tengah jalan. Tidak sampai di sana, dia juga berpapasan dengan Andreas. Tema hari sial dipenuhi melalui kesialan yang dialami Yudith hari itu.

Bab 6, tema masa lalu:

Kembali menceritakan Yudith junior, Suster Vero menceritakan mengenai kedislipinan ibunya. Waktu itu kakak kelasnya, Yohana, lupa menuliskan jam minum obat dan lupa memberikan Nurjanah obat. Saat diprotes, Yohana malah menyuruhnya mengarang bebas. Ketika coordinator datang, Yohana juga memfitnah Yudith. Tema masa lalu diaplikasikan melalui Suster Vero yang menceritakan masa lalu ibu Yudith junior.

Bab 7, tema perhatian kecil:

Suatu ketika, Yudith salah satu ibu asrama tidak mengisi administrasi dengan lengkap. Sama seperti kejadian Yohana, dia malah disuruh mengarang bebas lagi. Paginya, selesai membuat catatan, udara bertiup cukup kencang. Anread memakaikan Yudith jaket agar tidak kedinginan. Tema dipenuhi melalui perhatian kecil yang diberikan Andreas.

Bab 8, tema kesempatan:

Bu Cici melaporkan mengenai interaksi Andreas dan Yudith, yang katanya terlalu berlebihan dan seperti orang pacaran. Namun, kepala sekolah masih memaklumi. Walau begitu, tetap banyak gunjungan-gunjungingan yang terlempar dari mulut-mulut pedas anak lain. Temanya terpenuhi dari Bu Cici yang cari kesempatan untuk menjatuhkan Yudith.

Bab 9, tema bohong:

Yudith makin dibenci suster-suster karena Suster Rosa menugaskan Yudith memeriksa kelengkapan administrasi yang dibuat suster-suster. Akibatnya, suatu hari, ketika pergi ke pasar, Bu Ambar meninggalkannya sendirian. Yudith yang tidak tahu arah kebingungan, untungnya ada Pak Yono dan Andreas. Tema bohong lewat sedikit di akhir.

Bab 10, tema beban:

Yudith yang menyaksikan betapa Bu Cici dan suster lainnya membencinya, menjadikan hal itu beban pikiran. Sementara itu, Suster Rosa dan Suster Luci berdiskusi untuk mengembalikan Yudith ke tempat semua, menjauh dari suster-suster yang membencinya. Tema beban di sini diaplikasikan dengan beban pikiran.

Bab 11, tema kenyataan:

Yudith akhirnya mengetahui bahwa Bu Ambar dan Bu Cici selama ini menyelundupkan persediaan anak-anak. Saat pergi ke gereja bersama Bu Regina, Yudith berpapasan dengan Yonas dan Martin, yang ternyata ikut serta dalam penyelundupan Bu Ambar dan Bu Cici. Tema diaplikasikan melalui kenyataan mengenai Bu Ambar dan Bu Cici yang baru diketahui Yudith.

Ide cerita:

Ide ceritanya menarik, dan belum tergolong mainstream. Mengenai pembongkaran bobroknya sebuah panti asuhan. Semoga sampai akhir mulus-mulus aja eksekusinya.

Karakter:

Yudith digambarkan sebagai anak jujur dan bertanggung jawab, bertolak belakang dengan orang-orang di sekitarnya, misalnya saja Bu Cici dan Bu Ambar, yang pemalas dan tukang menyelundupkan persediaan barang. Tokoh Andreas diceritakan sebagai orang yang sosial, easy going, dan akrab sama Yudith.

Setting:

Mengambil waktu puluhan tahun lalu, dengan tempat SMK Bakti Mulia, yang yayasannya turut menangani anak-anak berkebutuhan khusus.

Plot:

Di awal, plotnya lambat dan membosankan, efek dari tellingnya juga. Dan, sebetulnya, cerita bisa berjalan tanpa penyisipan si cerita Yudith junior di tengah cerita. Kalau mau sekalian dimasukin, mending di awal sih sebagai pembuka, terus muncul lagi di akhhir sebagai penutup.

Penulisan:

Di awal, penulisannya kebanyakan telling, bikin jadi membosankan. Tapi semakin akhir, mulai bisa dinikmati karena mulai stabil shownya.

Kelebihan dan kekurangan:

Kelebihannya di ide yang nggak pasaran, dan cerita mulai seru di belakang. Sementara, kekurangannya, di awal masih membosankan, bisa-bisa orang pergi dulu.

Pendapat pribadi:

Gak ada, sih, sudah tertuang di atas semua.

Form Evaluasi

Judul cerita: Yudith

Genre : Teen fiction

Jumlah part yang dibaca: semuwah

Author: Kakakh Ginjal

Pembaca: Lop

-----

Preview:
Bab 1 : Pembuka/prolog
Dibuka dengan cerita Yudith yang ditawari masuk ke sekolah di kota Malang. Saat itu, Yudith langsung menyetujui kemauan ibunya. Tak lama, ia pergi ke Malang bersama perekrut siswa di sana. Sekolah baru Yudith terlihat bagus. Bangunannya besar dan megah.

Bab 2 : Aplikasi hits
Yudith---nama yang sama seperti ibunya---sedang bermain Laiki saat neneknya menegur. Karena Yudith bosan, mau bagaimana lagi. HP adalah alat agar dia bisa bersenang-senang. Untung saja pamannya datang dan mengajak Yudith untuk karaokean.

Bab 3 : Kesepakatan
Yudith ingin menginap di apngi asuhan cabang Madiun, tapi dilarang oleh budhe dan neneknya. Meski begitu, dia tetap pergi walaupun tidak menginap. Di panti asuhan, dia membantu suster Vero dengan iming-iming kisah masa lalu bagaimana ayah dan ibu Yudith bertemu. Pertama berkenalan, saat murid laki-laki baru datang. Yudith dan Suster Vero disuruh mengampu mereka. Di antara laki-laki itu, ada Andreas.

Bab 4 : Cahaya
Andreas, Yudith, dan Suster Vero bertugas untuk membantu perawat di Wisma Hidrosefalus. Di sana, ada salah satu anak bernama Cahaya yang paling pintar dibandingkan anak-anak lain. Yudith bertugas untuk menulis hasil observasi tingkah laku Cahaya.

Bab 5 : Hari sial
Yudith sedang sial. Saat bangun tidur, kepalanya kejodot. Saat dia akan pulang kampung, Andreas menawari untuk pulang bersama yang sayangnya Yudith tolak. Selesai makan siang, Yudith yang mau membayar makanan ternyata lupa membawa dompet. Alhasil, dia malu berat karena ada Andreas.

Bab 6 : Masa lalu
Dulu, Yudith sempat terlibat adu mulut dengan Yohana karena Yohana asal-asalan dalam membuat laporan mengenai perkembangan Nurjanah. Kadang, Yohana bahkan lupa memberi obat. Adu mulut itu berlanjut hingga keduanya dipanggil ke ruang kepala sekolah. Karena hal ini, Yudith dipindahkan ke asrama luar untuk menjadi asisten Suster Rosa.

Bab 7 : Bebas
Sayangnya, bukan hanya di situ saja laporan perkembangan yang kacau. Di asrama luar pun begitu. Ditambah lagi senioritas oleh para perawat yang sudah lebih dulu berada di sana. Yudith yang selalu taat aturan meminta dua buku baru agar laporan untuk dua anak yang dirawatnya tidak dibuat asal-asalan. Sejak saat itu, Yudith dijauhi oleh para perawat.

Bab 8 : Kesempatan
Kemarin, Yudith dan Andreas tidak sengaja bertemu di jalan. Karena udara memang sedang dingin, Andreas memberikan jaketnya pada Yudith. Hal ini membuat orang-orang yang tidak suka pada Yudith memanfaatkannya untuk dilaporkan pada kepala sekolah. Untung saja, keberuntungan masih berpihak pada Yudith. Meski begitu, ia harus menanggung beban menjadi omongan teman-teman sekelas.

Bab 9 : Bohong
Suatu pagi, Yudhit diajak pergi ke pasar. Karena ini pertama kalinya dia ke sana, Yudith tersesat. Untung saja ia bertemu dengan Pak Yono. Beliau laku meminta Andreas mengantar Yudith ke Asrama Anggrek. Bu Cici dan Bu Ambar yang sejak awal tidak suka dengan Yudith lalu memprovokasi Suster Rosa agar Yudith mendapat hukuman. Untung saja, Suster Rosa tidak mempersalahkan hal ini dan mengajak Yudith masuk asrama.

Bab 10 Beban :
Yudith memergoki Bu Cici dan Bu Ambar yang mengambil barang hak anak-anak dari donatur dan memergoki kedatangan Martin dan Yonas.

Bab 11 Kenyataan :
Yudith berbagi keluh kesah pada Suster Vero dan Ririsma. Saat melihat Suster Rosa, Yudith memanggil beliau dan melaporkan perbuatan Bu Cici dan Bu Ambar. Bu Cici lalu dipanggil menghadap Suster Rosa.

Bab 12 Pertarungan :
Suster Rosa mengetahui tentang kecacatan administrasi. Karena hal ini, petinggi yayasan melakukan audit dadakan ke setiap asrama luar kompleks dan asrama yang dikepalai perawat awam. Banyak catatan yang tidak sesuai. Maka, dilakukanlah rapat dengan hasil peraturan-peraturan baru. Karena hal ini pula, Yudith dan Andreas makin dekat.

Bab 13 Awal Sebuah Kisah :
Bu Cici mencari celah untuk balas dendam. Saat melihat Yudith ke toilet sendirian, Bu Cici mengikuti dan membalaskan amarahnya. Yudith yang mendapat perlakuan kasar dari Bu Cici lalu pingsan dan dilarikan ke rumah sakit kompleks.

Bab 14 Romansa Belanda Buton :
Bu Cici mencari celah untuk balas dendam. Saat melihat Yudith ke toilet sendirian, Bu Cici mengikuti dan membalaskan amarahnya. Yudith yang mendapat perlakuan kasar dari Bu Cici lalu pingsan dan dilarikan ke rumah sakit kompleks.

Bab 15 Big Ben :
Saat di rumah sakit, Yudith dibawakan bento oleh Andreas. Yudith menerima banyak kunjungan saat di rumah sakit. Di lain tempat Bu Ambar memberi tahu kepada Suster Luci tentang info penting yang diketahuinya.

Bab 16 Rona Merah :
Bu Cici dan Bu Ambar kembali dipanggil. Kali ini mereka berdua menghadapi Suster Rosa dan Suster Luci sekaligus. Kedua suster itu marah mengetahui kebenaran tentang kecelakaan yang dialami Yudith. Sedang di tempat lain, Yudith kecil menangis sesenggukan mendengar kisah yang diberitahukan oleh Suster Vero.

Ide cerita: tentang seorang gadis yang membingkar kecacatan administrasi dan menemukan cintanya di SMA.

Karakter:
Yudith (ibu): gadis yang jujur dan kuat pendiriannya. Meski beberapa digertak oleh Bu Ambar dan Bu Cici, tapi Yudith tidak goyah demi menanamkan kejujuran.

Yudith (anak): anak yang periang dan sedikit memberontak kemauan neneknya.

Andreas: laki-laki yang pantang menyerah demi mendapatkan cinta dari sang kekasih.

Suster Vero: gadis yang lumayan cerewet tapi pengertian.

Suster Rosa: memiliki perangai lemah lembut dan bijaksana.

Ririsma: tipe gadis yang banyak omong dan suka mengomentari hal-hal yang sedang dia pikirkan.

Bu Cici: wanita pendendam yang senang mencari kenyamanan dirinya sendiri. Bu Cici juga egois dan tidak jujur.

Bu Ambar: hampir mirip dengan Bu Cici, tapi Bu Ambar agak realistis. Terbukti dengan dia membeberkan hal yang terjadi pada kecelakaan yang menimpa Yudith.

Dan lain-lain.

Setting: setting tempat diceritakan dengan cukup detail. Pembaca sudah dapat membayangkan bangunan-bangunan atau tempat-tempat yang menjadi latar cerita.

Plot: pot berjalan dengan lancar meski di awal agak lambat. Sejauh ini belum ada hal-hal aneh ataupun plot hole yang aku temukan.

Gaya bahasa: ringan, mudah dipahami, minim kesalahan PUEBI.

Kelebihan: cerita mempunyai tujuan yang jelas, ide cerita yang menarik, dan minim kesalahan PUEBI.

Kelemahan: mungkin di part awal alur yang terlalu lambat dan kebanyakan telling.

Pendapat pribadi: Yufit udah jauh lebih bagus dibanding yang awal-awal dibuat sama Rein. Semangat terus untuk selalu berkarya!

***

Judul cerita : Yudith

Jumlah part yang dibaca : 22

Genre : Teenfic

Author : Elfa

Pembaca : Tipingers

--

Preview :

Berkisah tentang Yudith 2 yang penasaran tentang masa muda ibu dan ayahnya. Oleh Suster Vero, kisah mereka pun diceritakan sampai tiba-tiba ayah Yudith yang sudah lama pergi ti-tiba datang kembali dengan membawa anak istri baru.

Bab 1 : Pembukaan

Demi tidak putus sekolah, Yudith menerima tawaran sekolah di SMK Bakti Mulia dengan ikatan dinas, di mana siswa tidak perlu membayar biasa sekolah, tapi harus tinggal di asrama dan membantu para suster biarawati di Yayasan Bakti Mulia untuk merawat anak-anak berkebutuhan khusus yang diasuh di sana.

Bab 2 : Aplikasi Hits

Yudith 2 terlalu asik bermain dengan Laiki sampai dimarahi neneknya. Namun, sebenarnya nenek marah karena sayang, bukan benci.

Bab 3 : Kesepakatan

Yudith 2 boleh diperbolehkan pergi ke Panti Asuhan Bakti Mulia asala tidak pulang lebih dari jam 7 malam. Di panti, Yudith mau membantu anak-anak mendekor ruangan untuk acara ulang tahun Anas dengan imbalasn cerita masa sekolah dari ayah ibunya.

Bab 4 : Cahaya

Yudith, Vero, dan Andreas berada di kelompok yang sama saat melakukan kunjungan sosial. Mereka mendapat tugas untuk membantu mengurus Cahaya, anak penderita hidrosefalus.

Bab 5 : Hari Sial

Menurut teman Yudith, Kamis adalah hari sial bagi pemilik zodiak Aquarius. Dan benar, setelah serangkaian sial diterima Yudith hari itu, dompetnya hilang dan Andreas datang.

Bab 6 : Masa Lalu

Cerita dari Suster Vero kali ini adalah tentang Yudith yang pernah membuat yayasan geger kren berani menegur seorang senior yang asal-asalan mengisi hasil observasi. Meski sudah difitnah dan dijelek-jelekkan akhirnya Yudith malah menjadi asisten Suster Rosa selaku koordinator asrama.

6. Perhatian Kecil

Perhatian kecil di sini ditujukkan dengan Andreas yang dengan pengertiannya memberikan jaket pada Yudith yang terlihat kedinginan.

7. Kesempatan

Mendapat laporan interaksi Yudith dan Andreas, Bu Cici yang tidak terima dengan sikap idealis Yudith di asrama tak menyia-nyiakan kesempatan untuk mendepak Yudith. Meski akhirnya gagal, Yudith tetap menjadi bahan gunjingan dan harus lebih hati-hati lagi dalam bersikap pada pria atau dia akan benar-benar dikembalikan ke kompleks.

8. Bohong

Ditinggal oleh Bu Ambar di pasar begitu saja, Yudith terpaksa pulang diantar Andreas. Sampai asrama ia langsung dituduh, tapi ia masih mau berbohong demi menutupi keburukan seniornya. Tapi Andreas tidak, ia langsung mengatakan yang sejujurnya bahwa Bu Ambar neninggalkan Yudith tepat di hadapan Suster Rosa.

9. Beban

Karena beban yang dipikul Yudith terlalu besar sebagai anak baru, Suster Luci, Kepala Yayasan, memutuskan untuk menarik kembali Yudith dari asrama luar.

10. Kenyataan

Ternyata Yudith tak diterima di asrama bukan karena dia terlalu rajin, tapi karena dianggap sebagai ancaman yang bisa menganggu aktivitas mencuri Bu Cici dan Bu Ambar.

11. Pertarungan

Sebelum dipindahkan Yudith memutuskan untuk melakukan pertarungan terakhir. Ia melaporkan tindakan menyimpang Bu Cici yang suka mengambil hak anak-anak pada Suster Rosa.

12. Awal Sebuah Cerita

Setelah kelakuan Bu Cici dibongkar, audit besar-besaran pada setiap asrama luar dilaksanakan. Yang hasil akhirnya berakibat pada para siswa. Kini tempat belajar putra dan putri tak lagi dipisah, membuat awal kedekatan Yudith dan Andreas dimulai.

13. Romansa Belanda Buton

Temanya ada di asal-usul Romo Paul yang orabg tuanya blasteran Belanda Buton.

Tapi nasib Yudith jadi bulan-bulanan Bu Cici yabg masih dendam karena dipermalukan.

14. Big Ben

Yudith mendapat Big Ben(to) dari Andreas.

Suster Luci sudah tahu dalam di balik pinsannya Yudith di toilet dari Bu Ambar.

15. Rona Merah

Bu Cici dikeluarkan dari asrama. Setelah itu Yudith mendapat pemeriksaan lebih dan semakin dekat dengan Andreas hingga mereka menikah.

Kisah yang diceritakan Suster Vero habis. Yudith mengaku merindukan ayahnya dan tiba-tiba seorang pria tampan datang menjemput Yudith 2.

16. Imajinasi

Melihat ayahnya datang, Yudith 2 berimajinasi ibunya yang datang dan memeluknya. Saat sadar Yudith 2 menjadi kecewa sendiri. Mana sang ayah pulang bersama istri dan anak baru. Yudith 2 kabur.

17. Kabur

Menolak keberadaan ibu dan adik tiri, Yudith 2 kabur ke rumah Bu Nuni.

18. Hilang

Tak luluh-luluh juga dibujuk sang ayah, Yudith 2 akhirnya malah kabur lagi dari rumah Bu Nuni.

19. Bersamamu

Ternyata Yudith 2 pergi ke kuburan ibunya. Sedang merasa sedih, Yudith 2 yang merasa tak diinginkan oleh ayahnya ingin sekali bersama ibunya. Andreas, datang menyusul dan menjelaskan alasan kepergiannya dulu.

20. Menuju Akhir Cerita

Alasan kepergian Andreas telah dijelaskan. Soal istri dan anak baru juga Andreas meminta maaf, tapi sebelum menikah pun Andreas sudah meminta izin pada Bu Nuni. Yudith 2 dan Andreas pun berbaikan.

21. Penutupan

Yudith 2 meski belum menerima keberadaan ibu baru, ia sudah bisa menerima adiknya. Mereka bahkan sudah bermain bersama. Dan ternyata Andreas menikahi Tres itu karen terpaksa, menggantikan sepupu yang sudah menghamilinya.

Ide cerita : Bercerita tentang anak yang melawan arus di dunia asrama. Bagus banget. Apalagi ambil di kehidupan yang berdampingan sama para suster gitu. Bagus.

Karakter :

Yudith : Anak yang selalu diajarkan untuk jujur dan melakukan tugas dengan baik. Tak gentar meski harus melawan orang dewasa. Sabar juga.

Yudith 2 : Anak yang begitu menyayangi orang tuanya. Pada Andreas pun meski awalnya kecewa, tapi akhirnya luluh juga. Selain itu karena masih anak-anak jadi cenderung bertindak gegabah sampai kabur dua kali.

Andreas : Sosok tampan macam aktor India yang menyukai Yudith dan belaku layaknya seorang penolong bagi gadis itu. Terlalu mencintai sampai tidak siap kehilangan.

Suster Rosa : Sosok yang tegas yang tidak pernah ragu dalam mengambil keputusan.

Suter Vero : Teman baik yang suportif dan setia.

Bu Cici : Ibu-ibu yang menjadi perawat demi mengambil keuntungan pribadi belaka. Pendendam dan juga berwatak keras.

Bu Ambar : Meski suka bersekongkol dengan Bu Cici, dia ternyata masih memiliki kewarasan untuk tidak bertindak terlalu jauh seperti Bu Cici yang berani menghajar Yudith yang notabenenya hanya seorang remaja belia.

Setting : Settingnya waktu dan tempatnya singkat, tapi udah bagus.

Plot :

Berjalan dengan runut dan bagus. Dari pengenalan kedua tokoh Yudith dengan konflik masing-masing serta penyelesaiannya.

Flashback juga udah bagus. Menurutku nggak susah atau membingungkan walau Yudith-nya ada dua.

Yudith yang dari awal disiplin konsisten terus sampai akhir.

Gaya bahasa : Narasi dan dialog udah bagus, enak banget dibacanya. PUEBI salah-salah dikit mungkin terlewatka.

Kelebihan dan kekurangan :

Meski genrenya teenfic, konflik yang diusung bukan cuma soal cinta-cintaan dan pertemanan biasa. Berani melawan arus orang dewasa yang menyimpang dan menanggung resikonya sendiri. Mana ambil setting di asrama para perawat dan biarawati pula.

Nggak bisa disebut kekurangan banget, sih, tapi romance Yudith dan Andreas kaya cuma bumbu bawang goreng gitu, ditabur-taburin dikit biar sedep. Kurang show aja, biar makin kental karena si Andreas bisa sampai gila gitu. Tapi sebenarnya gini aja juga udah cukup, sih. Yang menarik paling utama emang sosok Yudith-nya.

Pendapat pribadi :

Lebih menarik menyimak kisah Yudith daripada Yudith 2.

***

Form Evaluasi

Judul cerita: yudith

Genre : tinpik

Jumlah part yang dibaca: semua

Author: Reinka

Pembaca: ley

-----

Preview:
Cerita tentang Yudith dan Yudith

Bab 1
Pak Hermanto mengajak Yudith merantau ke Malang. Di sana dia bisa bersekolah tanpa biaya, hanya perlu membantu suster biarawati merawat anak-anak berkebutuhan khusus di Yayasan Bakti Mulia.

Bab 2 aplikasi hit
Yudith, gadis berusia 15 tahun ketahuan sang Nenek saat bermain Laiki, bukannya belajar. Membuat sang nenek mengomel. Gak lama, pak poh-nya datang ke kamar Yudith dan menjadi penengah. Tapi saat nenek pergi, pak poh malah mengajak Yudith karaokean.
Yudith tinggal dengan keluarga dari ayahnya yang pergi merantau entah kemana, sedangkan ibunya meninggal sesaat setelah melahirkan dirinya.

Bab 3 kesepakatan
Yudith menerima harus menerima kesepakatan yang diberikan oleh nenek dan tantenya jika ingin peegi mengunjungi Yayasan Bakti Mulia. Di sana ia bertemu dengan suster Vero, sahabat Ibunya, yang menceritakan kisah awal pertemuan antara ibu dan ayahnya.

Bab 4 cahaya
Cahaya, salah satu pasien penderita hidrosefalus mendapat perawatan dari kelompok Yudith, Vero, Andreas. Vero merasa terhibur melihat Andreas gagal caper.

Bab 5 hari sial
Sejak bangun tidur Yudith mengalami kesialan beruntun. Dimulai dari kepentok tempat tidur, jatuh karena bertabrakan dengan Vero, hingga dompetnya yang menghilang dari dalam tas. Hingga pada akhirnya dia bertemu dengan Andreas.

Bab 6 masa lalu
Suster Vero menceritakan kepada Yudith kejadian saat ibunya melawan kakak kelas yang teledor dalam mengisi buku laporan hingga akhirnya dipindahkan ke asrama luar dan menjadi asisten khusus suster koordinator asrama

Bab 7 perhatian kecil
Yudith menjalani hari-hari barunya di asrama anggrek. Merasakan senioritas para suster di sana, bahkan sempat bentrok dengan ibu Asrama. Keesokan paginya, Yudith yang merasa kedinginan karena belum sarapan dan lupa membawa jaket, bertemu dengan Andreas yang langsung menyerahkan jaketnya untuk dipakai Yudith..

Bab 8 kesempatan
Yudith mendapat masalah karena interaksi kecilnya dengan Andreas dan melaporkannya pada bu Cici hingga mereka berdua disidang di ruang kepala sekolah. Keberuntungan masih berpihak pada Yudith, karena para petinggi tidak terlalu mempermasalahkan hal itu. Namun gosip yang beredar lebih ganas dan mengada-ada. Sedang bu Cici masih mencari celah untuk mengusir Yudith dari asrama.

Bab 9 bohong
Yudith, benar-benar dikucilkan di asrama Anggrek, semua suster senior tidak menyukai Yudith yang dinilai terlalu taat peraturan. Hingga suatu ketika, bu Ambar mengajak Yudith ke pasar dan meninggalkannya sendirian. Beruntung Yudith bertemu dengan pak Yono, yang akhirnya menyuruh Andreas untuk mengantarnya kembali. Di depan asrama semua suster telah berkumpul menunggu Yudith pulang, Yudith mengaku tersesat, namun bu Ambar langsung memfitnah Yudith. Tapi semua disangkal oleh Andreas yang mengatakan jika bu Ambar sengaja meninggalkan Yudith.

Bab 10 beban
Yudith merasa terbebani dengan semua masalah yang menimpanya. Semua mata tertuju padanya, hingga membuatnya tidak bisa bergerak bebas.di sisi lain, suster Rosa juga terbebani karena keputusannya membawa Yudith ke asramanya.

Bab 11 kenyataan
Yudith menjalani seminggu terakhir di asrama Anggrek sebelum kembali ke asrama dalam dan mendapat amanat untuk memeriksa laporan. Tapi kemudian dia memergoki saat bu Cici dan bu Ambar menyelinap ke gudang dan mengambil beberapa barang untuk kepentingan mereka.

Bab 12 pertarungan
Yudith yang sedang dilema, menceritakan penemuannya pada dua sahabatnya, Vero dan Ririsma. Kedua temannya mendukungnya untuk melaporkan pla yang telah didengar oleh Yudith di gudang dan menyebutnya sebagai pertempuran terakhir. Pada akhirnya, Yudith memberanikan diri untuk melapor pada suster Rosa.

Bab 13 awal sebuah cerita
Kecurangan yang terjadi di asrama luar terbongkar. Pihak yayasan akhirnya menetapkan beberapa peraturan baru untuk asrama. Menyebabkan beberapa peraturan yang lain juga harus dirombak termasuk peraturan dilarang pacaran. Yang membawa kisah awal perjalanan Yudith dan Andreas.

Bab 14 romansa belanda buton
Bu Cici menunggu kesempatan membalas dendam dengan sabar. Kesabarannya terbayar saat melihat Yudith pergi ke toilet seorang diri. Dia langsung memasuki ruangan toilet, saat Yudith keluar dari bilik toilet, bu Cici segera menjambak rambut serta membenturkan kepala Yudith ke dinding sambil mengucapkan sumpah serapah serta ancaman. Ratna dan Lodi yang menemukan Yudith tergeletak pingsan pun berteriak panik. Di rumah sakit, Ririsma merasa heran saat melihat gambar pemandangan Buton berjajar di sana. Hingga Vero menceritakan bahwa romo Paul, sang pendiri yayasan adalah blasteran pasangan Belanda - Buton.

Bab 15 big ben
Yudith harus rawat inap di rumah sakit. Pagi hari saat bangun ia sudah menemukan big ben, bento super besar kiriman Andreas, di atas meja. Andrean masih saja mempertanyakan tiga benjolan di kepala Yudith, hingga Yudith harus memberi alasan yang masuk akal. Bu Ambar mengadukan perbuatan bu Cici kepada suster Luci, membuat suster Luci marah besar kepada keponakannya.

Bab 16 rona merah
Bu Ambar dan bu Cici bertarung di ruang kepala sekolah, saling jambak dan saling tampar hingga wajahnya memerah. Keputusan terakhir, bu Cici dikeluarkan dari yayasan. Berdasarkan pemeriksaan, luka Yudith dinyatakan tidak serius.
Suster Vero menceritakan kepada Yudith jika setelah kejadian itu kedua orang tuanya semakin dekat dan menikah setelah lulus pendidikan. Yudith menangis karena merindukan ayahnya, serta memikirkan ibunya yang meninggal sesaat setelah melahirkannya. Hingga tangisan itu harus berhenti saat Yudith dijemput oleh seseorang yang tak diduga.

Bab 17 imajinasi
Yudith melihat ayahnya datang menjemputnya. Di samping sang ayah, ia melihat sosok wanita cantik yang datang memeluknya hingga ia refleks memanggil nama ibu. Namun semua hanya imajinasi, hanya sosok ayahnya yang ada di sana, sama canggungnya dengan dirinya yang semakin menangis. Sampai di rumah Yudith harus berhadapan dengan istri baru dan putra ayahnya. Membuat hati Yudith semakin terluka.

Bab 18 kabur
Yudith melarikan diri menaiki bus menuju ke rumah bu Nuni, neneknya. Andreas segera menaiki bus berikutnya untuk menyusul Yudith sambil memikirkan bagaimana cara membujuk putrinya. Diceritakan tentang usaha Andreas untuk memulihkan kondisi kejiwaannya saat sang istri meninggal, hingga ia harus pergi meninggalkan putrinya.

Bab 19 hilang
Yudith menghilang dari rumah neneknya. Ia terlalu terluka, terlebih saat mendengar ayahnya menerima telepon dari istri barunya dan bahkan bisa tertawa saat dia sedang terpuruk.

Bab 20 bersamamu
Ternyata Yudith pergi ke makam ibunya. Salah satu tetangga menyampaikan berita itu kepada Andreas dan bu Nuni. Andreas menyusul Yudith ke makam dan berusaha menceritakan keadaannya selama ini.

Bab 21 menuju akhir cerita
Yudith kembali ke rumah bu Nuni bersama ayahnya. Ia sedikit merasa bersalah karena telah berprasangka buruk kepada ayahnya. Namun bibirnya sulit untuk berucap maaf. Hanya bisa memeluk ayahnya dalam tangis.

Bab 22
Yudith akhirnya pulang bersama ayahnya. Di depan rumah, semua orang telah berbaris menantikan kedatangan mereka berdua. Dan pada akhirnya Yudith luluh juga pada Ade.

Ide cerita:
Menarik, kisah dua generasi yang disatukan dalam satu cerita.

Karakter:
* pak Harmanto : pria yang membawa Yudith sr. Ke Malang.
* Yudith sr : kalem, irit bicara. Jujur.
* Yudith jr : petakilan, ceria, keras kepala.
* Nanang : kakak Andreas yang sangat menyayangi keponakannya.
* Vero : sahabat Yudith sr.
* Andreas Purnama : suami Yudith sr. Terlalu mencintai istrinya.
* Yohana : kakak kelas Yudith sr. Keras kepala, ceroboh,
* pak Yono : kepala asrama pria
* bu Cici : salah satu koordinator asrama.
* suster Rosa : kepala koordinator asrama
* Ririsma : teman sekelas Yudith
* Ratna : lambe turah di kelas Yudith.
* Lodi : antek Ratna.
* Suster Luci : kepala sekolah, sekaligus kepala yayasan
* bu Nuni : ibu yudith sn. nenek Yudith jr.
* Tres : istri baru Andreas
* Ade : anak tres, ingin ketemu Yudith

Setting:
Saradan, Madiun
Malang
Ds. Jenung

Plot:
Plot dibuat maju mundur syantik dengan dua karakter satu nama, hingga membutuhkan ketelitian dalam membaca.

Gaya bahasa:
Gaya bahasa enak dibaca, mudah dimengerti.

Kelebihan dan kelemahan:
Penjabaran tempat secara terperinci membuat pembaca membayangkan kejadian dunia nyata.
Asah otak sama loncat waktu juga.







Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top