Saat Seseorang Membencimu ...
Dulu gue bego banget. Saking begonya gue sampai gak nyadar kalau ada orang yang benci sama gue. Gue pikir orang itu biasa-biasa aja, jadi gue dengan spongebobnya tetap menganggap dia teman biasa-biasa saja. Bedanya gue dengan Spongebob adalah, gue gak sehoki Spongebob. Gue cukup tolol untuk gak menyadari bahwa ada saat dimana gue harus stop cengangas-cengenges dan nyadar bahwa gue diperlakukan tidak sepantasnya. Gue memilih untuk diam dan mengabaikan, daripada menghadapi dan bicara apa yang menurut gue benar.
Akibatnya, sekarang setiap kali gue inget kejadian tersebut, gue selalu menyesal kenapa gue gak memperlakukan diri dengan benar? Efek dari penyesalan itu adalah ledakan kemarahan. Gara-gara kapok dibully orang lain tapi gak nyadar, gue jadi orang yang sangat sensitif dan membangun mental senggol-bacok. Akibatnya banyak yang sebenarnya gak salah tapi gara-gara gue terlalu sensitif, malah jadi korban. Diri sendiri juga ikutan jadi korban karena pertengkaran demi pertengkaran terjadi, sementara itu bukannya membela diri, malah akhirnya juga sama saja; mempermalukan diri sendiri.
Setelah keranjingan Youtube, gue melihat ada banyak artis youtube yang banyak punya fans, tapi juga banyak punya haters. Sesekali mereka akan bikin video tentang cara mereka merespon para haters. Gue cukup terkagum dengan beberapa Youtubers yang justru malah menjadikan omongan hatersnya sebagai bahan lelucon, yang akhirnya mendongkrak kembali popularitasnya. Big salute to you, Bro Pewdiepie! And you too, Sis Sacha Stevenson!
Segala sesuatu itu punya dua sisi, kan? Sisi baik dan sisi buruk. Nah, belakangan gue akhirnya mengerti bahwa orang-orang yang banyak kerjaan bermanfaat, cenderung untuk melihat sisi baik dari sesuatu, sementara orang-orang yang menyedihkan biasanya cenderung untuk melihat sisi negatif dari sesuatu. Bila mereka tidak dapat menemukan sisi negatif itu, mereka akan membuatnya sendiri. Lucu, ya?
Jadi sebenarnya, apa sih yang diinginkan haters itu? Tau gak kalau manusia itu cenderung menyeret orang lain ke "level"nya sendiri? Berhubung biasanya para haters itu adalah orang-orang menyedihkan sehingga melihat dunia ini menyedihkan seperti mereka, maka level mereka pasti berada di level menyedihkan juga, dong? Nah, rupanya itu yang diinginkan oleh para haters saat melihat seseorang yang levelnya berada di atasnya. Mereka putus asa karena gak bisa naik level, akhirnya mereka menarik orang-orang di level atas untuk jatuh ke level mereka.
Untuk itulah, dalam menghadapi para haters diperlukan "show". Haters ada sebagai kesempatan bagimu untuk menunjukkan seberapa tinggi level kita. Tunjukkan pada mereka bahwa kita tetap positif seperti yang sudah-sudah, sekalipun dihujani kenegatifan oleh mereka. Tunjukkan hal tersebut dengan cara yang berkelas. Kalau mau aman, diemin aja.
Haters akan menarikmu jatuh ke level mereka, mereka akan sengaja melihat celah di antara apa yang kamu lakukan atau katakan, kemudian mereka menyerangmu dari sana. Kalau tidak ada celah, mereka akan membuat celah. Entah dengan cara memfintah kita, seperti merekayasa ulang apa yang kita katakan, membuang maknanya dan menjadikannya sesuatu yang sesat. Tujuannya adalah untuk memancing sisi negatifmu keluar. Tentu saja kita akan membela diri kalau sedang difitnah, kan? Katakan dengan jelas dan singkat bahwa mereka salah paham, bukan itu maksud kita, setelah itu jangan pernah bicara lagi dengan mereka. Karena lain kali mereka akan berhasil menjatuhkan kita melalui celah tersebut. Selain itu, daripada waktu habis untuk ngurusin orang yang ingin menjatuhkan kita, lebih baik kita melakukan hal lain yang lebih bermanfaat.
Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top