chapter 9
Saat ini Li Lun masih berjalan mengikuti cahaya emas yang terus terbang menuju ke arah sebuah bangunan yang terlihat kumuh.
" Astaga apakah ada orang yang mau tinggal di tempat kumuh seperti ini" gerutu Li Lun.
Dirinya menghela nafas panjang dan masuk ke dalam bangunan tersebut. Saat sudah menginjakkan kaki di tempat tersebut.
Li Lun merasakan perasaan merinding karena tempat itu cukup seram dan membuatnya bergidik ngeri.
Brakkkk.
" Astaga "
Mendengar suara benda jatuh spontan membuat Li Lun menjerit kecil. Dirinya mengelus dada nya yang berdebar kencang karena terkejut.
Dirinya kemudian mendekati tempat dimana suara benda jatuh itu terdengar dan melihat jika tempat itu kosong.
" Lho tadi perasaan ada benda jatuh" Li Lun memandang sekelilingnya dengan tatapan bingung.
Tiba-tiba ada seseorang yang mencoba untuk menyerang nya. Li Lun yang merasakan hal tersebut langsung berbalik badan.
Dan menendang orang yang ingin menyerangnya tanpa melihat orang tersebut. Karena pada dasarnya saat ini pemuda itu sedang takut.
Brakkkk.
Dugh.
"Akh.."
Mendengar ringisan itu membuat Li Lun segera menolehkan kepalanya dan melihat seorang pemuda tampan walaupun wajahnya tertutup oleh debu.
Dengan rambut putih bergelombang dan juga jubah lusuh , membuat nya terlihat seperti seorang pengemis.
Pemuda itu adalah A Fei siluman sapi yang selama ini dikurung di tempat ini oleh Dewi Bai Ze.
Karena dirinya tidak mampu mengendalikan kekuatan nya yang merupakan sebuah wabah membuat Dewi Bai Ze mengurung nya agar tidak melukai para manusia.
" Hey kenapa kau menyerang ku hah" tanya Li Lun galak.
Sayangnya Li Lun sama sekali tidak terlihat galak. Dirinya malah terlihat menggemaskan Membuat A Fei mengerjap ngerjap bingung.
" Kenapa kau bisa berada di tempat ini. Kau bisa saja mati jika terus berada di sini" ucap A Fei.
Li Lun mengerutkan keningnya bingung. Apa maksud perkataan A Fei yang mengatakan bahwa ia akan mati jika terus berada di sini.
" Apa maksud mu , aku baik-baik saja dan juga apakah kau tidak papa" tanya Li Lun sambil mendekatkan diri kearah A Fei.
Pasalnya meskipun kesal dirinya tadi sudah menyerang A Fei dan juga melihat penampilan nya sepertinya hidup pemuda itu sangat mengenaskan.
Dan juga Li Lun merasa khawatir saat melihat wajah pucat nya. Apakah pemuda di hadapannya ini sakit atau memang penampilan nya seperti ini pikir Li Lun.
" Aku tidak papa kau jangan dekat-dekat nanti kau bisa terkena wabah" ucap A Fei lirih sebelum pingsan.
Li Lun spontan terkejut ketika melihat A Fei pingsan di hadapannya. Pemuda cantik itu segera mendekatinya dan mencoba untuk membangun kan nya.
" Hey apa yang terjadi padamu. Kenapa kau pingsan " Li Lun menepuk-nepuk pelan pipi A Fei tapi nihil pemuda tampan itu masih terdiam tidak sadar.
Li Lun tiba-tiba teringat saat Ye Dingzhi pingsan di hadapannya. Seketika emosinya meluap hingga membuat matanya berkaca-kaca.
Seketika mata indah nya perlahan menjatuhkan liquid beningnya. Li Lun terisak pelan karena takut apa yang terjadi pada Ye Dingzhi akan terjadi pada A Fei.
" Hisk... Aku mohon bangun" Isak Li Lun pelan.
Tiba-tiba mata indah Li Lun berkilau dengan cahaya berwarna emas. Seketika pemuda cantik itu memegang kepalanya saat sebuah ingatan masuk ke dalam pikirannya.
Flashback.
Di sebuah pantai perbatasan antara Dahuang dan dunia manusia. Terlihat seorang wanita cantik dengan hanfu putih tersenyum tipis saat melihat seorang remaja cantik sedang bermain air.
Matanya berbinar geli saat melihat wajah remaja cantik itu yang merenggut saat melihat seekor ikan hampir mati karena terdampar di pinggir pantai.
Zhao Wan'er saat ini sedang duduk di bebatuan pinggir pantai sambil menemani Li Lun yang sedang menunggu kedatangan Zhu Yan.
Ditemani oleh hembusan angin lirih dan deburan ombak yang kencang membuat Zhao Wan'er tidak terlalu kesepian.
" Dewi Bai Ze bagaimana cara menolong siluman yang sedang terluka tanpa membuat nya menghisap energi alam dan energi spiritual sekitarnya" tanya Li Lun sambil mendekat ke arah Zhao Wan'er.
Zhao Wan'er tersenyum lembut dan mengisyaratkan Li Lun untuk duduk di samping. Siluman Pohon Pagoda itu menurut saja.
" Bisa dengan menggunakan seruling jiwa. Dimana kita memurnikan energi spiritual siluman yang terluka dan membuat nya bersih kembali tanpa melukai nya dan membuatnya melukai orang lain" jawab Zhao Wan'er lembut.
" Tapi dimana aku bisa mendapatkan seruling jiwa itu. Aku ingin membantu mereka agar mereka tidak membenci manusia dan melukai mereka lagi" tanya Li Lun penuh harap.
Zhao Wan'er terkekeh geli dan mengusap rambut Li Lun lembut. Dirinya tahu sejak awal bahwa siluman di hadapannya ini sebenarnya sangat baik.
Hanya saja Li Lun terlalu sensitif dan juga mudah sekali merasa kasihan pada orang yang terluka di hadapannya.
Zhao Wan'er tahu banyak orang yang ingin memanfaatkan kebaikan Li Lun dan juga kepolosan nya .
Dan karena alasan itu juga yang membuat Zhu Yan dan Ying Zhao begitu protective pada Li Lun.
" Aku akan memberikan mu sebuah seruling. Dan akan mengajarimu nada dari seruling jiwa agar bisa membantu para siluman yang sedang terluka" ucap Zhao Wan'er.
" Tapi apakah tidak papa kau mengajariku. Nanti kalau ada masalah bagaimana" tanya Li Lun khawatir.
Maksudnya Li Lun tidak mau nanti ada yang berpikir jika dirinya hanya memanfaatkan kebaikan Dewi Bai Ze saja.
" Kau tidak perlu khawatir Xiao Li . Tidak akan ada masalah karena aku yang ingin mengajari mu" balas Zhao Wan'er menenangkan Li Lun.
" Terimakasih Dewi Bai Ze" ucap Li Lun tersenyum manis hingga matanya terlihat semakin mempesona.
Zhao Wan'er terkekeh geli saat melihat tingkah laku Li Lun yang seperti anak kecil yang mendapatkan sebuah mainan.
" Tapi Xiao Li berhati-hatilah saat menggunakan nya. Karena ini mungkin akan membuat dirimu merasa lemas dan juga bisa pingsan saat terlalu berlebihan menggunakan seruling jiwa " peringat Zhao Wan'er.
" Tenang saja Dewi Bai Ze. Aku janji hanya akan menggunakannya di saat terdesak saja" ucap Li Lun menyakinkan.
Zhao Wan'er mengangguk puas dirinya harap Li Lun menepati janjinya. Karena dirinya juga tidak mau jika sampai Li Lun terluka.
Flashback end.
Seketika Li Lun membuka matanya dan langsung menarik rantai tipis berwarna emas yang berada di rambutnya yang panjang.
Rantai tipis itu langsung berubah menjadi sebuah seruling berwarna biru muda yang memancarkan cahaya kebiruan.
Dirinya memandang ke arah A Fei dengan khawatir dan kearah seruling dengan pandangan rumit.
" Aku harap aku berhasil" gumam Li Lun.
Pemuda cantik itu kemudian mengarahkan seruling biru muda itu kearah mulutnya dan suara merdu langsung terdengar ke seluruh ruangan.
Seketika sebuah cahaya berwarna biru dan putih keluar dari dalam seruling dan menyelimuti tubuh A Fei serta tubuh Li Lun memancarkan cahaya putih kebiruan.
Tbc.
Aku gantung biar kalian penasaran 🤭🤭🤭.
See you again.
Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top