Chapter 10
Setelah selesai menggunakan kekuatan seruling jiwa nya. Li Lun bisa bernafas lega karena wajah A Fei sudah tidak pucat lagi.
Pemuda tampan cenderung manis itu kemudian mengedarkan pandangannya ke sekeliling nya dan mengerutkan keningnya sesaat.
" Huft tau begini tadi aku ikut Yun ge saja. Mana tempat ini seram sekali jangan-jangan nanti ada hantunya lagi" Li Lun bergidik sendiri dengan pemikirannya.
Pemuda itu kemudian berdiri dan mencoba untuk mencari jalan keluar setelah memastikan bahwa A Fei baik-baik saja saat dirinya tinggal.
Li Lun melangkahkan kakinya menuju ke arah pintu keluar yang sudah terlihat. Dirinya tersenyum manis karena berpikir setelah ini dirinya pasti akan segera bertemu dengan teman-temannya.
Tapi baru beberapa langkah tiba-tiba Li Lun melihat sebuah cahaya hijau mengarah padanya dan angin dingin berhembus kencang menerpa wajahnya membuat wajahnya langsung pucat karena berpikir pasti cahaya itu adalah hantu.
"AAAAAAAAAA aaaa ada hantu Uuuuu" teriak Li Lun histeris.
Secara spontan Li Lun mengarahkan tangannya ke arah cahaya itu dan lari terbirit-birit keluar dari tempat kumuh itu.
Sedangkan cahaya itu berubah menjadi gadis cantik jelita yang meringis karena tubuhnya terlempar keluar akibat ulah Li Lun.
" Astaga mana ada siluman yang takut hantu" gerutu Qing Ge yang menggelengkan kepalanya takjub karena melihat kelakuan Li Lun.
Sedangkan di kelompok Ye Dingzhi dan yang lainnya juga mendengar suara teriakkan Li Lun menghentikan langkahnya.
" Itu suara Li Lun Gege. Apakah dia baik baik saja" tanya Pei Si Heng khawatir.
" Aku tidak tahu . Tapi aku harap pemuda itu tidak melakukan sesuatu yang berbahaya" balas Ye Dingzhi yang juga khawatir.
Ran Yi tidak mengatakan apa-apa karena dirinya sendiri juga tidak tahu harus apa . Dirinya juga khawatir tapi tidak tahu harus berbuat apa.
Mereka bertiga ingin melanjutkan perjalanan nya tapi baru ingin melangkah tiba-tiba Baili Dongjun sudah berdiri di depan Ye Dingzhi dengan raut wajah datar bak tembok.
" Dongjun bagaimana kau bisa ada disini" tanya Ye Dingzhi setelah sadar dari keterkejutannya.
Dongjun tidak menjawab pertanyaan tersebut. Dirinya malah melihat ke arah Ran Yi dan Pei Si Heng keningnya berkerut saat tidak melihat sosok Li Lun disana.
" Dimana Li Lun Gege . Kenapa dia tidak ada di sini" tanya Dongjun akhirnya.
Ye Dingzhi meneguk ludahnya gugup saat mendengar pernyataan tersebut. Begitupun dengan Ran Yi dan Pei Si Heng yang juga bingung harus menjawab apa.
" Tadi kami bersama Li Lun tapi tiba-tiba pemuda itu menghilang saat kami tinggal sebentar dan sekarang kami sedang mencarinya" jelas Ye Dingzhi hati-hati
Degh
Wajah Dongjun seketika memucat setelah mendengar penjelasan itu. Dirinya kemudian mendongak ke atas dan melihat jika langit malam sekarang diselubungi oleh warna merah dan biru.
Dongjun memandang cemas ke arah langit tersebut. Karena dirinya tahu bahwa pasti Li Lun akan dalam bahaya setelah ini.
Dirinya menghela nafas panjang dan kembali memandang ke arah Ye Dingzhi berserta Ran Yi dan Pei Si Heng.
" Kita kembali ke Biro Pemburu Siluman sekarang. Karena jika terus berada di tempat ini juga tidak baik" ucap Dongjun pada akhirnya.
" Lalu bagaimana dengan Li Lun apakah kita tidak mencarinya dulu" tanya Ye Dingzhi yang keberatan untuk kembali pulang.
" Benar sekali bagaimana jika Li Lun Gege terluka" tambah Pei Si Heng.
" Tidak usah khawatir aku yakin Yuanzhou Gege dan Zhuo Yichen sudah menemukan Li Lun Gege saat ini. Jadi lebih baik kita pulang sekarang nanti akan aku jelaskan alasannya" jelas Dongjun.
Ye Dingzhi sebenarnya ingin menolak tapi dirinya juga tahu mungkin saja memang Li Lun sudah di temukan oleh Yuanzhou dan Zhuo Yichen.
Akhirnya keempat orang itu kembali ke Biro Pemburu Siluman. Dengan Dongjun yang masih khawatir dengan keadaan Li Lun nantinya.
" Aku harap kau baik-baik saja Li Lun Gege " batin Dongjun.
*********.
Sedangkan di tempat Li Lun saat ini pemuda itu masih saja berlari entah kemana hingga sampai di tengah hutan lebat dengan gemerisik daun yang tertiup angin membuat suasana semakin seram.
Li Lun mengeratkan genggamannya pada hanfu putih yang dikenakan nya. Dirinya benar-benar takut sekali saat ini.
Apalagi selama ini dirinya tidak pernah berada di tengah hutan lebat sendirian. Malam-malam lagi rasanya seperti berada di tempat yang penuh kesan horor.
" Dimana yang lainnya aku takut" lirihnya pelan selirih hembusan angin.
Li Lun mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Dirinya berharap-harap cemas berharap ada keajaiban yang menolong nya.
Tapi harapan nya seperti debu yang ditiup angin karena hampir setengah jam hanya dirinya sendiri yang berada di tempat gelap ini.
Grerrrrrr.
Li Lun spontan terlonjak saat mendengar suara geraman yang menakutkan. Dirinya menoleh dengan takut.
Ketakutan nya semakin menjadi saat melihat seekor serigala hitam berdiri di hadapannya. Dengan geraman seolah-olah ingin menjadikan Li Lun santapannya.
Taring serigala hitam itu terlihat tajam dan air liurnya terus menerus meneteskan membuat Li Lun perlahan berjalan mundur berniat untuk labur , tapi sayangnya kalah cepat karena serigala hitam itu langsung melompat ke arah nya.
Grebb.
Crash.
Akh.
Li Lun menjerit keras saat serigala hitam itu menggigit lengannya hingga berdarah membuat hanfu putih nya berubah warna menjadi merah darah.
Dirinya sekuat tenaga menendang serigala itu hingga sedikit menjauh darinya. Pemuda cantik itu meneteskan air matanya saat melihat jika serigala hitam itu berniat kembali menyerangnya.
Serigala hitam itu kembali melompat ke arah Li Lun yang hanya mampu memejamkan matanya dan menunggu rasa sakit yang akan datang.
Whusssssss.
Crassss.
Blarrrr
Tapi naas sebelum serigala hitam itu sempat menyentuh Li Lun. Sebuah cahaya berwarna merah dan biru muda melesat ke arah serigala hitam tersebut.
Membuat tubuh serigala hitam itu tercabik-cabik di hadapan mata indah Li Lun. Darah memercik membasahi pipinya hingga membuat wajah Li Lun semakin pucat karena ketakutan.
Tap.
Tap.
Tap.
" Makhluk rendahan berani sekali menyentuh milikku"
" Tangan kotornya tidak pantas untuk menyentuh seujung kulitnya"
Li Lun berbalik dan memandang takut ke arah dua orang yang berjalan dengan tenang ke arah nya.
Li Lun semakin terperangah saat melihat sosok tersebut. Zhao Yuanzhou dan Zhuo Yichen dengan penampilan berbeda.
Jika biasanya Zhao Yuanzhou akan memiliki aura tenang tapi sekarang terlihat ada aura merah yang seolah menyelimuti tubuhnya dengan pola siluman di kedua belah pipinya membuat dirinya terlihat indah namun mematikan.
Sedangkan Zhuo Yichen sekarang memakai hanfu hitam yang dulu seperti milik Li Lun dengan pola siluman di dahi putihnya membuat nya terlihat seperti bunga mawar indah namun berbahaya.
Li Lun memundurkan tubuhnya ke belakang. Bukan karena takut tapi dirinya belum siap melihat sisi lain dari dua orang yang disayanginya.
Zhu Yan melihat Li Lun yang perlahan memundurkan tubuhnya. Pun hanya tersenyum sinis dirinya pikir Li Lun juga takut pada wujudnya saat ini.
Dirinya kemudian mendekati Li Lun dan berjongkok di depannya. Li Lun memandang tepat ke arah mata merah Zhu Yan yang seperti batu Ruby sangat cantik menurut nya.
Greb.
Dengan tegas Zhu Yan memegang dagu Li Lun hingga membuat pemuda cantik itu mau memandang ke arah wajahnya.
" Kenapa A Li kau takut melihat ku seperti ini. Kau ternyata seperti mereka semua" sinis Zhu Yan dengan dingin.
Dengan susah payah Li Lun mengangkat tangan kanannya yang terluka dan menempelkan nya ke pipi Zhu Yan hingga membuat siluman kera putih itu tersentak.
" Aku tidak takut padamu Zhu Yan. Aku hanya bingung harus bagaimana menyatukan mu dengan Wen Xiao setelah ini" ucap Li Lun polos.
(Buset deh Li Lun. Polos banget sih di keadaan genting 🤦🏼♀️🤦🏼♀️🤦🏼♀️🤣🤣🤣).
Perkataan itu membuat Zhu Yan dan Zhuo Yichen melongo sendiri. Karena tidak habis pikir dengan Li Lun yang malah ingin menyatukan Zhu Yan dan Wen Xiao.
Li Lun yang sudah kelelahan akhirnya limbung ke arah Zhu Yan yang langsung memeluknya erat. Dirinya menghela nafas panjang mencoba untuk bersabar dengan apa yang baru saja dirinya dengar.
Dirinya dengan lembut mengangkat tubuh Li Lun ala bridal style. Dan berbalik ke arah Zhuo Yichen yang memandangnya dengan pandangan lelah dan tidak percaya.
" Kita pulang dulu." Ucap Zhu Yan pada akhirnya.
Zhuo Yichen mengangguk paham ketiga orang itu kemudian menghilang dari hutan lebat tersebut dalam sekejap mata
Tbc.
Maaf baru sempat update beberapa hari ini aku sibuk.
Tapi sekarang mungkin Mulai aktif lagi.
Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top