Game 5 - Three Hit Kill (Part 4)

POV Raya

Gua gak inget siapa aja yang sekelompok sama siapa. Pokoknya, kalau nemu peserta yang belum ketembak, gua pasti akan serang siapa pun itu.

Hari udah mulai sore, matahari hampir terbenam. Pertempuran di malam hari mungkin ide yang bagus mengingat peserta bisa menunggu target untuk tidur, baru setelah itu mulai menyerang.

Tapi masalahnya, yang susah itu justru menemukan keberadaan peserta yang lain di hutan yang luas ini. Kalaupun udah ketemu belum tentu orangnya mau ngelawan, malah kemungkinan besar justru pasti akan lari.

Apalagi kalau liat gua yang udah ketembak gini, sangat tidak ada gunanya melawan peserta seperti gua.

Gua jalan terus, mencoba mencari target, ingin menyelesaikan permainan ini sebelum hari berganti. Belum nyampe sehari aja badan udah pegel-pegel karena berkeliaran seharian tanpa makanan ataupun minuman.

"Mitsuketta!"

Gua menemukan sasaran empuk.

Di suatu area ada tiga peserta yang ketiganya sama sekali belum ketembak. Lav, Han, Arin. Gila banget mereka. Kelompok gua aja tinggal gua sendiri yang masih bertahan hidup. Bisa-bisanya mereka masih pada hidup. Akan gua basmi mereka semua!

Gua berlari ke arah mereka, dan membuat mereka terkaget.

"Ada musuh!" teriak Lav ke arah gua, membuat Arin dan Han yang sedang bersantai kembali bersiaga.

Gua hanya tersenyum aja melihat mereka. Gua merasa senang ditakuti seperti ini.

"Kalian kok hebat banget belum ada yang ketembak? Apa rahasianya?" tanya gua penasaran.

"Kenapa? Ya, soalnya tidak ada yang pernah menemukan kami di sini. Baru kamu doang yang datang." Han menjawab.

"Hah? Beneran? Masa sih?"

"Iya, bener Kak Raya. Kami diem di sini terus, gak pernah ada yang datang. Baru Kak Raya aja." Arin menambahkan.

Tidak habis pikir. Di luar nalar. Gua aja sudah ketemu banyak orang di perjalanan. Resti, Hime, Riq, dan beberapa peserta lain yang mengabaikan gua karena kami sama-sama udah tertembak.

"Yaudah, siap-siap mati, ya. Gua ada tiga peluru nih, pas."

Ketika gua hendak menyerang, mereka bertiga lari berpencar ke tiga arah yang berbeda.

"KABUR!!!" Han memberi komando.

Ah, sialan.

Mereka kayaknya udah mempersiapkan rencana seandainya ada musuh yang menyerang.

Gua bingung mau serang siapa, tapi akhirnya pilih serang Arin yang merupakan anggota termuda di kelompok mereka.

"Arin!!! Mati kau!!!"

Entah mengapa gua terlihat seperti villain, dan gua merasa senang dengan peran ini. Padahal biasanya gua lebih senang menjadi penjahat dalam permainan kucing-kucingan, tapi sekarang malah lebih senang pas jadi polisi karena bisa menembakkan pistol.

"Arin! Arin! Arin!"

"Kyaaa!!!"

DOR!

Arin berhasil gua tembak, tepat sasaran, mengenai seragam belakangnya.

[Arin killed by Raya]

"Arin, serahin pistol kamu."

"Gak mau!"

"Kenapa gak mau?"

"Nanti Kak Raya pake buat nembak teman kelompokku."

"Bener juga."

Ah, sialan, tidak bisa dibujuk.

Ya udah, gak masalah, gua masih punya dua peluru lagi.

Di tengah perjalanan mengejar Lav, Han, atau siapa pun yang belum ketembak, gua ketemu seorang pemain baru yang seragamnya udah terkena cat merah.

Dia melambaikan tangannya dengan sok cool.

"Mau kerja sama?"

"Kerja sama apa?" jawab gua.

"Di sana ada dua pemain yang belum ketembak. Heny sama Cacing. Lemon udah ketembak, jadi tinggal mereka aja yang tersisa. Ayo kita serang berdua."

Gua memicingkan mata padanya. "Perkenalkan diri dulu, dong."

"Bintang."

"Oh, Bintang. Oke. Gak nanya namaku?"

"Gak butuh."

Anjir, sok cool amat.

Tapi baiklah, kerja sama ini mungkin akan berhasil.

"Oke deh, gimana strateginya?" tanya gua.

"Mereka sembunyi dalam goa, aku tadi lihat mereka masuk. Kalau aku sendiri yang nyerang, cuma bisa dapat satu aja nanti. Jadi nanti kamu serang duluan, pastiin dapat satu, incar Heny aja. Nanti pas Cacing kabur, aku bakalan tembak dia di depan pintu gua. Gimana?"

Ide yang sangat cemerlang.

Menyerang sendirian memang sulit karena pasti target akan memisahkan diri seperti yang dilakukan kelompok Lav, Han, dan Arin tadi.

Gua dan Bintang langsung berjalan menuju gua tempat Heny dan Cacing masuk tadi. Gua gak tahu Bintang jujur atau enggak, tapi gak ada ruginya buat dicoba.

Setelah Bintang memberi aba-aba, gua langsung masuk ke dalam goa, perlahan-lahan agar mereka tidak sadar. Tapi, mereka yang was-was langsung sadar dan segera berlari secara berpencar.

DOR!

Gua tembak Heny yang mencoba kabur, dan tepat mengenai seragam bagian lengannya.

[Heny killed by Raya]

Anjir, jago banget gua, dua kali nembak dua kali kena!

Heny yang tertembak menatap gua gak senang.

Dia mengarahkan pistolnya ke gua dan langsung memberikan tembakkan.

DOR!

Untungnya gua berhasil menghindar.

Hampir!!!

Dia mengarahkan pistolnya lagi ke arah gua, tapi tidak keluar peluru dari sana, hanya terdengar suara pelatuk yang nyaring.

"Kak Heny kenapa nembak aku? Aku kan udah ketembak," ucap gua menunjukkan seragam Hime yang udah ternodai cat merah tepat di bagian depannya.

"Oh, udah ketembak, ya? Gak keliatan, di sini gelap."

Gua tiba-tiba merinding.

Bener juga!!

Ini kan goa!!!

Untung tadi gak kena anjir!!

Kalau kena langsung game over!!

Gua langsung pergi meninggalkan goa, gak mau berada di tempat yang gelap ini lagi.

Di luar sudah ada Bintang yang berdiri dan Cacing yang sedang duduk tertunduk lesu. Terlihat cat merah yang pekat di seragam olahraganya.

Bintang berhasil menembaknya!

"Kerja yang bagus." Bintang menyalami gua.

"Ya, sama-sama."

Bintang berdehem.

"Udah ketembak kan Heny, nya?"

"Udah dong."

"Oke...."

DOR!

Bintang nembak gua tepat di bagian dada. Terkena telak di seragam olahraga yang gua kenakan.

[Bintang killed Raya]

"PERMAINAN SELESAI!!!" Terdengar suara yang lantang dari arah langit. "PERMAINAN SELESAI! KEPADA SELURUH PESERTA HARAP KEMBALI KE TEMPAT BERKUMPUL SEMULA!"

Gua menatap Bintang nanar. "Kenapa....?"

"Maaf, Raya, sebenarnya aku melihatmu ketika kau bertukar baju dengan Hime, aku tahu kau sebenarnya belum tertembak."

"A-apa?"

"Chita sudah tertembak, Azhey pun sudah. Cacing, Lemon, Heny sudah. Itu berarti, tinggal kau saja yang harus kutembak untuk menyelesaikan permainan. Dan... rencanaku berhasil."

Ah, jadi begitu.

Bintang manfaatin gua dulu sebelum dia nembak gua. Dia pengen bunuh Heny dan Cacing sendirian, tapi gak bisa, jadinya minta bantuan gua dulu. Gua disimpan sebagai peserta terakhir yang akan dia tembak.

"Ah... ini juga sebenarnya seragam punya Rei. Aku aslinya belum tertembak."

Gua terbelalak.

Bintang belum mati?!

Sial, gua terjebak dengan cara gua sendiri. Gua gak nyangka ada pemain lain yang pake trik yang sama.

"Good Game. Bye." Bintang melangkah pergi meninggalkan gua.

Gua menatap langit dengan kosong seperti Kaneki Ken.

Gua... gugur, ya?

Dengan langkah gontai, gua kembali ke tempat perkumpulan semula.

Matahari sudah terbenam, tapi banyak petugas yang masuk membawa senter mengarahkan kami untuk kembali ke tempat semula.

Gua melihat Azhey dan Chita yang sudah tertembak, mereka pun melihat gua yang sama-sama udah tertembak. Mereka tersenyum, seperti tak mempermasalahkan sama sekali.

Bu Lala memegang microphone, dan mulai mengatakan sesuatu.

"Baiklah, akan saya umumkan kelompok yang gugur. Pertama, kelompok 5 yang terdiri dari Lemon, Heny, dan Cacing. Lalu...."

Selamat tinggal Clash of Clovers.

"Lalu... kelompok 10 yang terdiri dari Andin, Aka, dan juga Clara. Dengan ini, kelompok 5 dan 10 dinyatakan gugur! Seluruh kelompok yang lain lolos ke babak berikutnya!"

Hah?!

Kelompok gua gak gugur?!

"Tadi itu sangat tipis! Benar-benar tipis! Tepat satu detik sebelum Raya tertembak oleh Bintang, di tempat lain Clara sudah tertembak duluan oleh Hime. Jadi, kelompok Raya masih selamat." Bu Lala menambahkan.

Azhey dan Chita langsung bersorak kegirangan, begitu pun dengan gua yang mulai tersenyum lega.

Gua menoleh ke arah Bintang, dia hanya tersenyum licik, seolah mengatakan... 'Kau masih beruntung hari ini'.

Lalu Hime mendekat ke arah gua. "Nanti balikin seragamku ya di hotel."

Seragam gua yang dipake Hime sudah berlumuran cat merah yang pekat.

"Iya, anu... makasih Kak Hime! Berkat Kak Hime aku masih bisa bertahan! Sekali lagi, terima kasih!" Gua menundukkan kepala.

"Gapapa, ini namanya kerja sama. Gara-gara seragam ini juga Clara gak lari pas lihat aku. Kita sama-sama terbantu." Hime tersenyum.

Gua mengangguk.

Dengan begitu, perjalan gua, Raya, masih berlanjut di Clash of Clovers!

Game 5 - selesai!

Peserta yang tertembak:

Grup 1: Ari, Steven
Grup 2: Rei
Grup 3: Raka, Yemi
Grup 4: Lav, Arin
Grup 5: Lemon, Heny, Cacing
Grup 6: Resti
Grup 7: Chita, Azhey
Grup 8: Riq
Grup 9: Yura, Hime
Grup 10: Andin, Aka, Clara

Peserta yang tidak tertembak:

Grup 1: Shia
Grup 2: Ferry, Bintang
Grup 3: Carlito
Grup 4: Han
Grup 5: -
Grup 6: Qila, Parrot
Grup 7: Raya
Grup 8: Faisal, Fuyu
Grup 9: Rav
Grup 10: -

●●●

Penebak benar peserta bertahan:

yemimaliez RakaTrafagar Hanfalis pinnavy cindi_cr Clynoqia yura_khatulistiwa Clouchi Karvinnn_

Penebak benar peserta gugur:

Rizalraihan24

Penebak benar peserta tergabung di kelompok yang sama:

yemimaliez kesshokuryou Rizalraihan24 RakaTrafagar Hanfalis pinnavy cindi_cr yura_khatulistiwa Clouchi WtnbeRin

Penebak benar MC game ke-5:

Rizalraihan24 pinnavy

Top 10 Klasemen Pembaca

1. pinnavy - 7
2. kesshokuryou - 6
2. cindi_cr - 6
4. yura_khatulistiwa - 5
4. Clouchi - 5
4. Hanfalis - 5
4. Raylanvas - 5
4. Clynoqia - 5
4. Rizalraihan24 - 5
4. RakaTrafagar - 5

Peringkat lainnya:

11. anomaliez - 4
11. _restiqueen_ - 4
11. Karvinnn_ - 4
14. Catrella2 - 3
15. yemimaliez - 2
15. WtnbeRin - 2
15. Trialiya8 - 2
15. Hicchan867 - 2
15. Aishipit - 2
15. akvbutterfly - 2
15. lavenpichie - 2
15. Ravel_Zayc - 2
23. Chimonachie - 1
23. loficionist - 1
23. vmndetta - 1
23. GaladrianEru05 - 1
23. luffytaro_ - 1
23. aazheyy - 1

●●●

Daftar peserta yang masih bertahan:

Grup 1: Ari, Steven, Shia
Grup 2: Ferry, Bintang, Rei
Grup 3: Yemi, Carlito, Raka
Grup 4: Lav, Han, Arin
Grup 6: Qila, Resti, Parrot
Grup 7: Azhey, Raya, Chita
Grup 8: Faisal, Fuyu, Riq
Grup 9: Yura, Hime, Rav

Pertanyaan:

1. Tebak satu pemain dari setiap kelompok yang akan gugur di babak berikutnya, kecuali kelompok 8 (Riq mengundurkan diri dari Clash of Clovers karena ada acara)

2. Siapa yang akan menjadi MC di game ke-6?

Sampai jumpa di game ke-6!

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top