[17] Fiance?!

***

Pertarung Colloseum di bagi atas dua waktu yang berbeda. Satu waktu itu diadakan dua minggu sejak Festival Surgawi diselenggarakan. Dan satu yang lain akan diadakan pada hari terakhir festival surgawi yang mana pertarungan Semi-Final dan Final akan diadakan pada waktu itu.

Ada empat peserta yang lolos setiap kalinya untuk bisa memasuki pertandingan waktu kedua ini. Dan mereka yang berhasil ini akan mendapat kan hadiah awal. Yang lolos tentu saja ; Yasha perwakilan Siluman Murni, Ling Xiao dari Binatang Suci, dan dua orang cultivator manusia yang berasal dari dunia pararel masing dan juga merupakan Anak Dunia.

Shen Qingqiu membuka Pintu Dimensi miliknya dengan kibasan lembut, memperlihatkan sebuah ruang dimensi luas yang berisi banyak hal yang menakjubkan. Yasha sama sekali tidak berpikir dua kali saat dia memilih pakaian Sutra Merah langka milik Shen Qingqiu sebagai Hadiahnya. Dan Ling Xiao dengan seringai lebar memilih Daun Seribu Teratai Dewa yang baru dirampung Shen Qingqiu sebagai hadiahnya. Dan dua anak dunia lain memilih senjata.

Ling Xiao melirik kearah tertentu pada podium penonton di Colloseum sebelum kemudian dia semakin melebarkan senyumnya. Dengan keras mengumunkan kalau dia mengundurkan diri dari pertarungan. Hal ini sontak mengirim rasa penasaran dari para peserta dan penonton, tapi Ling Xiao tidak indah akan semua itu. Dirinya mengirim senyum pada Shen Qingqiu dan Shen Qingqiu menyembunyikan senyum geli di balik kipasnya, mengangguk.

Sebelumnya Ling Xiao pernah ke Danau Ming untuk mendapatkan Daun Seribu Teratai. Dan sesuai aturan dia harus melewati ujian dari Shen Qingqiu. Tapi karena tingkat kultivasi Ling Xiao, ilusi Shen Qingqiu tidak bisa menyentuhnya. Sehingga tidak peduli beberapa kali dia ke Danau Ming, Ling Xiao tidak bisa mengikuti ujian dan tidak bisa mendapatkan Daun Seribu Teratai.

Sampai kemudian dirinya mendengar kalau Shen Qingqiu akan menjadi Dewa yang akan membalikkan ubin di pertandingan Colloseum yang berarti Shen Qingqiu juga yang akan menjadi Dewa yang akan mendermakan hartanya pada para peserta yang lolos waktu pertama.

Mendapatkan Daun Seribu Teratai, dia juga bertarung dengan banyak pihak sebagai latihan. Ini sungguh mendayung sekali dua tiga pulau terlampaui. Ling Xiao sudah puas dan dia tidak sabar untuk memberikan ini pada XiaoMo miliknya.

Lagipula dia tidak mau mengambil resiko untuk bertarung dengan Yasha. Bukan karena dia takut kalah, dia sangat yakin dia bisa menang. Tapi setelah itu apa yang akan terjadi? Dia akan mati ditangan DaiZhou!

Shen Qingqiu dulu pernah dengan iseng membuat syair yang menyebar luas di Dunia Tengah ; 'Jika kau ingin melihat Kiamat Lima dunia atau lebih, bunuhlah Yasha, Permaisuri sang Dewa Barat. Dan dia akan mengabulkan keinginan mu itu dan tidak akan pernah membiarkan ada kehidupan baru di Dunia yang hancur'

Itu mungkin cuma syair asal-asalan yang dibuat Shen Qingqiu, tapi mengingat posisi Shen Qingqiu sebagai Dewa Paradoks, persimpangan antar takdir. Tidak ada yang berani meragukannya.

Mungkin karena ini jugalah para peserta yang bertarung dengan Yasha memilih Deal Game yang menurut mereka paling aman. Tapi siapa yang menduga kalau Yasha sangat kuat sehingga mereka mengalami kekalahan dan kebangkrutan. Dan setelah ini yakinlah mereka pasti akan di buru oleh DaiZhou. Ling Xiao menyalakan lilin untuk mereka.

Cara terbaik agar aman bertarung dengan Yasha adalah Death Game. Memang tidak mungkin untuk mengalahkan Yasha dengan mudah karena Yasha memang kuat, tapi setidaknya saat kalah hanya akan ada kematian yang cepat dan setelah itu semua selesai.

Sebaliknya dengan Deal Game, bukan hanya babak belur dan bangkrut karena Yasha. Setelah keluar dari Colloseum, DaiZhou akan memburu dan menyiksa orang-orang itu sampai mati. Hal ini tak lebih adalah karena kegeraman DaiZhou melihat Mate nya terluka.

Sangat Posesif Gila, dan Ling Xiao tidak bisa menyalahkan karena dia juga akan berlaku sama kalau XiaoMo miliknya terluka. Seperti kata orang bijak terdahulu, 'Semakin kuat seseorang, semakin Posesif dia pada pasangannya.' Dan DaiZhou jelas sangat kuat dan sejauh ini belum ada yang mampu secara nyata mengalahkannya.

Shen Qingqiu dan Shen Yuan baru saja keluar dari Colloseum saat Xie Lian menghampiri keduanya dengan wajah cemberut. Di belakang pemuda itu tampak Hua Cheng dengan senyum tipis menghiasi parasnya.

"Saudara Qingqiu, bagaimana mungkin kau bisa melakukan hal ini pada Mu Qing dan Feng Xin?" tanya Xie Lian langsung pada permasalahan inti. Suaranya masih lembut tapi seseorang dapat merasakan kalau dia juga marah. Lagipula siapa yang tidak akan marah kalau dua orang yang selalu dia anggap sebagai saudara harus terlempar ke dunia antah berantah dan siapa yang tahu kapan mereka kembali.

Dan untuk kembali mereka mau tak mau harus bersama. Semua orang tahu kalau Mu Qing dan Feng Xin di letakkan bersama, hanya akan ada pertempuran penuh darah. Keduanya mungkin lebih memilih mati berkali-kali dibandingkan harus bersama. Siapa yang tahu kapan keputusan mereka berubah. Mungkin perlu waktu berjuta ribu tahun.

Shen Qingqiu menaikkan satu alis saat dia berujar acuh, "Aku tidak mengatakan ini sebelumnya, tapi Dunia Baru tempat aku mengirim Mu Qing dan Feng Xin sedikit berbeda dengan Dunia yang aku lalui sebagai Ujian Surgawi milik ku. Tidak ada pembagian waktu antara waktu disini dan dunia itu, karena itu tidak peduli jika mereka berada di dunia itu ribuan tahun. Mereka hanya akan menghabiskan paling banyak beberapa hari saja disini."

Mendengar ini Xie Lian merasa rileks kembali, berbeda dengan Hua Cheng yang merasa asam saat memikirkan kedua orang cerewet itu akan segera kembali dalam waktu singkat. "Jadi maksud anda, kedua Dewa akan kembali ke Surga setelah beberapa hari saja?"

"Begitulah, tidak peduli sudah jutaan tahun mereka disana. Menurut waktu disini itu mungkin hanya beberapa jam saja."

Xie Lian mengumankan kata-kata penuh syukur, benar-benar tidak menyadari suasana hati Hua Cheng yang jatuh karena waktu berkualitasnya dengan Xie Lian ternyata sangat singkat. Shen Yuan sadar akan hal ini, tapi dia tidak mau ikut campur. Terlebih dia tidak mau makan makanan anjing disaat dia yang biasanya menyuguhkan makanan anjing.

Pengaturan di Dunia Tengah membuat waktu siang disana begitu putih dan waktu malam begitu hitam. Sama seperti saat waktu siang dimana tidak ada langit biru ataupun hiasan langit yang tampak, di saat malam pun tidak ada hiasan di langitnya. Itu sepenuhnya kosong dan hitam, membuat siapapun yang melihatnya merasa seakan hilang karena kegelapan.

Beruntung kedai-kedai yang didirikan tetap buka bahkan disaat waktu malam datang dan pencahayaan dari lentera-lentera dan lampu-lampu di tiap kedai mengirimkan suasana mistis yang membuat hati nyaman dan hangat.

Festival Surgawi diadakan selama satu bulan penuh, sehingga tidak aneh jika ada penginapan yang dibangun. Dan tentu nya penginapan disana tidak bisa dibandingkan dengan penginapan biasa yang selama ini Shen Yuan lihat saat dia berkelana bersama Luo Binghe. Dunia Tengah adalah titik balik antar semua dunia pararel. Hal ini membuat bangunan di sana memiliki arsitetktur yang beragam.

Ada yang tampak seperti bangunan istana china kuno, istana bangsa eropa, dan juga ada tampak seperti kastil para elf. Setiap penginapan memiliki ciri khas masing-masing ini dan ini membuat banyak pilihan untuk para pelancong.

Shen Yuan sedang melihat-lihat satu bangunan penginapan yang memiliki campuran arsitek barat dan tiongkok saat dirinya melihat Ling Xiao tengah memesan ruangan di sana bersama seorang pemuda yang nampak halus. Pemuda itu memiliki wajah yang halus dan tampak sedikit kekanak-kanakan, temperamennya jelas dan jujur sekilas membuat Shen Yuan khawatir apakah anak muda ini di paksa oleh Ling Xiao mengingat temperamen Ling Xiao yang tampak seperti orang barbar.

Shen Yuan baru saja menoleh saat dirinya melihat Shen Qingqiu berada di kedai manisan, membeli beberapa tusuk Dango. Berkedip beberapa kali, Shen Yuan tertegun sebelum kemudian menghirup nafas dalam. Sudah berapa banyak orang ini makan manisan? Sepuluh piring atau dua puluh piring? Dan sekarang dia masih mau lagi? jika tubuhnya tidak abadi, aku khawatir dia akan mengalami diabetes setelah ini.

Shen Qingqiu baru saja menemukan tempat untuk duduk dan hendak menyuap makanannya saat tiba-tiba sepiring Dango itu diambil dari tangannya. Melihat siapa pelakunya, Shen Qingqiu tidak bisa membantu tapi menautkan alisnya. Cemberut bercampur jengkel.

"Xiao-Jiu, sudah berapa kali aku ingatkan untuk tidak terlalu sering memakan makanan manis?" tegur Yue Qingyuan sembari memberikan Dango itu pada sembarang orang yang lewat. "Tidak peduli kalau tubuh mu sudah menjadi abadi, tapi itu tetap saja tidak baik."

Shen Qingqiu mengerutkan alisnya tidak senang, "Ini tidak seperti tubuhku akan seperti dulu! Aku tidak akan jatuh sakit hanya karena memakan beberapa manisan lagi!"

Shen Yuan dengan cepat mengaitkan semua titik. Shen Qingqiu di masa lalu memiliki tubuh lemah, bahkan setelah menjadi seorang Lord Puncak kondisi fisiknya memang sudah membaik tapi siapa yang menduga kalau tubuh itu membuat beberapa kondisi khusus. Shen Qingqiu tidak menyukai pahit, tapi tubuhnya juga tidak bisa menolerir gula terlalu banyak sehingga dirinya hanya bisa membiarkan rasa pahit menyiksa lidahnya yang suka manis.

Tidak heran makanan di Puncak Qing Jing begitu ringan. Dan tidak heran pula kenapa Shen Yuan tidak mendapati cemilan manis dimeja nya setiap kali rapat para Lord diadakan. Sebelumnya Shen Yuan berpikir itu mungkin karena Shen Qingqiu yang asli membenci manisan, tapi ternyata itu karena kondisi fisik si pemilik asli.

Setelah menjadi Dewa dan mendapat tubuh yang lebih kuat, tentu Shen Qingqiu yang selama ini mendapatkan pantangan memakan makanan manis melampiaskannya dengan brutal. Menyantap tiap manisan yang nampak menggiurkan dan tidak sempat dia makan di masa lalu.

Yue Qingyuan sadar akan hal ini, tapi kebiasaan lama dimana dia pernah satu kali melihat Shen Qingqiu pingsan karena kelebihan gula dulu membuat Yue Qingyuan trauma. Bahkan walau dia tahu kalau Shen Qingqiu yang sekarang sudah lebih kuat baik dalam hal fisik maupun mental, Yue Qingyuan masih belum bisa menghapus trauma nya.

Yue Qingyuan dengan sabar menasehati Shen Qingqiu sebelum kemudian dia ingat kalau Shen Yuan juga memiliki kondisi fisik yang sama. "Ah-Yuan, kau tidak makan manisan bukan?!"

Melihat wajah khawatir yang lain, Shen Yuan merasa tidak enak. "Tidak, aku hanya memakan beberapa mangkuk nasi dan lauk." Bagaimanapun aku lebih suka makan makanan berempah dari pada makanan yang memiliki gula.

Yue Qingyuan menghela nafas lega sebelum kemudian dengan tegas mengingatkan pada kedua Shen untuk tidak memakan manisan terlalu banyak. Mungkin ada pertemuan antara Empat Raja Hantu, sehingga Yue Qingyuan tidak bisa lama-lama sebelum kemudian dia mengambil cuti. Meninggalkan dua Shen di antara keramaian.

Shen Yuan mengetuk dagunya lembut melihat kepergian Yue Qingyuan, dirinya tidak bisa untuk tidak berdecak kagum. Betapa saudara yang dapat diandalkan.

"Hei Pak Tua, aku mau sepiring Dango lagi!"

Suara Shen Qingqiu yang memesan membuat Shen Yuan tercengang sebelum kemudian sadar. "Qingqiu! Cukup dengan manisan dan ayo cari makanan yang lebih mengenyangkan!"

"Glukosa baik untuk energi dan otak!", kata Shen Qingqiu acuh. Mendengar ini Shen Yuan merasa kesal, "Kau pikir aku begitu bodoh?! Tubuh abadi tidak membutuhkan glukosa! Tubuh abadi membutuhkan energi spiritual!"

"Manisan ini mengandung energi spiritual yang melimpah!"

"Aku saudara-mu!"

Sebelumnya, Yue Qingyuan sudah melarang Shen Qingqiu untuk tidak menyantap manisan lagi, dan itu tepat di depan kedai si penjual manisan yang tentu melihat dan mendengarnya dengan jelas. Dan saat Shen Qingqiu memesan Dango lagi, si penjual manisan merasa dilema.

Yang memesan adalah seorang Dewa besar dan tentu Penjual itu tidak mau menyinggungnya, tapi Yue Qingyuan adalah Raja Hantu sehingga Penjual juga tidak mau menyinggungnya. Di berikan atau tidak dia berada di batas. Yang manapun dia pilih itu berarti menyinggung salah satu dari orang besar ini.

Shen Qingqiu masih bersikeras untuk membeli manisan, "Hei Pak Tua! Dimana manisan ku? Apa kau tidak menyiapkannya?!"

Shen Yuan berseru sembari mencoba menarik baju Shen Qingqiu untuk menjauh dari kedai, "Tuan, tolong maafkan saudara-ku. Dia tidak memesan manisan, anda bisa mengabaikan dia." Shen Qingqiu menarik kembali pakaiannya yang ditarik saat dia menatap tajam si penjual kedai, "Kau mau mengabaikan Dewa?! Aku mau manisan ku sekarang!"

"Tuan, tolong jangan dengarkan Saudara-ku. Dia tidak akan memakan manisan!" Shen Yuan menarik keras pakaian yang lain, menyadari kalau dia tidak bisa menariknya dengan mudah. Mata hitam milik Shen Yuan secara refleks menatap Sembilan ekor putih berbulu yang nampak meliuk lembut. Tidak berpikir dua kali, Shen Yuan dengan kejam menggapaikan tangannya untuk menarik dua dari embilan ekor itu dengan keras.

"AH!"

"......"

Suasana hening menyelimuti daerah itu untuk beberapa lama. Masing-masing dari mereka mencoba mengalihkan pandangan dengan wajah memerah. Si penjual tertegun sebelum dengan tegas menutup pintu kedainya.

Shen Yuan sudah secara spontan melepas tarikannya saat mendengar teriakan Shen Qingqiu. Wajahnya juga sedikit memerah karena memang bukan tanpa alasan. Bagaimanapun Shen Qingqiu sekarang adalah Siluman Rubah, tidak peduli tingkatannya murni atau tidak. Siluman Rubah secara naluriah memiliki aura menggoda bagai afrodisiak. Dan teriakan tadi jelas berbahaya untuk mereka yang memiliki pertahanan diri yang lemah.

"Uhm, Qingqiu maaf aku tidak bermaksud,..."

"Y-U-A-N,..." potong Shen Qingqiu dingin, parasnya mengukir senyum lebar yang indah namun Shen Yuan merasa dingin. Dengan ragu, Shen Yuan mengambil langkah mundur. "Qingqiu, aku benar-benar minta maaf."

"Hm? Kenapa kau minta maaf?" tanya Shen Qingqiu dengan senyum cerah tapi aura di sekitar tubuhnya gelap. Shen Yuan tertawa datar sebelum dengan cepat berbalik lari, "Aku akan mencari Liu-Shidi dulu!"

Shen Qingqiu berteriak keras, "JANGAN BERBOHONG!"

Shen Yuan berlari cepat melewati kerumunan di Festival, dan saat dia melihat kebelakang dia melihat Shen Qingqiu berjalan santai tapi Shen Yuan merasa dingin saat jarak antara keduanya dengan cepat berkurang. "Aku benar-benar minta maaf!" teriak Shen Yuan mempercepat larinya.

Brugh

Mungkin karena dia terlalu fokus berlari sehingga dia tidak kurang memperhatikan sekitarnya. Membuatnya menabrak seseorang saat berbelok.

"Ah, maaf. Apa anda baik-baik saja?"

Shen Yuan mengusap hidungnya yang terasa sakit seakan dirinya baru saja menabrak dinding beton. "Aku baik, aku juga minta maaf karena tidak hati-hati."

Dirinya melihat pihak lain. Seorang pemuda dengan pakaian indah dan ornament yang hampir mirip seperti GongYi Xiao. Tapi tampak ada perbedaan dalam beberapa hal, dan entah kenapa perbedaan itu membuat Shen Yuan merasa familier. Pemuda itu memakai topeng tembaga yang sepenuhnya menutupi wajahnya, sehingga Shen Yuan tidak bisa melihat wajah yang lain.

Luo FengMing sedikit terkejut ketika melihat orang yang dia tabrak tidak lain adalah Shen Yuan, yang sebelumnya selalu dia lihat bersama dengan Shen Qingqiu. Dia baru saja hendak membuka suara lagi saat Shen Yuan menunduk cepat. Lengah, Luo FengMing merasakan dahinya terasa sakit sebelum kemudian jatuh kebelakang.

Shen Yuan melihat prihatin orang lain saat dia dengan kaku melihat kebelakang. Melihat wajah dingin Shen Qingqiu yang acuh, di tangan yang lain tampak beberapa kotak kosmetik yang dari jauh terlihat berkilau. Dan Shen Yuan yakin kalau kotak itu terbuat dari batu giok. Melihat Luo FengMing yang hanya jatuh kebelakang, Shen Yuan bersyukur karena Shen Qingqiu tidak menggunakan energi spiritual.

Krak

Ah, seharusnya dia tidak menganggap remeh kekuatan alami siluman.

Topeng tembaga milik Luo FengMing retak dan pecah, mengungkapkan wajahnya yang tampan dan tampak familier. Shen Yuan langsung merasakan dingin saat wajah anak muda ini memiliki kemiripan dengan Luo Binghe. Otaknya bekerja cepat saat dia menyimpulkan kalau anak muda ini adalah keturunan Luo Binghe asli yang berarti ada kemungkinan kalau Luo Binghe asli juga berada di Dunia Tengah.

Luo FengMing mengernyitkan dahinya saat rasa sakit masih mendera dahinya, dia mencoba bangkit saat tetesan darah mengenai jubah pakaiannya. Shen Yuan yang sebelumnya ketakutan menjadi lunak, dia turun untuk berjongkok di samping Luo FengMing. "Maaf, apa kau baik-baik saja? apa luka itu sakit?"

Luo FengMing tertegun sejenak sebelum kemudian menggeleng pelan, "Aku baik..."

Ucapannya belum selesai saat Shen Qingqiu mendekati keduanya, mata hijau itu melirik Luo FengMing dingin. "Iblis." Desis Shen Qingqiu dingin sebelum membuang muka, "Yuan, kita penginapan."

Shen Yuan sedikit takut pada awalnya, tapi sepertinya Shen Qingqiu sama sekali tidak menyadari garis keturunan yang lain selain darah iblis saja. "Tunggu, dia terluka."

"Dia Iblis, dan karena dia memasuki Dunia Tengah dia pasti kuat." Shen Qingqiu mendengus dingin, manik hijaunya melirik acuh Shen Yuan sebelum sedetik kemudian kedua manik matanya melebar.

Plak

"Jangan sentuh! Dia kotor!" tegas Shen Qingqiu sembari menampar tangan Shen Yuan yang terangkat hendak mengobati Luo FengMing. Shen Yuan mengusap tangannya yang memerah karena di tampar dengan kipas oleh Shen Qingqiu, dia memandang Shen Qingqiu cemberut. "Tetap saja dia terluka karena dirimu, bukan kah kau harus bertanggung jawab merawat luka nya."

Melipat kedua tangan di depan dada, Shen Qingqiu berdecih sebal. "Dia Iblis yang berhasil memasuki dunia tengah, luka seperti itu bisa sembuh dalam beberapa waktu saja. Lihat!" jarinya yang ramping menunjuk dahi Luo FengMing yang berlumur darah, tapi saat di lihat dengan baik, luka sumber darah itu sudah menutup sempurna. "Lukanya sudah menutup! Apa lagi yang kau ingin lakukan?!"

Shen Yuan melihat luka itu memang sudah tertutup mengangguk kaku, "Uhm, itu,..."

"Sudah! Ayo kita mencari penginapan segera!" berucap seperti itu, Shen Qingqiu menarik Shen Yuan untuk pergi dari hadapan Luo FengMing yang terdiam. Pemuda iblis itu terdiam cukup lama sampai ujung jubah kedua Shen tidak bisa lagi dia lihat. Dia bangkit berdiri, hendak mengusap darah di keningnya saat Luo Binghe datang.

Mata merah yang tersembunyi di bawah topeng itu menyipit melihat darah di kening anak nya. "Ada apa?"

Luo FengMing mengukir senyum canggung sebelum kemudian menceritakan apa yang terjadi secara ringkas. Dirinya meminta maaf karena tidak sempat menahan kedua Shen itu lebih lama sehingga ayah nya kehilangan kesempatan untuk bertemu dengan yang lain.

Luo Binghe menatap putra nya, dia jelas tahu kalau putra nya yang paling tenang ini tengah linglung karena sikap seseorang tertentu. Sikap dingin nan acuh Shen Qingqiu sedari dulu pada iblis jelas sangat membuat tidak nyaman, Luo Binghe paling tahu hal itu. "Ayo kita mencari penginapan juga, dan mungkin kau harus mengubah wajahmu juga di bawah topeng."

Luo FengMing mengangguk patuh. Mengubah wajah bagaimanapun mudah baginya yang tingkat kultivasinya sudah mencapai tingat Sembilan. Dia baru saja hendak memakai topeng baru saat tangan Luo Binghe terangkat menangkup wajahnya.

"Ayahanda,..."

"Rubah itu sangat tajam, dia bisa melihat wajah palsu dan aroma tubuhmu. Kau benar-benar tidak boleh meremehkan nya."

***

Shen Qingqiu memesan satu ruangan di sebuah penginapan besar. Penginapan itu memiliki semua campuran dari setiap gaya arsitektur yang ada. Semua sentuhannya juga terasa begitu harmonis memanjakan mata. Pelayanan dari para pengawai begitu sesuai, sehingga mereka tidak terasa berada di penginapan. Melainkan terasa seperti berada di istana sendiri.

Satu ruangan di penginapan ini sama seperti satu apartemen mewah nan bergengsi. Terdapat dapur, ruang tamu, ruang tengah, kamar tidur dan kamar mandi, dan juga termasuk balkon luas yang bisa digunakan untuk acara minum teh. Masing-masing dari ruangan itu begitu luas sehingga satu ruangan bisa dibilang lebih mirip pavilion pribadi, hanya kurang halaman saja.

Shen Yuan kelelahan setelah semua sehingga dia memilih beristirahat di kamar tidur. Shen Qingqiu sendiri turun ke lantai bawah. Tempat di mana resepsionis dan restorannya di satukan. Shen Qingqiu memesan seporsi Jiaozi, satu Ayam Pengemis, dan satu Ma Yi Shang Shu, semangkuk sup dan satu Mapo Tofu.

Shen Qingqiu memang memiliki lidah manis, tapi sama seperti hal nya Shen Yuan, dirinya lebih menyukai makanan yang kaya rempah. Hanya saja dia selalu mencari makanan yang lebih enak dan lezat. Dan masakan Hua Cheng adalah salah satu yang membuat dirinya merasa sangat puas.

Efisiensi para pengawai di penginapan sangat bagus, hanya butuh beberapa menit sampai makanannya di hidangkan. Dan itu bahkan tidak sampai setengah jam.

Shen Qingqiu baru saja mengangkat sumpit makannya saat seseorang mendatangi mejanya. Mengangkat pandangannya, mendapati seorang pemuda elf yang cantik dan tampan tersenyum padanya. "Maaf, apa saya bisa duduk di sini."

Pemuda Elf itu sama sekali tidak menunggu Shen Qingqiu menjawab saat dia menarik kursi dan mendudukkan diri dengan nyaman. Alis tipis Shen Qingqiu sedikit bertaut, tapi dia memilih mengabaikan saja Elf di hadapannya. Masalah perut selalu yang lebih utama bagi Shen Qingqiu. Elf itu masih memiliki senyum di wajahnya bahkan walau Shen Qingqiu mengabaikannya hingga satu jenis makanan di meja itu habis di makan oleh Shen Qingqiu seorang.

Saat menyuap ayam pengemis untuk yang kesekian, barulah Shen Qingqiu merasa aneh. Jika Elf itu diam sepanjang dia makan dan mengedarkan pandangan ataupun menyibukkan diri dengan sesuatu yang lain, tentu Shen Qingqiu tidak akan merasa aneh. Yang membuat aneh adalah Elf ini diam sembari memasang senyum yang entah apa artinya disaat matanya menatap lekat Shen Qingqiu yang menyantap makanannya. Dan setebal apapun kulit wajah Shen Qingqiu, dia tetap saja merasa tidak nyaman jika ada yang menatap dirinya sedang makan.

Rasa lezat makanan nya menjadi berkurang karena nya!

Meletakkan sumpit makan, Shen Qingqiu berdehem menjernihkan kerongkonganya. "Apa ada sesuatu yang anda ingin kan?"

Pemuda Elf itu melebarkan senyumnya. Memperbaiki posisi duduknya agar lebih dekat dengan Shen Qingqiu yang mana membuat Shen Qingqiu menaikkan alis. "Tuan Bailian, tolong perkenalkan. Saya Pangeran Peri dari Dunia kuasi yang pernah anda tempati sebelumnya. Shu Yong."

'Dunia kuasi yang pernah aku tempati? Kalau begitu itu seharusnya sudah lebih dari ribuan tahun menurut hukum waktu di sana.' Shen Qingqiu menaikkan satu alisnya saat pandangannya menerawang mencoba mencari ingatan tentang dunia yang dimaksud.

Tapi sayangnya Shen Qingqiu memiliki kebiasaan untuk selalu menghapus ingatan tentang dunia tepat setelah dunia itu selesai di huni. Bahkan walau dia tetap menyimpan semua ingatan tentang perjalanan dunia nya, Shen Qingqiu tetap tidak akan mengetahui dari dunia yang mana Shu Yong ini. Itu karena dunia dimana takdir membuat dirinya menjadi peri ada cukup banyak.

Shu Yong melihat kalau Shen Qingqiu tidak mengingat dunia nya membuat elf muda ini kecewa. Elf muda itu memang sudah mendengar rumor tentang kebiasaan buruk Shen Qingqiu sebelumnya, tapi dirinya yakin kalau ingatan dunia nya tidak dihapus. Bagaimanapun dunia itu sangat indah dan unik. Tidak hanya itu tentram dan nyaman, itu juga sangat menyegarkan jiwa. Seharusnya Shen Qingqiu tidak akan dengan acuh menghapus ingatan tentang dunia yang indah itu.

Telinga rubah di puncak kepala itu sedikit bergerak linglung saat Shen Qingqiu menatap pemuda elf ini, "Maaf, apa keperluan anda mencari saya?"

Menekan rasa kecewanya. Shu Yong berusaha mengukir senyum mempesona miliknya, "Saya melihat gulungan sejarah tentang anda. Anda terlahir di dunia sana sebagai putra bangsawan Xie dan memiliki kecantikan yang paling memukau untuk sepuluh generasi. Saat saya melihat anda saat ini saya benar-benar menyayangkan kesalahan pada gulungan sejarah, seharusnya itu menuliskan keindahan anda sebagai sesuatu yang abadi."

Sudut bibir Shen Qingqiu sedikit berkedut, dia paling membenci disaat ada yang menyebutnya cantik alih-alih tampan. Tapi untuk makanan yang akan bisa dia santap setelah semua pertukaran kata ini, Shen Qingqiu mencoba menekan amarahnya.

Shu Yong, "Tuan Bailian, dalam gulungan menyebutkan kalau anda sudah diatur untuk menikahi keluarga kerajaan. Tidak peduli siapa selama itu memiliki darah keluarga kerajaan anda bisa menikahinya. Gulungan itu juga mencatat tidak peduli jika anda jatuh dari kerahmatan ataupun menjadi pemberontak sekalipun, pertunangan itu tetap berjalan."

Mendengar sampai sejauh ini. Shen Qingqiu memiliki firasat buruk saat dia menatap lekat Shu Yong. Shu Yong tersenyum cerah saat dia melanjutkan, "Tuan Bailian, anda memberontak dan wafat di pertarungan sehingga bisnis pertunangan itu tidak terlaksanakan. Sebelumnya untuk menunaikan bisnis itu, para Tetua sudah menganjurkan untuk memilih anggota keluarga Xie yang lain, tapi mereka sudah musnah dalam kobaran api akibat perang. Sekarang saya menemukan anda dan anda masih hidup, karena itu sebagai anggota kerajaan..."

"...Saya meminta pada anda untuk menunaikan bisnis pertunangan, dan melamar anda untuk menikahi saya."

Shen Qingqiu, "...." Kau gila? Secara logika saja aku memberontak pada kalian Keluarga Kerajaan, bukankah itu sudah cukup untukmembuatmu berspekulasi kalau aku bukan hanya menentang pemerintahan kalian tapi juga menentang pertunangan itu!

.

.

.

.

.

Tbc~

Hmm, ngk di novel asli ngk disini, Shen Jiu itu terlalu populer hingga selalu saja ada bisnis pertunangan yak, dan dia juga selalu kabur dari semua pertunangan itu(´・_・')

19 Oktober 2019

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top