VI


Solar'POV

Aku ada di taman, lebih tepatnya Sapporo Odori Park. Sebenarnya aku malas sekali ke  taman, namun aku terpaksa karena Thorn, teman sekaligus sahabatku mengajak lebih tepatnya memaksa untuk menemani dirinya ke taman.

Flasback on
Aku sedang membaca buku di ruang perpustakaan pribadi. Aku yang asyik membaca buku, tiba-tiba saja pintu ruang perpustakaan diketuk.

Tok! Tok! Tok!

Aku berhenti membaca buku sejenak dan menatap pintu ruang perpustakaan.
"Masuk saja tidak dikunci," sahutku dari dalam

Pintu terbuka lebar, terlihat seorang pemuda yang sebaya denganku memakai topi hitam dengan hiasan dedaunan hijau. Dia tersenyum lebar namun polos. Ya dialah Thorn, Thorn Akiyama.

"Solar, temani aku ke taman yuk...," ajak Thorn sambil tersenyum polos.

Aku menatap Thorn sebentar lalu menggeleng kepalanya.
"Tidak Thorn. Aku ingin melanjutkan waktu bersantaiku dengan membaca buku," tolakku dengan halus.

Senyuman polos Thorn pun luntur dan tergantikan oleh cemberut. Ia menatapku dengan tatapan berkaca-kaca.
'Bagus, bagus sekali. Kau telah membuat teman polosmu menangis,' batinku

"So-solar ga-gak mau temani Thorn?" tanyanya yang ingin menangis.

Aku pun sedikit panik dan langsung menenangkan Thorn
"Thorn jangan nangis. Iya Solar akan temani Thorn ke taman," ujarku sambil menenangkan Thorn yang siap menangis kapan saja.

"Be-benaran Solar? So-solar gak bohong kan sama Thorn?"

"Gak, Solar gak bohong kok. Yuk sekarang kita pergi ke taman," ajakku pada Thorn.

Thorn pun menggantikan wajah yang cemberut menjadi wajah yang ceria. Air mata yang mengalir di pipi Thorn langsung menghilang tidak berbekas.

"Ya udah yuk Solar, kita sekarang berangkatnya!" ajak Thorn sembari menarik narik tanganku dengan bersemangat.

"Iya-iya sabar. Aku mau taruh buku ini di rak," ujarku sambil menaruh buku di rak yang sudah tersusun rapih.

Kami pun keluar dari ruang perpustakaan pribadiku, berpamitan dengan orangtua dan pembantuku. Kemudian, kami langsung pergi ke taman

Flasback off.

Dan di sinilah aku sekarang. Berada di taman yang indah namun ramai sekali. Banyak yang memintaku untuk berfoto bersama mereka, daripada menolak lebih baik aku menerimanya. Siapa tau mereka nge-fans denganku.

Saat aku sedang melihat-lihat keadaan taman sambil berdiri, tiba-tiba saja ada yang menabrakku. Sehingga membuatku sedikit mundur ke belakang. Saat aku ingin memarahi orang yang menabrakku, namun ku urungkan niatku untuk memarahi orang itu. Karena yang menabrakku adalah seorang gadis.

Kami saling bertatapan, ku lihat gadis itu menatapku sambil melamun. 'Dia kenapa menatapku begitu? Apa karena aku tampan?' pikirku bingung.

Hingga aku menegur gadis yang ada di depanku. "Hei kau," tegurku yang sukses membuat dia tersadar kembali.

Gadis itu dengan sedikit gagap meminta maaf padaku berulang kali. Aku menatap gadis itu cukup lama sehingga membuat gadis itu salah tingkah. Kalau dilihat-lihat, gadis di depanku ternyata cantik dan imut juga ya.

Gadis itu kembali meminta maaf padaku sehingga membuatku tidak tega untuk menolak permintaan maafnya.

"Hm, baiklah. Karena aku ini baik dan tidak sombong, aku memaafkanmu...," ucapku memaafkan.

Hal itu membuat gadis itu menatapku dengan tatapan senang. Terlihat dari wajah gadis itu tersenyum senang, ah... kalau dipikir-pikir senyumannya sangat manis.

"Terima kasih! Kalau begitu aku pergi dulu, sampai jumpa mas perfect!" teriaknya sambil berlari ke arah para gadis yang menunggu dirinya di bawah pohon yang rindang.

Aku terdiam, sambil menyesali kebodohanku.
'Ah sial, kenapa aku tidak menanyakan namanya? Kau bodoh Solar, kau bodoh,' pikirku yang memaki diriku sendiri.

Terasa ada yang menepuk bahu ku yang sukses membuatku kembali tersadar. Aku menoleh ke arah samping dan terlihat Thorn menatapku dengan tatapan bingung.

"Solar kenapa melamun? Dan gadis itu siapanya Solar?" tanyanya dengan wajah bingung namun masih tetap terlihat polos.

Sontak saja, wajahku mulai merona tipis. "Bu-bukan siapa-siapa kok," ucapku dengan sedikit gugup.

"Kalau bukan siapa-siapa, kenapa Solar menjawabnya dengan gugup?" tanyanya lagi

"Gak! Gak kok, Thorn udah selesai kan? Yuk pulang!" ajakku sambil menarik tangan Thorn sedikit paksa.

'Semoga Thorn melupakan kejadian hari ini dan tidak menceritakan ke siapapun,' batinku berharap.

TBC

Hiya hiya! Si Solar merona dong, acieee...

Solar: diamlah!

Wkwkwk...

Sampai jumpa di chap selanjutnya~

Salam dingin
Natha❄

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top